Kamis, 22 Februari 2018


Rabu, 18 Oktober 2017 07:59 WIB

Bunga yang Melepas (Perginya) Ahok-Djarot, Bukanlah Bunga yang Menyambut (Datangnya) Anies-Sandi

Reporter :
Kategori : Oase

Ahok-Anis (Ilustrasi Jhoni Imron)

Oleh: Jhoni Imron*

Andai yang mengantarkan Ahok meletakkan jabatannya, dan yang menyambut Anies sebagai Gubernur DKI Jakarta terpilih adalah karangan bunga yanga sama, mungkin pisah sambut pejabat yang diusulkan setingkat Menteri itu tak akan se-kontroversial sekarang ini.



Tapi nyatanya, semua heboh di lini masa. Gara-gara susul menyusul karangan bunga (kadang ia suka dipanggil Florist). Suasana pun terlihat bak perang bunga, yang mengesankan terbelahnya warga Jakarta.

Pada April lalu, usai pasangan Badja (Ahok-Jarot) dipastikan tersingkir oleh penantangnya, Anies-Sandi, dalam kontestasi Pilkadal DKI Jakarta, karangan bunga mulai berdatangan memenuhi Balai Kota.

Ribuan karangan bunga (liputan6.com, Rabu 26/5) dikirim sebagai pembalas kemenangan Anies Rasyid Baswedan dan Sandiaga Salahuddin Uno atas Basuki “Ahok” T. Purnama - Djarot Saiful Hidayat. Pada Pilgub putaran kedua itu jarak perolehan suara kedua calon cukup signifikan, lebih dari 10 persen.

Saya tidak hendak mengajak anda mengingat-ingat kembali kontestasi yang menyedot energi bangsa tersebut. Kita simpan saja di rak memori masing-masing soal drama persaingan kalah dan menang itu. Abaikan juga sementara, persoalan hukum yang mengantarkan Ahok menginap di Mako Brimob.

Kita fokus dengan karangan bunga, yang dikirim sebagian warga ke Balai Kota. Baik itu dikirim oleh yang mendefenisikan diri mereka pendukung Ahok-Djarot, maupun kiriman dari pengagum Anies-Sandi.

Di penghujung masa jabatan Djarot yang melanjutkan sisa tugas Ahok, untuk kemudian akan digantikan Anies, dua versi karangan bunga bergiliran menghiasi seputaran Balai kota.

Setelah sebelumnya hanya dipenuhi karangan bunga untuk Ahok-Djarot, papan ucapan untuk Anies-Sandi menyusul datang ke gedung yang dibangun sekira abad ke-19 itu. Karangan bunga untuk Gubernur baru, ramai dipajang seiring dibersihkannya karangan bunga Ahok-Djarot.

Pada April lalu, karangan bunga untuk Gubernur-Wakil Gubernur DKI Jakarta waktu itu, Basuki Tjahaya Purnama-Djarot Saiful Hidayat, dipindahkan dari Balai Kota ke kawasan Monumen Nasional (Monas). Laporan Kompas.com pada tanggal 27 April menuliskan bagaimana pasukan oranye berasal dari petugas harian lepas (PHL) Suku Dinas Lingkungan Hidup Jakarta Pusat bolak-balik balai kota-monas, bekerja sama mengangkut karangan bunga.

Pada detik-detik akhir jabatan Ahok-Djarot, kehebohan serupa tidak terjadi. Karangan bunga untuk keduanya di Balai Kota, sudah dibersihkan pada Minggu (15/10/2017). Semua karangan bunga itu diangkut begitu saja.

Sebuah tenda dan papan kayu digelar di lapangan tersebut untuk digunakan sebagai panggung acara esok harinya. Seiring itu beberapa karangan bunga untuk Anies-Sandi berdatangan. Ia dikirim oleh mantan polisiti PDI-P Boy Sadikin, Ketua MPW Pemuda Pancasila DKI Thariq Mahmud, Ketua BPW KKSS DKI Jakarta Samsul Zakaria, dan beberapa bank.

"Selamat menjalankan tugas Bapak Anies Baswedan & Bapak Sandiaga Uno," tulisan di karangan bunga dari Boy Sadikin.

Singkatnya, banyak karangan bunga memuat pesan yang kurang lebih sama. Mereka ucapkan selamat pada Gubernur-Wakil Gubernur baru (menyambut) dan tidak disertai ucapan terima kasih (melepas) Gubernur-Wakil Gubernur yang lama. Begitu pula sebaliknya. Karangan bunga yang secara khusus ditujukan untuk Ahok, tidak memuat ucapan kepada Anies-Sandi sebagai penggantinya.

Padahal, “Masa kampanye sudah selesai,” ujar Djarot dalam acara “Kaleidoskop dan Terima Kasih Gubernur 2012-2017” yang dimeriahkan dengan berbagai hiburan, Minggu (15/10). “dua jari ini akan berubah menjadi salam damai”, sambung dia.

Di acara kaleidoskop yang bertajuk, “Kami Gak Lupa!” panitia sampaikan para relawan datang dari berbagai kalangan. Sesuai dengan tajuknya, tentu saja acara ini secara khusus dibuat untuk mengingat sumbangsih yang sudah diberikan Ahok-Djarot. Ia juga dipersembahkan untuk mantan Gubernur DKI Joko “Jokowi” Widodo yang kemudian terpilih menjadi Presiden RI.

Baik dalam karangan bunga, maupun pada acara-acara yang sengaja digelar untuk 'memeriahkan' habisnya masa pemerintahan Ahok-Djarot, ia tidak disandingkan fakta selanjutnya: bahwa kedua pemimpin ini akan digantikan Gubernur-Wakil Gubernur baru, yang (juga) bekerja untuk “melunasi janji kemerdekaan”.

Holong manjalak holong, holong manjalak domu. Begitu pepatah Batak mengatakan kasih sayang mencari kasih sayang, kasih sayang menciptakan persatuan. Ikatan yang kemarin sempat tercerai mari ikat kembali. Mari kita rajut kembali, mari kita kumpulkan energi yang terserang menjadi energi untuk membangun kota ini sama sama,” kata Anies R Baswedan dalam pidato perdananya sebagai Gubernur.

Dalam pidatonya Anies juga mengutip pepatah Aceh dan Minahasa berikutini :

 'Cilaka rumah tanpa atap, cilaka kampung tanpa guyub'.

“Persatuan dan keguyuban ini yang harus kita perjuangkan,” ujar Anies.

Si tou timou tumou tou,”

 “Manusia hidup untuk menghidupi orang lain.”

Sayang, di hari-hari jelang pergantian Ahok-Djarot ke Anies-Sandi, persatuan itu tidak terlihat 'adanya'.Masyarakat justru dikesankan masih terbelah menjadi dua kutub dukungan yang berbeda—kalau tidak bertolak belakang. 

*Penulis kini tinggal dan bekerja di Jambi. Aktif menulis esai, future, dan catatan perjalanan.


Tag : #Ahok-Djarot #Anies-Sandi #Karangan Bunga #Politik Jakarta



Berita Terbaru

 

Kamis, 22 Februari 2018 10:40 WIB

Meski Ayah Jabat Walikota, Raehan Fasha Tak Suka Berfoya-foya


Kajanglako.com, Kota Jambi – Hidup dalam lingkungan keluarga yang serba kecukupan, ayahnya Walikota Jambi dan juga seorang pengusaha sukses. Tak

 

Kamis, 22 Februari 2018 10:31 WIB

Kenangan Pilu Masa Kecil Fasha, Pernah Dipanggil 'Anak Ibu yang Suka Berhutang'


Kajanglako.com, Kota Jambi -Walikota Jambi DR H Sy Fasha ME punya pengalaman pahit saat masih tinggal d Tembok Batu, Palembang. Tidak hanya mengalami keterbatasan

 

Kamis, 22 Februari 2018 10:21 WIB

Hanya Minum Air Tajin Saat Kecil, Memotivasi Fasha Berjuang Keras


Kajanglako.com, Kota Jambi -DR H Sy Fasha ME, Walikota Jambi, ternyata cukup akrab dengan kemiskinan. Sedari kecil, ia hidup di tengah-tengah keluarga

 

Kamis, 22 Februari 2018 10:06 WIB

Pintu Ruko Sulit Dibuka, Kawan Pencuri Gagal Kuras Isi Konter HP


Kajanglako.com, Kota Jambi - Empat unit Ruko yang menjual handphone beserta aksesorisnya di kawasan Jalan Kolonel Abunjani, Keluruhan Simpang III Sipin,

 

Sidang Suap RAPBD
Rabu, 21 Februari 2018 21:01 WIB

Hakim ke Sekwan: Jujur Saja, Anda Diancam Pimpinan Ya?


Kajanglako.com, Jambi – Emi Nopisah, Sekretaris Dewan (Sekwan) Provinsi Jambi yang dimintai keterangannya sebagai saksi dalam sidang kedua untukterdakwa