Senin, 26 Agustus 2019


Sabtu, 13 April 2019 08:38 WIB

Jokowi: Pragmatis yang Visioner

Reporter :
Kategori : Perspektif

Jokowi. Sumber: liputan6.com

Oleh: Riwanto Tirtosudarmo *

Sebagai seorang yang terbiasa skeptis dalam memandang sesuatu, melihat carut marut perpolitikan dan kehidupan di negeri ini, rasanya Golput pilihan yang wajar bagi saya di kotak TPS nanti.



Tapi menanting ulang sepak terjang Jokowi sejauh ini, pilihan menjadi Golput jangan-jangan sebuah kemewahan di sebuah negeri yang mayoritas penduduknya miskin; ketika detik yang menentukan untuk memperbaiki keadaan ada di depan mata kita.

Jokowi yang sekilas sering tampak ndeso itu, sesungguhnya seorang yang visioner sekaligus pragmatis. Pragmatismenya kelihatan sangat jelas. Ketika dia melihat medan pertempuran begitu sesak dipenuhi oleh politik identitas, dia memilih Ma’ruf Amin sebagai wakilnya. Sebuah pilihan yang bagi skeptis seperti saya rada konyol tapi kita paham rasionalitasnya. Pertempuran harus dimenangkan.

Sebagai orang yang terbiasa melihat sisi sosial dari pembangunan, keras kepalanya Jokowi menuntaskan pembangunan trans-Jawa dalam waktu singkat, dan tekadnya membuat jalan menembus belantara Papua; saya tahu punya berbagai dampak sosial yang hampir pasti belum diperhitungkan dengan saksama. Tapi Jokowi ngotot, pokoknya harus jadi. Pragmatismenya kuat.

Pragmatisme dan visioner seperti sesuatu yang bertolak belakang, kontradiktif; tapi saya lihat itulah Jokowi.

Saya kira Yudi Latief, seorang pemikir kenegaraan, yang menjadikan Pancasila obyek kajiannya; tepat ketika nenilai betapa minimnya visi ideologis para capres dalam debat terakhir. Pragmatisme tanpa ideologi bisa tanpa arah.

Jokowi memang tidak fasih dalam bicara ideologi, artikulasinya terbata-bata. Tapi saya melihat keras kepalanya untuk membangun infrastruktur tidak hanya di Jawa, tapi di seluruh pelosok tanah air; bagi saya adalah sebuah komitmen ideologis yang tanpa kefasihan verbal ingin menjadikan Indonesia proyek masa depan sebuah bangsa yang besar.

Jokowi menyadari sebagai presiden waktunya tidak banyak. Dia memilih bekerja keras sepenuh tenaga membangun fondasi bagi generasi pemimpin selanjutnya untuk membangun hal-hal lain nanti yang bersifat non fisik. Dalam titik inilah saya melihat pragmatisme yang visioner.

Mari kita tanting Jokowi. Menjadi Golput, dalam momen seperti ini, meskipun sah dan hak kita; tidakah terlalu mewah dan menjadi "bystanders" dan ujung-ujungnya "free rider"  yang cuma mencemooh, "show of" dan sedikit arogan?

*Riwanto Tirtosudarmo, Ph.D. Peneliti sosial independen. Salah satu bukunya “From Colonization to Nation-State: The Political Demography of Indonesia (LIPI Press, 2013).


Tag : #Pilpres 2019 #Jokowi dan Pembangunan



Berita Terbaru

 

Senin, 26 Agustus 2019 07:42 WIB

Ojol "Antarin " Karya Anak Negeri Segara Louncing di jambi, Targetkan 1.000 Lapangan Kerja Baru


Ojol "Antarin " Karya Anak Negeri Segara Louncing di jambi, Targetkan 1.000 Lapangan Kerja Baru Kajanglako.com. Jambi - Di tengah perkembangan teknologi

 

HUT RI ke 74
Minggu, 25 Agustus 2019 15:14 WIB

Ikut Panjat Pinang, Aksi Warga Berkebutuhan Khusus Bius Penonton


Ikut Panjat Pinang, Aksi Warga Berkebutuhan Khusus Bius Penonton Kajanglako.com. Jambi – Kemeriahan perayaan hari ulang tahun (HUT) Republik Indonesia

 

HUT RI ke 74
Minggu, 25 Agustus 2019 14:48 WIB

Masyarakat Tuna Rungu dan Wicara Curhat, Minta Diperhatikan sama Gubernur


Masyarakat Tuna Rungu dan Wicara Curhat, Minta Diperhatikan sama Gubernur Kajanglako.com. Jambi - Saat lomba panjat pinang yang digelar pemerintah Provinsi

 

Minggu, 25 Agustus 2019 14:10 WIB

Kadivre Bulog Jambi Minta Masyarakat Bersabar, Akhir Agustus Daging Beku Masuk 50 Ton


Kadivre Bulog Jambi Minta Masyarakat Bersabar, Akhir Agustus Daging Beku Masuk 50 Ton  Kajanglako.com. Jambi - Hampir satu bulan terakhir stok daging

 

HUT RI ke 74
Minggu, 25 Agustus 2019 11:54 WIB

Dapat Hadiah Motor, Ibu Ini Langsung Tancap Gas di Tengah Kerumunan Warga


Dapat Hadiah Motor, Ibu Ini Langsung Tancap Gas di Tengah Kerumunan Warga Kajanglako.com. Jambi - Nanda, seorang tenaga pendidik bagian tenaga administrasi