Selasa, 25 Juni 2019


Selasa, 11 Desember 2018 18:31 WIB

Dirikan Tenda, Warga Mandiangin dari 12 Desa Duduki Kantor Bupati

Reporter : Redaksi
Kategori : Berita Daerah Hukrim

Warga 12 desa di Mandiangin mendirikan tenda di Kantor Bupati Sarolangun, mereka menuntut penyelesaian konflik dengan PT AAS yang menyerobot lahan karet warga

Kajanglako.com, Sarolangun – Buntut dari kisruh antara warga 12 Desa di Kecamatan Mandiangin dengan PT AAS, ratusan warga mendatangi Kantor Bupati Sarolangun dan  mendirikan tenda.

Kedatangan warga meminta kejelasan kepada Pemkab Sarolangun terkait konflik yang terjadi antara mereka dengan PT AAS yang telah melakukan penyerobotan lahan karet warga sekitar  2.600 hektar.



Dalam aksinya warga akan mendiamin kawasan Kantor Bupati dengan mendirikan tenda, warga juga terlihat memasak di luar tenda, sejumlah spanduk bernada protes juga dibentangkan warga, di antaranya spanduk yang bertuliskan "Stop Kegiatan Operasional PT AAS Selama Belum Melakukan Ganti Rugi Kebun Masyarakat Yang Digusur".

“Aksi ini dilakukan karena sebelumnya Pemkab Sarolangun telah berjanji akan melakukan mediasi antara warga 12 Desa di Kecamatan Mandiangin dengan PT AAS di Kantor Camat Mandiangin. Namun, tidak satu pun pihak perusahaan hadir diwaktu yang telah ditentukan,” kata Sukiman, Korlap Aksi.

Dikatakannya, jika konflik warga dengan PT AAS telah berjalan 6 tahun. Ia berharap ada kejelasan dari pemerintah, apakah bisa memfasilitasi mereka untuk melakukan mediasi dengan perusahaan.

“Atau membiarkan kami melakukan aksi sendiri," katanya.

Dalam aksi ini, perwakilan warga melakukan mediasi di Ruang Pola Kantor Bupati Sarolangun, mediasi dihadiri Sekda Sarolangun Tabrani, Asisten I Arif Ampera, Ketua DPRD Sarolangun serta pihak perusahaan yang diwakilkan Firman Purba, Manager Lapangan PT AAS.

Dalam  mediasi, warga bersitegang menuntut perusahaan melakukan ganti rugi penyerobotan lahan karet warga.

Firman Purba, Perwakilan PT AAS mengatakan bahwa perusahaan mengelola hutan Negara dan  semua izin dari Kementerian Kehutanan. Untuk itu, pihak perusahaan tidak mau mengganti rugi  karena yang dikelola adalah milik Negara.

Sementara, Ketua DPRD Sarolangun, Saihu mengatakan, berusaha akan melakukan mediasi dan meminta perusahaan tidak ada alasan untuk memungkiri ganti rugi tersebut.

“Perusahaan agar menepati janji untuk melakukan mediasi pengganti rugi lahan karet warga,” kata Saihu. (kjcom)


Tag : #Mandiangin #Sarolangun



Berita Terbaru

 

Senin, 24 Juni 2019 21:14 WIB

Malam Dana buat Sang Maestro


Malam Dana buat Sang Maestro Kajanglako.com, Jambi - Kisah seniman asal Muaro Jambi, Pak Saidin, yang berjuang melawan penyakit tumornya telah mengetuk

 

Senin, 24 Juni 2019 20:53 WIB

Wahyudin, Kadispora Provinsi Jambi Diduga Lecehkan dan Tantang Awak Media


Wahyudin, Kadispora Provinsi Jambi Diduga Lecehkan dan Tantang Awak Media Kajanglako.com, Jambi – Sikap tidak etis terhadap jurnalis Jambi, di duga

 

Paripurna Dewan
Senin, 24 Juni 2019 20:18 WIB

Ranperda Pertanggung Jawaban Pelaksanaan APBD 2018 Muaro Jambi Disetujui Dewan


Ranperda Pertanggung Jawaban Pelaksanaan APBD 2018 Muaro Jambi Disetujui Dewan Kajanglako.com, Muaro Jambi – Sidang Paripurna DPRD Kabupaten Muaro

 

Senin, 24 Juni 2019 20:01 WIB

Bupati Romi Beserta Wabup Robby, Panen Sumbun di Festival Sumbun Kampung Laut


Bupati Romi Beserta Wabup Robby, Panen Sumbun di Festival Sumbun Kampung Laut Kajanglako.com, Tanjabtim - Agenda tahunan pelaksanaan Festival Sumbun Kampung

 

Pilbup Batanghari 2020
Senin, 24 Juni 2019 18:55 WIB

Disebut Dapat Dukungan Masyarakat, Kader Demokrat Batanghari Siap Usung Camelia di Pilbup 2020


Disebut Dapat Dukungan Masyarakat, Kader Demokrat Batanghari Siap Usung Camelia di Pilbup 2020 Kajanglako.com, Batanghari – Tidak hanya Pemilihan