Jumat, 14 Desember 2018


Kamis, 15 November 2018 08:11 WIB

Menikahlah, Tapi Jangan Menikah yang Dilarang

Reporter : Jhoni Imron
Kategori : Berita Agama

Dr, Miftahul Ulum, M.Si., MHI., MH. (paling kanan memegang mikrofon), Dr. Busyro, M.Ag (nomor dua dari kiri baju putih kebiruan)

Kajanglako.com, Kota Jambi - Menikah lalu punya anak, hidup normal di tengah masyarakat, itu sudah biasa. Tapi bagaimana dengan menikah atau melangsungkan perkawinan, secara sembunyi-sembunyi (rahasia) misalnya, hanya untuk tujuan singkat seperti menyalurkan kebutuhan biologis, atau sekedar melengkapi syarat hukum untuk melangsungkan pernikahan selanjutnya?

Dalam Konferensi Al-Jami’ah di Mayang Kota Jambi, Kamis (10/11), tema pernikahan seperti ini diangkat oleh dua penyaji, dari hasil penelitiannya yang kemudian disimpulkan dalam pandangan hukum Islam.



Dr Miftahul Ulum dari STAI Syaichona Moh Cholil Bangkalan menyajikan penelitiannya tentang nikah Misya’r yang dilakukan perempuan yang sudah mapan, dengan lokasi penelitian di Jawa Timur, bagaimana sikap kiyai NU di daerah ini. Sementara Dr Busyro dari IAIN Bukit Tinggi, Suamtera Barat, mengetengahkan persoalan “Kawin Maupah” yang menjadi tradisi di Nagari Binjai, Pasaman, Sumatera Barat.

Miftahul Ulum menyampaikan, nikah Misya’r ini sudah mulai banyak dilakukan terutama di Jawa Timur. Namun juga dilakukan di daerah lain seperti Jakarta. Pernikahan Misya’r dilakukan oleh perempuan yang sudah mapan, tajir namun umurnya sudah terbilang tua, yang hanya untuk memenuhi hasrat biologisnya. Sementara untuk kebutuhan ekonomi, si pria akan hidup dari pemberian perempuan yang menjadi istrinya tersebut.

“Jadi mereka biasanya tidak tinggal satu rumah. Hanya untuk kebutuhan biologis, nanti bertemunya di mana, begitu,” kata Ulum.

Dia menjelaskan, nikah cara ini pertama kali dikenal pada 2004 di Mesir, dalam fatwa Muhammad Yusuf Alqordawi. Kemudian lebih populer lagi setelah diterbitkannya buku membahas nikah Misya’r, dan berkembang di Arab Saudi.

Namun kata dia, berdasarkan penelitiannya di Jawa Timur, para Kyai berbeda pendapat dalam soal ini. Mereka terbelah menjadi empat golongan. Ada yang tidak membolehkan secara mutlak, ada juga yang mengatakan hanya boleh dilakukan di Timur Tengah, bukan di Indonesia.

Ulama lainnya berpendapat kawin Misya’r ini bisa dilakukan secara mutlak, karena unsur-unsur perkawinan dalam Islam sudah terpenuhi. Semantara sebagian lagi menegaskan bahwa kawin Misya’r, walaupun sudah memenuhi unsur-unsur perkawinan, tetap tidak boleh dilakukan di semua tempat.  Dan ada syarat-syarat ketat yang harus dipenuhi, misalnya hanya dilakukan satu kali selama hidupnya. Tidak boleh lebih.

Jika Misya’r dilakukan untuk tujuan biologis, tradisi Kawin Maupah yang hidup di tengah masyarakat Binjai, Pasaman, berdasarkan penelitian Busyro, lebih disebabkan empat faktor. Di antaranya, pertama, adanya ketentuan-ketentuan adat yang diyakini akan sesuai dengan agama, di mana para wanita yang dikenakan dengan talaq ketiga di posisi tercela sama dengan kotoran anjing dan tidak akan bau surga; kedua, hal ini dilakukan untuk menjaga keharmonisan hubungan sosial; ketiga, ada mitos yang dipercaya sejak lama bahwa seorang wanita yang dikenakan talaq ketiga dan tidak segera menikah kembali mantan suaminya akan menghadapi tragedi dalam hidupnya; dan keempat, masalah pelestarian dan keberlanjutan pendidikan anak-anak.

Namun dia menyimpulkan jika praktek Kawin Maupah tidak sesuai dengan tujuan pernikahan yang dikehendaki. “Kawin Maupah bukan untuk Maslahah. Di mana tujuannya bukan untuk ridho Allah SWT,” sebut Busyro.

Menurutnya, maksud dari Kawin Maupah ini lebih untuk merangsang keinginan tanpa dasar hukum yang jelas. “Dengan demikian, praktek kawin maupah adalah tidak sesuai dengan teori maqâ?id al-syarî'ah yang disepakati oleh para ulama,” tutupnya. (Kjcom)


Tag : #AL Jamiah Conference #Pernikahan #Islam



Berita Terbaru

 

Kamis, 13 Desember 2018 21:55 WIB

Razia Gabungan, Kendaraan Mati Pajak Ditindak


Kajanglako.com, Muaro Jambi - Satuan Lantas (Satlantas) Polres Muaro Jambi bersama dengan Samsat, Dispenda dan Jasa Raharja menggelar razia gabungan, Kamis

 

Festival Kampung Senaung
Kamis, 13 Desember 2018 21:50 WIB

Peluncuran dan Bedah Kamus Bahasa Senaung, Tingkatkan Pelestarian Budaya


Kajanglako.com, Muaro Jambi - Upaya meningkatkan pelestarian budaya lokal, Pemerintah Desa Senaung Kabupaten, Muaro Jambi, melakukan peluncuran kamus Bahasa

 

Pungli
Kamis, 13 Desember 2018 21:16 WIB

Diduga Marak Pungli, Siswa SMAN 3 Sarolangun Tuntut Kepsek Mundur dari Jabatannya


Kajanglako.com, Sarolangun - Siswa  SMA Negeri  3 Sarolangun di Kecamatan  Pauh  berunjuk rasa di sekolah, mereka menuntut agar Kepala

 

Ngopi Bareng Antashari
Kamis, 13 Desember 2018 20:09 WIB

Ngopi Bareng di Hellosapa, Mantan Ketua KPK ini Bicara Harusnya Hukuman Seorang Koruptor


Kajanglako.com, Jambi – Mantan Ketua Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Antashari Azhar, Kamis siang (13/12) menyambangi Coffe Shop Hellosapa di

 

Curanmor
Kamis, 13 Desember 2018 18:08 WIB

Polisi Ringkus Pelaku Curanmor Asal Muratara yang Beraksi di Sarolangun


Kajanglako.com, Sarolangun - Unit Reskrim Polsek Sarolangun berhasil mengungkap kasus pencurian kendaraan bermotor (curanmor), pelaku yang ditangkap merupakan