Kamis, 25 April 2019


Senin, 26 November 2018 21:24 WIB

Menurunkan Angka Pengangguran

Reporter :
Kategori : Sudut

ilustrasi. sumber: tribun

Oleh: Ruth Meilianna*

Saat ini kita sedang dalam arus informasi yang cukup massif khususnya berita politik. Namun demikian di tengah isu politik yang menjadi jargon media dalam kurun waktu belakangan ini, ada masalah terlupakan yaitu masalah pengangguran. Hal ini jika dihadapkan dengan data BPS mengenai tingkat pengangguran Indonesia dalam kurun waktu 4 tahun (2015-2018) tercatat 6,18% di tahun 2015 menjadi 5,34% pada 2018.



Sedari bersama, pengangguran mengakibatkan masalah seperti kemiskinan, gizi buruk, kualitas hidup yang rendah, peningkatan ketimpangan serta penurunan pertumbuhan ekonomi. Pengangguran menjadi salah satu variabel makroekonomi yang cukup dapat menggambarkan posisi kesejahteraan penduduk.

Berbicara mengenai variabel makroekonomi saling berkaitan dan saling mempengaruhi yaitu tingkat pengangguran, inflasi dan pertumbuhan ekonomi. Inflasi Indonesia relatif menurun dalam kurun waktu beberapa tahun terakhir. Berdasarkan data Bank Indonesia, dalam kurun waktu 4 tahun terakhir  (2014-2017) inflasi Indonesia mengalami penurunan dari 8,36% ke 2,88% atau menurun sebesar 5,84%.

Berdasarkan data di atas, nilai inflasi Indonesia masih dalam koridor target pemerintah. Di sisi lain pemerintah melakukan strategi untuk menekan inflasi yang rendah dan stabil. Salah satunya berupa meningkatkan koordinasi para pemangku kebijakan baik di tingkat pusat maupun daerah. Salah satu faktor keberhasilan target inflasi yang rendah dan stabil adalah bekerjanya Tim Pengendalian Inflasi (TPI) dan Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID) dalam mengatur pasokan barang. Tentunya keberhasilan tersebut juga tidak terlepas dari keberhasilan Bank Indonesia dalam mengelola berbagai instrument dalam mencapai inflasi yang rendah dan stabil.

Lebih lanjut di bidang makroekonomi dari sisi pertumbuhan ekonomi dalam kurun waktu 4 tahun (2015-2018) naik dari 4,79 persen di tahun 2015 menjadi 5,17 % di tahun 2018 kuartal ketiga atau naik sebesar 0,38%. Di sisi lain berbicara mengenai pengangguran dan pertumbuhan ekonomi, dan inflasi mengutip dari Okun’s Law, Phillips Curve dan AS Curve bahwa terdapat hubungan diantara ketiga variabel ekonomi makro tersebut.

Data menunjukkan ketiganya bergerak sejalan dengan teori yang ada dan kearah yang lebih baik.  Namun demikian pertumbuhan ekonomi yang tercipta saat ini didominasi oleh konsumsi masyarakat yang tinggi bukan dari faktor produksi. Akibatnya struktur ekononomi kita sangat rapuh. Lebih lanjut pertumbuhan ekonomi yang tinggi  bukan dicapai dari adanya peningkatan investasi. 

 

Solusi Pengurangan Pengangguran

Menyadari pengangguran masih menjadi permasalahan yang masih belum terpecahkan. Maka diperlukan segera kebijakan yang tepat dan tuntas untuk mengurangi angka pengangguran. Solusi pertama yang dapat dijalankan oleh pemerintah adalah dengan meningkatkan produktivitas dengan melakukan akselerasi penyerapan tenaga kerja ke industri yang mempunyai nilai tambah dan produktivitas tinggi. Beberapa industri yang dapat digenjot adalah industri pertanian sebagai pemberi kesempatan kerja besar serta industri pengolahan yang mempunyai potensi dapat menggerakan pertumbuhan, menciptakan kesempatan kerja dan membawa perbaikan pada kesejahteraan hidup.

Solusi kedua adalah adanya peningkatan keterampilan dan daya saing tenaga kerja. Hal ini dikarenakan kondisi kualitas tenaga kerja Indonesia masih rendah. Hal ini  ditunjukkan dari data BPS Bulan Agustus 2018 bahwa kualitas pendidikan tenaga kerja kita didominasi oleh lulusan SMP ke bawah yang mencapai 59,6%. Tentunya kondisi ini semakin memilukan dengan adanya Llporan terbaru mengenai daya saing global yang disusun World Economic forum (FEM) yang menempatkan Indonesia di peringkat 45 dari 140 negara.

Peringkat ini masih di bawah negara-negara ASEAN lainnya seperti Singapura dan Malaysia dan Thailand. Singapura menempati peringkat ke-dua sedangkan Malaysia menempati posisi ke-25 dan Thailand menempati posisi ke-38.

Dengan demikian, pendidikan vokasi menjadi salah satu solusi yang dapat digunakan untuk menyelesaikan permasalahan ini. Pendidikan vokasi menjadi salah satu program Jokowi-JK  dalam mengatasi masalah pengangguran. Diharapkan revitalisasi pendidikan vokasi dapat membuat SDM dapat mampu bersaing di tingkat global.

Rencananya program revitalisasi pelatihan dan pendidikan vokasi akan dilakukan oleh Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan. Kemendikbud akan melakukan revitalisasi sebanyak 1000 Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) hingga tahun 2019. Selain itu Kemenristekdikti juga akan revitalisasi sebanyak 40 Politeknik Negeri sampai 2022 dan 12 Politeknik Negeri ditargetkan di tahun 2019. Selain Kementerian Tenaga Kerja dan perusahaan-perusahaan telah bekerja sama untuk menyelenggarakan pendidikan vokasi.

*Penulis  adalah Peneliti Ketenagakerjaan Pusat Penelitian Kependudukan LIPI


Tag : #kemiskinan #ekonomi dan masyarakat



Berita Terbaru

 

Jalan Longsor
Kamis, 25 April 2019 10:53 WIB

Longsor di Birun Jalur Bangko-Kerinci, Lalin Berjam-jam Lumpuh


Kajanglako.com, Merangin - Tingginya curah hujan yang mengguyur Merangin dan sekitarnya, Rabu (24/4), menyebabkan terjadinya longsor yang menimbun jalan

 

Kamis, 25 April 2019 09:28 WIB

Cegah Karhutla, Pemkab dan Kodim 0419/Tanjab Bersiap Lakukan Upaya Antisipasi


Kajanglako.com, Tanjung Jabung Barat - Kodim 0419/Tanjab bersama Pemkab Tanjung Jabung Barat mulai bersiap mengantisipasi bencana kebakaran hutan dan lahan

 

Kamis, 25 April 2019 09:17 WIB

Buka Pelatihan Menjahit untuk Emak-emak, Amir Sakib: Tingkatkan Pendapatan Keluarga


Kajanglako.com, Tanjung Jabung Barat - Pelatihan kerja merupakan sebagai salah satu upaya strategis untuk membekali tenaga kerja dalam penguasaan keterampilan,

 

Kebakaran Lambur Luar
Kamis, 25 April 2019 09:02 WIB

Lambur Berduka, Mari Ringankan Beban Korban dengan Menyalurkan Bantuan


Kajanglako.com, Tanjung Jabung Timur - Tim Tanjab Timur Peduli, Rabu (24/4), menyalurkan bantuan untuk korban musibah kebakaran yang terjadi di Desa Lambur

 

Kamis, 25 April 2019 08:55 WIB

Bawaslu Tanjabtim Terima 3 Laporan Pelanggaran Caleg


Kajanglako.com, Tanjung Jabung Timur -Bawaslu Tanjab Timur, terus memproses laporan dari Panwascam dugaan pelanggaran dari beberapa Calon Legislatif (Caleg).    Ketua