Jumat, 22 Maret 2019

Jumat, 04 Januari 2019 21:06 WIB

Bawaslu Batanghari Jalani Sidang Etik Perdana Terkait Laporan Terhadap Yuninnta

Reporter : Redaksi
Kategori : Berita Politik

Sidang kode etik perdana Bawaslu Batanghari yang digelar oleh DKPP di KPU Provinsi Jambi/ foto: ist

Kajanglako.com, Jambi - Bawaslu Batanghari menjalani sidang kode etik perdana, yang digelar oleh Dewan Kehormatan Penyelenggara Pemilu (DKPP) RI.

Sidang Kode Etik Penyelenggara Pemilu ini digelar di KPU Provinsi Jambi, Jumat (4/1).



Pimpinan Bawaslu Provinsi Jambi, Afrizal selaku Tim Pemeriksa Daerah (TPD) mengatakan, sidang kode etik untuk Bawaslu Batanghari ini dilakukan karena ketidakpuasan terhadap sikap dan hasil yang di Bawaslu Batanghari.

"Karena yang disidangkan adalah Bawaslu, maka tempatnya di KPU," kata Afnizal.

Sidang kode etik ini diketua Profesor Muhammad, dari DKPP RI.

Dalam sidang tersebut hadir para teradu, Indra Tritusian, Andi Kurnia dan Iskandar, ketiganya merupakan Pimpinan Bawaslu Batanghari.

Wawan sebagai Pengadu (Penasehat Hukum) pada sidang kode etik DKPP RI untuk teradu Bawaslu Batanghari menyebutkan, pihaknya menyampaikan pada 17 Oktober 2018 terkait dugaan tindak pidana Pemilu berupa kampanye Yuninnta Asmara Caleg DPRD Batanghari Dapil 1 nomor urut 1 dari Golkar yang melibatkan ASN.

"Tidak bisa diregister karena tidak memenuhi syarat formil," kata Wawan di sidang kode etik.

Waktu itu Yuninnta Asmara menghadiri acara Inovasi Desa di Gedung Pemuda Muarabulian, dalam acara tersebut hadir juga Sekda Batanghari Bahtiar, saat di sesi foto bersama, Yuninnta bersama Sekda Bahtiar mengacungkan jari membentuk angka 1. Yang merupakan nomor urutnya di Pileg 2019.

Yuninnta sendiri telah memenuhi panggilan Bawaslu Batanghari, dia mengklarifikasi jika salam satu jari tersebut merupakan salam Inovasi Desa.

Pihak teradu dari Bawaslu Batanghari membenarkan menerima laporan tindak pidana Pemilu terkait dugaan kampanye dengan ASN terkait penunjukan jari yang disinyalir sebagai angka 1.

"Kami sudah sesuai dengan prosedur. Dinyatakan tidak diregister, karena waktu laporan diketahui terjadinya pada 26 September," kata Pimpinan Bawaslu Batanghari. (kjcom/*)


Tag : #Bawaslu Batanghari #DKPP RI #Yuninnta Asmara #Bawaslu



Berita Terbaru

 

Jumat, 22 Maret 2019 16:49 WIB

KPU Sarolangun Kekurangan Surat Suara 84 Ribu Lembar


Kajanglako.com, Sarolangun - Setelah  selesai dilakukan pelipatan dan penyortiran kertas suara, KPU menemukan sekitar puluhan ribu lembar surat suara dinyatakan rusak

 

Jumat, 22 Maret 2019 16:38 WIB

Ratusan Personel Gabungan Ikuti Apel Pengaman Pemilu 2019


Kajanglako.com, Jambi - Jumat Pagi(22/3), digelar apel gabungan bersama ratusan Anggota TNI-Polri dan Pemprov Jambi serta komponen masyarakat guna mematangkan

 

Jumat, 22 Maret 2019 16:37 WIB

Bupati Mashuri Serahkan SK ke 200 CPNS Bungo


Kajanglako.com, Bungo - Bupati Bungo, Mashuri, menyerahkan Surat Keputusan (SK) kepada sebanyak 200 Calon Pegawai Negeri Sipil ( CPNS ), Jumat (22/03). Penyerahan

 

Jumat, 22 Maret 2019 13:41 WIB

Jumat Ini, Al Haris Sosialisasikan Program Subuh Berjamaah di Tabir Ulu


Kajanglako.com, Merangin - Setiap pagi Jumat Bupati Merangin, Al Haris, keliling kecamatan mensosialisasikan program Gerakan Pendidikan Subuh dan Subuh

 

Jumat, 22 Maret 2019 13:40 WIB

Target Baru Terealisasi 22 Persen, Samsat Merangin Akan Turun ke Kecamatan dan Razia Kendaraan


Kajanglako.com, Merangin - Samsat Merangin tahun 2019 ini ditargetkan pendapatan Rp26 Miliar, sejauh ini dari target yang ditetapkan tersebut baru terealisasi