Selasa, 28 Januari 2020


Kamis, 15 November 2018 16:55 WIB

10 Fakta Menarik Seputar Pameran Surat-surat Pendiri Bangsa

Reporter : Redaksi
Kategori : Berita Nasional Ensklopedia

Pameran Surat-surat Pendiri Bangsa di Museum Nasional (Dok.JP)

Kajanglako.com, Jakarta- Memasuki hari ke-5, pameran Surat-surat Pendiri Bangsa yang bertempat di Museum Nasional, Jakarta, telah dikunjungi lebih dari 5000 orang. Jumlah tersebut terus bertambah karena akan ditutup pada 22 November 2018.

Berikut ini fakta-fakta menarik di seputar Pemeran Surat-surat pendiri bangsa:



  • - Surat-surat delapan tokoh bangsa yang dipamerkan adalah Soekarno, Hatta, Sutan Sjahrir, Tan Malaka, Ki Hadjar Dewantara,  R.A. Kartini, Agus Salim dan Jhon Lie.
  • - Ada 25 surat yang dipamerkan dari total 35 surat hasil penelusuran. Pemilihan ke-25 surat tersebut didasarkan pada otentisitas sekaligus muatan pesannya.
  • - Surat-surat yang dipamerkan merupakan surat-surat pribadi yang ditujukan kepada sanak keluarga dan sahabat, bukan surat-surat formal yang bersifat kedinasan. 
  • - Surat Pribadi merupakan salah satu arsip primer untuk mengenali pikiran dan mendapatan kisah tentang pengalaman para pendiri bangsa langsung dari tangan pertama.
  • - Pameran surat-surat pendiri bangsa telah dikunjungi lebih dari 5000 orang. Mereka datang dari berbagai jenjang usia dan latar belakang profesi.
  • - Surat-surat yang dipamerkan dihasilkan melalui riset dengan menelusuri di berbagai tempat, antara lain, Arsip Nasional Republik Indonesia (ANRI) Jakarta; Museum Taman Mahasiswa, Yogyakarta; Museum Peranakan Tionghoa, Serpong, Tanggerang Selatan; Nationaal Archief, Den Haag, Belanda dan International Institute Instituut voor Sociale Geschiedenis, Amsterdam.
  • - Sebagian surat yang dipamerkan merupakan koleksi asli, sebagian lagi, karena pertimbangan satu dan lain hal, duplikasi dari koleksi arsip aslinya.
  • - Sebagian surat yang dipamerkan diperoleh dari keluarga, seperti surat Mohammad Hatta yang dimiliki ole Gemala Hatta. Koleksi Sutan Sjahrir diperoleh dari Kees Snoek (Guru Besar sastra dan peradaban Belanda di Universitas Sorbone, Paris, Prancis). Koleksi surat Tan Malaka diperoleh dari sejarahwan Harry Poeze yang sepanjang kariernya meneliti kehidupan pribadi Tan Malaka.
  • - Sebagian besar surat ditulis dalam bahasa Belanda, sehingga dilakukan penerjemahan dengan melibatkan penutur asli bahasa Belanda serta dibantu penutur bahasa Indonesia
  • - Surat-surat yang terpilih untuk dipamerkan diproses dalam dua tahap. Pertama, pemilahan nama dan peristiwa, kedua, mengolah informasi secara visual untuk disajikan secara menarik tanpa menghilangkan atau menjauhkan maksud surat itu sendiri.

 

*Catatan: Fakta-fakta seputar Pameran Surat-surat Pendiri Bangsa di atas diolah berdasarkan temuan lapangan di Museum Nasional serta Pengantar Direktur Jenderal Kebudayaan, Dr. Hilmar Farid dan pengantar kurator Bonnie Triyana dalam buku Katalog Pameran Surat Pendiri Bangsa. 


Tag : #Pameran Surat-surat Pendiri Bangsa #Museum Nasional #Hari Pahlawan Nasional



Berita Terbaru

 

Senin, 27 Januari 2020 16:41 WIB

Fachrori Ingatkan Perusahaan Utamakan K3 Bagi Pekerja


Kajanglako.com, Jambi - Gubernur Jambi Fachrori Umar, bertindak sebagai Inspektur Upacara peringatan Bulan Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3) tahun

 

Senin, 27 Januari 2020 15:01 WIB

Cabuli Anak Tiri, Warga Tanjung Marwo Diciduk Polisi


Kajanglako.com, Batanghari - IS (27), warga RT 02 Desa Tanjung Marwo kecamatan Muara Tembesi terpaksa meringkuk di jeruji besi sel tahanan Polres Batanghari.

 

Senin, 27 Januari 2020 14:50 WIB

Mantap..! Merangin Wakili Indonesia di Festival Kebudayaan Melayu Asean di Thailand


Kajanglako.com, Merangin - Kabupaten Merangin akan mewakili Indonesia di Festival Kebudayaan Melayu Asean di Kota Yala Thailand pada 7-9 Februari 2020

 

Senin, 27 Januari 2020 14:37 WIB

Aksi Warga 12 Desa Kecamatan Mandiangin di Kantor Bupati Berakhir, Warga Akan Langsung Duduki Lahan


Kajanglako.com, Sarolangun - Puluhan warga dari 12 desa di Kecematan Mandiangin yang berdemo di kantor Bupati Sarolangun menuntut PT AAS mengambil lahan

 

Senin, 27 Januari 2020 14:25 WIB

Tinjau Pencarian Korban Tenggelam, Al Haris Ingatkan Orang Tua Agar Awasi Anak


Kajanglako.com, Merangin - Bupati Merangin,  Al Haris, meninjau pencarian korban hanyut di sungai Merangin wilayah Pulau Rayo, Kelurahan Dusun Bangko,