Jumat, 22 Maret 2019

Selasa, 11 Desember 2018 18:31 WIB

Dirikan Tenda, Warga Mandiangin dari 12 Desa Duduki Kantor Bupati

Reporter : Redaksi
Kategori : Berita Daerah Hukrim

Warga 12 desa di Mandiangin mendirikan tenda di Kantor Bupati Sarolangun, mereka menuntut penyelesaian konflik dengan PT AAS yang menyerobot lahan karet warga

Kajanglako.com, Sarolangun – Buntut dari kisruh antara warga 12 Desa di Kecamatan Mandiangin dengan PT AAS, ratusan warga mendatangi Kantor Bupati Sarolangun dan  mendirikan tenda.

Kedatangan warga meminta kejelasan kepada Pemkab Sarolangun terkait konflik yang terjadi antara mereka dengan PT AAS yang telah melakukan penyerobotan lahan karet warga sekitar  2.600 hektar.



Dalam aksinya warga akan mendiamin kawasan Kantor Bupati dengan mendirikan tenda, warga juga terlihat memasak di luar tenda, sejumlah spanduk bernada protes juga dibentangkan warga, di antaranya spanduk yang bertuliskan "Stop Kegiatan Operasional PT AAS Selama Belum Melakukan Ganti Rugi Kebun Masyarakat Yang Digusur".

“Aksi ini dilakukan karena sebelumnya Pemkab Sarolangun telah berjanji akan melakukan mediasi antara warga 12 Desa di Kecamatan Mandiangin dengan PT AAS di Kantor Camat Mandiangin. Namun, tidak satu pun pihak perusahaan hadir diwaktu yang telah ditentukan,” kata Sukiman, Korlap Aksi.

Dikatakannya, jika konflik warga dengan PT AAS telah berjalan 6 tahun. Ia berharap ada kejelasan dari pemerintah, apakah bisa memfasilitasi mereka untuk melakukan mediasi dengan perusahaan.

“Atau membiarkan kami melakukan aksi sendiri," katanya.

Dalam aksi ini, perwakilan warga melakukan mediasi di Ruang Pola Kantor Bupati Sarolangun, mediasi dihadiri Sekda Sarolangun Tabrani, Asisten I Arif Ampera, Ketua DPRD Sarolangun serta pihak perusahaan yang diwakilkan Firman Purba, Manager Lapangan PT AAS.

Dalam  mediasi, warga bersitegang menuntut perusahaan melakukan ganti rugi penyerobotan lahan karet warga.

Firman Purba, Perwakilan PT AAS mengatakan bahwa perusahaan mengelola hutan Negara dan  semua izin dari Kementerian Kehutanan. Untuk itu, pihak perusahaan tidak mau mengganti rugi  karena yang dikelola adalah milik Negara.

Sementara, Ketua DPRD Sarolangun, Saihu mengatakan, berusaha akan melakukan mediasi dan meminta perusahaan tidak ada alasan untuk memungkiri ganti rugi tersebut.

“Perusahaan agar menepati janji untuk melakukan mediasi pengganti rugi lahan karet warga,” kata Saihu. (kjcom)


Tag : #Mandiangin #Sarolangun



Berita Terbaru

 

Jumat, 22 Maret 2019 17:10 WIB

Pasca Banjir, Warga Banyak yang Terjangkit Penyakit Kulit


Kajanglako.com, Sarolangun - Pasca banjir yang melanda Kabupaten Sarolangun, Dinas Kesehatan Sarolangun menemukan banyak masyarakat yang terserang penyakit

 

Jumat, 22 Maret 2019 17:08 WIB

Kekurangan Bides, Dinkes Usulkan Bidan yang Lulus CPNS Ditempatkan di Desa


Kajanglako.com, Sarolangun - Hingga saat ini Kabupaten Sarolangun masih mengalami kekurangan tenaga Bidan Desa, terutama untuk desa yang baru dimekarkan

 

Jumat, 22 Maret 2019 16:49 WIB

KPU Sarolangun Kekurangan Surat Suara 84 Ribu Lembar


Kajanglako.com, Sarolangun - Setelah  selesai dilakukan pelipatan dan penyortiran kertas suara, KPU menemukan sekitar puluhan ribu lembar surat suara dinyatakan rusak

 

Jumat, 22 Maret 2019 16:38 WIB

Ratusan Personel Gabungan Ikuti Apel Pengaman Pemilu 2019


Kajanglako.com, Jambi - Jumat Pagi(22/3), digelar apel gabungan bersama ratusan Anggota TNI-Polri dan Pemprov Jambi serta komponen masyarakat guna mematangkan

 

Jumat, 22 Maret 2019 16:37 WIB

Bupati Mashuri Serahkan SK ke 200 CPNS Bungo


Kajanglako.com, Bungo - Bupati Bungo, Mashuri, menyerahkan Surat Keputusan (SK) kepada sebanyak 200 Calon Pegawai Negeri Sipil ( CPNS ), Jumat (22/03). Penyerahan