Senin, 21 Mei 2018


Kamis, 19 Oktober 2017 19:01 WIB

Kurir Sabu Ini Divonis Mati Hakim PN Tungkal

Reporter : Redaksi
Kategori : Berita Hukrim

Suasana sidang 4 terdakwa kurir sabu seberat 8,5 Kg di PN Kuala Tungkal (Foto : Die)

Kajanglako.com, Tanjung Jabung Barat - Terbukti di persidangan membawa Narkoba jenis sabu seberat 8,5 Kg, Grany Putra alias Putra alias Puput (30). Divonis hukuman mati oleh majelis Hakim Pengadilan Negeri (PN) Kuala Tungkal, Kamis (19/10).

Berkas vonis mati kepada terdakwa Grany dibacakan secara bergantian oleh majelis Hakim. Grany sendiri tercatat sebagai warga komplek Litbang, Blok E Nomor 9, Kelurahan Suka Jadi, Batam.

“Mengadili, menyatakan terdakwa terbukti melakukan pemufakatan jahat dengan menguasai, mengedarkan perantara Narkotika golongan I bukan tanaman dengan lebih dari 5 gram. Menghukum terdakwa Grany Putra dengan hukuman mati,” ucap majelis Hakim yang diketuai Achmad Peten Sili.

Dalam persidangan itu, majelis Hakim juga menghukum tiga terdakwa lainnya. Yakni Feri Syaharian alias Fika (27) (berkas terpisah) dengan vonis 15 tahun, serta terdakwa Heri Kushartanto dan Erwin Syahrudin masing-masing divonis 12 tahun.

Menurut majelis Hakim, tidak ada hal yang bisa meringankan para terdakwa. Hal yang memberatkan terdakwa jumlah barang bukti yang besar dan tidak mengikuti program pemerintah untuk memberantas Narkoba di Indonesia.

Majelis hakim menyebutkan, keempat terdakwa telah bersalah secara sah dan meyakinkan melakukan perbuatan yang diatur dan diancam dengan Pasal 114 Ayat (2), Pasal 112 Ayat (2), Pasal 115 Ayat (1) dan Pasal 131 Undang-Undang No 35/2009 tentang Narkotika.

Atas putusan tersebut, keempat terdakwa diberikan waktu satu minggu untuk menyatakan banding.

Untuk terdakwa Grany, vonis yang dijatuhkan majelis Hakim itu lebih tinggi dari tuntutan JPU, Agus, yang menuntut hukuman seumur hidup. Sementara, vonis pada tiga terdakwa lain, yakni Feri Syaharian Alias Fika, Heri dan Erwin lebih ringan tiga tahun dari tuntutan JPU sebesar 18 tahun kurungan dan 15 tahun.

Mendengar divonis hukuman mati, Grany Putra langsung tertunduk dan menangis. Kepada awak media, Grany mengaku akan menggunakan haknya untuk mengajukan banding atas vonis tersebut.

"Saya akan lakukan banding," ucapnya singkat sembari langsung masuk ke dalam mobil tahanan kejaksaan. (kjcom)


Tag : #Narkoba #Darurat Narkoba #BNN



Berita Terbaru

 

Senin, 21 Mei 2018 14:28 WIB

Sekda Tanggapi Kabar Monopoli Bank Jambi di Pasar Angso Duo Baru


Kajanglako.com,  Jambi - Terkait beredar kabar di masyarakat bahwa pihak Bank Jambi disebut memonopoli PT EBN, dalam pengelolaan kredit tokok dan

 

Senin, 21 Mei 2018 14:21 WIB

Masalah Pemindahan Pedagang Angsoduo, Ini Kata Sekda Dianto


Kajanglako.com, Jambi - Sekretaris Daerah Provinsi Jambi, M Dianto angkat bicara terkait permasalahan pemindahan pedagang Pasar Angso Duo lama ke Pasar

 

Senin, 21 Mei 2018 14:13 WIB

Hingga Pendaftaran Tutup, Hanya Satu Nama Mencalonkan Jadi Ketua KNPI Bungo


Kajanglako.com, Bungo - Dewan Pengurus Daerah (DPD) II Komite Nasional Pemuda Indonesia (KNPI) Kabupaten Bungo, siap menggelar Musyawarah Daerah (Musda)

 

Senin, 21 Mei 2018 13:58 WIB

Shoft Lounching Kantor Imigrasi, Bupati Bungo: Warga Urus Paspor Lebih Mudah


Kajanglako.com, Bungo - Bupati Bungo, H Mashuri, secara resmi melaksanakan Soft Launching Kantor Imigrasi Kabupaten Bungo, Senin 21 Mei 2018.  Dengan

 

Senin, 21 Mei 2018 13:31 WIB

Peringati Hari Kebangkitan Nasional, Fachrori Ajak Generasi Muda Teladani Bung Tomo


Kajanglako.com, Jambi - Plt Gubernur Jambi, Fachrori Umar, Senin (21/5) pagi memimpin upacara Hari Kebangkitan Nasional ke-110 di lapangan Kantor Gubernur