Rabu, 24 Januari 2018
Pencarian


Senin, 16 Oktober 2017 23:00 WIB

Sineas Jambi Raih Anugerah Gelar Apresiasi Film Kebudayaan

Reporter :
Kategori : Akademia

Ki-ka: perwakilan Jambi, Seen Popo Hadi (pertama) dan M Ali Surakhman (keempat) bersama kepala BPNB Kepri, Toto Sucipto dan Kadis Kebudayaan Riau, Yoserizal Zen dan finalis lomba film dokumenter kebudayaan di Hotel Alpha, Pekanbaru, Selasa (10/10).

Anugerah Gelar Apresiasi Film Kebudayaan (Grafika) 2 yang ditaja Balai Pelestarian Nilai Budaya(BPNB) Kepri berlangsung sukses di Grand Ballroom Hotel Alpha, Pekanbaru, Kamis (12/10) lalu.

Sineas Kepri, Fauzan Azima dan Muhammad Kurniawan tampil sebagai pemenang pertama dan kedua. Fauzan mengangkat film dengan judul Jong, sebuah permainan orang Melayu Kepri. Sementara, Muhammad Kurniawan tampil dengan karyanya Wayang Cecak, tradisi dari Pulau Penyengat, Kepri.



Sementara empat finalis lainnya adalah M Ali Surakhman asal Jambi dengan karya Nyaleh Guru, disusul Heru Sandra H dari Meranti (Riau) judul karya Bah Jamel. Pemenang harapan II Ihsan Idam Dewindra dari Pangkalpinang (Babel) dengan karya Dulang Nganggung dan pemenang harapan III Sean Popo Hardi dari Jambi dengan karya Sko.

Grafika 2 kali ini tak hanya pemberian anugrah, tapi juga workshop film kebudayaan di dua lokasi, yakni Hotel Alpha, Pekanbaru dan Taman Gemala, Dinas Kebudayaan Riau. Ada enam narasumber dalam workshop film dokumenter yaitu Kepala BPNB Kepri, Toto Sucipto, Kadis Kebudayaan Riau, Yoserizal Zen, dan DR Elmustian Rahman. Sementara, untuk praktek lapangan menghadirkan sineas Iska M Sutardi (Jakarta), Ary Sastra (Tanjungpinang) dan Sendy Al Pagari.

Kepala BPNB Kepri, Toto Sucipto meminta data-data kebudayaan dikumpulkan dengan cara aktif melakukan perekaman.  Dalam WBTB, katanya perlu semangat untuk senantiasa dicata. "Catat saja tak cukup. Maka perlu rekam dan rekam. Semua karya budaya harus direkam. Tak punya kamera, dengan gadget juga bisa. Manfaatkan potensi untuk merekam,"kata Toto.

Ketua Panitia Grafika 2, Dedi Arman, mengucapkan animo peserta workshop film luar biasa. Mereka berasal dari berbagai komunitas film yang ada di Pekanbaru, termasuk dari Meranti dan Indragiri Hilir. "Kawan-kawan dari Dewan Kesenian Riau dapat menjaring peserta yang berkualitas. Kita harap tahun depan, insyallah ada Grafika 3. Makin banyak karya yang dikirim untuk lomba film dokumenter,"kata Dedi.

Dalam lomba film dokumenter ini ada 12 karya film yang masuk dan dipilih enam finalis. Pemuncak (Juara) I lomba film ini memperoleh hadiah Rp 6 juta, juara II Rp 4 juta,  juara III Rp 2,5 juta, pemuncak harapan 1 Rp2 juta, pemuncak harapan 2 Rp1,5 juta dan pemuncak harapan 3 Rp1,25 juta. Hadiah pemenang dipotong pajak.  


Tag : #film #Jambi #Sko #Sumatra #BPNB Kepri



Berita Terbaru

 

Selasa, 23 Januari 2018 23:50 WIB

Dugaan Kecurangan Toke Karet Terkuak, Warga Bandingkan Hasil Timbangan dengan Milik Sendiri


Kajanglako.com, Bungo – Petani Karet yang ada di Wilayah Kecamatan Muko-muko Bathin VII, Kabupaten Bungo, mulai resah dengan hasil timbangan yang

 

Penyelundupan Satwa Langka
Selasa, 23 Januari 2018 20:26 WIB

BKIPM Jambi Gagalkan Penyelundupan 7 Anak Buaya Via Bandara


Kajanglako.com, Jambi – Badan Karantina Ikan dan Pengendalian Mutu (BKIPM) Jambi bekerja sama dengan Avsec Bandara Sultan Thaha, berhasil menggagalkan

 

Selasa, 23 Januari 2018 20:14 WIB

Selain Diselingkuhi, Juanda Mengaku Juga Sering Dianiaya Istrinya


Kajanglako.com, Batanghari - Sebelum belang sang istri yang kedapatan selingkuh dengan Kades Padang Kelapo mencuat. Juanda akui sudah seringkali dianiaya

 

Selasa, 23 Januari 2018 20:03 WIB

Juanda Lapor ke Inspektorat, Kades Padang Kelapo Berdalih Hanya Ajak 'EN' Rapat


Kajanglako.com, Batanghari - Kasus perselingkuhan Kades Padang Kelapo akhirnya berlanjut. Juanda, beserta sejumlah saksi melaporkan kasus tersebut ke Inspektorat

 

Selasa, 23 Januari 2018 19:49 WIB

Heboh, Kades Padang Kelapo Dikabarkan 'Gituan' di Semak-semak


Kajanglako.com, Batanghari - Selaku pemimpin desa harusnya bisa membimbing warga desanya dengan baik. Namun, yang terjadi kali ini bertolak belakang. Jangankan