Rabu, 24 Januari 2018
Pencarian


Jumat, 20 Oktober 2017 07:10 WIB

Sejarah Bungo Usai Wafatnya Sultan Jambi

Reporter :
Kategori : Ensklopedia

Suasana salah satu dusun di Kabupaten Bungo

Oleh: Nanang Sobirin*

Kabupaten Bungo adalah sebuah kabupaten yang terletak dibagian barat Provinsi Jambi. Muara Bungo adalah ibu kota dari kabupaten ini.



Dahulu, saat Kesultanan Jambi masih berkuasa, daerah Muara Bungo juga merupakan bagian dari wilayah Kesultanan Jambi. Saat itu wilayah Muara Bungo terdiri dari beberapa negeri yang disebut Bathin, seperti Bathin Batang Bungo, Bathin Jujuhan, Bathin Batang Tebo dan Bathin Batang Pelepat.

Pada awalnya pemimpin Muara Bungo adalah Sultan Mangkubumi yang berkedudukan di Balai Panjang atau di wilayah Dusun Tanah Periuk saat ini.  Sultan Mangkubumi dan juga pemimpin-pemimpin setelahnya adalah Wakil Rajo Jambi di Muara Bungo yang sudah ditetapkan oleh Rajo atau Sultan Jambi waktu itu untuk memimpin Muara Bungo.

Pada 1904 Sultan Thaha Syaifudin selaku Sultan Jambi wafat dalam pertempuran di Betung Bedarah saat perang menghadapi Belanda, sehingga Kesultanan Jambi takluk dibawah pemerintah kolonial Belanda.

Pada 1906 semua wilayah Kesultanan Jambi termasuk Muara Bungo berada dibawah jajahan pemerintahan kolonial Belanda. Pada 1926, Belanda membagi wilayah Muara Bungo menjadi wilayah-wilayah yang disebut dengan Marga, diantaranya Tanah Sepenggal Jujuhan Bilangan V dan VII Bathin VII Bathin III Ilir Bathin III Ulu Bathin II Pelepat.

Sistem pemerintahan Marga ini sebetulnya mirip dengan pemerintahan Bathin sebelumnya. Yaitu dimana Marga/Bathin membawahi beberapa dusun. Pemerintahan Marga ini dipimpin oleh seseorang yang disebut 'Pasirah'. Sedangkan Dusun dipimpin oleh seseorang yang disebut 'Rio'. Dan tiap-tiap dusun terbagi lagi atas beberapa Kampung.

Setelah kemerdekaan Indonesia, Muara Bungo menjadi bagian dari Kabupaten Merangin yang beribukota di Bangko. Dan bersama Kabupaten Batanghari berada di bawah Karesidenan Jambi.

Berdasarkan UU No.10/1948, Karesidenan Jambi termasuk ke dalam provinsi Sumatera Tengah. Selanjutnya berdasarkan UU No.12/1956, Ibu Kota Kabupaten Merangin yang pada awalnya berkedudukan di Bangko dipindahkan ke Muara Bungo.

Berdasarkan UU No.81/1958, Provinsi Jambi dimekarkan menjadi tiga kabupaten, yaitu Kabupaten Merangin, Kerinci dan Batanghari. Pemekaran ini mendorong DPRD Peralihan dan DPR-GR Kabupaten Merangin mendesak Pemerintah Pusat untuk memekarkan Kabupaten Merangin menjadi dua kabupaten.

Diusulkan Kewedanaan Muara Bungo dan Kewedanaan Tebo menjadi Kabupaten Muara Bungo Tebo, dengan Muara Bungo sebagai Ibukotanya. Sedangkan kewedanaan Sarolangun dan Kewedanaan Bangko menjadi Kabupaten Bangko dengan kedudukan ibukota di Bangko.

Setelah mengirimkan delegasi ke Jakarta hingga beberapa kali, maka pada 12 September 1965 dilaksanakan pelantikan M. Saidi sebagai Pejabat Bupati Kepala Daerah Tingkat II Muara Bungo Tebo.

Pada 19 Oktober 1965 DPR-GR Kabupaten Daerah Tingkat II Muara Bungo Tebo mengubah nama Kabupaten Muara Bungo Tebo menjadi Kabupaten Bungo Tebo dengan julukan "Bumi Sepucuk Bulat Seurat Tunggang" serta menjadikan 19 Oktober 1965 sebagai hari jadi Kabupaten.

Perubahan terus berlanjut, reformasi bergema dimana-mana. Pada 1999, Kabupaten Bungo Tebo dimekarkan menjadi Kabupaten Bungo dan Kabupaten Tebo.  Peresmiannya dilaksanakan di Jakarta pada 12 Oktober 1999 oleh Menteri Dalam Negeri. Sejak saat itulah berdiri Kabupaten Bungo dengan ibu kota di Muara Bungo dan mendapat julukan 'Langkah Serentak Limbai Seayun'.

 *Tulisan ini pertama kali tayang di rubrik Cerita Pagi portal sindonews.com (22 Mei 2017). 


Tag : #Bungo #Jambi #Sumatra



Berita Terbaru

 

Selasa, 23 Januari 2018 23:50 WIB

Dugaan Kecurangan Toke Karet Terkuak, Warga Bandingkan Hasil Timbangan dengan Milik Sendiri


Kajanglako.com, Bungo – Petani Karet yang ada di Wilayah Kecamatan Muko-muko Bathin VII, Kabupaten Bungo, mulai resah dengan hasil timbangan yang

 

Penyelundupan Satwa Langka
Selasa, 23 Januari 2018 20:26 WIB

BKIPM Jambi Gagalkan Penyelundupan 7 Anak Buaya Via Bandara


Kajanglako.com, Jambi – Badan Karantina Ikan dan Pengendalian Mutu (BKIPM) Jambi bekerja sama dengan Avsec Bandara Sultan Thaha, berhasil menggagalkan

 

Selasa, 23 Januari 2018 20:14 WIB

Selain Diselingkuhi, Juanda Mengaku Juga Sering Dianiaya Istrinya


Kajanglako.com, Batanghari - Sebelum belang sang istri yang kedapatan selingkuh dengan Kades Padang Kelapo mencuat. Juanda akui sudah seringkali dianiaya

 

Selasa, 23 Januari 2018 20:03 WIB

Juanda Lapor ke Inspektorat, Kades Padang Kelapo Berdalih Hanya Ajak 'EN' Rapat


Kajanglako.com, Batanghari - Kasus perselingkuhan Kades Padang Kelapo akhirnya berlanjut. Juanda, beserta sejumlah saksi melaporkan kasus tersebut ke Inspektorat

 

Selasa, 23 Januari 2018 19:49 WIB

Heboh, Kades Padang Kelapo Dikabarkan 'Gituan' di Semak-semak


Kajanglako.com, Batanghari - Selaku pemimpin desa harusnya bisa membimbing warga desanya dengan baik. Namun, yang terjadi kali ini bertolak belakang. Jangankan