Jumat, 20 September 2019


Sabtu, 22 Juni 2019 07:19 WIB

Pilgub Jambi dan Kepemimpinan Anti Korupsi

Reporter :
Kategori : Perspektif

ilustrasi. korupsi. sumber: medcom. id

Oleh: Muslimin*

Percakapan politik di ruang publik terkait siapa saja calon pemimpin yang berlaga dalam Pemilihan Gubernur Jambi (pilgub) tahun 2020 ramai digulirkan. Kepala daerah yang tengah menjabat, mantan kepala daerah, pengusaha, polisi serta politisi lokal dan nasional disebut-sebut bakal bertarung dalam Pilgub Jambi nanti.



Antusiasme publik dan ramainya Putra Putri Jambi unjuk gigi dalam ritual demokrasi lokal menunjukkan bahwa stok figur Jambi masih banyak. Masyarakat tak lagi acuh terkait perputaran turbin birokrasi pemda. Semua pihak akhirnya menyadari bahwa sudah saatnya turun gunung, meluruskan arah baru Jambi.

Bila perlu, semesta Jambi harus “memanggil paksa” figur-figur terbaik yang siap menabuh gendrang perang melawan korupsi. Kini, Provinsi Jambi di bawah kepemimpinan petahana Fachrori Umar memang dihadapkan dengan ujian berat. Ketika Zumi Zola terjerat kasus suap korupsi pengesahan RAPBD Jambi 2018, hingga dinon-aktifkan statusnya sebagai pejabat gubernur, tentu saja meninggalkan noktah hitam kepemimpinan di daerah ini. Sialnya, tragedi korupsi itu menyeret pula beberapa anggota DPRD Provinsi Jambi dan sejumlah birokrat nakal.

Artinya, korupsi di Jambi sudah masuk pada stadium kronis. Betapa teganya seorang pemimpin yang diberi amanah, malah diselewengkan untuk memuaskan syahwat pribadi dan kroni-kroninya. Pemimpin yang sejatinya menunaikan janjinya bukan mengingkari sumpahnya.

Semua harus belajar dari masa lalu agar tidak terperosok pada kubangan yang sama. Jambi wajib diselamatkan dari predator politik yang menghisap darah rakyatnya sendiri. Dalam kaitan Pilgub Jambi 2020, boleh-boleh saja bagi siapa pun yang ingin mengajukan diri dalam seleksi kepemimpinan, tapi yang jauh lebih penting adalah seberapa paham mereka mengurai kompleksitas persoalan Jambi dan solusi apa yang ditawarkan.

Dari uraian di atas, setidaknya, korupsi harus menjadi perhatian utama. Hal itu juga terkait bagaimana prospek mewujudkan reformasi birokrasi dan pemerintahan yang bersih (clean government). Kalau dua hal ini dibereskan, maka Jambi dengan segenap potensi sumber dayanya akan menjadi daerah makmur sentosa. Nanti kita akan lihat kerja-kerja sosialisasi dan kampanye mereka yang mengajukan diri dalam hajatan demokrasi elektoral.

Karena itu, Pilgub Jambi 2020 adalah kesempatan bagi masyarakat untuk memilah dan memilih pemimpin yang jelas rekam jejaknya, bersih dan berintegritas, berprestasi dan berkomitmen dalam agenda pemberantasan korupsi. Pilgub tidak hanya menjual ketampanan, ketenaran dan kekayaan semata, tapi bagaimana mewakafkan jiwa dan raga secara serius untuk memajukan Jambi. Hal ini membutuhkan pemimpin yang punya kekayaan gagasan, kompetensi personal, program yang inovatif dan kemampuan eksekusi kebijakan yang jelas keberpihakannya untuk masyarakat Jambi.

Sebagai bagian dari masyarakat Jambi, saya berharap pada elite maupun publik agar suksesi kepemimpinan politik Jambi di masa mendatang melibatkan partisipasi semua lapisan guna mengawal proses demokrasi secara aktif. Fakta ironik bahwa daerah kita pernah tercoreng lantaran orang yang pernah menduduki jabatan nomor satu di Bumi Sepucuk Jambi Sembilan Lurah terkena kasus korupsi, mestinya dibalas dengan ikhtiar keras menghadirkan wajah baru kepemimpinan yang bebas korupsi.

Pemimpin Anti Korupsi

Persoalan korupsi yang kronis ini tentu harus dicarikan akar penyebab dan solusinya. Tentu saja problem ini berkategori kelas berat. Pasalnya, pihak eksekutif dan sejumlah anggota DPRD Jambi maupun oknum birokrat bermental korup saling bersahutan merancang persekutuan banal dalam lingkaran setan korupsi. Tak cukup memang bahwa kepala daerah sendiri yang membasmi kangker ganas korupsi. Akan tetapi, semangat anti korupsi memerlukan “jihad” akbar dari berbagai elemen untuk memberantas kemungkaran korupsi, kolusi maupun nepotisme.

Pemerintahan yang bersih akan menjamin distribusi sumber daya untuk kesejahteraan rakyat secara merata di semua level. Kekayaan sumber daya alam Jambi yang dikelola secara profesional, inovatif dan progresif akan mengorbitkan Jambi di pusaran nasional sebagai daerah yang diperhitungkan. Sebaliknya, pemerintahan korup akan “membunuh” secara perlahan-lahan masa depan Jambi.

Pasar gelap kekuasaan saatnya diterangi dengan sinar kepemimpinan yang berwatak melayani. Pemimpin yang digdaya menahan godaan dari kejahatan korupsi akan berbanding lurus dengan masa depan Jambi yang terpandang. Para pemimpin bisa memulai berbuat terpuji dari diri sendiri, keluarga dan orang-orang terdekatnya. Mereka wajib memberi contoh bagaimana berperilaku sederhana, bersahaja dan membumi. Begitupun dalam mekanisme rekrutmen aparatur pemerintah daerah, bukan lagi berdasarkan koneksi dan jual beli jabatan, tapi mengacu pada profesionalisme, kepakaran dan meritokrasi.

Nilai-nilai agama dapat dijadikan sumber inspirasi untuk menertibkan pikiran dan nurani. Ajaran agama tidak boleh hanya berhenti pada formalisme semata, tetapi harus diaktualisasikan dalam sikap dan tindakan yang bersifat konstruktif, terlebih sebagai abdi masyarakat.

Dalam khazanah falsafah Melayu-Jambi, pemimpin itu ibarat pohon beringin. “Pohonnya rindang tempat berteduh. Akarnya besar tempat bersilo”. Pemimpin seyogyanya bertindak sebagai pengayom dan pelindung masyarakat dari aneka persoalan. Pemimpin tidak boleh lari dari masalah, namun harus dihadapi, bertukar ide dan mendengarkan rintihan masyarakat bawah, lalu dirumuskan solusinya melalui kebijakan yang berpihak.

Apalagi keterbukaan di jaman now ini, mempermudah masyarakat memonitor tindak-tanduk penguasa. Kekuatan media sosial dalam kerangka demokrasi digital tidak boleh dianggap enteng. Salah sedikit saja perbuatanmu, jejak digital akan menguak, dan terbukalah aib politik itu. Oleh sebab itu, akhlak berpolitik dan etika komunikasi serta kepemimpinan yang menjadi suri tauladan wajib diutamakan.

Sebagaimana pesan leluhur kita dalam seloko melayu: “Rajo Alim Rajo Disembah, Rajo Lalim Rajo Disanggah”. Kalau kinerjamu membanggakan, rakyat tentu akan mencintaimu sepenuh hati dan segenap jiwa. Sebaliknya, jika praktik kepemimpinanmu menyimpang dari koridor, kurang serius melayani, maka bersiap-siaplah menuai perlawanan rakyat. Jambi adalah milik kita semua. Jadi, semua pihak harus turun tangan untuk kemajuan Jambi.

 *Peneliti di Charta Politika. Alumni MAK-MAN Model Jambi.


Tag : #Pilgub Jambi #anti korupsi #kandidat pigub jambi



Berita Terbaru

 

Jumat, 20 September 2019 07:00 WIB

Pembobol Rumah Sekretaris BPBD Batanghari Ditangkap


Pembobol Rumah Sekretaris BPBD Batanghari Ditangkap Kajanglako.com, Batanghari - Pembobol rumah Samral Lubis, Sekretaris BPBD Batanghari, akhirnya ditangkap

 

Kamis, 19 September 2019 23:56 WIB

Fachrori Datangi DPC PDI Perjuangan, Ambil Formulir Cagub Jambi


Fachrori Datangi DPC PDI Perjuangan, Ambil Formulir Cagub Jambi Kajanglako.com, Jambi - Gubernur Jambi Fachrori Umar akhirnya mengambil formulir di PDI

 

Kamis, 19 September 2019 23:53 WIB

Melalui Timnya, Cek Endra Ambil Formulir Cagub Jambi di PDIP


Melalui Timnya, Cek Endra Ambil Formulir Cagub Jambi di PDIP Kajanglako.com, Jambi - Tim dari Cek Endra akhirnya mendatangi Kantor DPD PDIP Provinsi Jambi,

 

Kamis, 19 September 2019 23:44 WIB

PETI di Arai Makan Korban, Satu Orang Tewas Tertimbun Longsor dan Satu Sekarat


PETI di Arai Makan Korban, Satu Orang Tewas Tertimbun Longsor dan Satu Sekarat Kajanglako.com, Merangin - Aktivitas Penambangan Emas Tanpa Izin (PETI)

 

Kamis, 19 September 2019 23:32 WIB

Berkas Slamat Sitompul TSK Kasus Karhutla 2,7 Hektar di Sarolangun Akhirnya P.21


Berkas Slamat Sitompul TSK Kasus Karhutla 2,7 Hektar di Sarolangun Akhirnya P.21 Kajanglako.com, Jambi - Slamat Situmpul (45) tersangka kasus Karhutla,