Senin, 23 Juli 2018


Minggu, 29 Oktober 2017 15:10 WIB

Sejarah Sumpah Pemuda

Reporter : Ardi
Kategori : Ensklopedia

Kongres Pemuda Indonesia, 1928

Mengenang tentang sejarah hari sumpah pemuda 28 Oktober 1928, tidak akan dapat lepas kaitannya dengan perjuangan bangsa Indonesia yang pada waktu itu terjajah oleh pasukan Belanda. Sumpah pemuda merupakan salah satu kejadian yang dinilai penting dalam sejarah perjalanan Bangsa Indonesia. Sumpah pemuda dianggap sebagai salah satu rangkaian kejadian dimana mulai muncul rasa dan semangat persatuan dan kesatuan, serta nasionalisme dan kesadaran untuk mewujudkan pendirian Indonesia yang satu.

Sumpah Pemuda merupakan hasil rumusan rapat pemuda-pemudi Indonesia atau yang dikenal dengan Kongres Pemuda I dan Kongres Pemuda II. Kongres Pemuda I berlangsung di Jakarta pada tanggal 30 April – 2 Mei 1926. 



Sedangkan, Kongres Pemuda II diadakan pada tanggal 27-28 Oktober 1928 di Jakarta, yang waktu itu masih bernama Batavia. Atas inisiatif Perhimpunan Pelajar-Pelajar Indonesia (PPPI), organisasi pemuda yang beranggotakan pelajar dari seluruh Indonesia,  Kongres pemuda II dilaksankan tiga sesi di tiga tempat yang berbeda.

Rapat pertama, Sabtu, 27 Oktober 1928, di Gedung Katholieke Jongenlingen Bond (KJB), Waterlooplein (sekarang Lapangan Banteng). Dalam sambutannya, ketua PPPI Sugondo Djojopuspito berharap kongres ini dapat memperkuat semangat persatuan dalam sanubari para pemuda. Acara dilanjutkan dengan uraian Moehammad Yamin tentang arti dan hubungan persatuan dengan pemuda. Menurutnya, ada lima faktor yang bisa memperkuat persatuan Indonesia yaitu sejarah, bahasa, hukum adat, pendidikan, dan kemauan.

Rapat kedua, Minggu, 28 Oktober 1928, di Gedung Oost-Java Bioscoop, membahas masalah pendidikan. Kedua pembicara, Poernomowoelan dan Sarmidi Mangoensarkoro, berpendapat bahwa anak harus mendapat pendidikan kebangsaan, harus pula ada keseimbangan antara pendidikan di sekolah dan di rumah. Anak juga harus dididik secara demokratis.

Pada rapat penutup, di gedung Indonesische Clubgebouw di Jalan Kramat Raya 106, Sunario menjelaskan pentingnya nasionalisme dan demokrasi selain gerakan kepanduan. Sedangkan Ramelan mengemukakan, gerakan kepanduan tidak bisa dipisahkan dari pergerakan nasional. Gerakan kepanduan sejak dini mendidik anak-anak disiplin dan mandiri, hal-hal yang dibutuhkan dalam perjuangan.

Kongres tersebut dihadiri oleh berbagai perwakilan organisasi kepemudaan seperti, Jong Java, Jong Batak, Jong Celebes, Jong Sumatranen Bond, Jong Islamieten Bond, Jong Ambon, dsb serta pengamat dari pemuda tiong hoa seperti Kwee Thiam Hong, John Lauw Tjoan Hok, Oey Kay Siang, dan Tjoi Djien Kwie. Sumpah tersebut berisikan harapan munculnya tanah air, bahasa, dan bangsa Indonesia. Ada dua peristiwa penting yang menandai masa tersebut, yaitu berdirinya Boedi Oetomo pada 20 Mei 1908 dan ikrar Sumpah Pemuda pada 28 Oktober 1928.

Masa ini juga disebut sebagai dampak politik etis pasca Multatuli. Adapun isi dari sumpah pemuda adalah sebagai berikut :

PERTAMA

Kami Poetera dan Poeteri Indonesia, Mengakoe Bertoempah Darah Jang Satoe, Tanah Indonesia. (Kami Putra dan Putri Indonesia, Mengaku Bertumpah Darah Yang Satu, Tanah Indonesia).

KEDOEA

Kami Poetera dan Poeteri Indonesia, Mengakoe Berbangsa Jang Satoe, Bangsa Indonesia. (Kami Putra dan Putri Indonesia, Mengaku Berbangsa Yang Satu, Bangsa Indonesia).

KETIGA

Kami Poetera dan Poeteri Indonesia, Mendjoendjoeng Bahasa Persatoean, Bahasa Indonesia. (Kami Putra dan Putri Indonesia, Menjunjung Bahasa Persatuan, Bahasa Indonesia).

 *Dioalah dari berbagai sumber


Tag : #Kongres Pemuda Indonesia #Sumpah Pemuda #Indonesia Raya



Berita Terbaru

 

Senin, 23 Juli 2018 01:11 WIB

Selain HP, Sipir Lapas Bungo Temukan Benda Diduga Digunakan Napi untuk Kabur


Kajanglako.com, Bungo - Petugas Lembaga Pemasyarakatan Klas 2B Muara Bungo menemukan sejumlah barang di sel warga binaan saat razia digelar, Minggu (22/7)

 

Senin, 23 Juli 2018 00:59 WIB

Lapas Klas 2B Bungo Geledah Blok Napi


Kajanglako.com, Bungo - Lembaga Permasyaratan (Lapas) Klas 2B Muara Bungo melakukan penggeledahan blok hunian warga binaan.   Penggeledahan dipimpin

 

Senin, 23 Juli 2018 00:45 WIB

Bambang Bantah Sidak Sel Fasilitas Hotel Bintang Lima di Lapas Jambi


Kajanglako.com, Jambi - Sidak yang dilakukan di Lapas Klas 2A Jambi, Minggu (22/7) malam, berkaitan dengan OTT KPK di Lapas Sukamiskin Jawa Barat, dibantah

 

Senin, 23 Juli 2018 00:29 WIB

Disinggung Soal Sidak Sel Mewah, Bambang: Tak Ada yang Perlu Dieskpos Media


Kajanglako.com, Jambi - Dilarangnya awak media tak boleh meliput Sidak yang dilakukan Kakanwil Kemenkumham Provinsi Jambi, Bambang Palasara, di Lapas Klas

 

Senin, 23 Juli 2018 00:10 WIB

Lapas Jambi Disidak Pasca OTT KPK di Lapas Sukamiskin


Kajanglako.com, Jambi - Pasca Komisi Pemberantas akorupsi (KPK) melakukan Operasi Tangkap Tangan (OTT) terhadap Kalapas Sukamiskin, Jawa Barat, terkait