Rabu, 24 Januari 2018
Pencarian


Sabtu, 21 Oktober 2017 10:46 WIB

Legislator Senayan Ingatkan Pengusaha Jambi Soal Monopoli

Reporter : Ahmad Riki S
Kategori : Bisnis

Anggota DPR RI, Ihsan Yunus

Kajanglako.com, Jambi – Persaingan usaha saat ini menjadi perhatian serius legislatif di Senayan, aturan pengawasan persaingan usaha yang tertuang dalam Undang-Undang nomor 5 tahun 1999 tentang Larangan Praktik Monopoli dan Persaingan Usaha Tidak Sehat tengah direvisi. Terutama penguatan dari sisi sanksi dan denda bagi pengusaha atau badan usaha baik pemerintah maupun swasta yang melakukan praktik monopoli.

Anggota DPR RI Dapil Jambi, Ihsan Yunus mengatakan, salah satu yang direvisi dalam UU ini mengenai denda maksimal 30% dari penjualan yang dihasilkan akibat dari persaingan usaha tidak sehat.



“Kita di DPR sekarang fokus menaikkan denda akibat monopoli usaha, saat ini dalam UU diatur jika denda maksimal hanya Rp 25 miliar, kalau sekarang dendanya kita naikkan maksimal 30 persen dari revenue yang dihasilkan,” kata Ihsan, Sabtu (21/10).

Politisi PDI Perjuangan ini menjelaskan, jika intinya dalam pembahasan perubahan aturan di UU nomor 5 tahun 1999 itu tidak boleh ada penimbunan aset dan dominannya satu pengusaha atau badan usaha. Karena menurutnya, jika pengusaha yang terlalu dominan pada satu produk barang atau jasa akan lebih cenderung eksploitatif.

“Kita ingin menjadikan Komisi Pengawas Persaingan Usaha (KPPU) menjadi lembaga independen yang ditakuti oleh swasta dan BUMN. Tapi dari segi usahanya,” sebutnya.

KPPU ini, kata Ihsan, melakukan penyelidikan dari segi administrasi, sedangkan soal pidananya akan tetap diserahkan ke lembaga yang berwenang seperti KPK. Ia mencontohkan belum lama ini yang diselidiki oleh KPPU adalah monopoli yang dilakukan perusahaan otomotif Honda dan Yamaha.

“Sekarang diselidiki semua oleh KPPU, koruspi E-KTP itu awalnya bukan dari KPK. Tapi asal muasalnya penyelidikan yang dilakukan KPPU, lalu bukti-bukti yang ditemukan KPPU diserahkan ke KPK,” ungkapnya.

Khusus di Provinsi Jambi, kini ada dua kasus yang tengah disidangkan KPPU di Jakarta terkait persaingan usaha tidak sehat. Berupa pembangunan jalan. Sayangnya, Ihsan tidak bisa memberikan keterangan lengkap dimana lokasi pembangunan dan sumber dana proyek tersebut.

“Saya lupa dimananya pembangunan jalan itu, tapi saat ini tengah disidangkan. Jadi KPPU ini menyasar semua objek bidang usaha, termasuk tender proyek, jadi hati-hatilah,” ujarnya.

Ihsan pun mengingatkan, agar pengusaha Jambi untuk bersaing dengan cara yang sehat. Menurutnya monopoli, natural monopoli ataupun oligopoli memang tidak diharamkan. Tetapi ketika sesuatu hal dalam posisi dominan akan cenderung kepada penyalahgunaan kekuasaan.

“Di Jambi ini yang jadi salah satu prioritas KPPU adalah permainan harga sawit dan karet, karena monopoli yang dilakukan pengusaha membuat hilangnya harga tawar di tingkat petani. Jika ada pengusaha yang kena, maka bisa dicabut izinnya,” ujar Ihsan. (kjcom)


Tag : #Monopoli #Persaingan Usaha #Pengusaha #Ihsan Yunus



Berita Terbaru

 

Selasa, 23 Januari 2018 23:50 WIB

Dugaan Kecurangan Toke Karet Terkuak, Warga Bandingkan Hasil Timbangan dengan Milik Sendiri


Kajanglako.com, Bungo – Petani Karet yang ada di Wilayah Kecamatan Muko-muko Bathin VII, Kabupaten Bungo, mulai resah dengan hasil timbangan yang

 

Penyelundupan Satwa Langka
Selasa, 23 Januari 2018 20:26 WIB

BKIPM Jambi Gagalkan Penyelundupan 7 Anak Buaya Via Bandara


Kajanglako.com, Jambi – Badan Karantina Ikan dan Pengendalian Mutu (BKIPM) Jambi bekerja sama dengan Avsec Bandara Sultan Thaha, berhasil menggagalkan

 

Selasa, 23 Januari 2018 20:14 WIB

Selain Diselingkuhi, Juanda Mengaku Juga Sering Dianiaya Istrinya


Kajanglako.com, Batanghari - Sebelum belang sang istri yang kedapatan selingkuh dengan Kades Padang Kelapo mencuat. Juanda akui sudah seringkali dianiaya

 

Selasa, 23 Januari 2018 20:03 WIB

Juanda Lapor ke Inspektorat, Kades Padang Kelapo Berdalih Hanya Ajak 'EN' Rapat


Kajanglako.com, Batanghari - Kasus perselingkuhan Kades Padang Kelapo akhirnya berlanjut. Juanda, beserta sejumlah saksi melaporkan kasus tersebut ke Inspektorat

 

Selasa, 23 Januari 2018 19:49 WIB

Heboh, Kades Padang Kelapo Dikabarkan 'Gituan' di Semak-semak


Kajanglako.com, Batanghari - Selaku pemimpin desa harusnya bisa membimbing warga desanya dengan baik. Namun, yang terjadi kali ini bertolak belakang. Jangankan