Kamis, 25 April 2019


Sabtu, 09 Februari 2019 10:33 WIB

Berkunjung (Kembali) ke Rumah Elsbeth Locher-Scholten

Reporter :
Kategori : Ensklopedia

Ki-ka: Irma, Elsbeth dan Frieda Amran. Dok. Irma

Oleh: Irmawati Sagala*

Akhirnya saya berkesempatan berkunjung kembali ke rumah Bu ElsbethLocher-Scholten di kota Zeist. Setelah sebelumnya bersepakat dengan Bu Frieda, antropolog asal Indonesia yang tinggal di Belanda, saya mengirimkan pesan whatsApp ke beliau, menyampaikan rencana berkunjung.



Pesan singkat itu segera dibalas dengan persetujuan. Ternyata beliau masih mengingat saya. Selasa pagi saya dan Bu Frieda berangkat dari Bergen Op Zoom menuju Zeist dengan mengendarai mobil yang dikemudikan oleh Bu Frieda.

Bagi peneliti sejarah Jambi, ElsbethLocher-Scholten bukanlah nama yang asing. Bukunya yang berjudul Sumatraans Sultanaat en Koloniale Staat: de Relatie Djambi-Batavia (1830-1907) en het Nederlandse Imperialisme adalah salah satu referensi paling penting tentang Kesultanan Jambi.

Sekira pukul 11 siang kami tiba di rumah besar bergaya khas Eropa itu. Di depan pintu Bu Elsbeth menyambut kami dengan tawa khasnya. Sambil berjalan ke ruang tamu, beliau berkenalan (kembali) dengan Bu Frieda, dengan mengingat kenangan bersama di sebuah Forum Studi Wanita Indonesia (WIVS).

Kepada kami, Bu Elsbeth dengan ceria memamerkan syal yang dipakainya hari itu, kado yang saya bawa dua tahun lalu. Beliau mengulang kembali pernyataan dua tahun lalu ketika beliau mengatakan sangat menyukai kado saya apalagi karena warnanya hitam yang merupakan warna favorit beliau.

Bayangkan betapa bahagianya saya dengan penghargaan yang beliau berikan untuk kado yang nilainya tak seberapa itu. Saya yang datang untuk belajar kepada seorang pakar, tapi disambut dengan penghargaan sedemikian.

Saya benar-benar harus belajar lebih banyak tentang bagaimana menghargai orang-orang dalam kehidupan ini. Hal-hal kecil yang kita lakukan sering kali begitu bermakna sebagai bentuk penghargaan.

Setelah menghidangkan teh dan sepiring makanan ringan, kami segera berdiskusi tentang beberapa hal yang menjadi pertanyaan saya setelah lebih jauh mempelajari beberapa referensi yang juga beliau rujuk dalam bukunya.

Uniknya, meski kami yang bertiga, bahasa yang kami gunakan dalam berbincang ada empat: Indonesia, Inggris, Belanda dan Perancis. Masing-masing kami memahami keempat bahasa itu dengan porsi yang berbeda-beda, dan pada saat yang sama kurang terbiasa menggunakannya dalam pembicaraan.

Percakapan kami berjalan hangat dan menarik. Terakhir, empat kantong berisikan fotocopy dokumen bahan kajian beliau serta sebuah buku berjudul Womenandthe Colonial State diberikan pada Bu Frieda. Tema catatan perjalanan ini memang tak jauh-jauh dari rezeki silaturrahim.

Beliau juga bercerita bahwa tahun lalu beliau dan suami berkunjung ke beberapa tempat di Indonesia yang berkaitan dengan leluhur sang suami. Ternyata, leluhur mereka sama-sama memiliki kisah di Indonesia.

Sayang sekali, peneliti yang kini fokus meneliti geneologi keluarganya ini, tidak ingin lagi melakukan perjalanan jauh dengan pesawat. Polusi! begitu kata Elsbeth yang juga seorang pencinta lingkungan. Padahal ingin sekali bisa mengundang beliau untuk memberikan inspirasi bagi peneliti-peneliti muda di Jambi. Semangat berkarya beliau sungguh patut diteladani.

Setelah hampir dua jam berdiskusi, kami pun pamit. Selain kami masih memiliki agenda ke KNAG, Bu Elsbeth pun punya agenda rutin setiap Selasa siang di Amsterdam. Tak lama setelah kami melanjutkan perjalanan, beliau masih sempat mengirimkan pesan singkat mengucapkan terima kasih atas kunjungan kami serta kado 3 in 1 kata beliau, untuk menyebutkan 3 buah benda kecil dalam sebuah paperbag sebagai kado saya untuk beliau kali ini. Begitulah semestinya sifat seorang akademisi sejati: rendah hari dan penuh dedikasi.

 *Mahasiswa S3 UIN Syarif Hidayatullah Jakarta. Dosen UIN STS Jambi.


Tag : #Arsip Sejarah Jambi #ElsbethLocher-Scholten



Berita Terbaru

 

Jalan Longsor
Kamis, 25 April 2019 10:53 WIB

Longsor di Birun Jalur Bangko-Kerinci, Lalin Berjam-jam Lumpuh


Kajanglako.com, Merangin - Tingginya curah hujan yang mengguyur Merangin dan sekitarnya, Rabu (24/4), menyebabkan terjadinya longsor yang menimbun jalan

 

Kamis, 25 April 2019 09:28 WIB

Cegah Karhutla, Pemkab dan Kodim 0419/Tanjab Bersiap Lakukan Upaya Antisipasi


Kajanglako.com, Tanjung Jabung Barat - Kodim 0419/Tanjab bersama Pemkab Tanjung Jabung Barat mulai bersiap mengantisipasi bencana kebakaran hutan dan lahan

 

Kamis, 25 April 2019 09:17 WIB

Buka Pelatihan Menjahit untuk Emak-emak, Amir Sakib: Tingkatkan Pendapatan Keluarga


Kajanglako.com, Tanjung Jabung Barat - Pelatihan kerja merupakan sebagai salah satu upaya strategis untuk membekali tenaga kerja dalam penguasaan keterampilan,

 

Kebakaran Lambur Luar
Kamis, 25 April 2019 09:02 WIB

Lambur Berduka, Mari Ringankan Beban Korban dengan Menyalurkan Bantuan


Kajanglako.com, Tanjung Jabung Timur - Tim Tanjab Timur Peduli, Rabu (24/4), menyalurkan bantuan untuk korban musibah kebakaran yang terjadi di Desa Lambur

 

Kamis, 25 April 2019 08:55 WIB

Bawaslu Tanjabtim Terima 3 Laporan Pelanggaran Caleg


Kajanglako.com, Tanjung Jabung Timur -Bawaslu Tanjab Timur, terus memproses laporan dari Panwascam dugaan pelanggaran dari beberapa Calon Legislatif (Caleg).    Ketua