Selasa, 23 Juli 2019


Jumat, 05 Juli 2019 15:04 WIB

Cerita Fachrori Mengawali Karir Politiknya Hingga Menjadi Gubernur

Reporter : Juanda Prayitno
Kategori : Berita

Gubernur Jambi Fachrori Umar (Foto:kajanglako/Juanda)

Cerita Fachrori Mengawali Karir Politiknya Hingga Menjadi Gubernur

Kajanglako.com, Jambi – Dua kali menjabat sebagai Wakil Gubernur Jambi hingga akhirnya merasakan empuknya kursi tertinggi yakni Gubernur Jambi, Fachrori Umar menceritakan kiat sukses serta prinsip yang terus dipegangnya hingga saat ini.



Kepada kajanglako.com, Sabtu (05/07), Fachrori mengawali ceritanya tentang karir politiknya yang berbeda dengan kebanyakan politisi lain.

Pria kelahiran Bebeko Kabupaten Bungo ini, menceritakan awal mulai karier nya sebagai seorang hakim Pengadilan Agama serta jebolan dari pesantren.

"Dulu saya pernah mondok di Pesantren Candung Bukit Tinggi dan kuliah S-1 di IAIN Ciputat yang sekarang UIN Syarif Hidayatullah Jakarta, dan mengambil jurusan Syariah. Tapi saya bercita-cita menjadi hakim. Akhirnya, setelah lulus, saya mendaftar sebagai hakim agama dan ditempatkan pertama kali di Samarinda," kata Fachrori

Lanjut Fachrori, selepas dari Samarinda, ia kembali ke Jambi menjadi hakim agama di Muara Bungo dan kota Jambi .

Sejak di pesantren Fachrori menyebut ia terus memegang teguh prinsip sebagai seorang hakim pengadilan agama, yakni prinsip integritas.

"Selama sekian lama menjadi hakim, dan kini menjadi seorang kepala daerah, prinsip yang terus saya bawa adalah prinsip integritas, agar bisa memimpin dengan penuh amanah sesuai ajaran Agama,” katanya.  

Pada pilkada Pemilihan Gubernur 2010, koleganya, Hasan Basri Agus (HBA) yang pernah menjadi Sekretaris Daerah saat Fachrori menjadi Ketua Pengadilan Agama Jambi, meminta Fachrori mendampinginya sebagai calon Wakil Gubernur.

"saat saya menjadi Ketua Pengadilan Agama Kota Jambi, saya dekat dengan Sekda Kota Jambi saat itu, yakni Pak Hasan Basri Agus (HBA). Pada tahun 2010 saya diminta mendampingi beliau sebagai wakil gubernur," kata Fachrori

Tidak puas di situ, Fachrori kembali maju di Pilgub 2015 sebagai calon Wakil Gubernur untuk kedua kalinya, mendampingi Gubernur Zumi Zola hingga akhirnya terpilih kembali.

Fachrori akhirnya dilantik sebagai Gubernur Jambi, 13 Februari 2019, setelah sebelumnya menjabat sebagai Plt Gubernur Jambi sejak April 2018, pasca ditetapkannya Gubernur Zumi Zola sebagai tersangka kasus Ketok Palu APBD oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK).

Saat ini, dengan kondisi yang ada, Fachrori menyatakan optimismenya dan terus bekerja, dapat meneruskan visi misi Jambi Tuntas yang telah di cita-citakan. (Kjcom)


Tag : #jambi #fachrori umar #gubernur Jambi #politik



Berita Terbaru

 

Sarolangun Smart City
Senin, 22 Juli 2019 20:11 WIB

Pemkab Sarolangun akan Terapkan Tanda Tangan Elektronik, Ini Manfaatnya


Pemkab Sarolangun akan Terapkan Tanda Tangan Elektronik Kajanglako.com, Sarolangun – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Sarolangun dibawah kepemimpinan

 

Konflik Warga dan PT WKS
Senin, 22 Juli 2019 19:53 WIB

Polres Batanghari Kembali Amankan 10 Pucuk Kecepek Anggota SMB


Polres Batanghari Kembali Amankan 10 Pucuk Kecepek Anggota SMB Kajanglako, Batanghari - Kepolisian Resor (Polres) Batanghari mengamankan 10 pucuk senjata

 

Paripurna Dewan
Senin, 22 Juli 2019 19:49 WIB

Paripurna DPRD Muarojambi Ranperda ABDP Tahun 2019


Paripurna DPRD Muarojambi Ranperda ABDP Tahun 2019 Kajanglako.com, Muaro Jambi - DPRD Muaro Jambi gelar rapat paripurna Penyampaian secara resmi Nota Keuangan

 

Mencari Pendamping Fachrori
Senin, 22 Juli 2019 19:45 WIB

Pansel Sarankan Pimpinan Dewan Pilih Opsi Kedua, Ada Apa?


Pansel Sarankan Pimpinan Dewan Pilih Opsi Kedua, Ada Apa? Kajanglako.com, Jambi – Hasil rapat tertutup Panitia Seleksi (Pansel) pemilihan Wakil Gubernur

 

Mencari Pendamping Fachrori
Senin, 22 Juli 2019 19:27 WIB

Kebutuhan Wakil Gubernur Jambi Telah Dianggarkan, Nasri: Tak Ada Wagub Berarti Silpa


Kebutuhan Wakil Gubernur Jambi Telah Dianggarkan, Nasri: Tak Ada Wagub Berarti Silpa Kajanglako.com, Jambi – Alih-alih siapa orangnya, ada atau tidaknya