Kamis, 22 Februari 2018


Kamis, 19 Oktober 2017 19:01 WIB

Kurir Sabu Ini Divonis Mati Hakim PN Tungkal

Reporter : Redaksi
Kategori : Berita Hukrim

Suasana sidang 4 terdakwa kurir sabu seberat 8,5 Kg di PN Kuala Tungkal (Foto : Die)

Kajanglako.com, Tanjung Jabung Barat - Terbukti di persidangan membawa Narkoba jenis sabu seberat 8,5 Kg, Grany Putra alias Putra alias Puput (30). Divonis hukuman mati oleh majelis Hakim Pengadilan Negeri (PN) Kuala Tungkal, Kamis (19/10).

Berkas vonis mati kepada terdakwa Grany dibacakan secara bergantian oleh majelis Hakim. Grany sendiri tercatat sebagai warga komplek Litbang, Blok E Nomor 9, Kelurahan Suka Jadi, Batam.

“Mengadili, menyatakan terdakwa terbukti melakukan pemufakatan jahat dengan menguasai, mengedarkan perantara Narkotika golongan I bukan tanaman dengan lebih dari 5 gram. Menghukum terdakwa Grany Putra dengan hukuman mati,” ucap majelis Hakim yang diketuai Achmad Peten Sili.

Dalam persidangan itu, majelis Hakim juga menghukum tiga terdakwa lainnya. Yakni Feri Syaharian alias Fika (27) (berkas terpisah) dengan vonis 15 tahun, serta terdakwa Heri Kushartanto dan Erwin Syahrudin masing-masing divonis 12 tahun.

Menurut majelis Hakim, tidak ada hal yang bisa meringankan para terdakwa. Hal yang memberatkan terdakwa jumlah barang bukti yang besar dan tidak mengikuti program pemerintah untuk memberantas Narkoba di Indonesia.

Majelis hakim menyebutkan, keempat terdakwa telah bersalah secara sah dan meyakinkan melakukan perbuatan yang diatur dan diancam dengan Pasal 114 Ayat (2), Pasal 112 Ayat (2), Pasal 115 Ayat (1) dan Pasal 131 Undang-Undang No 35/2009 tentang Narkotika.

Atas putusan tersebut, keempat terdakwa diberikan waktu satu minggu untuk menyatakan banding.

Untuk terdakwa Grany, vonis yang dijatuhkan majelis Hakim itu lebih tinggi dari tuntutan JPU, Agus, yang menuntut hukuman seumur hidup. Sementara, vonis pada tiga terdakwa lain, yakni Feri Syaharian Alias Fika, Heri dan Erwin lebih ringan tiga tahun dari tuntutan JPU sebesar 18 tahun kurungan dan 15 tahun.

Mendengar divonis hukuman mati, Grany Putra langsung tertunduk dan menangis. Kepada awak media, Grany mengaku akan menggunakan haknya untuk mengajukan banding atas vonis tersebut.

"Saya akan lakukan banding," ucapnya singkat sembari langsung masuk ke dalam mobil tahanan kejaksaan. (kjcom)


Tag : #Narkoba #Darurat Narkoba #BNN



Berita Terbaru

 

Kamis, 22 Februari 2018 10:40 WIB

Meski Ayah Jabat Walikota, Raehan Fasha Tak Suka Berfoya-foya


Kajanglako.com, Kota Jambi – Hidup dalam lingkungan keluarga yang serba kecukupan, ayahnya Walikota Jambi dan juga seorang pengusaha sukses. Tak

 

Kamis, 22 Februari 2018 10:31 WIB

Kenangan Pilu Masa Kecil Fasha, Pernah Dipanggil 'Anak Ibu yang Suka Berhutang'


Kajanglako.com, Kota Jambi -Walikota Jambi DR H Sy Fasha ME punya pengalaman pahit saat masih tinggal d Tembok Batu, Palembang. Tidak hanya mengalami keterbatasan

 

Kamis, 22 Februari 2018 10:21 WIB

Hanya Minum Air Tajin Saat Kecil, Memotivasi Fasha Berjuang Keras


Kajanglako.com, Kota Jambi -DR H Sy Fasha ME, Walikota Jambi, ternyata cukup akrab dengan kemiskinan. Sedari kecil, ia hidup di tengah-tengah keluarga

 

Kamis, 22 Februari 2018 10:06 WIB

Pintu Ruko Sulit Dibuka, Kawan Pencuri Gagal Kuras Isi Konter HP


Kajanglako.com, Kota Jambi - Empat unit Ruko yang menjual handphone beserta aksesorisnya di kawasan Jalan Kolonel Abunjani, Keluruhan Simpang III Sipin,

 

Sidang Suap RAPBD
Rabu, 21 Februari 2018 21:01 WIB

Hakim ke Sekwan: Jujur Saja, Anda Diancam Pimpinan Ya?


Kajanglako.com, Jambi – Emi Nopisah, Sekretaris Dewan (Sekwan) Provinsi Jambi yang dimintai keterangannya sebagai saksi dalam sidang kedua untukterdakwa