Selasa, 23 Juli 2019


Sabtu, 15 Juni 2019 10:46 WIB

Syaikh Abdul Wahid Jambi

Reporter :
Kategori : Jejak

Ilustrasi. Pesantren al-Jauharain di Seberang Kota Jambi. Dok. Widodo

Oleh: Widodo*

Di antara lima ulama Jambi yang mengajar di Mekah, Syaikh Abdul Wahid Jambi adalah tokoh yang paling misterius, dalam arti paling kurang dikenal, paling sedikit terdokumentasikan, dan paling jarang dibicarakan.



Sejauh ini, saya baru menemukan satu referensi otoritatif yang menyebutkan nama Syaikh Abdul Wahid Jambi, yaitu artikel Azyumardi Azra, Ulama Indonesia di Haramayn: Pasang Surut Sebuah Wacana Intelektual-Keagamaan.

Di situ Azra hanya menulis, Syaikh Abdul Wahid termasuk staf pengajar di Madrasah Dar al-'Ulum al-Diniyyah. Tidak ada ulasan tentang riwayat hidup Syaikh Abdul Wahid Jambi.

Sebagaimana telah kita bicarakan pada bagian sebelumnya, Syaikh Utsman Tungkal juga mengajar di madrasah Dar al-'Ulum. Madrasah ini merupakan pecahan dari Madrasah al-Shaulatiyyah. K.H. Hasyim Asy'ari (perintis Nahdhatul Ulama), K.H. Ahmad Dahlan (pendiri Muhammadiyah), K.H. Muhammad Zainuddin al-Faunani (pendiri Nahdhatul Wathan), dan banyak tokoh ulama Nusantara lain belajar di al-Shaulatiyyah.

Selain Syaikh Abdul Wahid Jambi, Sayyid Muhsin al-Musawa, Syaikh Muhammad Yasin bin Muhammad Isa Padang, staf pengajar periode awal Dar al-‘Ulum adalah Amir Tengku Mukhtar, Zubair Ahmad al-Mandili, Abdur Rasyid al-Falimbani, Ya'qub Firaq, Raden Atmojo, dan Abdul Majid. Sementara itu, di antara lulusan Dar al-'Ulum adalah K.H. Maimun Zubair, Kiai Basyuni (ayah Menteri Agama Maftuh Basyuni), Sayyid Hamid al-Kaff, Tuan Guru H.M. Said Amin, K.H. Muhadjirin Amsar al-Dary, Syaikh Mur'i (rektor Universitas Darul Ulum Yaman), dan Prof. Dr. Sa'id Mamduh.

Sekadar tambahan informasi, rektor pertama Dar al-'Ulum, Sayyid Muhsin adalah putra Sayyid Ali bin Abdurrahman al-Musawa. Tokoh yang disebut terakhir ini tergabung dalam majelis ulama yang membentuk Perukunan Tsamaratul Insan.

Dialah yang meyakinkan penjajah Belanda bahwa tujuan pendirian Tsamaratul Insan tidak bertentangan dengan kepentingan Belanda. Tanpanya, keberadaan Tsamaratul Insan, juga pesantren-pesantren yang dipayungi organisasi ini, boleh jadi tidak direstui oleh Belanda.

*Penulis alumnus Universitas Sarjanawiyata Tamansiswa Yogyakarta. Sempat menempuh studi di UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta (tidak selesai). Meminati kajian filsafat, sastra dan sejarah Islam lokal (Jambi).

Catatan:

Tulisan di atas merupakan seri lima ulama Jambi yang pernah mengajar di Mekah. Semuanya termasuk jaringan ulama Nusantara yang cenderung moderat dan neo-sufistik dalam wawasan keagamannya. Mereka adalah Syaikh Abdul Majid Jambi, Syaikh Utsman Tungkal, Guru Hasan bin Anang Yahya, Syaikh Tengku Mahmud Zuhdi al-Fathani, dan Syaikh Abdul Wahid Jambi.


Tag : #Ulama Jambi #Pesantren Jambi #Karya Ulama Jambi #Ulama Jambi dan Jaringan Nusantara



Berita Terbaru

 

Sarolangun Smart City
Senin, 22 Juli 2019 20:11 WIB

Pemkab Sarolangun akan Terapkan Tanda Tangan Elektronik, Ini Manfaatnya


Pemkab Sarolangun akan Terapkan Tanda Tangan Elektronik Kajanglako.com, Sarolangun – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Sarolangun dibawah kepemimpinan

 

Konflik Warga dan PT WKS
Senin, 22 Juli 2019 19:53 WIB

Polres Batanghari Kembali Amankan 10 Pucuk Kecepek Anggota SMB


Polres Batanghari Kembali Amankan 10 Pucuk Kecepek Anggota SMB Kajanglako, Batanghari - Kepolisian Resor (Polres) Batanghari mengamankan 10 pucuk senjata

 

Paripurna Dewan
Senin, 22 Juli 2019 19:49 WIB

Paripurna DPRD Muarojambi Ranperda ABDP Tahun 2019


Paripurna DPRD Muarojambi Ranperda ABDP Tahun 2019 Kajanglako.com, Muaro Jambi - DPRD Muaro Jambi gelar rapat paripurna Penyampaian secara resmi Nota Keuangan

 

Mencari Pendamping Fachrori
Senin, 22 Juli 2019 19:45 WIB

Pansel Sarankan Pimpinan Dewan Pilih Opsi Kedua, Ada Apa?


Pansel Sarankan Pimpinan Dewan Pilih Opsi Kedua, Ada Apa? Kajanglako.com, Jambi – Hasil rapat tertutup Panitia Seleksi (Pansel) pemilihan Wakil Gubernur

 

Mencari Pendamping Fachrori
Senin, 22 Juli 2019 19:27 WIB

Kebutuhan Wakil Gubernur Jambi Telah Dianggarkan, Nasri: Tak Ada Wagub Berarti Silpa


Kebutuhan Wakil Gubernur Jambi Telah Dianggarkan, Nasri: Tak Ada Wagub Berarti Silpa Kajanglako.com, Jambi – Alih-alih siapa orangnya, ada atau tidaknya