Jumat, 22 Maret 2019

Kamis, 10 Januari 2019 19:11 WIB

Mediasi Alot, PT AAS Ngotot Tolak Ganti Rugi Kebun Warga Mandiangin

Reporter : Redaksi
Kategori : Berita Daerah

Suasana mediasi antara warga Mandiangin dengan manajemen PT AAS yang difasilitasi Pemkab Sarolangun

Kajanglako.com, Sarolangun - Upaya mediasi konflik penyerobotan lahan oleh PT Agronusa Alam Sejahtera (AAS) terhadap kebun warga 12 desa di Kecamatan Mandiangin, berjalan alot. 

Mediasi yang difasilitasi Pemerintah Kabupaten di ruang pola Kantor Bupati Sarolangun, Kamis (10/1). Bahkan berjalan memanas. 



Saking alotnya, mediasi konflik penyerobotan lahan yang disebut-sebut seluas 2.600 hektar tersebut berlangsung sekitar 6 jam dan tak kunjung menemui titik terang. 

Dalam mediasi tersebut, Pemkab Sarolangun terkesan tidak berkutik dengan perusahaan, karena PT AAS ngotot tidak mau ganti rugi kebun warga yang diserobot. 

"Kami merasa kecewa dengan sikap pemerintah yang tidak bisa melakukan penyetopan operasional perusahaan, sebelum ada kesepakatan," kata Sukirman, Koordinator Warga 12 Desa Mandiangin.

Melihat sikap perusahaan, Sukirman mengatakan jika warga siap mengibarkan bendera perang terhadap perusahaan.

Sementara itu, Direktur Utama PT AAS, Randi Aga, di dalam rapat mediasi mengatakan jika perusahaan tidak akan memberikan ganti rugi terhadap tanaman warga.

Bahkan, dalam rapat mediasi itu ia malah mengancam dan siap berkonflik dengan warga 12 desa di Kecamatan Mandiangin.

"Kita akan melayangkan surat ke Polda dan Polres untuk menjaga keamanan perusahaan," kata Randi Aga. 

Namun, setelah melaksanakan mediasi yang alot, di akhir kesepakatan Wakil  Bupati Sarolangun Hillalatil Badri mengutarakan bahwa penutupan perusahaan tidak akan dilakukan. Dan perusahaan pun melunak sehingga mau memberikan kompensasi kepada warga, namun bukan dalam bentuk ganti rugi, karena dalam peraturan Kementrian LHK tidak ada istilah ganti rugi. 

"Akan tetapi dengan catatan akan dilakukan mediasi kembali di Jakarta bersama Kementrian LHK, serta membuat tim terpadu dalam pengecekan ke lapangan untuk mencari kebenaran penggusuran tanaman tumbuh kebun karet warga 12 desa di Mandiangin," kata Hillalatil Badri, Wakil Bupati Sarolangun. (kjcom)


Tag : #Mandiangin #Konflik Lahan #PT Agronusa Alam Sejahtera



Berita Terbaru

 

Jumat, 22 Maret 2019 17:10 WIB

Pasca Banjir, Warga Banyak yang Terjangkit Penyakit Kulit


Kajanglako.com, Sarolangun - Pasca banjir yang melanda Kabupaten Sarolangun, Dinas Kesehatan Sarolangun menemukan banyak masyarakat yang terserang penyakit

 

Jumat, 22 Maret 2019 17:08 WIB

Kekurangan Bides, Dinkes Usulkan Bidan yang Lulus CPNS Ditempatkan di Desa


Kajanglako.com, Sarolangun - Hingga saat ini Kabupaten Sarolangun masih mengalami kekurangan tenaga Bidan Desa, terutama untuk desa yang baru dimekarkan

 

Jumat, 22 Maret 2019 16:49 WIB

KPU Sarolangun Kekurangan Surat Suara 84 Ribu Lembar


Kajanglako.com, Sarolangun - Setelah  selesai dilakukan pelipatan dan penyortiran kertas suara, KPU menemukan sekitar puluhan ribu lembar surat suara dinyatakan rusak

 

Jumat, 22 Maret 2019 16:38 WIB

Ratusan Personel Gabungan Ikuti Apel Pengaman Pemilu 2019


Kajanglako.com, Jambi - Jumat Pagi(22/3), digelar apel gabungan bersama ratusan Anggota TNI-Polri dan Pemprov Jambi serta komponen masyarakat guna mematangkan

 

Jumat, 22 Maret 2019 16:37 WIB

Bupati Mashuri Serahkan SK ke 200 CPNS Bungo


Kajanglako.com, Bungo - Bupati Bungo, Mashuri, menyerahkan Surat Keputusan (SK) kepada sebanyak 200 Calon Pegawai Negeri Sipil ( CPNS ), Jumat (22/03). Penyerahan