Jumat, 18 Januari 2019


Jumat, 04 Januari 2019 21:06 WIB

Bawaslu Batanghari Jalani Sidang Etik Perdana Terkait Laporan Terhadap Yuninnta

Reporter : Redaksi
Kategori : Berita Politik

Sidang kode etik perdana Bawaslu Batanghari yang digelar oleh DKPP di KPU Provinsi Jambi/ foto: ist

Kajanglako.com, Jambi - Bawaslu Batanghari menjalani sidang kode etik perdana, yang digelar oleh Dewan Kehormatan Penyelenggara Pemilu (DKPP) RI.

Sidang Kode Etik Penyelenggara Pemilu ini digelar di KPU Provinsi Jambi, Jumat (4/1).



Pimpinan Bawaslu Provinsi Jambi, Afrizal selaku Tim Pemeriksa Daerah (TPD) mengatakan, sidang kode etik untuk Bawaslu Batanghari ini dilakukan karena ketidakpuasan terhadap sikap dan hasil yang di Bawaslu Batanghari.

"Karena yang disidangkan adalah Bawaslu, maka tempatnya di KPU," kata Afnizal.

Sidang kode etik ini diketua Profesor Muhammad, dari DKPP RI.

Dalam sidang tersebut hadir para teradu, Indra Tritusian, Andi Kurnia dan Iskandar, ketiganya merupakan Pimpinan Bawaslu Batanghari.

Wawan sebagai Pengadu (Penasehat Hukum) pada sidang kode etik DKPP RI untuk teradu Bawaslu Batanghari menyebutkan, pihaknya menyampaikan pada 17 Oktober 2018 terkait dugaan tindak pidana Pemilu berupa kampanye Yuninnta Asmara Caleg DPRD Batanghari Dapil 1 nomor urut 1 dari Golkar yang melibatkan ASN.

"Tidak bisa diregister karena tidak memenuhi syarat formil," kata Wawan di sidang kode etik.

Waktu itu Yuninnta Asmara menghadiri acara Inovasi Desa di Gedung Pemuda Muarabulian, dalam acara tersebut hadir juga Sekda Batanghari Bahtiar, saat di sesi foto bersama, Yuninnta bersama Sekda Bahtiar mengacungkan jari membentuk angka 1. Yang merupakan nomor urutnya di Pileg 2019.

Yuninnta sendiri telah memenuhi panggilan Bawaslu Batanghari, dia mengklarifikasi jika salam satu jari tersebut merupakan salam Inovasi Desa.

Pihak teradu dari Bawaslu Batanghari membenarkan menerima laporan tindak pidana Pemilu terkait dugaan kampanye dengan ASN terkait penunjukan jari yang disinyalir sebagai angka 1.

"Kami sudah sesuai dengan prosedur. Dinyatakan tidak diregister, karena waktu laporan diketahui terjadinya pada 26 September," kata Pimpinan Bawaslu Batanghari. (kjcom/*)


Tag : #Bawaslu Batanghari #DKPP RI #Yuninnta Asmara #Bawaslu



Berita Terbaru

 

Jumat, 18 Januari 2019 20:15 WIB

Kunker ke Kerinci, Fachrori Bicara Pentingnya Pendidikan dan Kesehatan


Kajanglako.com, Jambi - Plt Gubernur Jambi, Fachrori Umar, menyampaikan pesan pentingnya pendidikan dan kesehatan menjelang pelaksanaan ibadah Salat Jumat

 

Jumat, 18 Januari 2019 19:55 WIB

Penuhi Panggilan Bawaslu, Sutan Adil Menolak Disebut Diperiksa


Kajanglako.com, Jambi – Kasus pembagian Beasiswa Program Indonesia Pintar (PIP) yang diduga dijadikan jualan politik oleh lima Caleg Gerindra, termasuk

 

Warga Tenggelam
Jumat, 18 Januari 2019 17:52 WIB

Petani yang Terseret Arus di Sungai Tembesi Ditemukan Tewas


Kajanglako.com, Merangin - Sarmidi (35), warga Desa Rantau Panjang, Kecamatan Muara Siau yang terseret arus sungai Tembesi pada Rabu (16/1) lalu, berhasil

 

Jumat, 18 Januari 2019 13:30 WIB

SK Pemberhentian Zola sebagai Gubernur Sudah Diteken Presiden


Kajangalako,com. Jambi - SK pemberhentian Zumi Zola sebagai Gubernur Jambi periode 2016-2021 akhirnya ditandatangani Presiden RI, Joko Widodo. Kabar ini

 

Jumat, 18 Januari 2019 11:33 WIB

Jualan Sabu, Pegawai Honorer Ditangkap saat Menunggu Pembeli


Kajanglako.com, Merangin - Satresnarkoba Polres Merangin kembali berhasil mengamankan seorang pelaku penyalahgunaan Narkotika. Kali ini seorang pegawai