Kamis, 21 Februari 2019


Minggu, 02 Desember 2018 12:59 WIB

Mona Daur Ulang Sampah jadi Barang Layak Jual

Reporter : Redaksi
Kategori : Ragam

Mona menunjukkan hasil kreasinya yang diolah dari barang bekas

Kajanglako.com, Sarolangun - Melanjutkan usaha sang ibu yang membuka Bank Sampah, Mona Kabiansyah mendaur ulang barang-barang bekas menjadi barang yang bernilai ekonomis.

Warga Jalan Makalam, RT 06 RW 02. Kelurahan Suka sari, Kecamatan Sarolangun ini benar-benar terampil dalam mengolah ‘sampah’ menjadi beragam barang kerajinan olahan tangan walaupun dengan menggunakan peralatan seadanya.



Meski hasil karyanya belum terlalu diminati, akan tetapi ayah satu anak ini terus berupaya untuk mensosialisasikan manfaat sampah di tengah keluarga dan lingkungan dengan menyulapnya menjadi barang layak jual.

Beberapa hasil olahan tangan Mona yang diolah dari barang-barang bekas. Berupa tempat tisu, tempat pensil, bingkai foto, piring, tempat air mineral, toples kue, tenong (tempat membawa beras) yang semuanya terbuat dari koran bekas.

Bukan hanya mengandalkan kertas bekas, plastik bekas juga diolah Mona menjadi sesuatu yang bermanfaat, seperti guci dan vas bunga.

Selain mengkreasikan bahan-bahan bekas itu, Mona Kabiansyah juga tak pelit mentransfer keterampilannya kepada masyarakat dalam mengelola barang-barang bekas.

Bahkan, salah satu kepiawaian yang diajarkannya kepada masyarakat adalah menjadikan bahan plastik bekas menjadi pengganti batu bata untuk membuat rumah.

Mona mengaku keluarganya telah bergelut dengan barang-barang bekas sejak tahun 2006. Yang merintis usaha ini adalah ibunya dengan mendirikan Bank Sampah di kediaman mereka.

Hasilkan Ecobrick, Olahan Plastik Pengganti Batubata

“Saat ini saya mengajak masyarakat untuk membuat Ecobrick (batu bata ramah lingkungan) yang terbuat dari botol air mineral yang diisi plastik. Di mana masyarakat bisa membuatnya sendiri untuk mendirikan rumah,” katanya.

Hanya saja menurutnya Ecobrick ini memang untuk di Provinsi Jambi belum bengitu dikenal masyarakat.

“Kami mencoba memperkenalkannya. Untuk di Indonesia, tepatnya daerah Jawa, sudah menggunakan Ecobrick untuk membuat rumah sebagai pengganti batu bata, sedangkan di luar negeri, ini sudah diterapkan, seperti di Negara Filipina dan Singapura," katanya.

Ia pun sedikit memaparkan cara pembuatan Ecobrick, pertama dibutuhkan plastik bekas yang sudah dipotong kecil- kecil minimal 200 gram, kemudian dimasukkan ke dalam botol plastik bekas air mineral berukurang sedang.

"Ecobrick ini baru kami terapkan di Sarolangun, mulai bulan Juli lalu,” katanya.

Pengumpulan barang bekas, dilakukan Mona dengan bekerjasama bersama masyarakat sekitar dan juga mengambil sampah dari toko-toko yang ada di Kota Sarolangun. Dalam satu hari, biasanya terkumpul sampah plastik sekitar 5 Kg.

Bagi warga yang membutuhkan, Mona tidak menjual hasil kreasinya itu. Tetapi ia menyarankan agar mereka membuat sendiri dan ia bersedia untuk mengajarkannya.

"Tidak semua saya jual begitu saja, keluarga kami lebih menganjurkan untuk belajar sendiri membuatnya. Tujuannya, agar masyarakat Sarolangun mengerti dan peduli dengan sampah bekas yang ada di sekitar rumah," katanya.

Soal kendala, cukup banyak yang dihadapi oleh Mona Kalbiansyah, terutama kendaraan untuk menjemput sampah ke beberapa lokasi. Selain itu, ia juga terkendala modal untuk mengolah sampah-sampah ini agar bisa berguna kembali.

“Karena memang hingga saat ini belum ada bantuan dari pemerintah setempat. Walaupun kami sering mendapat penghargaan dari tingkat kabupaten hingga provinsi," katanya.

Mona dan Keluarga Raih Sejumlah Penghargaan

Sejumlah penghargaan memang pernah diraih Mona dan keluarganya, pada tahun 2011 keluarganya meraih dalam lomba Kalpataru se-Kabupaten Sarolangun dari Bupati Sarolangun. Lalu, pada tahun 2017 ia meraih penghargaan Kalpataru Provinsi Jambi kategori perintis lingkungan dari Gubernur Jambi.

Awal berdiri pada tahun 2006, usahanya dinamakan Bank Sampah Mekar Sari, tapi sejak awal tahun 2018 usahanya ia beri nama Rumah Kreasi Daur Ulang.

“Untuk penjualan saya baru menjual melalui media sosial dan dari mulut ke mulut konsumen,” katanya.

Soal harga tentu saha bervariasi, barang hasil kreasinya dijual mulai dari harga termurah Rp5 ribu hingga Rp150 ribu. Dalam satu bulan, ia bisa menghasilkan uang sekitar Rp1,5 juta dari penjualan olahan sampah.

“Karena memang saya terkendala modal untuk memproduksi dalam jumlah besar. Dan untuk pembeli juga ada dari luar Kabupaten Sarolangun," katanya.

Tidak Ada Bantuan dari Pemerintah

Dirinya berharap ke depan ada bantuan dari pemerintah atau donatur untuk mendirikan rumah permanen yang layak untuk mengolah sampah menjadi berguna. Sebab, rumah yang dimilikinya sudah tidak sanggup untuk menampung sampah dalam jumlah besar.

"Memang kami butuh support dari pemerintah untuk menggolah sampah-sampah ini menjadi bahan yang berguna. Selama ini, hanya sekedar dilihat dan didatangi saja, tanpa ada bantuan," katanya. (kjcom/*)


Tag : #Bank Sampah #Sarolangun #Rumah Kreasi Daur Ulang



Berita Terbaru

 

Rabu, 20 Februari 2019 20:17 WIB

Bikin Merinding!! Mawardi Cerita Terdengar Suara Misterius di Pohon Pisang Miliknya


Kajanglako.com, Sarolangun - Kejadian misterius dan bikin bulu kuduk merinding dialami Mawardi, dari arah pohon pisang yang tumbuh tepat di perkarangan

 

Rabu, 20 Februari 2019 20:15 WIB

Pemkab Sarolangun Akan Lelang Terbuka 26 Kendaraan Dinas


Kajanglako.com, Sarolangun - Pemkab Sarolangun melalui Badan Pengelolaan Keuangan dan Aset Daerah (BPKAD) akan melakukan pelelangan 26 kendaraan dinas,

 

Rabu, 20 Februari 2019 19:40 WIB

4 Mantan Pimpinan DPRD Sarolangun Belum Kembalikan Mobil Dinas


Kajanglako.com, Sarolangun - Empat mantan unsur Pimpinan DPRD Kabupaten Sarolangun membandel, mereka belum mengembalikan aset milik daerah berupa mobil

 

Pemilu 2019
Rabu, 20 Februari 2019 19:11 WIB

30 Kotak Suara Rusak Tak Layak Pakai Belum Diganti


Kajanglako.com, Batanghari - Pesta demokrasi akan digelar pada 17 April 2019 mendatang. Untuk menghadapi perhelatan akbar tersebut, KPU RI hingga KPUD

 

Rabu, 20 Februari 2019 19:10 WIB

Ragam Kisruh Rio di Bungo, Warga Segel hingga Bakar Kantor Desa


Kajanglako.com, Bungo - Berbagai kisruh di tingkat dusun di Kabupaten Bungo menjadi sejarah hitam dalam dua tahun terakhir, banyak terjadi konflik di tengah