Selasa, 25 Juni 2019


Selasa, 11 Desember 2018 20:19 WIB

Cabai hingga Trigona, Potensi Mahad Aljamiah jadi Kawasan Ekowisata

Reporter : Redaksi
Kategori : Ragam

BI Jambi melihat program terintegrasi di Mahad Jamiah merupakan roadmap pengembangan perekenomian pesantren, dengan harapan UIN Jambi sebagai inisiator Mahad dengan kawasan ekowisata (pariwisata berwawasan lingkungan) di Indonesia/ foto: kajanglako.c

Kajanglako.com, Jambi – Tak usah diragukan lagi, Kantor Perwakilan Bank Indonesia (BI) Provinsi Jambi begitu menaruh perhatian besar terhadap pengembangan UMKM di Jambi.

Bukan hanya kepada pelaku industri rumahan dan klaster, perhatian juga ditujukan BI kepada pengembangan kemandirian ekonomi pesantren.



Di Jambi, Mahad Aljamiah UIN Sultan Thaha Syaifudin mendapat pembinaan dari BI sejak tahun 2017.

Lahan Setengah Hektar, Panen 6 Ton Cabai

BI dengan jeli melihat potensi lahan pertanian yang belum dimanfaatkan di areal Mahad, BI kemudian melakukan analisis dan survey, sehingga dipilihlah cabai merah. Mengingat cabai juga merupakan komoditi penyumbang inflasi.

Upaya pertama yang dilakukan BI dengan membentuk Kelompok Tani Al-Aqso, penguatan kelembagaan baik administrasi maupun tata kelola keuangan Mahad Aljamiah.

Untuk budidaya cabai, BI Jambi membantu teknologi irigasi, pupuk, bibit dan obat-obatan hingga mendatangkan praktisi. Anggaran kemitraan yang dikucurkan BI sekitar Rp58 juta.

Lewat tangan dingin dan bimbingan Praktisi Tanaman Holtikultura, Sobirin. Dengan periode tanam 10 bulan. Ketelatenan Poktan Al-Aqso berhasil memanen 6 ton cabai, dari target 8 ton. Hebatnya, budidaya cabai ini hanya mengandalkan lahan seluas setengah hektar, hasil dari penjualan cabai, didapat omset sekitar Rp180 juta.

“Ada keuntungan sekitar Rp100 juta. Sedangkan sisanya merupakan modal dari BI Rp58 juta ditambah urunan dewan pengajar di Mahad sekitar Rp20 juta yang digunakan untuk perawatan dan biaya panen,” kata Ustadz Abu Mansur, Ketua Poktan Al-Aqso.

Hasil Panen Cabai, Mahad Budidaya Melon Hibrida

Melihat hasilnya, Poktan Al Aqso makin termotivasi mencoba budidaya komoditi lainnya. BI Jambi pun juga makin bersemangat melakukan pendampingan.

Masih di bawah bimbingan Sobirin dan tetap memanfaatkan lahan setengah hektar tadi, akhirnya dipilih melon hibrida pada periode tanam berikutnya. Kali ini, BI tak lagi menyuntikkan bantuan, modal budidaya melon 100 persen dari hasil panen cabai.

“Kita tak lagi kucurkan bantuan, kemitraan BI hanya pendampingan,” kata Konsultan Pengembangan UMKM BI, Kemas Muhammad Syafii.

Poktan Al-Aqso menargetkan panen 24 ton melon, mereka saat ini tinggal menunggu proses panen setelah melakukan pengelolaan sekitar 4 bulan.

“Diperkirakan akhir Desember atau awal Januari tahun depan melon bisa dipanen,” kata Sobirin, Praktisi Holtikultura.

BI dan Mahad Tabur 4.000 Benih Patin

Keberhasilan budidaya cabai dan melon, serta adanya lahan terintegrasi yang dimiliki Mahad Aljamiah. BI dan Poktan Al-Aqso sepakat kembali bermitra dalam budidaya ikan patin, 4 ribu benih patin ditabur ke kolam galian di kawasan Mahad.

“Budidaya patin ini BI juga tak lagi membantu penuh dalam hal permodalan, BI hanya membantu 1.000 benih, kerambah 3 unit, sebagian bahan pakan dan mesin pembuat pakan mandiri. Selebihnya merupakan modal Poktan Al-Aqsho,” kata Konsultan BI, Kemas Syafii.

Dalam 5 bulan ke depan patin bisa dipanen. Target panen sekitar 2,4 ton. Soal pemasaran patin, BI juga menggandeng tenaga ahli yang sekaligus pelaku pasar ikan patin di Jambi.

“Setiap praktisi yang kita datangkan memang memiliki market yang baik, jadi mereka juga bantu pemasaran,” kata Syafii.

Potensi Budidaya Lebah Trigona

Cabai, melon dan patin belum cukup bagi Mahad dan BI. Terbaru BI juga memberi pelatihan budidaya Lebah Trigona. BI mendatangkan praktisi dari Lampung untuk memberikan simulasi sekaligus tata cara budidaya.

“Madu yang dihasilkan lebah Trigona memiliki kualitas 8 kali lebih bagus dibandingkan Madu Sialang,” kata Edo, Petani Madu Trigona.

Lebah Trigona tak terlalu sulit dicari, lebah yang tak memiliki sengat ini umumnya bersemayam di pohon rambutan, kelapa, karet hingga akasia. Proses budidaya Lebah Trigona juga cukup mudah dilakukan oleh siapapun.

Harga Madu Trigona sekitar Rp600 ribu/liter. Madu diekspor ke Jepang dan Thailand.

Foto: Mahasiswa Mahad Aljamiah UIN Jambi mendapat pelatihan budidaya Lebah Trigona

BI melihat potensi besar lingkungan Mahad, pepohonan akasia sebagai sumber makanan lebah membantu serbuk sari tanaman horti dan terdapat koloni Trigona di lingkungan Mahad Aljamiah. Potensi tingginya permintaan pasar terhadap propolis yang dihasilkan Lebah Trigona, juga menjadi pertimbangan BI memberikan pelatihan.

Program terintegrasi di Mahad Jamiah merupakan roadmap pengembangan perekonomian pesantren, dengan harapan UIN Jambi sebagai inisiator Mahad dengan kawasan ekowisata (pariwisata berwawasan lingkungan) di Indonesia.

“Pendampingan dari BI begitu berdampak. Bagi mahasiswa ada ilmu yang diserap, bagi dewan pengajar di Mahad ada income yang didapat. Kami juga bisa memperbaiki sejumlah fasilitas di Mahad, begitu juga dana kegiatan bagi organisasi,” kata Abu Mansur.

Melalui PSBI, BI konsisten mewarnai UMKM di Jambi yang dipadupadankan dengan konsep hulu dan hilir yang matang. (kjcom)


Tag : #Bank Indonesia #BI Jambi #Program Sosial Bank Indonesia #UIN Jambi #Lebah Trigona #Melon Hibrida



Berita Terbaru

 

Pidana Pemilu
Selasa, 25 Juni 2019 18:02 WIB

Akui Coblos Sisa Surat Suara di Persidangan, Ini Tuntutan JPU kepada Terdakwa


Akui Coblos Sisa Surat Suara di Persidangan, Ini Tuntutan JPU kepada Terdakwa Kajanglako.com, Sarolangun – Sedikitnya lima orang terdakwa tindak

 

Selasa, 25 Juni 2019 17:40 WIB

HUT Bhayangkara ke 73, Polri dan TNI Kunjungi Kediaman Suku Anak Dalam


HUT Bhayangkara ke 73, Polri dan TNI Kunjungi Kediaman Suku Anak Dalam Kajanglako.com, Sarolangun – Polri dan TNI berkunjung ke kediaman Suku Anak

 

Sail Nias Sumut 2019
Selasa, 25 Juni 2019 17:29 WIB

Tiga Anak Muda ini Wakili Jambi di Sail Nias Sumut 2019


Tiga Anak Muda ini Wakili Jambi di Sail Nias Sumut 2019 Kajanglako.com, Jambi – Dinas Kepemudaan dan Olahraga (Diskepora) Provinsi Jambi mengutus

 

Pilbup Batanghari 2020
Selasa, 25 Juni 2019 15:15 WIB

Bermodal Raih 4.923 Suara di Pileg Lalu, Yuninta Asmara Disebut Layak Maju di Pilkada Batanghari


Bermodal Raih 4.923 Suara di Pileg Lalu, Yuninta Asmara Disebut Layak Maju di Pilkada Batanghari Kajanglako.com, Batanghari – Yuninta Asmara, istri

 

Selasa, 25 Juni 2019 14:54 WIB

Dinas Pendidikan Pemprov Disebut Tak Mampu Urus SMA/SMK, Ini Tanggapan Gubernur Fachrori


Dinas Pendidikan Pemprov Disebut Tak Mampu Urus SMA/SMK, Ini Tanggapan Gubernur Fachrori Kajanglako.com, Jambi – Pemerintah Provinsi Jambi melalui