Jumat, 23 Agustus 2019


Rabu, 06 Februari 2019 13:43 WIB

Selalu Ingkar Janji, Suku Anak Dalam Tuntut PT REKI karena Membakar Rumah SAD

Reporter : Redaksi
Kategori : Berita Hukrim

Aksi unjuk rasa SAD terhadap PT REKI

Kajanglako.com, Jambi - Sudah lebih dari setahun setelah PT REKI meminta maaf dan berjanji untuk bertanggung jawab terhadap pembakaran rumah warga Suku Anak Dalam (SAD), namun hingga kini komitmen tersebut tidak pernah terwujud.

Komitmen PT REKI untuk bertanggung jawab atas pembakaran rumah adik saya tertuang di dalam surat yang mereka tandatangani dan disaksikan pejabat Kementrian Lingkungan Hidup, tapi hingga kini mereka ingkar, kata Jufri, Pimpinan Adat Suku Anak Dalam (Kubu Lalan) Pangkalan Ranjau.



Suku Anak Dalam sejak awal telah berkomitmen untuk menempuh cara-cara yang baik untuk menyelesaikan konflik perampasan lahan ulayat SAD oleh PT REKI melalu rangkaian pertemuan yang melibatkan multi pihak, baik masyarakat, perusahaan maupun pemerintah, dalam setiap pertemuan selalu menghasilkan butir-butir komitmen.

Namun baik komitmen tentang bersama-sama mendorong lahirnya hutan adat yang ditandatangani di Jakarta, hingga membuat pengecekan lokasi bersama yang ditandatangani baru-baru ini tidak pernah mereka jalankan. Malah, rumah warga SAD mereka bakar.

"Kami meminta PT. REKI menyerahkan manajemen yang bertanggung jawab terhadap pembakaran rumah warga kami, juga orang asing yang terlibat merusak alat bukti dengan membersihkan sisa-sisa rumah yang dibakar untuk kami bawa ke polisi, jangan lempar tanggung jawab kepada orang lapangan kalian, manajemen lah yang harus bertanggung jawab," kata Bri, Debalang SAD Pangkalan Ranjau.

Sementara itu, Aliansi Gerakan Reforma Agraria (AGRA Jambi), mengatakan PT REKI sedari awal memang tidak ingin warga SAD hidup nyaman dan sejahtera di tanah nenek moyang mereka, ketika warga SAD sibuk membangun kebun, menata zona hidup termasuk hutan-hutan larangan, Perusahaan memberikan ruang dan mendiamkan kelompok-kelompok yang mereka fasilitasi mediasi untuk menebang hutan di areal adat secara massif, cara ini tentu melahirkan kondisi kompetisi dikalangan masyarakat.

Bahkan hanya untuk mengecek ke lapangan bersama atas pembukaan hutan secara massif oleh kelompok yang mereka fasilitasi saja mereka mengiyakan untuk hadir, tapi tidak datang pada hari pelaksanaan, perusahaan sedang mengadu domba masyarakat.

Pada musim panas tahun 2018 lalu, sekitar 120 hektar kebun yang sudah susah payah dibangun masyarakat SAD hangus terbakar oleh kelompok yang difasilitasi perusahaan, masyarakat menangkap pelaku dan mengamankan dengan cara menitipkan kepada pihak perusahaan juga pihak kepolisian untuk mendapatkan keadilan, namun pelaku dibebaskan oleh perusahaan tanpa koordinasi dengan lembaga adat SAD (Kubu Lalan).

Kami berkomitmen menjaga wilayah kami, namun perusahaan yang malah mengadu kami dengan sesama masyarakat, bohong bila PT. REKI menjaga hutan, mereka hanya mengemis puluhan milyar bantuan luar negeri dengan dalih menjaga hutan kata Jufri dari AGRA Jambi.

Kami menuntut keadilan, kembalikan wilayah ulayat adat kami, serahkan manajemen dan orang asing yang terlibat dalam pembakaran rumah masyarakat kami untuk diadili, dan ganti kerugian lahan kami yang terbakar yang pelakunya malah dilindungi perusahaan," katanya menambahkan. (kjcom/*)


Tag : #Suku Anak Dalam #SAD #PT REKI #Jambi



Berita Terbaru

 

Warisan Budaya Tak Benda Indonesia
Kamis, 22 Agustus 2019 15:43 WIB

10 Karya Budaya Jambi Ditetapkan sebagai WBTB Indonesia 2019


Kajanglako.com: Sidang Tim Ahli Warisan Budaya Tak Benda (WBTB) Indonesia yang berlangsung pada 13 hingga 16 Agutus 2019, di Hotel Millenium, Jakarta,

 

Jemaah Haji
Kamis, 22 Agustus 2019 13:58 WIB

Dua Jamaah Haji Merangin Dipulangkan Lebih Awal


Dua Jamaah Haji Merangin Dipulangkan Lebih Awal Kajanglako.com, Merangin- Dua orang jemaah haji Kabupaten Merangin dipulangkan lebih awal dari rombongan

 

Kamis, 22 Agustus 2019 12:49 WIB

Kinerja Empat OPD Ini Diaudit Inspektorat Merangin


Kinerja Empat OPD Ini Diaudit Inspektorat Merangin Kajanglako.com, Merangin - Inspektorat Merangin mengaudit kinerja empat Organisasi Perangkat Daerah

 

Kamis, 22 Agustus 2019 11:57 WIB

Delapan Bulan Terbangkalai, Warga Khawatirkan RTH Taman Angrek Jadi Tempat Mesum


Delapan Bulan Terbangkalai, Warga Khawatirkan RTH taman Angrek Jadi Tempat Mesum Kajanglako.com, Kota Jambi - Progres Pembangunan Jembatan Pedestrian dan

 

Kamis, 22 Agustus 2019 11:42 WIB

Pemilihan BPD Dusun Empelu Ricuh, Surat Suara Dibakar


Pemilihan BPD Dusun Empelu Ricuh, Surat Suara Dibakar Kajanglako.com, Bungo - Pemilihan Badan Permusyaratan Dusun (BPD ) di Dusun Empelu Kecamatan Tanah