Selasa, 25 Juni 2019


Kamis, 10 Januari 2019 19:11 WIB

Mediasi Alot, PT AAS Ngotot Tolak Ganti Rugi Kebun Warga Mandiangin

Reporter : Redaksi
Kategori : Berita Daerah

Suasana mediasi antara warga Mandiangin dengan manajemen PT AAS yang difasilitasi Pemkab Sarolangun

Kajanglako.com, Sarolangun - Upaya mediasi konflik penyerobotan lahan oleh PT Agronusa Alam Sejahtera (AAS) terhadap kebun warga 12 desa di Kecamatan Mandiangin, berjalan alot. 

Mediasi yang difasilitasi Pemerintah Kabupaten di ruang pola Kantor Bupati Sarolangun, Kamis (10/1). Bahkan berjalan memanas. 



Saking alotnya, mediasi konflik penyerobotan lahan yang disebut-sebut seluas 2.600 hektar tersebut berlangsung sekitar 6 jam dan tak kunjung menemui titik terang. 

Dalam mediasi tersebut, Pemkab Sarolangun terkesan tidak berkutik dengan perusahaan, karena PT AAS ngotot tidak mau ganti rugi kebun warga yang diserobot. 

"Kami merasa kecewa dengan sikap pemerintah yang tidak bisa melakukan penyetopan operasional perusahaan, sebelum ada kesepakatan," kata Sukirman, Koordinator Warga 12 Desa Mandiangin.

Melihat sikap perusahaan, Sukirman mengatakan jika warga siap mengibarkan bendera perang terhadap perusahaan.

Sementara itu, Direktur Utama PT AAS, Randi Aga, di dalam rapat mediasi mengatakan jika perusahaan tidak akan memberikan ganti rugi terhadap tanaman warga.

Bahkan, dalam rapat mediasi itu ia malah mengancam dan siap berkonflik dengan warga 12 desa di Kecamatan Mandiangin.

"Kita akan melayangkan surat ke Polda dan Polres untuk menjaga keamanan perusahaan," kata Randi Aga. 

Namun, setelah melaksanakan mediasi yang alot, di akhir kesepakatan Wakil  Bupati Sarolangun Hillalatil Badri mengutarakan bahwa penutupan perusahaan tidak akan dilakukan. Dan perusahaan pun melunak sehingga mau memberikan kompensasi kepada warga, namun bukan dalam bentuk ganti rugi, karena dalam peraturan Kementrian LHK tidak ada istilah ganti rugi. 

"Akan tetapi dengan catatan akan dilakukan mediasi kembali di Jakarta bersama Kementrian LHK, serta membuat tim terpadu dalam pengecekan ke lapangan untuk mencari kebenaran penggusuran tanaman tumbuh kebun karet warga 12 desa di Mandiangin," kata Hillalatil Badri, Wakil Bupati Sarolangun. (kjcom)


Tag : #Mandiangin #Konflik Lahan #PT Agronusa Alam Sejahtera



Berita Terbaru

 

Pidana Pemilu
Selasa, 25 Juni 2019 18:02 WIB

Akui Coblos Sisa Surat Suara di Persidangan, Ini Tuntutan JPU kepada Terdakwa


Akui Coblos Sisa Surat Suara di Persidangan, Ini Tuntutan JPU kepada Terdakwa Kajanglako.com, Sarolangun – Sedikitnya lima orang terdakwa tindak

 

Selasa, 25 Juni 2019 17:40 WIB

HUT Bhayangkara ke 73, Polri dan TNI Kunjungi Kediaman Suku Anak Dalam


HUT Bhayangkara ke 73, Polri dan TNI Kunjungi Kediaman Suku Anak Dalam Kajanglako.com, Sarolangun – Polri dan TNI berkunjung ke kediaman Suku Anak

 

Sail Nias Sumut 2019
Selasa, 25 Juni 2019 17:29 WIB

Tiga Anak Muda ini Wakili Jambi di Sail Nias Sumut 2019


Tiga Anak Muda ini Wakili Jambi di Sail Nias Sumut 2019 Kajanglako.com, Jambi – Dinas Kepemudaan dan Olahraga (Diskepora) Provinsi Jambi mengutus

 

Pilbup Batanghari 2020
Selasa, 25 Juni 2019 15:15 WIB

Bermodal Raih 4.923 Suara di Pileg Lalu, Yuninta Asmara Disebut Layak Maju di Pilkada Batanghari


Bermodal Raih 4.923 Suara di Pileg Lalu, Yuninta Asmara Disebut Layak Maju di Pilkada Batanghari Kajanglako.com, Batanghari – Yuninta Asmara, istri

 

Selasa, 25 Juni 2019 14:54 WIB

Dinas Pendidikan Pemprov Disebut Tak Mampu Urus SMA/SMK, Ini Tanggapan Gubernur Fachrori


Dinas Pendidikan Pemprov Disebut Tak Mampu Urus SMA/SMK, Ini Tanggapan Gubernur Fachrori Kajanglako.com, Jambi – Pemerintah Provinsi Jambi melalui