Rabu, 24 Januari 2018
Pencarian


Rabu, 18 Oktober 2017 14:00 WIB

Polisi, PNS Hingga Dokter Jadi Korban Penipuan Arisan Online

Reporter : Sonny Zhuyoen
Kategori : Berita Daerah Hukrim

Screenshot : salah satu grup arisan online "Arisan Online Mak mak Amanah'

Kajanglako.cok, Bungo - Demam online melanda hampir di semua sisi kehidupan masyarakat. Bahkan, dunia maya juga telah dijadikan tempat arisan. Aktivitas yang awalnya sekadar ajang silaturahmi, kini pindah ke dunia maya.

Jaringan dugaan penipuan yang berkedok arisan online di Bungo, menjerat tidak hanya masyarakat awam, tapi juga banyak pegawai di tiga instansi penting sekaligus. Arisan online di daerah ini telah memakan korban penegak hukum seperti Polisi, PNS, dan Dokter.



Anggun, salah satu korban arisan online di Bungo membenarkan hal tersebut. Menurut Anggun. Bukan hanya polisi, istri polisi (ibu-ibu bayangkhari) pun pernah bergabung dalam arisan online tersebut.

"Untuk korban sendiri, yang saya tahu. Polisi, istri polisi, PNS, Dokter. Mereka juga setor uang ke pelaku, cuma jumlah saya gak tau," ujar Anggun, Rabu (18/10).

Menurut penuturan Anggun, untuk meyakinkan korbannya, onwer Arisan Online diduga R Warga Sungai Pinang, memberitahukan bahwa yang ikut arisan tersebut bukan hanya di Bungo namun juga dari kabupaten tetangga hingga provinsi.

"Kami diyakinkan kalau arisan ini sudah di ikuti oleh daerah lain, hingga provinsi. Makanya kami yakin kalau itu memang tidak ada unsur penipuan, dan juga dikuatkan dengan kalau kita setor satu juta uang kita kembali dua juta, per 10 hari," bebernya.

Terbongkarnya dugaan kasus penipuan via online itu bermula ketika beberapa korban dalam kurun satu bulan terakhir ini tidak lagi menerima konfirmasi baik terkait uang yang sudah di trasfernya, maupun keberadaan pelaku.

Kasus ini sudah ditangani pihak Polres Bungo setelah sejumlah korban didominasi para ibu-ibu, melaporkan pelaku serta barang bukti transfer uang ke rekening pelaku. Kerugian ditaksir mencapai hingga Rp 700 juta lebih.

Saat ini beberapa bentuk arisan online diketahui tersebar di dunia maya. Salah satunya ada yang model Arisan Mapan, disini owner menawarkan arisan barang lewat aplikasi. Dalam arisan ini, peserta harus membentuk grup, lengkap dengan ketua dan anggotanya.

Untuk model arisan lainnya adalah Arisan Kejujuran dan Sambung Rasa/Aksara Bersama. Mirip konsep Multilevel Marketing (MLM), tiap peserta membayar sejumlah uang dan wajib merekrut peserta lain (downline) agar masuk arisan itu. Satu orang peserta dijanjikan bisa mendapatkan bagian Rp 10.000 dari tiap anggota yang direkrutnya. Untuk bergabung, perorang dikenakan biaya registrasi Rp 60.000.

Informasi yang dirangkum dari korban, dirinya mengikuti model arisan Akasara Bersama seperti arisan menurun. (kjcom)


Tag : #Arisan onlien #penipuan #bungo



Berita Terbaru

 

Selasa, 23 Januari 2018 23:50 WIB

Dugaan Kecurangan Toke Karet Terkuak, Warga Bandingkan Hasil Timbangan dengan Milik Sendiri


Kajanglako.com, Bungo – Petani Karet yang ada di Wilayah Kecamatan Muko-muko Bathin VII, Kabupaten Bungo, mulai resah dengan hasil timbangan yang

 

Penyelundupan Satwa Langka
Selasa, 23 Januari 2018 20:26 WIB

BKIPM Jambi Gagalkan Penyelundupan 7 Anak Buaya Via Bandara


Kajanglako.com, Jambi – Badan Karantina Ikan dan Pengendalian Mutu (BKIPM) Jambi bekerja sama dengan Avsec Bandara Sultan Thaha, berhasil menggagalkan

 

Selasa, 23 Januari 2018 20:14 WIB

Selain Diselingkuhi, Juanda Mengaku Juga Sering Dianiaya Istrinya


Kajanglako.com, Batanghari - Sebelum belang sang istri yang kedapatan selingkuh dengan Kades Padang Kelapo mencuat. Juanda akui sudah seringkali dianiaya

 

Selasa, 23 Januari 2018 20:03 WIB

Juanda Lapor ke Inspektorat, Kades Padang Kelapo Berdalih Hanya Ajak 'EN' Rapat


Kajanglako.com, Batanghari - Kasus perselingkuhan Kades Padang Kelapo akhirnya berlanjut. Juanda, beserta sejumlah saksi melaporkan kasus tersebut ke Inspektorat

 

Selasa, 23 Januari 2018 19:49 WIB

Heboh, Kades Padang Kelapo Dikabarkan 'Gituan' di Semak-semak


Kajanglako.com, Batanghari - Selaku pemimpin desa harusnya bisa membimbing warga desanya dengan baik. Namun, yang terjadi kali ini bertolak belakang. Jangankan