Rabu, 24 Januari 2018
Pencarian


Minggu, 15 Oktober 2017 07:08 WIB

Puisi-Puisi Suminto A. Sayuti

Reporter :
Kategori : Jejak

Prof. Suminto A. Sayuti (Penyair)

Pohon Trembesi, Pagi Songgoriti

- nita



 

Pagi pohon trembesi. Melangkah cahaya

Bersama rimbun daun-daun. Gemericik air

Aroma hidup pun mengalir. Lalu kabut

Sepanjang bukit. Sepanjang rindu yang bangkit.

Maka aku pun lereng. Pada perbukitan terjal

Menapaki jalan ajal. Menujumu

Menujumu. Kudekap sunyi

Kudekap dirimu. Serupa dekap hidup dan mati

 

Malang, 2011

 

Syair di Pematang

seperti engkau lihat sendiri

segenggam benih sawi telah ditebar

lalu berkecambah di tanah gembur

dan akulah petani itu, menunggu dengan sabar

agar tumbuh dan berkembang, di sela-sela umur

 

berdiri di tengah pematang

kehidupan pun bermula

membaca bayang-bayang

diri pun tumpah di kubangan tanda

 

Kertodadi, 2004

 

 

Sebuah Goa di Puncak Bukit

di sebuah goa kecil

di puncak bukit

seonggok tubuh kerdil

menggapai-gapai langit

 

engkau mesti bersabar

menakar diri menakar hati

sebelum lakon digelar

ditabuh dulu si babar layar

 

jangan dulu bertanya

di mana dalang sejati sembunyi

sebelum diri selesai mendaki

sebelum puncak

sebelum goa terlacak

 

Makkah, 2004

 

 

Syair Anjing

cinta itu bak anjing

salaknya tak henti

menembus belukar hati

menguntit hari-hari kita

menagih mimpi adam dan hawa

 

kekasih, dengarlah gonggongnya

menggema dalam rongga

rasakan lenguh dan dengus napasnya

jiwa tegak dan tatapan jauh

dalam diriku kamu ada!

 

Yogyakarta, 2005

 

Melepas Matahari

Kita lepas matahari yang lelah

Biarkan pundak ombak dan kangkang kaki langit

Jadi dipan istirah

Kita timbun bersama

Berlusin impian hari-hari kemarin

Dengan ikhlas dan yakin

Kita basuh kusut wajah dengan embun fajar esok hari

Dengan niat dan munajat

Menghangatkan diri dengan matahari lain

Membangun kemah hunian baru

Seperti pernah kita alami

Di padang luas berpasir

Tempat hati kita menambatkan desir

Seruan demi seruan, tetap kumandang

Panggilan demi panggilan menemu jawaban

Kita pun bukan kabilah sunyi

Kita pun barisan barzanji

Selamat menemu harapan dan tuju

 

Yogyakarta, 2009

 

Rumah Kata

Kembali ke rumah kata. Kembali ke rumah cinta

Siapa menunggumu. Putik kembang bertaburan

di pembaringan

Harum pun menyisir rambut. Semua yang teraba berbatas ceruk

Tak terbaca. Kembalilah jiwa demi dahaga

Bersama matahari. Bias jingga. Sebelum berpaling muka.

 

Yogyakarta, 2012

 

Syair Puncak

Jangan tanyakan puncak. Mendakilah terus ke Utara

Karna puncak tak pernah ada. Ialah kerendahhatian yang

diam tanpa suara

Maka kita pun dataran rendah. Sepetak sawah bagi petani kecil

Sejengkal kolam bagi ikan-ikan mungil. Rimbun daun bagi

birahi sepasang burung. Secercah cahaya bagi pejalan

larut. Sebaris fatwa bermakna

Sebait puisi abadi. Tak ada puncak ketika di ketinggian

Tak ada puncak ketika kemah hunian kita dirikan dalam diri

 

Yogyakarta, 2012

 

*Suminto A. Sayuti adalah Guru Besar Ilmu Sastra pada Fakultas Bahasa dan Seni, Universitas Negeri Yogyakarta. Aktif menulis esai, buku teks kesastraan dan mengisi forum ilmiah kesusastraan dalam maupun luar negeri. Puisi yang dimuat ini atas izi penyair dan bersumber dari buku puisinya, yaitu Bangsal Sri Manganti (Pustaka Pelajar,2013).


Tag : #kontemplatif



Berita Terbaru

 

Selasa, 23 Januari 2018 23:50 WIB

Dugaan Kecurangan Toke Karet Terkuak, Warga Bandingkan Hasil Timbangan dengan Milik Sendiri


Kajanglako.com, Bungo – Petani Karet yang ada di Wilayah Kecamatan Muko-muko Bathin VII, Kabupaten Bungo, mulai resah dengan hasil timbangan yang

 

Penyelundupan Satwa Langka
Selasa, 23 Januari 2018 20:26 WIB

BKIPM Jambi Gagalkan Penyelundupan 7 Anak Buaya Via Bandara


Kajanglako.com, Jambi – Badan Karantina Ikan dan Pengendalian Mutu (BKIPM) Jambi bekerja sama dengan Avsec Bandara Sultan Thaha, berhasil menggagalkan

 

Selasa, 23 Januari 2018 20:14 WIB

Selain Diselingkuhi, Juanda Mengaku Juga Sering Dianiaya Istrinya


Kajanglako.com, Batanghari - Sebelum belang sang istri yang kedapatan selingkuh dengan Kades Padang Kelapo mencuat. Juanda akui sudah seringkali dianiaya

 

Selasa, 23 Januari 2018 20:03 WIB

Juanda Lapor ke Inspektorat, Kades Padang Kelapo Berdalih Hanya Ajak 'EN' Rapat


Kajanglako.com, Batanghari - Kasus perselingkuhan Kades Padang Kelapo akhirnya berlanjut. Juanda, beserta sejumlah saksi melaporkan kasus tersebut ke Inspektorat

 

Selasa, 23 Januari 2018 19:49 WIB

Heboh, Kades Padang Kelapo Dikabarkan 'Gituan' di Semak-semak


Kajanglako.com, Batanghari - Selaku pemimpin desa harusnya bisa membimbing warga desanya dengan baik. Namun, yang terjadi kali ini bertolak belakang. Jangankan