Rabu, 22 Januari 2020


Sabtu, 13 April 2019 08:38 WIB

Jokowi: Pragmatis yang Visioner

Reporter :
Kategori : Perspektif

Jokowi. Sumber: liputan6.com

Oleh: Riwanto Tirtosudarmo *

Sebagai seorang yang terbiasa skeptis dalam memandang sesuatu, melihat carut marut perpolitikan dan kehidupan di negeri ini, rasanya Golput pilihan yang wajar bagi saya di kotak TPS nanti.



Tapi menanting ulang sepak terjang Jokowi sejauh ini, pilihan menjadi Golput jangan-jangan sebuah kemewahan di sebuah negeri yang mayoritas penduduknya miskin; ketika detik yang menentukan untuk memperbaiki keadaan ada di depan mata kita.

Jokowi yang sekilas sering tampak ndeso itu, sesungguhnya seorang yang visioner sekaligus pragmatis. Pragmatismenya kelihatan sangat jelas. Ketika dia melihat medan pertempuran begitu sesak dipenuhi oleh politik identitas, dia memilih Ma’ruf Amin sebagai wakilnya. Sebuah pilihan yang bagi skeptis seperti saya rada konyol tapi kita paham rasionalitasnya. Pertempuran harus dimenangkan.

Sebagai orang yang terbiasa melihat sisi sosial dari pembangunan, keras kepalanya Jokowi menuntaskan pembangunan trans-Jawa dalam waktu singkat, dan tekadnya membuat jalan menembus belantara Papua; saya tahu punya berbagai dampak sosial yang hampir pasti belum diperhitungkan dengan saksama. Tapi Jokowi ngotot, pokoknya harus jadi. Pragmatismenya kuat.

Pragmatisme dan visioner seperti sesuatu yang bertolak belakang, kontradiktif; tapi saya lihat itulah Jokowi.

Saya kira Yudi Latief, seorang pemikir kenegaraan, yang menjadikan Pancasila obyek kajiannya; tepat ketika nenilai betapa minimnya visi ideologis para capres dalam debat terakhir. Pragmatisme tanpa ideologi bisa tanpa arah.

Jokowi memang tidak fasih dalam bicara ideologi, artikulasinya terbata-bata. Tapi saya melihat keras kepalanya untuk membangun infrastruktur tidak hanya di Jawa, tapi di seluruh pelosok tanah air; bagi saya adalah sebuah komitmen ideologis yang tanpa kefasihan verbal ingin menjadikan Indonesia proyek masa depan sebuah bangsa yang besar.

Jokowi menyadari sebagai presiden waktunya tidak banyak. Dia memilih bekerja keras sepenuh tenaga membangun fondasi bagi generasi pemimpin selanjutnya untuk membangun hal-hal lain nanti yang bersifat non fisik. Dalam titik inilah saya melihat pragmatisme yang visioner.

Mari kita tanting Jokowi. Menjadi Golput, dalam momen seperti ini, meskipun sah dan hak kita; tidakah terlalu mewah dan menjadi "bystanders" dan ujung-ujungnya "free rider"  yang cuma mencemooh, "show of" dan sedikit arogan?

*Riwanto Tirtosudarmo, Ph.D. Peneliti sosial independen. Salah satu bukunya “From Colonization to Nation-State: The Political Demography of Indonesia (LIPI Press, 2013).


Tag : #Pilpres 2019 #Jokowi dan Pembangunan



Berita Terbaru

 

Selasa, 21 Januari 2020 20:51 WIB

"Kantong Kresek" Diantar ke Rumahnya, Saksi Ngotot Tidak Terima Uang Ketok Palu


Kajanglako.com, Jambi – Setelah Hilal dengan Kusnindar, Jaksa KPK lanjut mengkonfrontir kesaksian pihak swasta, Imanudin alias Iim, dengan Rahima,

 

Selasa, 21 Januari 2020 20:45 WIB

Kusnindar Akui Serahkan Uang di Rumah Hilal, Hilal: Itu Tidak Benar


Kajanglako.com, Jambi – Usai mengkonfrontir keterangan saksi atas nama Dody Irawan dan Paut Syakarin dalam sidang lanjutan dugaan suap uang ketok

 

Selasa, 21 Januari 2020 20:37 WIB

Dikonfrontir dalam Sidang Lanjutan Suap Ketok Palu, Dodi dan Paut Saling Bantah


Kajanglako.com, Jambi – Dalam sidang lanjutan dugaan suap uang ketok palu pengesahan RAPBD 2017-2018 untuk terdakwa Zainal Abidin (ZA), Effendi Hatta,

 

Ketok Palu
Selasa, 21 Januari 2020 20:35 WIB

JPU KPK Ingatkan Saksi Sidang Suap Ketok Palu RAPBD 2017-2018, Ini Pesannya


Kajanglako.com, Jambi - Jaksa Penuntut Umum (JPU) Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) RI, menghadirkan sejumlah saksi di persidangan lanjutan dugaan suap

 

Selasa, 21 Januari 2020 19:44 WIB

Kendaraan Terjebak Banjir Akibat Luapan Sungai Rasau


Kajanglako.com, Merangin - Hujan dengan itensitas tinggi menguyur wilayah Renah Pamenang dan sekitarnya. Akibatnya ruas jalan di Lantak Seribu dilanda