Selasa, 28 Januari 2020


Senin, 03 Juni 2019 09:53 WIB

Syaikh Utsman Tungkal (1320-1405 H)

Reporter :
Kategori : Jejak

ilustrasi

Oleh: Widodo*

Sependek penelusuran saya, ada lima ulama Jambi yang pernah mengajar di Mekah. Semuanya termasuk jaringan ulama Nusantara yang cenderung moderat dan neo-sufistik dalam wawasan keagamannya. Mereka adalah Syaikh Abdul Majid Jambi, Syaikh Utsman Tungkal, Guru Hasan bin Anang Yahya, Syaikh Tengku Mahmud Zuhdi al-Fathani, dan Syaikh Abdul Wahid Jambi. Kali ini, saya mengetengahkan sosok Syaikh Utsman Tungkal setelah edisi sebelumnya tentang Syaikh Abdul Majid.



Nama lengkapnya adalah Fadhilah al-'Allamah al-Faqih Syaikh 'Utsman bin Muhammad Sa'id Tungkal al-Indunisiyy al-Makky al-Syafi'i. Syaikh Utsman lahir di Tungkal, Tanjung Jabung Barat, Jambi, pada tahun 1320 H/1903 M.

Saat remaja, Syaikh Utsman belajar di Pesantren Nurul Islam, yang terletak di kawasan Seberang Kota Jambi. Tamat belajar di Nurul Islam, pada tahun 1341 H, dia berangkat ke Mekah untuk menunaikan ibadah haji dan belajar agama secara lebih dalam. Saat itu, dia masih seorang pemuda berusia 20-an.

Di Mekah, dia nyantri di Madrasah al-Shaulatiyyah hingga tahun 1348 H. Syaikh Muhsin al-Musawa Palembang, TGH Muhammad Zainuddin Abdul Majid, Sayyid Alawi bin Abbas al-Maliki, K.H. Abdul Wahab Chasbullah, Syaikh Muhammad Yasin bin Muhammad Isa Padang, K.H. Ahmad Dahlan, K.H. Muhammad Hasyim Asy'ari, Syaikh Musthafa Husein Nasution, Guru Hasan bin Anang Yahya, dan Mama Tubagus Bakri Sempur, termasuk sahabat seperguruannya.

Ahmad Ginanjar Sya'ban dan Zainul Arifin menulis, saat di Mekah, Syaikh Utsman antara lain berguru kepada Syaikh Muhammad Mukhtar al-Tharid Bogor, Syaikh Umar Hamdan al-Mahrasi, Syaikh Hasyim Syatha, Syaikh Hasan al-Masyath, Syaikh Sa'id al-Yamani, Syaikh Habibullah al-Sinqithy, dan Syaikh Tengku Mahmud Zuhdi al-Fathani. Mereka adalah guru para ulama Nusantara yang dengan tekun membangun wajah Islam yang moderat dan neosufistik di Indonesia sejak awal abad ke-20.

Setelah lulus dari al-Shaulatiyyah, Syaikh Utsman mengajar di almamaternya. Dia juga mengajar di Masjidil Haram, Madrasah Dar al-'Ulum al-Diniyyah, Madrasah al-Fakhriyyah, dan Madrasah al-Sa'diyyah.

Ket:Kolofon Sullamur Raja. Sumber: Ginanjar/Alif.id

Tiga di antara sekian banyak santrinya adalah Syaikh Prof. Dr. Sa'id Mamduh (guru besar ilmu hadits di Universitas al-Azhar), TGH Muhammad Najmuddin Makmun (pendiri Pesantren Nurul Yaqin dan Darul Muhajirin), dan Syaikh Ahmad bin Abdullah al-Ruqaimy.

Selain mengajar, Syaikh Utsman juga menulis kitab. Lima kitabnya yang sudah diterbitkan adalah Sullamur Raja, Minhajut Thulab, al-Jauharuts Tsamin, Bughyatul Muhtaj, dan Arba'in Haditsan. Kitab Syaikh Utsman menjadi buku daras di Madrasah al-Shaulatiyyah. Melalui pengajian yang diselenggarakan Syaikh Sa'id Mamduh, kitab Syaikh Utsman dipelajari pula oleh mahasiswa-mahasiswa di Mesir.

Hingga akhir hayatnya, Syaikh Utsman tidak pulang ke Jambi. Dia wafat di Mekah. Jenazahnya dikuburkan di dekat makam Sayyidah Khadijah r.a.

 

*Penulis alumnus Universitas Sarjanawiyata Tamansiswa Yogyakarta. Sempat menempuh studi di UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta (tidak selesai). Meminati kajian filsafat, sastra dan sejarah Islam lokal (Jambi).


Tag : #ulama jambi di mekah #syaikh utsman tungkal



Berita Terbaru

 

Senin, 27 Januari 2020 16:41 WIB

Fachrori Ingatkan Perusahaan Utamakan K3 Bagi Pekerja


Kajanglako.com, Jambi - Gubernur Jambi Fachrori Umar, bertindak sebagai Inspektur Upacara peringatan Bulan Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3) tahun

 

Senin, 27 Januari 2020 15:01 WIB

Cabuli Anak Tiri, Warga Tanjung Marwo Diciduk Polisi


Kajanglako.com, Batanghari - IS (27), warga RT 02 Desa Tanjung Marwo kecamatan Muara Tembesi terpaksa meringkuk di jeruji besi sel tahanan Polres Batanghari.

 

Senin, 27 Januari 2020 14:50 WIB

Mantap..! Merangin Wakili Indonesia di Festival Kebudayaan Melayu Asean di Thailand


Kajanglako.com, Merangin - Kabupaten Merangin akan mewakili Indonesia di Festival Kebudayaan Melayu Asean di Kota Yala Thailand pada 7-9 Februari 2020

 

Senin, 27 Januari 2020 14:37 WIB

Aksi Warga 12 Desa Kecamatan Mandiangin di Kantor Bupati Berakhir, Warga Akan Langsung Duduki Lahan


Kajanglako.com, Sarolangun - Puluhan warga dari 12 desa di Kecematan Mandiangin yang berdemo di kantor Bupati Sarolangun menuntut PT AAS mengambil lahan

 

Senin, 27 Januari 2020 14:25 WIB

Tinjau Pencarian Korban Tenggelam, Al Haris Ingatkan Orang Tua Agar Awasi Anak


Kajanglako.com, Merangin - Bupati Merangin,  Al Haris, meninjau pencarian korban hanyut di sungai Merangin wilayah Pulau Rayo, Kelurahan Dusun Bangko,