Selasa, 18 Juni 2019


Kamis, 15 November 2018 16:55 WIB

10 Fakta Menarik Seputar Pameran Surat-surat Pendiri Bangsa

Reporter : Redaksi
Kategori : Berita Nasional Ensklopedia

Pameran Surat-surat Pendiri Bangsa di Museum Nasional (Dok.JP)

Kajanglako.com, Jakarta- Memasuki hari ke-5, pameran Surat-surat Pendiri Bangsa yang bertempat di Museum Nasional, Jakarta, telah dikunjungi lebih dari 5000 orang. Jumlah tersebut terus bertambah karena akan ditutup pada 22 November 2018.

Berikut ini fakta-fakta menarik di seputar Pemeran Surat-surat pendiri bangsa:



  • - Surat-surat delapan tokoh bangsa yang dipamerkan adalah Soekarno, Hatta, Sutan Sjahrir, Tan Malaka, Ki Hadjar Dewantara,  R.A. Kartini, Agus Salim dan Jhon Lie.
  • - Ada 25 surat yang dipamerkan dari total 35 surat hasil penelusuran. Pemilihan ke-25 surat tersebut didasarkan pada otentisitas sekaligus muatan pesannya.
  • - Surat-surat yang dipamerkan merupakan surat-surat pribadi yang ditujukan kepada sanak keluarga dan sahabat, bukan surat-surat formal yang bersifat kedinasan. 
  • - Surat Pribadi merupakan salah satu arsip primer untuk mengenali pikiran dan mendapatan kisah tentang pengalaman para pendiri bangsa langsung dari tangan pertama.
  • - Pameran surat-surat pendiri bangsa telah dikunjungi lebih dari 5000 orang. Mereka datang dari berbagai jenjang usia dan latar belakang profesi.
  • - Surat-surat yang dipamerkan dihasilkan melalui riset dengan menelusuri di berbagai tempat, antara lain, Arsip Nasional Republik Indonesia (ANRI) Jakarta; Museum Taman Mahasiswa, Yogyakarta; Museum Peranakan Tionghoa, Serpong, Tanggerang Selatan; Nationaal Archief, Den Haag, Belanda dan International Institute Instituut voor Sociale Geschiedenis, Amsterdam.
  • - Sebagian surat yang dipamerkan merupakan koleksi asli, sebagian lagi, karena pertimbangan satu dan lain hal, duplikasi dari koleksi arsip aslinya.
  • - Sebagian surat yang dipamerkan diperoleh dari keluarga, seperti surat Mohammad Hatta yang dimiliki ole Gemala Hatta. Koleksi Sutan Sjahrir diperoleh dari Kees Snoek (Guru Besar sastra dan peradaban Belanda di Universitas Sorbone, Paris, Prancis). Koleksi surat Tan Malaka diperoleh dari sejarahwan Harry Poeze yang sepanjang kariernya meneliti kehidupan pribadi Tan Malaka.
  • - Sebagian besar surat ditulis dalam bahasa Belanda, sehingga dilakukan penerjemahan dengan melibatkan penutur asli bahasa Belanda serta dibantu penutur bahasa Indonesia
  • - Surat-surat yang terpilih untuk dipamerkan diproses dalam dua tahap. Pertama, pemilahan nama dan peristiwa, kedua, mengolah informasi secara visual untuk disajikan secara menarik tanpa menghilangkan atau menjauhkan maksud surat itu sendiri.

 

*Catatan: Fakta-fakta seputar Pameran Surat-surat Pendiri Bangsa di atas diolah berdasarkan temuan lapangan di Museum Nasional serta Pengantar Direktur Jenderal Kebudayaan, Dr. Hilmar Farid dan pengantar kurator Bonnie Triyana dalam buku Katalog Pameran Surat Pendiri Bangsa. 


Tag : #Pameran Surat-surat Pendiri Bangsa #Museum Nasional #Hari Pahlawan Nasional



Berita Terbaru

 

Forwakada
Senin, 17 Juni 2019 21:52 WIB

Komisi II Respon Positif Penguatan Wakada


Kajanglako.com, Jakarta - Wacana revisi Undang-Undang nomor 23 tahun 2014 tentang Pemerintahan Daerah, khususnya pasal kewenangan wakil kepala daerah,

 

kuliner khas Jambi
Senin, 17 Juni 2019 21:44 WIB

Gubernur Gandeng APJI Kembangkan Potensi Kuliner Khas Jambi


Kajanglako.Com. Jambi - Gubernur Jambi Fachrori Umar, menjamu kunjungan Asosiasi Perusahaan Jasoboga Indonesia (APJI), di ruang kerja gubernur, Senin (17/6)

 

Pendidikan
Senin, 17 Juni 2019 20:02 WIB

Ini Penjelasan Kepala Dinas Pendidikan Tanjabtim Terkait SMP N 10


Kajanglako.com, Tanjab Timur -Menanggapi pemberitaan Sekolah Menengah Pertama (SMP) Negeri 10 Kecamatan Nipah Panjang Kabupaten Tanjung Jabung Timur (Tanjabtim)

 

Senin, 17 Juni 2019 17:19 WIB

Kukuhkan Pengurus LPTQ, Merangin Target Masuk Lima Besar MTQ Provinsi Jambi


Kajanglako.com, Merangin- Bupati Merangin, Al Haris mengukuhkan pengurus Lembaga Pengembangan Tilawatil Quran (LPTQ) Kabupaten Merangin periode 2018-2023,

 

Hama
Senin, 17 Juni 2019 16:30 WIB

Hama Babi Resahkan Petani di Jangkat


Kajanglako.com, Merangin- Sejak sebulan terakhir, petani di Desa Renah Alai, Kecamatan Jangkat, diresahkan dengan hama babi. Kawanan babi yang jumlahnya