Selasa, 25 Juni 2019


Senin, 27 Mei 2019 09:33 WIB

Arief Budiman

Reporter :
Kategori : Sosok

Penulis. Dr. Riwanto. Dok. Pribadi.

Oleh: Riwanto Tirtosudarmo*

Goenawan Mohamad teman sekelas Arief Budiman (Soe Hok Djin) di Fakultas Psikologi UI, dan konon sama-sama belajar filsafat eksistensialisme, mungkin dari Romo Drijarkara atau Fuad Hassan. Jika Goenawan Mohamad kemudian drop-out dan menjadi wartawan, Arief Budiman selesai menjadi ‘Drs’ setelah menulis skripsi tentang Chairil Anwar. Goenawan Mohamad, dalam sebuah kesempatan, mengatakan kalau dia dekat sekali dengan Arief Budiman. Keduanya ikut menandatangani Manifesto Kebudayaan (Manikebu), yang berlawanan paham dengan Lekra (Lembaga Kesenian Rakyat).



Arief Budiman dan Goenawan Mohamad, juga Soe Hok Gie dan Nono Anwar Makarim; adalah cendekiawan-cendekiawan yang mengalami ujung masa Soekarno dan kemudian besar bersama Orde-Baru, kecuali Soe Hok Gie yang meninggal tahun 1969 di puncak Semeru. Yang menarik dari tokoh-tokoh ini adalah bulan madu yang amat singkat dengan Orde-Baru karena mereka kemudian memilih di luar pagar dan menjadi pengkritik Orde-Baru. Setelah Soe Hok Gie meninggal mungkin Arief Budiman yang paling vokal.

Arief Budiman bersama Goenawan Mohamad adalah orang-orang yang bergerak antara sastra dan politik. Keduanya sama-sama duduk sebagai redaksi majalah sastra Horizon, bersama almarhum HB Jassin dan Mochtar Lubis.

Suatu ketika Arief Budiman yang memimpin demo menentang pembangunan Taman Mini yang dianggap menghamburkan uang rakyat ditangkap dan ditahan oleh aparat keamanan. Di rubrik editor majalah Horizon, Goenawan Mohamad menulis kalimat pendek "Arief Budiman ditahan". Saat Arief Budiman rame-rame kampanye Golput, menentang pemilu 1971, Goenawan Mohamad menulis kolom di Tempo, judulnya "Teater Arief Budiman".

Ket: Prof. Dr. Arief Budiman.

Arief Budiman kemudian melanjutkan kuliah di jurusan sosiologi Universitas Harvard, gosip yang berkembang, dia sengaja disekolahkan biar nggak bikin pusing Soeharto. Di Harvard dia menulis tesis doktor tentang eksperimen sosialisme Presiden Allende di Cili yang digagalkan CIA. Ketika menulis disertasinya dia sempat diundang Cllifford Geertz ke Princeton. Sepulang dari Amerika Arief Budiman memutuskan menjadi dosen Universitas Kristen Satya Wacana (UKSW) Salatiga dan dibangunkan rumah burung-burung Manyar oleh Romo Manguwijaya yang dia tempati hingga sekarang.

Bersama Arief Budiman di UKSW kemudian bergabung, antara lain, George Aditjondro dan Ariel Heryanto; menjadikan UKSW sarang pengritik pembangunan Orde-Baru. Kasus Kedung Ombo salah satu arena perlawanan terhadap Soeharto yang menenggelamkan puluhan Desa untuk dibuat waduk.

Di UKSW Arief Budiman menjadi mentor generasi muda aktifis yang saat ini banyak menjadi tokoh publik. Stanley yang saat ini menjabat sebagai Ketua Dewan Pers adalah salah satu hasil gemblengan Arief Budiman di UKSW.

Kembali Arief Budiman menjadi duri di mata Soeharto. Ketika Arief Budiman melancarkan protes terhadap keputusan pemilihan Rektor UKSW pada 1995 yang seharusnya dimenangkan Liek Wilarjo, dia dipecat sebagai dosen, hampir pasti kaki tangan Soeharto ada disana. Arief Budiman kemudian hijrah ke Melbourne, awalnya menjadi direktur Herbeth Feith Institute yang baru berdiri dan kemudian menjadi dosen tetap di Unuversitas Melbourne hingga pensiun.

Saat ini, Arief tak lagi muda (77 th). Setelah sebelumya sempat bolak-balik tinggal di Melbourne (Australia) dan di Indonesia, kini, terutama sejak penyakit parkinson perlahan-lahan mengurangi kemampuan fisiknya (2016), Arief bersama sang istri, Leila Ch. Budiman, memilih tinggal di Sidorejo Lor, Salatiga, berjarak 500 meter di sebelah timur kampus UKSW. Meskipun demikian, pemikiran dan semangatnya terus berkobar dalam benak sahabat-sahabatnya, para aktivis serta pembaca tulisan-tulisannya. 

*Peneliti. Karya tulis Dr. Riwanto Tirtosudarmo terbit dalam bentuk buku, jurnal ilmiah (nasional-internasional) maupun populer. Catatan ini merupakan seri intelektual publik yang akan tayang setiap hari senin di rubrik sosok Kajanglako.com.


Tag : #Manikebu #Lekra #Aktivis 66



Berita Terbaru

 

Pidana Pemilu
Selasa, 25 Juni 2019 18:02 WIB

Akui Coblos Sisa Surat Suara di Persidangan, Ini Tuntutan JPU kepada Terdakwa


Akui Coblos Sisa Surat Suara di Persidangan, Ini Tuntutan JPU kepada Terdakwa Kajanglako.com, Sarolangun – Sedikitnya lima orang terdakwa tindak

 

Selasa, 25 Juni 2019 17:40 WIB

HUT Bhayangkara ke 73, Polri dan TNI Kunjungi Kediaman Suku Anak Dalam


HUT Bhayangkara ke 73, Polri dan TNI Kunjungi Kediaman Suku Anak Dalam Kajanglako.com, Sarolangun – Polri dan TNI berkunjung ke kediaman Suku Anak

 

Sail Nias Sumut 2019
Selasa, 25 Juni 2019 17:29 WIB

Tiga Anak Muda ini Wakili Jambi di Sail Nias Sumut 2019


Tiga Anak Muda ini Wakili Jambi di Sail Nias Sumut 2019 Kajanglako.com, Jambi – Dinas Kepemudaan dan Olahraga (Diskepora) Provinsi Jambi mengutus

 

Pilbup Batanghari 2020
Selasa, 25 Juni 2019 15:15 WIB

Bermodal Raih 4.923 Suara di Pileg Lalu, Yuninta Asmara Disebut Layak Maju di Pilkada Batanghari


Bermodal Raih 4.923 Suara di Pileg Lalu, Yuninta Asmara Disebut Layak Maju di Pilkada Batanghari Kajanglako.com, Batanghari – Yuninta Asmara, istri

 

Selasa, 25 Juni 2019 14:54 WIB

Dinas Pendidikan Pemprov Disebut Tak Mampu Urus SMA/SMK, Ini Tanggapan Gubernur Fachrori


Dinas Pendidikan Pemprov Disebut Tak Mampu Urus SMA/SMK, Ini Tanggapan Gubernur Fachrori Kajanglako.com, Jambi – Pemerintah Provinsi Jambi melalui