Rabu, 24 Januari 2018
Pencarian


Sabtu, 21 Oktober 2017 08:52 WIB

Kontroversi Sejarah Jambi: Penggantian Residen Sagaf Yahya dan Gagalnya Pelantikan Haji Hanafie

Reporter : Ardi
Kategori : Ensklopedia

suasa di halaman depan Kantor Gubernur Jambi

Sarasehan sejarah yang ditaja Dinas Perpustakaan dan Arsip Daerah Provinsi Jambi (Selasa, 17/10), di samping membentangkan hasil telaah tiga narasumber mengenai Peran Pemuda dalam Masa Revolusi Kemerdekaan di Jambi, yaitu oleh Asrie Rasyid, BA (Pejuang Angkatan 45), Arif Rahim (Dosen Sejarah FKIP Universitas Batanghari) dan Wiwin Eko Santoso (Pengamat sejarah), juga menyeruakkan sisi kontroversial sejarah perjalanan tokoh-tokoh di Provinsi Jambi, terutama mengenai mundurnya Sagaf Yahya sebagai Residen Jambi yang pertama pasca Proklamasi, dan digantikan oleh Raden Inu Kertapati.

Kedua, disampaikan peneliti Seloko Institute, Ratna Dewi, gagalnya pelantikan H. Hanafie sebagai Kepala Daerah Swatantra Tingkat 1 Jambi (lihat hasil pemilihan kepala Daerah oleh DPRD-Provinsi, 3 Maret 1958 dan Surat Keputusan Menteri Dalam Negeri 2 April 1958), menyusul dua hari sebelum pelaksanaan pelantikan, ia diterbangkan ke Palembang menghadap pihak operasi sadar Panglima TT. II Sriwijaya, lalu ditahan selama satu bulan di Palembang dan berlanjut lebih dari dua bulan di Rumah Tahanan Militer (RTM) di Jakarta tanpa ada alasan kuat penahanannya sampai ia menjadi tahanan rumah, lalu dilepaskan dan kembali ke Jambi dengan Gubernur Jambi yang baru, yaitu M. Joesoef Singedekane. “Kenapa peristiwa semacam ini luput dari pembicaraan atau kajian dari para peneliti sejarah kita”, tanya Ratna Dewi.



Menanggapi penggantian Sagaf Yayah, Wiwin Eko Santoso, salah seorang narasumber, mengkonfirmasi langsung kepada Pak H. Asrie Rasyid, BA, yang pernah duduk sebagai Kepala Bidang Humas Dewan Harian Daerah (DHD) Angkatan 45 Provinsi Jambi Masa Bhakti 1990-1994.

Sepenulusuran Wiiwin, tahun 1991, DHDA 45 Provinsi Jambi menerbitkan buku Sejarah Perjuangan Kemerdekaan Kemerdekaan R.I (1945-1949) Di Propinsi Jambi. Di buku itu, terutama pada halaman 31 tertulis, bahwa pada awal tahun 1946 dr. Sagaf Yahya (Residen Jambi yang pertama pasca Proklamasi) diganti Raden Inu Kertapati karena alasan kesehatan. Oleh karenanya, dr. Sagaf Yahya meletakan jabatannya kepada KNID Jambi kepada Gubernur Sumatera.

 “Apakah benar dr. Sagaf Yahya berhenti karena alasan kesehatan, pak, sebagaimana termuat dalam buku cetakan 1991 itu?”, tanya Wiwin

Sebab, lanjutnya, menurut buku karya R. Zainuddin dkk, Sejarah Revolusi Kemerdekaan Daerah Jambi, (1986:53), para pemuka rakyat dan pemuda tidak merasa yakin dr. Sagaf Yahya sebagai residen Jambi dapat menggerakan massa karena yang dibutuhkan rakyat Jambi pemimpin yang militan dan berani. Oleh karenanya, KNID Jambi menasihatkan agar dr Sagaf Yahya untuk mengundurkan diri.

Faktanya, dalam sarasehan Sejarah pada Oktober 2017 itu, H. Asrie Rasyid mengatakan betul rakyat Jambi kala itu membutuhkan figur pemimpin yang kharismatik seperti Raden Inu Kertopati. Pada saat yang sama, zaman Revolusi itu memang dr. Safar Yahya mengalami sakit-sakitan. Artinya, dua versi buku itu sama-sama dibenarkan oleh Pak H. Asrie Rasyid. Hanya saja, pak Pak H. Asrie Rasyid tidak ingin berpolemik apakah dr. Safaf Yahya mengundurkan diri atau diminta untuk meletakan jabatan residennya.

Terhadap kedua peristiwa di atas, Arif Rahim mengatakan, aspek ideologi dan politik sangat kentara, terutama pada persoalan gagalnya pelantikan Haji Hanafi sebagai Gubernur Jambi pertama, yang sejatinya disetujui mayoritas anggota DPRD-Provinsi Jambi sekaligus dietapkan oleh Menteri Dalam Negeri kala itu.

Hal demikian itu diamini oleh Asrie Rasyid, pejuang angkatan 45, yaitu gagalnya saudara Hanafie, yang ketika itu juga sebagai Ketua Badan Kongres Rakyat Daerah Jambi (BKRD), dilantik sebagai Kepala Daerah Swatantra Tingkat I Jambi merupakan peristiwa politik.

“Nah, sejauh ini belum ada penelitian serius yang menguliti warna-warni sejarah sisi kontroversi seperti dua kasus di atas. Karena itu penguatan kerja-kerja riset/kajian melalui pendataan dan  pengumpulan sumber data kearsipan dalam upaya menggairahkan studi sejarah di Jambi dan publikasi mengenai dinamika daerah yang saat ini disebut sebagai Jambi menjadi niscaya”, ungkap Dosen Sejarah FKIP UNBARI itu.


Tag : #Jambi #Haji Hanafie #Kontroversi #Badan Kongres Rakyat Daerah Jambi



Berita Terbaru

 

Selasa, 23 Januari 2018 23:50 WIB

Dugaan Kecurangan Toke Karet Terkuak, Warga Bandingkan Hasil Timbangan dengan Milik Sendiri


Kajanglako.com, Bungo – Petani Karet yang ada di Wilayah Kecamatan Muko-muko Bathin VII, Kabupaten Bungo, mulai resah dengan hasil timbangan yang

 

Penyelundupan Satwa Langka
Selasa, 23 Januari 2018 20:26 WIB

BKIPM Jambi Gagalkan Penyelundupan 7 Anak Buaya Via Bandara


Kajanglako.com, Jambi – Badan Karantina Ikan dan Pengendalian Mutu (BKIPM) Jambi bekerja sama dengan Avsec Bandara Sultan Thaha, berhasil menggagalkan

 

Selasa, 23 Januari 2018 20:14 WIB

Selain Diselingkuhi, Juanda Mengaku Juga Sering Dianiaya Istrinya


Kajanglako.com, Batanghari - Sebelum belang sang istri yang kedapatan selingkuh dengan Kades Padang Kelapo mencuat. Juanda akui sudah seringkali dianiaya

 

Selasa, 23 Januari 2018 20:03 WIB

Juanda Lapor ke Inspektorat, Kades Padang Kelapo Berdalih Hanya Ajak 'EN' Rapat


Kajanglako.com, Batanghari - Kasus perselingkuhan Kades Padang Kelapo akhirnya berlanjut. Juanda, beserta sejumlah saksi melaporkan kasus tersebut ke Inspektorat

 

Selasa, 23 Januari 2018 19:49 WIB

Heboh, Kades Padang Kelapo Dikabarkan 'Gituan' di Semak-semak


Kajanglako.com, Batanghari - Selaku pemimpin desa harusnya bisa membimbing warga desanya dengan baik. Namun, yang terjadi kali ini bertolak belakang. Jangankan