Jumat, 18 Januari 2019


Selasa, 11 Desember 2018 18:31 WIB

Dirikan Tenda, Warga Mandiangin dari 12 Desa Duduki Kantor Bupati

Reporter : Redaksi
Kategori : Berita Daerah Hukrim

Warga 12 desa di Mandiangin mendirikan tenda di Kantor Bupati Sarolangun, mereka menuntut penyelesaian konflik dengan PT AAS yang menyerobot lahan karet warga

Kajanglako.com, Sarolangun – Buntut dari kisruh antara warga 12 Desa di Kecamatan Mandiangin dengan PT AAS, ratusan warga mendatangi Kantor Bupati Sarolangun dan  mendirikan tenda.

Kedatangan warga meminta kejelasan kepada Pemkab Sarolangun terkait konflik yang terjadi antara mereka dengan PT AAS yang telah melakukan penyerobotan lahan karet warga sekitar  2.600 hektar.



Dalam aksinya warga akan mendiamin kawasan Kantor Bupati dengan mendirikan tenda, warga juga terlihat memasak di luar tenda, sejumlah spanduk bernada protes juga dibentangkan warga, di antaranya spanduk yang bertuliskan "Stop Kegiatan Operasional PT AAS Selama Belum Melakukan Ganti Rugi Kebun Masyarakat Yang Digusur".

“Aksi ini dilakukan karena sebelumnya Pemkab Sarolangun telah berjanji akan melakukan mediasi antara warga 12 Desa di Kecamatan Mandiangin dengan PT AAS di Kantor Camat Mandiangin. Namun, tidak satu pun pihak perusahaan hadir diwaktu yang telah ditentukan,” kata Sukiman, Korlap Aksi.

Dikatakannya, jika konflik warga dengan PT AAS telah berjalan 6 tahun. Ia berharap ada kejelasan dari pemerintah, apakah bisa memfasilitasi mereka untuk melakukan mediasi dengan perusahaan.

“Atau membiarkan kami melakukan aksi sendiri," katanya.

Dalam aksi ini, perwakilan warga melakukan mediasi di Ruang Pola Kantor Bupati Sarolangun, mediasi dihadiri Sekda Sarolangun Tabrani, Asisten I Arif Ampera, Ketua DPRD Sarolangun serta pihak perusahaan yang diwakilkan Firman Purba, Manager Lapangan PT AAS.

Dalam  mediasi, warga bersitegang menuntut perusahaan melakukan ganti rugi penyerobotan lahan karet warga.

Firman Purba, Perwakilan PT AAS mengatakan bahwa perusahaan mengelola hutan Negara dan  semua izin dari Kementerian Kehutanan. Untuk itu, pihak perusahaan tidak mau mengganti rugi  karena yang dikelola adalah milik Negara.

Sementara, Ketua DPRD Sarolangun, Saihu mengatakan, berusaha akan melakukan mediasi dan meminta perusahaan tidak ada alasan untuk memungkiri ganti rugi tersebut.

“Perusahaan agar menepati janji untuk melakukan mediasi pengganti rugi lahan karet warga,” kata Saihu. (kjcom)


Tag : #Mandiangin #Sarolangun



Berita Terbaru

 

Jumat, 18 Januari 2019 20:15 WIB

Kunker ke Kerinci, Fachrori Bicara Pentingnya Pendidikan dan Kesehatan


Kajanglako.com, Jambi - Plt Gubernur Jambi, Fachrori Umar, menyampaikan pesan pentingnya pendidikan dan kesehatan menjelang pelaksanaan ibadah Salat Jumat

 

Jumat, 18 Januari 2019 19:55 WIB

Penuhi Panggilan Bawaslu, Sutan Adil Menolak Disebut Diperiksa


Kajanglako.com, Jambi – Kasus pembagian Beasiswa Program Indonesia Pintar (PIP) yang diduga dijadikan jualan politik oleh lima Caleg Gerindra, termasuk

 

Warga Tenggelam
Jumat, 18 Januari 2019 17:52 WIB

Petani yang Terseret Arus di Sungai Tembesi Ditemukan Tewas


Kajanglako.com, Merangin - Sarmidi (35), warga Desa Rantau Panjang, Kecamatan Muara Siau yang terseret arus sungai Tembesi pada Rabu (16/1) lalu, berhasil

 

Jumat, 18 Januari 2019 13:30 WIB

SK Pemberhentian Zola sebagai Gubernur Sudah Diteken Presiden


Kajangalako,com. Jambi - SK pemberhentian Zumi Zola sebagai Gubernur Jambi periode 2016-2021 akhirnya ditandatangani Presiden RI, Joko Widodo. Kabar ini

 

Jumat, 18 Januari 2019 11:33 WIB

Jualan Sabu, Pegawai Honorer Ditangkap saat Menunggu Pembeli


Kajanglako.com, Merangin - Satresnarkoba Polres Merangin kembali berhasil mengamankan seorang pelaku penyalahgunaan Narkotika. Kali ini seorang pegawai