Jumat, 19 Oktober 2018


Kamis, 19 Oktober 2017 19:01 WIB

Kurir Sabu Ini Divonis Mati Hakim PN Tungkal

Reporter : Redaksi
Kategori : Berita Hukrim

Suasana sidang 4 terdakwa kurir sabu seberat 8,5 Kg di PN Kuala Tungkal (Foto : Die)

Kajanglako.com, Tanjung Jabung Barat - Terbukti di persidangan membawa Narkoba jenis sabu seberat 8,5 Kg, Grany Putra alias Putra alias Puput (30). Divonis hukuman mati oleh majelis Hakim Pengadilan Negeri (PN) Kuala Tungkal, Kamis (19/10).

Berkas vonis mati kepada terdakwa Grany dibacakan secara bergantian oleh majelis Hakim. Grany sendiri tercatat sebagai warga komplek Litbang, Blok E Nomor 9, Kelurahan Suka Jadi, Batam.

“Mengadili, menyatakan terdakwa terbukti melakukan pemufakatan jahat dengan menguasai, mengedarkan perantara Narkotika golongan I bukan tanaman dengan lebih dari 5 gram. Menghukum terdakwa Grany Putra dengan hukuman mati,” ucap majelis Hakim yang diketuai Achmad Peten Sili.

Dalam persidangan itu, majelis Hakim juga menghukum tiga terdakwa lainnya. Yakni Feri Syaharian alias Fika (27) (berkas terpisah) dengan vonis 15 tahun, serta terdakwa Heri Kushartanto dan Erwin Syahrudin masing-masing divonis 12 tahun.

Menurut majelis Hakim, tidak ada hal yang bisa meringankan para terdakwa. Hal yang memberatkan terdakwa jumlah barang bukti yang besar dan tidak mengikuti program pemerintah untuk memberantas Narkoba di Indonesia.

Majelis hakim menyebutkan, keempat terdakwa telah bersalah secara sah dan meyakinkan melakukan perbuatan yang diatur dan diancam dengan Pasal 114 Ayat (2), Pasal 112 Ayat (2), Pasal 115 Ayat (1) dan Pasal 131 Undang-Undang No 35/2009 tentang Narkotika.

Atas putusan tersebut, keempat terdakwa diberikan waktu satu minggu untuk menyatakan banding.

Untuk terdakwa Grany, vonis yang dijatuhkan majelis Hakim itu lebih tinggi dari tuntutan JPU, Agus, yang menuntut hukuman seumur hidup. Sementara, vonis pada tiga terdakwa lain, yakni Feri Syaharian Alias Fika, Heri dan Erwin lebih ringan tiga tahun dari tuntutan JPU sebesar 18 tahun kurungan dan 15 tahun.

Mendengar divonis hukuman mati, Grany Putra langsung tertunduk dan menangis. Kepada awak media, Grany mengaku akan menggunakan haknya untuk mengajukan banding atas vonis tersebut.

"Saya akan lakukan banding," ucapnya singkat sembari langsung masuk ke dalam mobil tahanan kejaksaan. (kjcom)


Tag : #Narkoba #Darurat Narkoba #BNN



Berita Terbaru

 

Pemilu 2019
Jumat, 19 Oktober 2018 22:58 WIB

Hadapi Pemilu, Murady Sebut Menuju Kemenangan tanpa Tekanan


Kajanglako.com, Jambi - Dalam masa kampanye Pemilihan Umum kali ini, Politisi Senior Partai Gerindra Murady Darmansyah mengharapkan semua pihak untuk menjaga

 

Waspada Penculikan Anak
Jumat, 19 Oktober 2018 22:36 WIB

Santri Pesantren Dzulhijjah Nyaris Diculik Pria Bertato


Kajanglako.com, Batanghari - Aksi penculikan anak dan remaja tanggung kian marak.   Setelah heboh terjadi di Sarolangun, kini aksi tersebut mulai

 

Jumat, 19 Oktober 2018 21:55 WIB

Sekda Bahtiar Lantik 13 Tenaga Guru dan Fungsional


Kajanglako.com, Batanghari - Sekda Batanghari, Bahtiar Sp, melantik 13 orang tenaga guru dan tenaga fungsional.    Pelantikan tersebut dilaksanakan

 

Jumat, 19 Oktober 2018 21:39 WIB

Kelabui Polisi, WN Malaysia Masukkan Sabu Cair ke Kaleng Softdrink


Kajanglako.com, Tanjung Jabung Barat - Untuk kesekian kalinya, Tim Gabungan dari Kepolisian Sektor Kawasan Pelabuhan Marina Kuala Tungkal, Polairud dan

 

HUT ke-53 Bungo
Jumat, 19 Oktober 2018 18:30 WIB

Plt Gubernur dan Bupati Mashuri Hadiri Sidang Paripurna HUT ke-53 Bungo


Kajanglako.com, Bungo - Pemerintah Kabupaten Bungo memperingati hari jadi yang ke-53, yang dilaksanakan di Gedung DPRD Bungo, Jumat (19/10). Rangkaian