Rabu, 15 Agustus 2018

Kamis, 19 Oktober 2017 19:01 WIB

Kurir Sabu Ini Divonis Mati Hakim PN Tungkal

Reporter : Redaksi
Kategori : Berita Hukrim

Suasana sidang 4 terdakwa kurir sabu seberat 8,5 Kg di PN Kuala Tungkal (Foto : Die)

Kajanglako.com, Tanjung Jabung Barat - Terbukti di persidangan membawa Narkoba jenis sabu seberat 8,5 Kg, Grany Putra alias Putra alias Puput (30). Divonis hukuman mati oleh majelis Hakim Pengadilan Negeri (PN) Kuala Tungkal, Kamis (19/10).

Berkas vonis mati kepada terdakwa Grany dibacakan secara bergantian oleh majelis Hakim. Grany sendiri tercatat sebagai warga komplek Litbang, Blok E Nomor 9, Kelurahan Suka Jadi, Batam.

“Mengadili, menyatakan terdakwa terbukti melakukan pemufakatan jahat dengan menguasai, mengedarkan perantara Narkotika golongan I bukan tanaman dengan lebih dari 5 gram. Menghukum terdakwa Grany Putra dengan hukuman mati,” ucap majelis Hakim yang diketuai Achmad Peten Sili.

Dalam persidangan itu, majelis Hakim juga menghukum tiga terdakwa lainnya. Yakni Feri Syaharian alias Fika (27) (berkas terpisah) dengan vonis 15 tahun, serta terdakwa Heri Kushartanto dan Erwin Syahrudin masing-masing divonis 12 tahun.

Menurut majelis Hakim, tidak ada hal yang bisa meringankan para terdakwa. Hal yang memberatkan terdakwa jumlah barang bukti yang besar dan tidak mengikuti program pemerintah untuk memberantas Narkoba di Indonesia.

Majelis hakim menyebutkan, keempat terdakwa telah bersalah secara sah dan meyakinkan melakukan perbuatan yang diatur dan diancam dengan Pasal 114 Ayat (2), Pasal 112 Ayat (2), Pasal 115 Ayat (1) dan Pasal 131 Undang-Undang No 35/2009 tentang Narkotika.

Atas putusan tersebut, keempat terdakwa diberikan waktu satu minggu untuk menyatakan banding.

Untuk terdakwa Grany, vonis yang dijatuhkan majelis Hakim itu lebih tinggi dari tuntutan JPU, Agus, yang menuntut hukuman seumur hidup. Sementara, vonis pada tiga terdakwa lain, yakni Feri Syaharian Alias Fika, Heri dan Erwin lebih ringan tiga tahun dari tuntutan JPU sebesar 18 tahun kurungan dan 15 tahun.

Mendengar divonis hukuman mati, Grany Putra langsung tertunduk dan menangis. Kepada awak media, Grany mengaku akan menggunakan haknya untuk mengajukan banding atas vonis tersebut.

"Saya akan lakukan banding," ucapnya singkat sembari langsung masuk ke dalam mobil tahanan kejaksaan. (kjcom)


Tag : #Narkoba #Darurat Narkoba #BNN



Berita Terbaru

 

Perburuan Satwa Langka
Rabu, 15 Agustus 2018 08:59 WIB

Beli Kulit Harimau dari SAD, Dua Warga Jangkat Timur Ditangkap Polisi


Kajanglako.com, Merangin - Polres Merangin mengamankan dua pelaku penjual kulit Harimau Sumatera. Kedua pelaku diamankan di wilayah Bangko Barat, Selasa

 

Fasilitas Air Bersih
Selasa, 14 Agustus 2018 22:21 WIB

Pelanggan PDAM Tirta Pengabuan Mulai Nikmati Air Bersih Tebing Tinggi


Kajanglako.com, Tanjung Jabung Barat - Di peringatan Dirgahayu ke-53 Kabupaten Tanjung Jabung Barat, Pemkab berhasil merealisasikan penyaluran air bersih

 

HUT ke-53 Tanjab Barat
Selasa, 14 Agustus 2018 22:08 WIB

Lestarikan Tradisi Bahari, Pemkab Tanjabbar Gelar Balap Pompong


Kajanglako.com, Tanjung Jabung Barat - Sebagai bentuk upaya melestarikan tradisi masyarakat bahari, sekaligus memeriahkan HUT Tanjab Barat ke-53 dan HUT

 

Ibadah Haji 2018
Selasa, 14 Agustus 2018 21:50 WIB

Satu Jamaah Haji Asal Batanghari Wafat di Makkah


Kajanglako.com, Batanghari - Satu jamaah haji asal Kabupaten Batanghari Suratman bin Mohan (76) yang tergabung dalam Kloter 21 meninggal dunia di Makkah.  Informasi

 

Pemilu 2019
Selasa, 14 Agustus 2018 19:30 WIB

Satu Bacaleg PPP Dapil Sarolangun-Merangin Meninggal Dunia


Kajanglako.com, Jambi - Partai Persatuan Pembangunan (PPP) mendapatkan kabar duka di tengah persiapan menghadapi Pemilihan Legislatif (Pileg) 2019, Satu