Jumat, 14 Desember 2018


Jumat, 30 November 2018 17:43 WIB

Kepayang, Potensi Hasil Hutan Bukan Kayu yang Terabaikan

Reporter : Redaksi
Kategori : Ragam

Pengelolaan buah kepayang menjadi minyak kepayang di bawah pembinaan KPHP Limau Sarolangun/ foto: istimewa

Kajanglako.com, Jambi - Tidak banyak yang tahu dengan tanaman satu ini, kepayang (Pangium Edule) merupakan salah satu tanaman yang bernilai ekonomi dan konservasi yang tinggi.  Kepayang umumnya tumbuh di wilayah sumber-sumber mata air, dan memiliki potensi buah yang selama ini dimanfaatkan sebagai bahan minyak goreng.

Effendi, staf Kesatuan Pengelolaan Hutan Produksi (KPHP) VII Limau Sarolangun mengatakan akses transportasi yang sulit dan jauh membuat masyarakat dari zaman dulu menggunanakan minyak kepayang sebagai pengganti minyak kelapa dan sawit untuk menggoreng.



”Karena sulit minyak sawit dan kelapa,” katanya  saat menjadi pembicara di Seminar Temu Usaha yang menjadi rangkaian acara Festival Pesona Jambi 2018.

 Minyak kepayang merupakan satu-satunya minyak olahan di Indonesia. “Akan tetapi kita belum buat hak patennya, Hak Kekayaan Intelektual (HAKI), ini akan kita buat segera,” kata Effendi.

Membangkitkan potensi minyak kepayang ini disebutkan Effendi seperti membangkitkan batang tarandam.

“Pohon kepayanga ini sudah hampir hilang, dari segi konservasi juga bermanfaat. Kami juga terus berupaya potensi minyak kepayang ini bangkit kembali,” katanya.

KPHP VII Limau sudah melakukan penelitian bekerja sama dengan Sucofindo. Mendapatkan hasil bahwa kandungan minyak kepayang non kolesterol. “Hasil laboratorium DHA-nya cukup tinggi dari kalangan minyak nabati hingga 2,3 persen,” katanya menjelaskan.

Minyak kepayang merupakan minyak hasil olahan masyarakat Desa Sungai Beban, Kecamatan Batang Asai.  Masyarakat kata Effendi mengolah hanya untuk kebutuhan keluarga. Namun perlu dikembangkan dengan peluang pasar yang ada akan meningkatkan perekonomian masyarakat.

“Cukup sulit memproduksinya, harus menghilangkan racun atau sianida. Karena ada racunnya,” kata Effendi.

Satu kilo daging buah kepayang dipres menghasilkan 0,3 gram minyak kepayang. 10 kilo daging kepayang menghasilkan 3 Kg minyak kepayang. Membutuhkan waktu satu minggu untuk pembuangan racun.

KPHP VII Limau Sarolangun ingin mengembangkan produk turunan lain dari kepayang sehingga lebih bernilai jual tinggi.

”Ada produk turunannya sabun, body lotion, aroma terapi yang sudah mulai dibuat. Kemarin ada kerjasama dengan body shop, namun karena mereka inginnya berkelanjutan, kami belum bisa memenuhi,” katanya.

Produksi minyak kepayang tidak konsisten setiap tahunnya. Ini yang menjadi kendala dalam pemasaran dan produksi. Mengatasi hal tersebut, KPHP VII Limau mulai mengajak masyarakat mebudidayakan tanaman kepayang.

“Sudah ada ditanam baru di lokasi perbukitan yang merupakan sumber mata air, dan kita sudah berikan koordinat dan identifkasi tanaman kepayang yang ada di wilayah KPH Limau,” katanya.

Dengan penandaan pohon, Effendi meyebutkan mempermudah pemantauan dan penentuan masa panen pohon kepayang.

Deni, Anggota Kadin Provinsi Jambi menyebutkan akan memberi dukungan pada sektor ekonomi keluaraga dan menengah. “Kadin akan support, ada bagian pemasarannya yang jago-jago memasarkan produk dari industri kecil milik masyarakat ini. Ada beberapa industi awalnya rumahan yang sudah ekspor seperti nanas dari tangkit,” kata Deni.

Minyak kepayang dibanderol dengan harga Rp50 ribu per 250 gramnya. Meski harganya berkali lipat dibandingkan minyak kelapa dan sawit, namun tetap laku di pasaran

”Tren hidup sehat membuat minyak kepayang tetep bisa laku di pasaran,” kata Effendi. (*)


Tag : #Perhutanan Sosial #Festival Pesona 2018 #Minyak Kepayang #Buah Kepayang #KPHP LImau Sarolangun



Berita Terbaru

 

Kamis, 13 Desember 2018 21:55 WIB

Razia Gabungan, Kendaraan Mati Pajak Ditindak


Kajanglako.com, Muaro Jambi - Satuan Lantas (Satlantas) Polres Muaro Jambi bersama dengan Samsat, Dispenda dan Jasa Raharja menggelar razia gabungan, Kamis

 

Festival Kampung Senaung
Kamis, 13 Desember 2018 21:50 WIB

Peluncuran dan Bedah Kamus Bahasa Senaung, Tingkatkan Pelestarian Budaya


Kajanglako.com, Muaro Jambi - Upaya meningkatkan pelestarian budaya lokal, Pemerintah Desa Senaung Kabupaten, Muaro Jambi, melakukan peluncuran kamus Bahasa

 

Pungli
Kamis, 13 Desember 2018 21:16 WIB

Diduga Marak Pungli, Siswa SMAN 3 Sarolangun Tuntut Kepsek Mundur dari Jabatannya


Kajanglako.com, Sarolangun - Siswa  SMA Negeri  3 Sarolangun di Kecamatan  Pauh  berunjuk rasa di sekolah, mereka menuntut agar Kepala

 

Ngopi Bareng Antashari
Kamis, 13 Desember 2018 20:09 WIB

Ngopi Bareng di Hellosapa, Mantan Ketua KPK ini Bicara Harusnya Hukuman Seorang Koruptor


Kajanglako.com, Jambi – Mantan Ketua Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Antashari Azhar, Kamis siang (13/12) menyambangi Coffe Shop Hellosapa di

 

Curanmor
Kamis, 13 Desember 2018 18:08 WIB

Polisi Ringkus Pelaku Curanmor Asal Muratara yang Beraksi di Sarolangun


Kajanglako.com, Sarolangun - Unit Reskrim Polsek Sarolangun berhasil mengungkap kasus pencurian kendaraan bermotor (curanmor), pelaku yang ditangkap merupakan