Sabtu, 28 Maret 2020


Jumat, 01 Maret 2019 17:15 WIB

Kerja Sama dengan Bank Dunia, Fachrori Fokuskan Bahas Bio Karbon dan Pelestarian Hutan

Reporter : Juanda
Kategori : Inforial

Pertemuan Gubernur Fachrori dengan pihak Bank Jambi/ foto: Humas Provinsi Jambi

Kajanglako,com. Jambi - Gubernur Jambi, Fachrori Umar, melakukan pertemuan dengan Bank Dunia membahas bio karbon dengan pelestarian hutan, terutama hutan alam di Provinsi Jambi.

Pertemuan tersebut diharapkan agar kerjasama dengan Bank Dunia cepat terwujud. Pertemuan tersebut dilangsungkan di ruang Kerja Gubernur Kantor Gubernur Jambi, Jumat (1/3).



Fachrori sangat mengapresiasi kedatangan pihak Bank Dunia dan tim dari Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan Republik Indonesia ke Provinsi Jambi dengan agenda untuk menjaga kelestarian hutan supaya bisa menghasilkan udara bersih. Fachrori juga berterimakasih dipilih Provinsi Jambi untuk program bio karbon, dimana hanya ada dua provinsi di Indonesia yang mendapatkan program tersebut, Provinsi Jambi dan Kalimantan Timur.

“Terimakasih atas perhatian Bank Dunia dan Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan RI terhadap Provinsi Jambi. Saya berharap kita bisa bekerjasama dengan baik dan supaya program yang dira ncang harus benar-benar bermanfaat bagi masyarakat,” kata Gubernur.

Gubernur mengemukakan, salah satu kekhasan dalam hutan Jambi yakni adanya Suku Anak Dalam (SAD), dan keberadaannya juga harus diperhatikan.

Direktur Mitigasi Perubahan Iklim Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan RI, Emma Rahmawati menyampaikan, program Bio Carbon Fund Initiative Sustainable Forest Landscape di Jambi harus memberdayakan masyarakat setempat, masyarakat sekitar kawasan hutan, agar masyarakat mau melestarikan hutan.

Senior Environment Specialist World Bank Task Tem Leader, Dinesh Ariyal "berharap adanya tim teknis yang kuat dalam implementasi program, dan untuk itu segala sesuatunya harus dipersiapkan dengan baik sebelum program dilaksanakan".

Kepala Dinas Kehutanan Provinsi Jambi, Bestari menyatakan, Provinsi Jambi merupakan salah satu dari 5 provinsi di seluruh dunia untuk kegiatan Bio Carbon Fund. Untuk Indonesia hanya dua provinsi, Kalimantan Timur dan Jambi.

“Negara yang menjadi program proyek ini adalah Kolombia, Ethiopia, dan Jambi mewakili Asia. Ini tindak lanjut dari Komitmen Pak Jokowi yang menandatangani Paris COP tentang kesepakatan dan negara kita berkomitmen menurunkan emisi gas sebesar 2%, tindak lanjut di lapangan Jambi dan Kalimantan Timur,” kata Bestari.

Lanjutnya, Dananya sekitar US $ 100 miliar sampai 2030. Nanti, setelah kita bisa berhasil menata kawasan hutan, berhasil memberdayakan menghidupkan perekonomian masyarakat sekitar hutan untuk tidak melakukan perambahan, nanti ada hitungannya. Berapa karbon, berapa oksigen yang dihasilkan dari hutan kita, itu ada hitungannya, nanti kita dapat kompensasi dari situ.

Bestari mengatakan, tahapannya, tahun 2019 adalah kelembagaan dan persiapan, setelah itu lanjut ke pelaksanaan.

“Tahun ini kelembagaan, tahun depan sudah mulai jalan sampai tahun 2030, baru bisa kita dapat benefit. Pengelolaannya melalui Bappeda. Program ini sejalan dengan program pak Gubernur. Apa yang tidak bisa didanai APBD dan APBN, dana ini yang kita pakai. Misalnya, tahun ini kita sudah menganggarkan pemberdayaan masyarakat di beberpa kabupaten, yang tidak bisa tercover, didanai dengan program ini".

“Mereka (pihak Bank Dunia) ini sudah mulai menggali apa yang dibutuhkan masyarakat dalam pemberdayaan masyarakat, seperti kopi, akan dibantu peralatan-peralatan dan pendampingan, sehingga masyarakat tidak lagi masuk lebih jauh ke dalam kawasan hutan,” katanya. (kjcom)


Tag : #Fachrori Umar #Pemprov Jambi #Bank Dunia



Berita Terbaru

 

Pilkada 2020
Sabtu, 28 Maret 2020 16:00 WIB

Via Aplikasi Zoom Clound, Bawaslu Jambi Bahas Tantangan Pilkada di Tengah Covid 19


Kajanglako.com, Jambi - Ditengah wabah Virus Corona atau Covid-19, Bawaslu Provinsi Jambi menegaskan tidak ada istilah penundaan Pilkada 2020, yang ada

 

Sabtu, 28 Maret 2020 15:37 WIB

Ditangkap Gelapkan Motor, Pelaku Ngaku untuk Penuhi Kebutuhan Ekonomi


Kajanglako.com, Sarolangun - Dani, warga Desa Lubuk Kepayang, Kecamatan Air Hitam Kabupaten Sarolangun, ditangkap aparat Kepolisian Resor Sarolangun, Sabtu

 

Sabtu, 28 Maret 2020 14:18 WIB

Mayat yang Ditemukan Warga Sridadi Ternyata Korban Tabrak Lari


Kajanglako.com, Batanghari - Mayat yang ditemukan warga Kelurahan Sridadi Kecamatan Muarabulian tadi malam ternyata korban tabrak lari. Tidak jauh dari

 

Sabtu, 28 Maret 2020 13:57 WIB

Antisipasi Corona, Kemenag Sarolangun: Peringatan Hari Besar Umat Islam Ditunda Dulu


Kajanglako.com, Sarolangun - Kementerian Agama Kabupaten Sarolangun menginstruksikan kepada masyarakat Sarolangun agar tidak membuat kegiatan yang menghadirkan

 

Sabtu, 28 Maret 2020 13:23 WIB

Kunjungi RSD Kol Abundjani, Al Haris Beri Dukungan untuk Tenaga Medis


Kajanglako.com, Merangin - Petugas kesehatan atau tenaga medis saat ini berjuang di garda terdepan melawan pandemi virus corona (Covid-19). Mereka bekerja