Rabu, 24 April 2019


Senin, 15 April 2019 12:58 WIB

Penyakit Menular Jadi Persoalan Serius, Sekda Dianto Minta Dinkes Masif Sosialisasikan PHBS

Reporter : Juanda
Kategori : Inforial

Sekda Provinsi Jambi M Dianto/ foto: Humas Provinsi Jambi

Kajanglako.com, Jambi - Sekretaris Daerah (Sekda) Provinsi Jambi, M Dianto, meminta Dinas Kesehatan (Dinkes) meningkatkan sosialisasi hidup sehat kepada masyarakat, terutama untuk melakukan pencegahan sedini mungkin terhadap berbagai penyakit. 
 
Hal itu disampaikannya saat membuka Pertemuan Evaluasi Pelaksanaan Program Pencegahan dan Pemberantasan Penyakit (P2P) Tingkat Provinsi Jambi Tahun 2019, bertempat di Hotel Golden Harvest Jambi, Minggu (14/4).
 
Sekda menyatakan, pembangunan kesehatan merupakan investasi utama bagi pembangunan sumber daya manusia. 
 
"Pembangunan kesehatan pada dasarnya upaya kita untuk meningkatkan kesadaran, kemauan, serta kemampuan setiap orang untuk dapat berperilaku hidup sehat. Perlu perencanaan dan evaluasi terhadap pembangunan kesehatan yang sistemati, terarah, terpadu, dan menyeluruh serta dibutuhkan keterlibatan berbagai sektor dan seluruh komponen bangsa dalam pelaksanaannya," kata Sekda Dianto.
 
"Program Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (P2P) mempunyai peran sangat besar dalam mewujudkan derajat kesehatan masyarakat yang setinggi-tingginya. Bidang tugas pencegahan dan pengendalian penyakit mencakup surveilans dan imunisasi, pengendalian penyakit menular, penyakit tidak menular, serta masalah kesehatan jiwa dan napza," kata Sekda lagi.
 
Sekda mengatakan, upaya pelayanan kesehatan di daerah sebagai tanggung jawab pemerintah daerah melalui Dinas Kesehatan bidang P2P akan terus memperkuat sinergisitas. 
 
"Untuk mendukung pelaksanaan kegiatan program P2P di daerah agar pencegahan dan pengendalian penyakit menular maupun tidak menular bisa menunjukan hasil yang lebih memuaskan dimana penyakit bisa direduksi, eliminasi, dan eradikasi dengan mengoptimalkan berbagai sumber daya yang ada," kata Sekda.
 
Sekda Dianto menjelaskan, berdasarkan hasil pembahasan pada Rapat Kerja Kesehatan Nasional dan Daerah Tahun 2019, ada 8 side event antara lain Angka Kematian Ibu (AKI), Angka Kematian Neonatal (AKN), Penyakit Tidak Menular (PTM), Stunting, Imunisasi, Tuberkulosi (TB), digital health (e-Health), kesiapan menghadapi bencana (pra dan post), pengelolaan sumber daya manusia (SDM) dan obat, Jaminan Kesehatan Nasional (JKN), Fasilitas Kesehatan Tingkat Pertama (FKTP) dan Fasilitas Kesehatan Rujukan Tingkat Lanjut (FKRTL) Community Engagement.
 
Lebih lanjut Sekda menerangkan, Bidang P2P dititikberatkan pada penyakit Manular, Imunisasi, Tuberkulosi (TB) dan kesiapan dalam menghadapi bencana (Pra dan Post) serta pencapaian sasaran program P2P terutama SPM dan lainnya. 
 
"Sebagai bagian dari program Indonesia Sehat yang menjadi tanggung jawab bersama baik Pusat, Provinsi serta Kabupaten/Kota dimana upaya terus dilakukan dengan sinergitas lintas program dan sektor di tatanan pusat dan daerah secara optimal," kata Sekda Dianto.
 
"Pertemuan ini dapat mengevaluasi capaian program tahun 2018 sehingga didapatkan masukan yang komprehensif dalam implementasi program P2P pada tahun 2019 serta dapat memberikan masukan bagi penyusunan perencanaan pada tahun 2020, sehingga apa yang menjadi indikator program P2P bisa tercapai dan terwujud di Provinsi Jambi," tambah Sekda.
 
Sebelumnya, Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Jambi, dr Samsiran Halim menyampaikan, paradigma kesehatan saat ini telah berubah dari upaya kuratif menjadi upaya preventif dan rehabilitatif. 
 
"Berbagai upaya lintas sektor terus dikembangkan untuk menangani berbagai permasalahan kesehatan terutama dalam menghadapi perubahan pola epidemologi penyakit, dari penyakit baru akibat mutasi misalkan virus dan beberapa penyakit endemis lainnya," kata Samsiran.
 
"Penyakit menular masih menjadi perhatian serius dimana tingkat penularan penyakit yang tinggi akan berkontribusi pada peningkatan moralitas, sedangkan penyakit tidak menular cenderung meningkatkan morbiditas dan menurunkan kualitas hidup seseorang," tambahnya.
 
Samsiran menjelaskan maksud dan tujuan dilaksanakan kegiatan ini, yaitu: 1. Untuk mengetahui capaian program P2P tahun 2018, 2. Akselerasi Program P2P tahun 2019 dengan sinkronisasi kebijakan P2P tahun 2019, dan 3. Perencanaan program tahun 2020. (kjcom/humas provinsi jambi)




Berita Terbaru

 

Kebakaran
Selasa, 23 April 2019 21:48 WIB

Kebakaran Landa Lambur Luar, 5 Rumah Terbakar, 1 Balita Tewas Terpanggang


Kajanglako.com, Tanjung Jabung Timur - Kebakaran kembali melanda Tanjab Timur, kali ini kebakaran terjadi di RT 01 Dusun Suka Negara, Desa Lambur Luar,

 

Isra Miraj 1440H
Selasa, 23 April 2019 20:35 WIB

Bupati Syahirsah Hadiri Isra Miraj Tingkat Kabupaten


Kajanglako.com, Batanghari - Pemerintah Kabupaten Batanghari memperingati Isra' dan Mi'raj Nabi Muhammad SAW 1440 Hijriah / 2019 M, Selasa (23/4), yang

 

Selasa, 23 April 2019 16:48 WIB

Sidak Libatkan Polisi, Satgas Pangan Akan Tindak Pedagang dan Distributor yang Timbun Sembako


Kajanglako.com, Jambi - Untuk mengantisipasi gejolak harga dan ketersediaan stok pangan di pasaran jelang Ramadhan dan Idul Fitri 2019, pemerintah dalam

 

Selasa, 23 April 2019 15:28 WIB

Seleksi Paskibraka Provinsi dan Nasional, Sekda Dianto: Jangan Ada Titipan


Kajanglako.com, Jambi - Sekretaris Daerah (Sekda) Provinsi Jambi, M Dianto, minta Tim Panitia Seleksi Calon Pasukan Pengibar Bendera Pusaka (Paskibraka)

 

Selasa, 23 April 2019 15:21 WIB

4 Tahun Beruntun, Gubernur Jambi Kembali Raih Penghargaan K3 dari Menteri Ketenagakerjaan


Kajanglako.com, Jambi - Gubernur Jambi, Fachrori Umar, menerima penghargaan Pembina Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3) Tahun 2019 dari Menteri Ketenagakerjaan