Senin, 13 Juli 2020


Minggu, 25 November 2018 10:35 WIB

Lima Point Deklarasi KAHMI di Rakornas I Provinsi Jambi

Reporter : Redaksi
Kategori : Inforial Berita

Sejumlah petinggi hadir dalam Rakornas KAHMI I di Provinsi Jambi (foto:Kajanglako/Red)

Kajanglako.com, Jambi – Kendati terdapat insiden tidak menyenangkan yang berujung nyaris terjadi kericuhan pada acara pembukaan, Rapat Koordinasi Nasional (Rakornas) Korps Alumni Himpunan Mahasiswa Islam (KAHMI) I di Provinsi Jambi terus berlangsung kondusif, 23 – 25 November 2018.  

Dari Rakornas ini, setidaknya melahirkan lima point pernyataan sikap Majelis Nasional (MN) KAHMI yang resmi dideklarasikan pada acara tersebut. Lima point ini setidaknya menegaskan posisi KAHMI secara keseluruhan dalam peran sertanya membangun bangsa Indonesia melalui komitmen demokrasi yang sehat dan bermartabat.



Sebagaimana diketahui, Wakil Presiden RI Jusuf Kalla sekaligus Ketua Dewan Etik KAHMI yang membuka langsung kegiatan tersebut mengatakan, dalam sejarahnya Kader HMI maupun Alumni memiliki peran besar dalam pembangunan bangsa Indonesia. Saat ini menurut JK Alumni HMI tersebar luas diseluruh Indonesia yang memiliki posisi strategis, baik di pemerintahan, dunia usaha serta lembaga hukum.

Berikut lima petikan deklarasi KAHMI hasil dari Rakornas I di Provinsi Jambi:

1.  KAHMI menegaskan posisinya sebagai organisasi yang berkomitmen untuk membangun demokrasi yang sehat dan bermartabat. Untuk itu kontestasi politik PILEG dan PILPRES 2019 diharapkan lebih mengedepankan semangat kompetisi program yang dilakukan untuk mencerahkan dan mengedukasi masyarakat.

2.  Ditengah kontestasi dan dinamika politik menyongsong Pemilu 2019, Majelis Nasional KAHMI mengingatkan pemerintah agar tetap melaksanakan kewajiban pelayanan publik secara prima. Juga bisa memberikan prioritas terhadap hak hak dasar warga negara/penduduk secara adil, memadai dan tidak diskriminatif.

3.  KAHMI sebagai organisasi cendikiawan mendorong aparatnya di seluruh wilayah (Majelis Wilayah dan Majelis Daerah) untuk meningkatkan peran2 kontributif dalam pembagunan daerah, menghadirkan pikiran-pikiran cerdas,, kritis dan solutif terhadap masalah-masalah yang dihadapi. Untuk itu kemitraan strategis harus tetap terbangun dan terjaga secara harmonis dengan semua komponen penyelenggaraan pemerintahan serta civil society.

4. Untuk mengawal pelaksanaan demokrasi yang substantif, KAHMI mengingatkan kembali kepada seluruh instrumen penyelenggara Pileg dan Pilpres (KPU, BAWASLU, TNI, POLRI dan Kepala Daerah) agar benar-benar menjaga netralitasnya dalam menjalankan tugasnya. Kepada semua kontestan yg akan berikhtiar pada pileg dan pilpres 2019 mendatang agar lebih menampilkan sikap dan perilaku politik yang cerdas.  bermartabat serta menunjukkan sikap sportivitas politik dalam menghadapi apapun hasil pileg dan pilpres,

5. Merekomendasikan kepada MN KAHMI untuk mengadakan silaturahmi Nasional seluruh calon anggota legislatif, DPD seluruh Indonesia. (Kjcom)


Tag : #Jambi #Rakornas KAHMI #KAHMI #HMI #Jusuf Kalla #Akbar Tandjung #Fachrori Umar #Maulana #kajanglako



Berita Terbaru

 

Sejarah VOC di Jambi
Senin, 13 Juli 2020 17:18 WIB

Markas VOC yang Pertama di Jambi (6)


Oleh: Frieda Amran (Antropolog. Mukim di Belanda) Dalam penilaian Soury, semua penduduk Jambi miskin. Ia juga menilai semua orang itu merupakan pencuri

 

Senin, 13 Juli 2020 15:21 WIB

Hari Ketiga Pencarian, Jasad Pelajar SMP Bungo yang Tenggelam Ditemukan Mengapung


Kajanglako.com, Bungo - Pelajar SMP di Kabupaten Bungo, yang tengelam pada Sabtu (11/7/20) lalu, akhirnya ditemukan Senin, (13/7/20) sekitar pukul

 

Senin, 13 Juli 2020 15:11 WIB

Sudirman: Perhatikan Kebijakan Sekolah di Wilayah Zona Hijau


Kajanglako.com, Jambi - Penjabat (PJ) Sekretaris Daerah Provinsi Jambi, Sudirman, mengungkapkan aturan regulasi yang terbaru terkait zonasi di dunia pendidikan

 

Sosok dan Pemikiran
Senin, 13 Juli 2020 15:08 WIB

Herbert Feith


Oleh: Riwanto Tirtosudarmo* Pada tanggal 5 Juli 1959 Presiden Sukarno mengeluarkan Dekrit Presiden yang isinya membubarkan Konstituante dan memutuskan

 

Senin, 13 Juli 2020 14:31 WIB

Pekerja PETI Tewas Tertimbun Tanah, Kematian Seolah Dirahasiakan


Kajanglako.com, Sarolangun - Asep, warga Kabupaten Pati Provinsi Jawa Tengah pekerja penambangan emas tanpa izin (PETI) yang berada di Selembau Desa Teluk