Jumat, 22 Maret 2019

Rabu, 09 Januari 2019 20:21 WIB

Permintaan Produk Kepayang Meningkat, KPH Limau Siapkan Lahan 40 Hektar

Reporter : Redaksi
Kategori : Berita Daerah

Berbagai produk olahan Kepayang hasil binaan KPHP Limau Ulu

Kajanglako.com, Sarolangun - Pohon Kepayang (Pangium Edule) merupakan salah satu jenis tanaman yang bernilai konservasi tinggi, secara turun temurun masyarakat Batang Asai mengolah biji kepayang menjadi minyak kepayang yang dimanfaatkan untuk keperluan sehari-hari. Seperti minyak goreng, obat tradisional, minyak urut dan lain sebagainya.

Minyak kepayang memilki keunggulan dari minyak goreng lainnya karena non kolestrol, membuat makanan lebih lezat dan nikmat, mengandung omega 3 yang tinggi dan alami. Selain itu, bisa digunakan untuk obat sakit gigi serta diolah menjadi hand body.



Misriadi, Kepala KHPH Limau Unit VII- Hulu Sarolangun- Jambi mengatakan, bahwa penggembangan biji kepayang menjadi berbagai produk berkualitas berawal sejak Januari 2015 lalu di Desa Sungai Bemban, Kecamatan Batang Asai.

"Setelah dipelajari minyak goreng tersebut rasanya sangat enak. Dan belum ada diproduksi di Indonesia maupun dunia, maka dari itu minyak kepayang dikembangkan dan dipasarkan hingga ke Jepang dan Denmark," kata Misriadi. 

"Bahwa minyak kepayang ini memiliki sejarah yang cukup lama, masyarakat Kabupaten Sarolangun sudah menggunakan minyak kepayang sebelum ada minyak goreng yang biasa digunakan seperti saat ini," katanya lagi. 

Dan KPHP Liman Ulu VII, kata Misriadi, sangat mendukung pelestarian dan pemanfaatan tanaman kepayang, masyarakat secara langsung mendapat manfaat dari hasil hutan tanpa harus merusak alam. Sehingga, masyarakat menyadari untuk menjaga  hutan agar tetap asri.

Untuk produksi pada tahun 2018 lalu, masyarakat Kecamatan Batang Asai, Limun dan Cermin Nan Gedang, bisa memproduksi minyak kepayang mencapai 1,8 ton pertahun. Sementara penjualan minyak kepayang masih fokus kepada pasar lokal, sebab belum bisa memenuhi permintaan pasar internasional yang sangat tinggi.

"Salah satu contoh permintaan pasar internasional saat ini yakni di Eropa, untuk 2019 meminta minyak kepayang sekitar 1 ton, kemudian Negara Jepang yang meminta ekspor 500 Kg," kata Misriadi. 

Walaupun permintaan internasional tinggi, pihak KPHP Limau Ulu VII tetap mendahulukan permintaan pasar lokal. Sementara untuk harga di pasar lokal KPH Limau menarifkan harga Rp50 hingga Rp70 ribu perkilogram dan untuk  tarif internasional Rp100 ribu perkilogram. 

"Dan untuk penggembangan ke depannya, kita sudah menyiapkan lahan di Desa Raden Anom dan Sungai Bemban, khusus kebun kepayang seluas 40 hektar di dua desa tersebut," katanya. 

Misriadi mengatakan pihaknya akan terus memperkenalkan minyak kepayang kepada masyarakat luas, baik di Indonesia sendiri maupun di luar negeri dengan cara mengikuti beberapa acara event dan pameran. (kjcom)


Tag : #Minyak Kepayang #KPHP Limau #Kepayang



Berita Terbaru

 

Jumat, 22 Maret 2019 16:49 WIB

KPU Sarolangun Kekurangan Surat Suara 84 Ribu Lembar


Kajanglako.com, Sarolangun - Setelah  selesai dilakukan pelipatan dan penyortiran kertas suara, KPU menemukan sekitar puluhan ribu lembar surat suara dinyatakan rusak

 

Jumat, 22 Maret 2019 16:38 WIB

Ratusan Personel Gabungan Ikuti Apel Pengaman Pemilu 2019


Kajanglako.com, Jambi - Jumat Pagi(22/3), digelar apel gabungan bersama ratusan Anggota TNI-Polri dan Pemprov Jambi serta komponen masyarakat guna mematangkan

 

Jumat, 22 Maret 2019 16:37 WIB

Bupati Mashuri Serahkan SK ke 200 CPNS Bungo


Kajanglako.com, Bungo - Bupati Bungo, Mashuri, menyerahkan Surat Keputusan (SK) kepada sebanyak 200 Calon Pegawai Negeri Sipil ( CPNS ), Jumat (22/03). Penyerahan

 

Jumat, 22 Maret 2019 13:41 WIB

Jumat Ini, Al Haris Sosialisasikan Program Subuh Berjamaah di Tabir Ulu


Kajanglako.com, Merangin - Setiap pagi Jumat Bupati Merangin, Al Haris, keliling kecamatan mensosialisasikan program Gerakan Pendidikan Subuh dan Subuh

 

Jumat, 22 Maret 2019 13:40 WIB

Target Baru Terealisasi 22 Persen, Samsat Merangin Akan Turun ke Kecamatan dan Razia Kendaraan


Kajanglako.com, Merangin - Samsat Merangin tahun 2019 ini ditargetkan pendapatan Rp26 Miliar, sejauh ini dari target yang ditetapkan tersebut baru terealisasi