Rabu, 24 April 2019


Sabtu, 13 April 2019 08:38 WIB

Jokowi: Pragmatis yang Visioner

Reporter :
Kategori : Perspektif

Jokowi. Sumber: liputan6.com

Oleh: Riwanto Tirtosudarmo *

Sebagai seorang yang terbiasa skeptis dalam memandang sesuatu, melihat carut marut perpolitikan dan kehidupan di negeri ini, rasanya Golput pilihan yang wajar bagi saya di kotak TPS nanti.



Tapi menanting ulang sepak terjang Jokowi sejauh ini, pilihan menjadi Golput jangan-jangan sebuah kemewahan di sebuah negeri yang mayoritas penduduknya miskin; ketika detik yang menentukan untuk memperbaiki keadaan ada di depan mata kita.

Jokowi yang sekilas sering tampak ndeso itu, sesungguhnya seorang yang visioner sekaligus pragmatis. Pragmatismenya kelihatan sangat jelas. Ketika dia melihat medan pertempuran begitu sesak dipenuhi oleh politik identitas, dia memilih Ma’ruf Amin sebagai wakilnya. Sebuah pilihan yang bagi skeptis seperti saya rada konyol tapi kita paham rasionalitasnya. Pertempuran harus dimenangkan.

Sebagai orang yang terbiasa melihat sisi sosial dari pembangunan, keras kepalanya Jokowi menuntaskan pembangunan trans-Jawa dalam waktu singkat, dan tekadnya membuat jalan menembus belantara Papua; saya tahu punya berbagai dampak sosial yang hampir pasti belum diperhitungkan dengan saksama. Tapi Jokowi ngotot, pokoknya harus jadi. Pragmatismenya kuat.

Pragmatisme dan visioner seperti sesuatu yang bertolak belakang, kontradiktif; tapi saya lihat itulah Jokowi.

Saya kira Yudi Latief, seorang pemikir kenegaraan, yang menjadikan Pancasila obyek kajiannya; tepat ketika nenilai betapa minimnya visi ideologis para capres dalam debat terakhir. Pragmatisme tanpa ideologi bisa tanpa arah.

Jokowi memang tidak fasih dalam bicara ideologi, artikulasinya terbata-bata. Tapi saya melihat keras kepalanya untuk membangun infrastruktur tidak hanya di Jawa, tapi di seluruh pelosok tanah air; bagi saya adalah sebuah komitmen ideologis yang tanpa kefasihan verbal ingin menjadikan Indonesia proyek masa depan sebuah bangsa yang besar.

Jokowi menyadari sebagai presiden waktunya tidak banyak. Dia memilih bekerja keras sepenuh tenaga membangun fondasi bagi generasi pemimpin selanjutnya untuk membangun hal-hal lain nanti yang bersifat non fisik. Dalam titik inilah saya melihat pragmatisme yang visioner.

Mari kita tanting Jokowi. Menjadi Golput, dalam momen seperti ini, meskipun sah dan hak kita; tidakah terlalu mewah dan menjadi "bystanders" dan ujung-ujungnya "free rider"  yang cuma mencemooh, "show of" dan sedikit arogan?

*Riwanto Tirtosudarmo, Ph.D. Peneliti sosial independen. Salah satu bukunya “From Colonization to Nation-State: The Political Demography of Indonesia (LIPI Press, 2013).


Tag : #Pilpres 2019 #Jokowi dan Pembangunan



Berita Terbaru

 

Kebakaran
Selasa, 23 April 2019 21:48 WIB

Kebakaran Landa Lambur Luar, 5 Rumah Terbakar, 1 Balita Tewas Terpanggang


Kajanglako.com, Tanjung Jabung Timur - Kebakaran kembali melanda Tanjab Timur, kali ini kebakaran terjadi di RT 01 Dusun Suka Negara, Desa Lambur Luar,

 

Isra Miraj 1440H
Selasa, 23 April 2019 20:35 WIB

Bupati Syahirsah Hadiri Isra Miraj Tingkat Kabupaten


Kajanglako.com, Batanghari - Pemerintah Kabupaten Batanghari memperingati Isra' dan Mi'raj Nabi Muhammad SAW 1440 Hijriah / 2019 M, Selasa (23/4), yang

 

Selasa, 23 April 2019 16:48 WIB

Sidak Libatkan Polisi, Satgas Pangan Akan Tindak Pedagang dan Distributor yang Timbun Sembako


Kajanglako.com, Jambi - Untuk mengantisipasi gejolak harga dan ketersediaan stok pangan di pasaran jelang Ramadhan dan Idul Fitri 2019, pemerintah dalam

 

Selasa, 23 April 2019 15:28 WIB

Seleksi Paskibraka Provinsi dan Nasional, Sekda Dianto: Jangan Ada Titipan


Kajanglako.com, Jambi - Sekretaris Daerah (Sekda) Provinsi Jambi, M Dianto, minta Tim Panitia Seleksi Calon Pasukan Pengibar Bendera Pusaka (Paskibraka)

 

Selasa, 23 April 2019 15:21 WIB

4 Tahun Beruntun, Gubernur Jambi Kembali Raih Penghargaan K3 dari Menteri Ketenagakerjaan


Kajanglako.com, Jambi - Gubernur Jambi, Fachrori Umar, menerima penghargaan Pembina Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3) Tahun 2019 dari Menteri Ketenagakerjaan