Jumat, 18 Januari 2019


Kamis, 10 Januari 2019 19:11 WIB

Mediasi Alot, PT AAS Ngotot Tolak Ganti Rugi Kebun Warga Mandiangin

Reporter : Redaksi
Kategori : Berita Daerah

Suasana mediasi antara warga Mandiangin dengan manajemen PT AAS yang difasilitasi Pemkab Sarolangun

Kajanglako.com, Sarolangun - Upaya mediasi konflik penyerobotan lahan oleh PT Agronusa Alam Sejahtera (AAS) terhadap kebun warga 12 desa di Kecamatan Mandiangin, berjalan alot. 

Mediasi yang difasilitasi Pemerintah Kabupaten di ruang pola Kantor Bupati Sarolangun, Kamis (10/1). Bahkan berjalan memanas. 



Saking alotnya, mediasi konflik penyerobotan lahan yang disebut-sebut seluas 2.600 hektar tersebut berlangsung sekitar 6 jam dan tak kunjung menemui titik terang. 

Dalam mediasi tersebut, Pemkab Sarolangun terkesan tidak berkutik dengan perusahaan, karena PT AAS ngotot tidak mau ganti rugi kebun warga yang diserobot. 

"Kami merasa kecewa dengan sikap pemerintah yang tidak bisa melakukan penyetopan operasional perusahaan, sebelum ada kesepakatan," kata Sukirman, Koordinator Warga 12 Desa Mandiangin.

Melihat sikap perusahaan, Sukirman mengatakan jika warga siap mengibarkan bendera perang terhadap perusahaan.

Sementara itu, Direktur Utama PT AAS, Randi Aga, di dalam rapat mediasi mengatakan jika perusahaan tidak akan memberikan ganti rugi terhadap tanaman warga.

Bahkan, dalam rapat mediasi itu ia malah mengancam dan siap berkonflik dengan warga 12 desa di Kecamatan Mandiangin.

"Kita akan melayangkan surat ke Polda dan Polres untuk menjaga keamanan perusahaan," kata Randi Aga. 

Namun, setelah melaksanakan mediasi yang alot, di akhir kesepakatan Wakil  Bupati Sarolangun Hillalatil Badri mengutarakan bahwa penutupan perusahaan tidak akan dilakukan. Dan perusahaan pun melunak sehingga mau memberikan kompensasi kepada warga, namun bukan dalam bentuk ganti rugi, karena dalam peraturan Kementrian LHK tidak ada istilah ganti rugi. 

"Akan tetapi dengan catatan akan dilakukan mediasi kembali di Jakarta bersama Kementrian LHK, serta membuat tim terpadu dalam pengecekan ke lapangan untuk mencari kebenaran penggusuran tanaman tumbuh kebun karet warga 12 desa di Mandiangin," kata Hillalatil Badri, Wakil Bupati Sarolangun. (kjcom)


Tag : #Mandiangin #Konflik Lahan #PT Agronusa Alam Sejahtera



Berita Terbaru

 

Jumat, 18 Januari 2019 20:15 WIB

Kunker ke Kerinci, Fachrori Bicara Pentingnya Pendidikan dan Kesehatan


Kajanglako.com, Jambi - Plt Gubernur Jambi, Fachrori Umar, menyampaikan pesan pentingnya pendidikan dan kesehatan menjelang pelaksanaan ibadah Salat Jumat

 

Jumat, 18 Januari 2019 19:55 WIB

Penuhi Panggilan Bawaslu, Sutan Adil Menolak Disebut Diperiksa


Kajanglako.com, Jambi – Kasus pembagian Beasiswa Program Indonesia Pintar (PIP) yang diduga dijadikan jualan politik oleh lima Caleg Gerindra, termasuk

 

Warga Tenggelam
Jumat, 18 Januari 2019 17:52 WIB

Petani yang Terseret Arus di Sungai Tembesi Ditemukan Tewas


Kajanglako.com, Merangin - Sarmidi (35), warga Desa Rantau Panjang, Kecamatan Muara Siau yang terseret arus sungai Tembesi pada Rabu (16/1) lalu, berhasil

 

Jumat, 18 Januari 2019 13:30 WIB

SK Pemberhentian Zola sebagai Gubernur Sudah Diteken Presiden


Kajangalako,com. Jambi - SK pemberhentian Zumi Zola sebagai Gubernur Jambi periode 2016-2021 akhirnya ditandatangani Presiden RI, Joko Widodo. Kabar ini

 

Jumat, 18 Januari 2019 11:33 WIB

Jualan Sabu, Pegawai Honorer Ditangkap saat Menunggu Pembeli


Kajanglako.com, Merangin - Satresnarkoba Polres Merangin kembali berhasil mengamankan seorang pelaku penyalahgunaan Narkotika. Kali ini seorang pegawai