Jumat, 20 September 2019


Sabtu, 22 Juni 2019 08:20 WIB

Seniman Saidin dan Derita Tumor di Lehernya

Reporter :
Kategori : Sosok

Pak Saidin. Sumber foto: Irma tambunan

Oleh: Irma Tambunan (Jurnalis Kompas)

Ujian bagi Perawat Kesenian



Sebagaimana yang dilakukan kakek dan ayahnya, Saidin (55) berjuang sekuat tenaga merawat kesenian tradisi Melayu agar tidak mati digilas zaman. Perjuangan itu jauh dari kata mudah. Banyak ujian yang harus ia lalui dan menangi.

Saidin adalah generasi ketiga penerus teater komedi melayu Dul Muluk, kesenian Zikir Beredah, ataupun Lukah Gilo dari Desa Lubuk Raman, Kecamatan Maro Sebo, Kabupaten Muaro Jambi. Darah kesenian mengalir dari kakek dan ayahnya. Kakeknya adalah pelakon Dul Muluk, sementara ayahnya penabuh rebana siam dan gendang.

Sejak kecil Saidin tumbuh dengan kesenian khas Muaro Jambi itu. Ia mahir sebagai pelakon dalam teater Dul Muluk. Ia juga piawai sebagai pelakon Zikir Beredah dan Lukah Gilo. Zikir Beredah adalah semacam pertunjukan musik selawat yang melibatkan belasan penabuh rebana siam dan gong.

Seluruh kidungnya dikutip dari ayat-ayat Al Quran. Itu sebabnya Zikir Beredah dibawakan pada acara khusus seperti pernikahan dan syukuran menempati rumah baru. Masyarakat meyakini syair-syair dalam Zikir Beredah jika dinyanyikan dengan tepukan rebana nan lantang serta tabuhan gong yang membahana akan mampu mengusir roh-roh jahat.

Sebagai pelaku kesenian tradisi Muaro Jambi, Saidin sempat mencicipi masa-masa keemasan. Pada era 1980-an, ia tampil dari panggung ke panggung hampir setiap pekan di acara hajatan atau syukuran. Namun, memasuki era 1990-an, eksistensi kesenian tradisi itu mulai tergerus kehadiran aneka hiburan modern.

Saidin dan seniman lainnya baru menyadari ancaman besar itu pada tahun 2000. Ia dan kawan-kawannya pun berusaha membangkitkan kembali kesenian tradisi yang mulai redup itu. Pada saat yang sama, pemerintah daerah berusaha mengangkat potensi seni tradisi untuk mendorong pariwisata lokal. Dari situ, tawaran untuk pentas kembali datang.

Ujian Berat Kesehatan Pak Saidin

Pahatan biola melayu masih terbengkalai di atas lantai. Saidin (55) ingin menyelesaikan pesanan itu, namun tumor colli yang dideritanya kian merapuhkan otot dan persendian. Sepekan lebih ia terbaring di dekat pesanan alat musik tradisional itu.

Di tengah semangatnya untuk terus merawat teater Dul Muluk, Zikir Beredah, dan Lukah Gilo, Saidin didera penyakit tumor colli yang tumbuh di lehernya. Tumor yang enam bulan lalu baru sebesar kelereng terus membesar hingga melebih ukuran bola tenis. Penyakit itu membuat tubuhnya kurus dan merapuhkan otot serta persendiannya. Ketika Kompas menjenguknya di Desa Lubuk Raman, Senin (10/6/2019), ia terbaring lemah di dekat piul pesanan yang belum jadi.

Kalau badan masih cukup kuat, harusnya (biola ini) sudah jadi,” katanya, sewaktu ditemui Kompas dalam pondok sederhana yang ditumpanginya di Desa Lubuk Raman, Kecamatan Maro Sebo, Kabupaten Muaro, Senin (11/6/2019).

Benjolan pada bagian kanan lehernya dengan cepat membesar. Awalnya hanya sebesar kelereng. Dalam enam bulan, besarnya bertambah melebihi bola tenis. Penyakit itu pun menggerogoti tubuhnya hingga kurus kering.

Ket: Pak Saidin. sumber foto: Irma Tambunan 

Menurut dokter yang memeriksanya di Rumah Sakit Bhayangkara Kota Jambi, Saidin harus segera dioperasi dan dikemoterapi. Namun, operasi hanya dapat dilakukan di Palembang. Rangkaian pengobatan inilah yang menganggu pikirannya. Meskipun operasi diberikan gratis lewat jaminan Kartu Indonesia Sehat (KIS), jaminan hidup untuknya dan istri yang menemani selama perawatan belum terkumpul.

Jangankan untuk menyisihkan uang, memenuhi kebutuhan makan sehari-hari saja sulit. Sang istri, Juliati (50) sehari-harinya menjadi buruh sadap getah karet. Selama Saidin terbaring lemah, Juliati lebih banyak di rumah untuk merawat.

Hampir seluruh barang berharga di rumah itu telah dijual, tak terkecuali alat-alat musik hasil buatannya sendiri, seperti gitar gambus, viul (biola melayu jambi), rebana siam, hingga gendang. “Semuanya sudah habis dijual untuk membeli obat,” katanya.

Untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari dan berobat, Saidin terpaksa menjual hampir seluruh barang berharga di rumah itu, termasuk alat-alat musik hasil buatannya sendiri, seperti gitar gambus, piul, rebana siam, dan gendang. ”Semuanya sudah habis dijual,” katanya. Apa pun keadaannya, Saidin tak mau menyerah kalah oleh penyakit. Ia ingin sembuh dan meneruskan mimpinya untuk membangkitkan kesenian lokal yang lama tenggelam.

Pak Saidin Tidak Sendiri, Karena Pak Saidin Bersama Kita..

Oleh karena itu, Saya Irma Tambunan beserta Kitabisa.com ingin menggalang dana bagi Pak Saidin agar dapat membantu proses pemulihan dan pengobatan dari Tumor yang dideritanya, serta untuk membantu kebutuhan sehari-hari pihak keluarga.

 

AYO KITA BANTU PAK SAIDIN!

*Keterangan: Pemuatan tulisan ini atas seizin penulis. Informasi lebih lanjut tentang proses donasi sila klik link berikut ini: https://www.kitabisa.com/bantupaksaidin?utm_source=search_page&utm_medium=campaign_card&utm_campaign=donation_campaign


Tag : #Sang Maestro #Kesenian Tradisi #Bantuan untuk Pak Saidin



Berita Terbaru

 

Jumat, 20 September 2019 07:00 WIB

Pembobol Rumah Sekretaris BPBD Batanghari Ditangkap


Pembobol Rumah Sekretaris BPBD Batanghari Ditangkap Kajanglako.com, Batanghari - Pembobol rumah Samral Lubis, Sekretaris BPBD Batanghari, akhirnya ditangkap

 

Kamis, 19 September 2019 23:56 WIB

Fachrori Datangi DPC PDI Perjuangan, Ambil Formulir Cagub Jambi


Fachrori Datangi DPC PDI Perjuangan, Ambil Formulir Cagub Jambi Kajanglako.com, Jambi - Gubernur Jambi Fachrori Umar akhirnya mengambil formulir di PDI

 

Kamis, 19 September 2019 23:53 WIB

Melalui Timnya, Cek Endra Ambil Formulir Cagub Jambi di PDIP


Melalui Timnya, Cek Endra Ambil Formulir Cagub Jambi di PDIP Kajanglako.com, Jambi - Tim dari Cek Endra akhirnya mendatangi Kantor DPD PDIP Provinsi Jambi,

 

Kamis, 19 September 2019 23:44 WIB

PETI di Arai Makan Korban, Satu Orang Tewas Tertimbun Longsor dan Satu Sekarat


PETI di Arai Makan Korban, Satu Orang Tewas Tertimbun Longsor dan Satu Sekarat Kajanglako.com, Merangin - Aktivitas Penambangan Emas Tanpa Izin (PETI)

 

Kamis, 19 September 2019 23:32 WIB

Berkas Slamat Sitompul TSK Kasus Karhutla 2,7 Hektar di Sarolangun Akhirnya P.21


Berkas Slamat Sitompul TSK Kasus Karhutla 2,7 Hektar di Sarolangun Akhirnya P.21 Kajanglako.com, Jambi - Slamat Situmpul (45) tersangka kasus Karhutla,