Rabu, 24 Januari 2018
Pencarian


Jumat, 27 Oktober 2017 06:38 WIB

Lacak, Ikon Populer Jambi

Reporter :
Kategori : Ensklopedia

Zola dalam banyak kesempatan memakai Lacak

Oleh: Dedi Arman*

Usai mempopulerkan batik dan songket, daerah provinsi Jambi, kini memiliki ikon baru. Namanya lacak. Sebagai ikon baru, lacak Jambi terus populer (untuk menyebut digemari) di kalangan masyarakat.



Sebagai upaya melestarikan pemakaian lacak, di Jambi telah terbentuk Komunitas Lacak Jambi (KLJ). KLJ telah menetapkan duta lacak. Tak hanya itu, dalam berbagai kesempatan lacak juga telah dipakai dalam acara-acara pemerintahan, organisasi kemasyarakatan hingga karyawan hotel.

Secara harfiah lacak bermakna bekacak atau gagah, ikat kepala ini dahulunya dipakai oleh para raja, laskar dan para Panglima Jambi.Kuluk atau tengkuluk pakaian khas Jambi untuk perempuan telah lebih dulu di kenal masyarakat. Kali ini, tengkuluk akan terlihat serasi dengan Lacak yang di gunakan oleh kaum lelaki dan saat ini gencar dipromosikan oleh
Pemerintah Provinsi Jambi.

Lacak merupakan salah satu kekayaan budaya Negeri Jambi, yang merupakan simbol kewibawaan, kebijaksanaan dan status sosial pemakainya. Lacak awalnya dikenal sebagai salah satu perlengkapan dalam pakaian adat pria Jambi. Untuk kaum Laki-
laki yang berada di suku Melayu Jambi, dalam berpakaian adatnya kaum pria Jambi mengenakan lacak pada kepalanya. Lacak sebagai penutup kepala ini dibuat dari bahan kain beludru yang warna merah pada bagian dalamnya diberi kertas tebal yang
dimaksudkan agar menjadikannya keras.

Sedangkan baju Adat kaum pria Jambi dinamakan baju kurung tanggung yang berlengan panjang. Alasan mengapa disebut tanggung,  karena ukuran panjangnya cuma sedikit di bawah siku lengan dan tidak sampai pada pergelangan tangan. Maknanya adalah seseorang
pria harus tangkas dan cekatan ketika mengerjakan dan menyelesaikan pekerjaan.

Booming-nya lacak Jambi juga berdampak positif bagi perekonomian. Usaha pembuatan lacak mulai menggeliat. Salah satunya di Desa Muaro Jambi, usaha pembuatan lacak panen pesanan. Brata, salah satu pelaku usaha pembuatan lacak menyebutkan, banyak sekali pesanan dalam beberapa bulan belakangan. “Banyak pesanan. Acara-acara organisasi di Jambi, pesertanya memakai lacak,”kata Brata di Muaro Jambi.

*pemerhati budaya


Tag : #Budaya Jambi #Songket #Batik #Sumatra



Berita Terbaru

 

Selasa, 23 Januari 2018 23:50 WIB

Dugaan Kecurangan Toke Karet Terkuak, Warga Bandingkan Hasil Timbangan dengan Milik Sendiri


Kajanglako.com, Bungo – Petani Karet yang ada di Wilayah Kecamatan Muko-muko Bathin VII, Kabupaten Bungo, mulai resah dengan hasil timbangan yang

 

Penyelundupan Satwa Langka
Selasa, 23 Januari 2018 20:26 WIB

BKIPM Jambi Gagalkan Penyelundupan 7 Anak Buaya Via Bandara


Kajanglako.com, Jambi – Badan Karantina Ikan dan Pengendalian Mutu (BKIPM) Jambi bekerja sama dengan Avsec Bandara Sultan Thaha, berhasil menggagalkan

 

Selasa, 23 Januari 2018 20:14 WIB

Selain Diselingkuhi, Juanda Mengaku Juga Sering Dianiaya Istrinya


Kajanglako.com, Batanghari - Sebelum belang sang istri yang kedapatan selingkuh dengan Kades Padang Kelapo mencuat. Juanda akui sudah seringkali dianiaya

 

Selasa, 23 Januari 2018 20:03 WIB

Juanda Lapor ke Inspektorat, Kades Padang Kelapo Berdalih Hanya Ajak 'EN' Rapat


Kajanglako.com, Batanghari - Kasus perselingkuhan Kades Padang Kelapo akhirnya berlanjut. Juanda, beserta sejumlah saksi melaporkan kasus tersebut ke Inspektorat

 

Selasa, 23 Januari 2018 19:49 WIB

Heboh, Kades Padang Kelapo Dikabarkan 'Gituan' di Semak-semak


Kajanglako.com, Batanghari - Selaku pemimpin desa harusnya bisa membimbing warga desanya dengan baik. Namun, yang terjadi kali ini bertolak belakang. Jangankan