Kamis, 21 Maret 2019

Sabtu, 22 Desember 2018 13:59 WIB

Festival Kampung Senaung 2018 Dibuka Meriah, Kadis PMD Provinsi : Jangan Berhenti Sampai Disini Saja

Reporter : Wenny Ira R
Kategori : Ragam

Pembukaan Festival Kampung Senaung 2018 berlangsung meriah (Foto:Kajanglako/Wenny)

Kajanglako.com, Muaro Jambi - Perlahan barisan kompangan menabuh alat musik bulat pipih yang terbuat dari kulit sapi dan terdiri dari berbagai ukuran itu. Di belakang mereka berjalan mengikuti barisan lelaki dewasa menggunakan pakaian adat khas melayu yang terdiri dari baju teluk belengo dan celana panjang  berwarna- warni,dilengkapi kain sarung maupun songket yang  melilit di pinggang, sebuah peci hitam dikenakan di kepala. Sementara perempuan menggunakan baju kurung warna-warni dan kain batik sebagai bawahan, di kepala mereka yang tertutup jilbab, sebuah model tekuluk ke umo dikenakan.

Mereka semua yang berbaju kurung dan bertekuluk serta mengenakan teluk belengo itu, merupakan kepala desa dan perangkat, tokoh adat, perwakilan perempuan beserta tokoh penting lainnya. Semuanya berjalan penuh wibawa dan anggun diiringi kompangan pada bagian depan dan rebana siam yang selain dilengkapi dengan alat rebana, juga dilengkapi dengan sebuah gong perunggu yang ditabuh bertalu-talu mengiringi rebana pada bagian belakang. Diantara mereka berbaur mengikuti barisan panjang yang berjalan dengan khidmat ini, yaitu para undangan dan masyarakat menuju arena Festival Kampung Senaung 2018.



Barisan panjang arak-arakkan ini melewati jalan rabat beton yang dibangun membelah perkampungan di pinggir bagian sungai Batanghari. Rumah-rumah panggung dari kayu yang menyimpan cerita lama tentang sebuah kampung bernama Senaung ini, menjadi pemandangan yang dijumpai oleh barisan. Orang-orang pun berjejal di muka rumah menyaksikan mereka.

Barisan arak-arakkan bahkan melewati sebuah rumah yang berusia kurang lebih tiga ratus lima puluh tahun yang dibiarkan rapuh termakan waktu dan berdiri sunyi di sebelah rumah batu keturunan pemilik rumah yang masih ada saat ini. Sebelumnya, mereka juga melewati sebuah masjid yang dibangun pada abad ke-18 dan saat ini arsitekturnya telah direnovasi menjadi bangunan batu, bukan panggung seperti asalnya.

Sampai di arena festival yang terletak tepat di pinggir sungai, sebuah spanduk bertuliskan Festival Kampung Senaung 2018 menyambut barisan arak-arakkan yang berhenti. Warga antusias berkerumun disekitarnya. Dua orang laki-laki berseragam hitam menyambut barisan dengan pencak silat selamat datang, kemudian menyalami petinggi kampung dan mempersilahkan semuanya menuju tenda kehormatan untuk duduk.

Di depan tenda kehormatan itu, berdiri sebuah panggung terbuka yang di belakangnya tersaji pemandangan sungai Batanghari nan elok. Panggung itu hanya dihiasi jerami di atas papan alasnya dan janur kelapa di pinggir panggung. Sebuah tangkul , alat tradisional penangkap ikan tergantung di atas panggung lengkap dengan jaring penangkap ikannya yang terbentang lebar. Di kiri-kanan panggung dua buah bubu penangkap ikan yang terbuat dari bambu diletakkan diatas  masing-masing instalasi kayu yang disusun membentuk piramid. Selain bubu, juga diletakkan tegak melintang dua buah perahu dan digantung jaring ikan di tengah bagian piramid pada masing-masingnya.

Dua orang pembawa acara yang juga berpakaian teluk belengo dan baju kurung serta bertekuluk ke umo, menyambut hadirin. Mereka memandu rebana siam untuk bermain di atas panggung sambil menyenandungkan ayat-ayat Al-qur’an dari kitab berzanji yang dipegang oleh seorang anak laki-laki di tengah pemain Rebana Siam yang berjumlah sekitar tujuh orang itu.

Setelahnya, pencak silat melayu dipersilahkan menghibur hadirin yang sempat terpukau dengan permainan parang mereka sebagai properti jurus silat. Rebana Siam yang pemainnya rata-rata berumur tujuh puluh tahun lebih itu, setia mengiringi langkah dan gerak pesilat dari atas panggung.

Usai silat, panggung diisi dengan laporan panitia Festival Kampung Senaung 2018. Pantia melaporkan bahwa festival yang merupakan ajang perayaan ke dua kalinya setelah tahun 2017 lalu ini, membawa perkembangan dibanding tahun lalu. Diantaranya, kampung Senaung yang saat ini lekat dengan sebutan Desa Senaung itu telah berhasil menginisiasi terwujudnya sebuah kamus bahasa dusun Senaung yang di-launching dan dibedah serta didiskusikan dengan berbagai elemen masyarakat pada 13 Desember 2018 lalu.

Tak hanya itu, sebuah film yang dibuat oleh pemuda Senaung berjudul Royat Bengen yang mengangkat kehidupan masyarakat Senaung, telah berhasil diproduksi dan akan diputar pada 22 Desember 2018.

Selain kamus dan film, desa juga menyebutkan digelarnya tradisi sedekah payo sebagai upaya memohon berkat kepada Tuhan jika akan menanam padi sebagai rangkain festival untuk memperkenalkan tradisi pertanian desa Senaung yang terletak di Kecamatan Jambi Luar Kota, Kabupaten Muaro Jambi, Provinsi Jambi ini.

Kepala dinas Pemberdayaan Masyarakat Desa (PMD) Provinsi Jambi yang hadir pada festival tersebut dan diberikan kesempatan untuk memberikan kata sambutan, menyampaikan bahwa ia sangat antusias dan mengapresiasi festival. Baginya desa Senaung telah membuat jalan pemberdayaan melalui  pelembagaan isu pelestarian budaya dan kearifan lokal yang menarik dan ia menilai Senaung telah mampu bekerjasama dengan berbagai pihak.

Kegiatan festival ini dipesankannya tidak hanya berhenti pada tahun 2018 ini saja, sebab ia ingin kegiatan pemberdayaan yang tak banyak dilakukan desa-desa lain ini menjadi inovasi desa Senaung yang dapat diikuti oleh desa-desa lainnya. Sehingga anggaran desa tidak hanya terserap ke infrastruktur.Selesai sambutan, kepala dinas PMD diberikan kehormatan menabuh gong bersama undangan yang hadir sebagai simbol dibukanya Festival Kampung Senaung 2018.

Berbagai tarian menyemarakkan pembukaan festival yang penuh sesak dikerumuni oleh warga Senaung maupun warga di luar Senaung yang ingin menyaksikan. Tarian persembahan keluar sebagai bentuk penghormatan kepada para tamu. Tak kalah menariknya juga terdapat tari batik yang ditarikan oleh kanak-kanak desa Senaung sebagai makna apresiasi terhadap kain batik Jambi.

Tari belarak pengantin disambut riuh oleh hadirin. Tarian ini menyimbolkan keceriaan mengiringi pengantin. Tari yang dibawakan oleh remaja Senaung ini sedikit menampilkan atraksi yang energik dan dinamis meskipun membawakan cerita tentang kearifan lokal.

Terdapat juga tarian lain yang tak kalah menarik menyimbolkan kearifan lokal yang ada dan ditarikan oleh gadis-gadis cantik nan molek , membawa selendang kuning dan berlenggok gemulai menghibur hadirin dan tamu undangan dari berbagai kalangan termasuk pejabat instansi Kabupaten Muaro  Jambi dan Provinsi Jambi.

Tak puas hanya menyaksikan pertunjukkan di panggung, hadirin juga banyak memilih melakukan swafoto di spot foto sebelah panggung yang bertuliskan  Senaung. Di area sekitar panggung juga tersaji beragam kuliner tradisional yang laris manis diserbu pengunjung. Kedua spot ini sama sesaknya dikerumuni pengunjung warga Senaung dan di luar Senaung.

Acara yang diharapkan dapat mengangkat Senaung kepada kegiatan-kegiatan wisata provinsi dan nasional ,serta berdampak pada perekonomian dan tercipta sumber daya manusia Senaung yang kreatif pada orasi kepala kampungnya ini, merupakan kerjasama antara Pemerintah Desa Senaung beserta Prodi Ilmu Pemerintahan dan Prodi Ilmu Komunikasi STISIP Nurdin Hamzah, Grindsick, Rambu House, RAW, Genpi dan berbagai media partner termasuk Kajanglako.com.

Festival Kampung dilaksanakan selama tiga hari dari 21 sampai dengan 23 Desember 2018 dengan beragam kegiatan budaya, seni, tradisi, dan segala potensi yang ada di Senaung. (Kjcom)

 

 


Tag : #Muaro Jambi #Jambi #Senaung #Festival Kampung 2018 #Budaya #daerah



Berita Terbaru

 

Rabu, 20 Maret 2019 21:38 WIB

Gubernur Fachrori dan Bupati Romi Panen Benih Padi di Simpang Datuk


Kajanglako.com, Tanjung Jabung Timur - Dalam mewujudkan kemandirian benih di Kabupaten Tanjung Jabung Timur (Tanjabtim), penangkaran padi kegiatan pembenihan

 

Rabu, 20 Maret 2019 21:37 WIB

Di Pra Musrenbang, Sekda Dianto Marah-marah dan Luapkan Kekecewaan


Kajanglako.com, Jambi - Sekda Provinsi Jambi, M Dianto, meluapkan kekecewaannya saat membuka Rakor Pra Musrenbang yang digelar Bappeda Provinsi Jambi,

 

Rabu, 20 Maret 2019 21:20 WIB

Ciptakan Pemilu Damai, Bupati Safrial: Tanggung Jawab Semua Lintas Sektor


Kajanglako.com, Tanjung Jabung Barat - Guna menciptakan Pemilihan Umum (Pemilu) Serentak Tahun 2019 yang sejuk, aman dan damai. Pemerintah Tanjung Jabung

 

Rabu, 20 Maret 2019 21:19 WIB

Sekda Dianto Beberkan Kendala Penyaluran Alokasi DAK Fisik dan Dana Desa


Kajanglako.com, Jambi – Sekretaris Daerah (Sekda) Provinsi Jambi, M Dianto berharap agar Dana Alokasi Khusus (DAK) Fisik dan Dana Desa disalurkan

 

Rabu, 20 Maret 2019 19:08 WIB

Parah!! Staf Perempuan Minta Tandatangan Surat Pindah, Kabiro AUPK UIN Minta Pesan Kamar Hotel Dahulu


Kajanglako.com. Jambi - Dugaan pelecehan seksual yang dilakukan oleh J, Kabiro Administrasi Umum Perencanaan dan Keuangan (AUPK) UIN STS Jambi, kepada