Kamis, 21 Februari 2019


Selasa, 04 Desember 2018 20:58 WIB

Sejak Pemekaran Tanjung Jabung, Parit Ban Belum Tersentuh Listrik PLN

Reporter : Igun
Kategori : Berita Daerah

Ilustrasi listrik PLN/ foto: liputan6.com

Kajanglako.com, Tanjung Jabung Timur - Pemukiman warga yang berada di seberang Kampung Laut, tepatnya di Parit Ban, Kelurahan Tanjung Solok, Kecamatan Kuala Jambi. Saat ini belum tersentuh listrik dari PLN. Hal itu telah berlangsung lama selama bertahun-tahun, sehingga sekarang masyarakat setempat masih mengandalkan mesin genset untuk penerangan.

Ada dua RT di Parit Ban yang belum teraliri listrik, yakni RT 19 dan 20. Mirisnya, selain listrik, jalan di dua RT itu juga belum satu pun yang tersentuh pembangunan.



"Ini lah kampung kami, listriknya belum ada. Kalau pun ada hanya malam. Itu pun menggunakan mesin genset," kata Ketua RT 19 Kelurahan Tanjung Solok, Mulyadi.

Dia mengatakan, bahwa masyarakat di sini sangat menginginkan listrik PLN, karena dari zaman pemekaran Kabupaten Tanjung Jabung menjadi dua, sampai sekarang belum sama sekali tersentuh listrik PLN.

"Kami ini orang Indonesia juga, kami juga ingin merasakan listrik dari PLN. Dari dulu kami tidak pernah menikmati listrik. Entah kapan tempat kami ini bisa dialiri listrik," kata Mulyadi.

Dikatakannya, di Parit Ban terdapat sekitar 500 jiwa dengan 100 KK lebih dan terdapat 95 rumah. Menurutnya, dengan jumlah rumah tersebut, sudah sepantasnya wilayahnya itu sudah dialiri listrik.

"Dua RT di sini terdapat 7 batang parit, tapi untuk luas wilayahnya saya lupa," katanya.

Dia juga mengatakan, Parit Ban ini bisa tembus ke Desa Alang-alang, Kecamatan Muarasabak Timur. Menurutnya, jarak dari Parit Ban ke Desa Alang-alang hanya sekitar 4 KM lebih.

Namun, katanya, saat ini yang menjadi kendala adalah pembebasan lahan untuk tiang listik, karena sebagian warga ada yang mau dan ada juga yang tidak mau untuk pembebasan lahan.

"Tapi kalau memang pemerintah bisa mengupayakan listrik masuk ke sini, kami masyarakat juga mengupayakan terkait pembebasan lahan, asalkan kampung kami ini bisa dialiri listrik PLN," katanya.

Padahal, katanya, setiap kali Musrenbang pihaknya selalu mengusulkan listrik maupun pembangunan jalan, tapi sampai sekarang tidak ada juga realisasinya.

"Rasanya sudah bosan menghadiri Musrenbang itu, satu pun yang diusulkan tidak pernah ditanggapi. Kami sangat mengharapkan perhatian pemerintah setempat, karena membutuhkan listrik. Kami ingin seperti di Kampung Laut listriknya hidup siang malam. Jadi sekali lagi kami sangat berharap pemerintah memperthatikan kami, baik itu listrik maupun pembangunan jalan," kata Mulyadi. (kjcom)


Tag : #Tanjab Timur #PLN #Listrik #Kuala Jambi #Parit Ban



Berita Terbaru

 

Rabu, 20 Februari 2019 20:17 WIB

Bikin Merinding!! Mawardi Cerita Terdengar Suara Misterius di Pohon Pisang Miliknya


Kajanglako.com, Sarolangun - Kejadian misterius dan bikin bulu kuduk merinding dialami Mawardi, dari arah pohon pisang yang tumbuh tepat di perkarangan

 

Rabu, 20 Februari 2019 20:15 WIB

Pemkab Sarolangun Akan Lelang Terbuka 26 Kendaraan Dinas


Kajanglako.com, Sarolangun - Pemkab Sarolangun melalui Badan Pengelolaan Keuangan dan Aset Daerah (BPKAD) akan melakukan pelelangan 26 kendaraan dinas,

 

Rabu, 20 Februari 2019 19:40 WIB

4 Mantan Pimpinan DPRD Sarolangun Belum Kembalikan Mobil Dinas


Kajanglako.com, Sarolangun - Empat mantan unsur Pimpinan DPRD Kabupaten Sarolangun membandel, mereka belum mengembalikan aset milik daerah berupa mobil

 

Pemilu 2019
Rabu, 20 Februari 2019 19:11 WIB

30 Kotak Suara Rusak Tak Layak Pakai Belum Diganti


Kajanglako.com, Batanghari - Pesta demokrasi akan digelar pada 17 April 2019 mendatang. Untuk menghadapi perhelatan akbar tersebut, KPU RI hingga KPUD

 

Rabu, 20 Februari 2019 19:10 WIB

Ragam Kisruh Rio di Bungo, Warga Segel hingga Bakar Kantor Desa


Kajanglako.com, Bungo - Berbagai kisruh di tingkat dusun di Kabupaten Bungo menjadi sejarah hitam dalam dua tahun terakhir, banyak terjadi konflik di tengah