Selasa, 21 Mei 2019


Kamis, 15 November 2018 08:11 WIB

Menikahlah, Tapi Jangan Menikah yang Dilarang

Reporter : Jhoni Imron
Kategori : Berita Agama

Dr, Miftahul Ulum, M.Si., MHI., MH. (paling kanan memegang mikrofon), Dr. Busyro, M.Ag (nomor dua dari kiri baju putih kebiruan)

Kajanglako.com, Kota Jambi - Menikah lalu punya anak, hidup normal di tengah masyarakat, itu sudah biasa. Tapi bagaimana dengan menikah atau melangsungkan perkawinan, secara sembunyi-sembunyi (rahasia) misalnya, hanya untuk tujuan singkat seperti menyalurkan kebutuhan biologis, atau sekedar melengkapi syarat hukum untuk melangsungkan pernikahan selanjutnya?

Dalam Konferensi Al-Jami’ah di Mayang Kota Jambi, Kamis (10/11), tema pernikahan seperti ini diangkat oleh dua penyaji, dari hasil penelitiannya yang kemudian disimpulkan dalam pandangan hukum Islam.



Dr Miftahul Ulum dari STAI Syaichona Moh Cholil Bangkalan menyajikan penelitiannya tentang nikah Misya’r yang dilakukan perempuan yang sudah mapan, dengan lokasi penelitian di Jawa Timur, bagaimana sikap kiyai NU di daerah ini. Sementara Dr Busyro dari IAIN Bukit Tinggi, Suamtera Barat, mengetengahkan persoalan “Kawin Maupah” yang menjadi tradisi di Nagari Binjai, Pasaman, Sumatera Barat.

Miftahul Ulum menyampaikan, nikah Misya’r ini sudah mulai banyak dilakukan terutama di Jawa Timur. Namun juga dilakukan di daerah lain seperti Jakarta. Pernikahan Misya’r dilakukan oleh perempuan yang sudah mapan, tajir namun umurnya sudah terbilang tua, yang hanya untuk memenuhi hasrat biologisnya. Sementara untuk kebutuhan ekonomi, si pria akan hidup dari pemberian perempuan yang menjadi istrinya tersebut.

“Jadi mereka biasanya tidak tinggal satu rumah. Hanya untuk kebutuhan biologis, nanti bertemunya di mana, begitu,” kata Ulum.

Dia menjelaskan, nikah cara ini pertama kali dikenal pada 2004 di Mesir, dalam fatwa Muhammad Yusuf Alqordawi. Kemudian lebih populer lagi setelah diterbitkannya buku membahas nikah Misya’r, dan berkembang di Arab Saudi.

Namun kata dia, berdasarkan penelitiannya di Jawa Timur, para Kyai berbeda pendapat dalam soal ini. Mereka terbelah menjadi empat golongan. Ada yang tidak membolehkan secara mutlak, ada juga yang mengatakan hanya boleh dilakukan di Timur Tengah, bukan di Indonesia.

Ulama lainnya berpendapat kawin Misya’r ini bisa dilakukan secara mutlak, karena unsur-unsur perkawinan dalam Islam sudah terpenuhi. Semantara sebagian lagi menegaskan bahwa kawin Misya’r, walaupun sudah memenuhi unsur-unsur perkawinan, tetap tidak boleh dilakukan di semua tempat.  Dan ada syarat-syarat ketat yang harus dipenuhi, misalnya hanya dilakukan satu kali selama hidupnya. Tidak boleh lebih.

Jika Misya’r dilakukan untuk tujuan biologis, tradisi Kawin Maupah yang hidup di tengah masyarakat Binjai, Pasaman, berdasarkan penelitian Busyro, lebih disebabkan empat faktor. Di antaranya, pertama, adanya ketentuan-ketentuan adat yang diyakini akan sesuai dengan agama, di mana para wanita yang dikenakan dengan talaq ketiga di posisi tercela sama dengan kotoran anjing dan tidak akan bau surga; kedua, hal ini dilakukan untuk menjaga keharmonisan hubungan sosial; ketiga, ada mitos yang dipercaya sejak lama bahwa seorang wanita yang dikenakan talaq ketiga dan tidak segera menikah kembali mantan suaminya akan menghadapi tragedi dalam hidupnya; dan keempat, masalah pelestarian dan keberlanjutan pendidikan anak-anak.

Namun dia menyimpulkan jika praktek Kawin Maupah tidak sesuai dengan tujuan pernikahan yang dikehendaki. “Kawin Maupah bukan untuk Maslahah. Di mana tujuannya bukan untuk ridho Allah SWT,” sebut Busyro.

Menurutnya, maksud dari Kawin Maupah ini lebih untuk merangsang keinginan tanpa dasar hukum yang jelas. “Dengan demikian, praktek kawin maupah adalah tidak sesuai dengan teori maqâ?id al-syarî'ah yang disepakati oleh para ulama,” tutupnya. (Kjcom)


Tag : #AL Jamiah Conference #Pernikahan #Islam



Berita Terbaru

 

Paripurna Dewan
Senin, 20 Mei 2019 15:37 WIB

DPRD Muaro Jambi Gelar Paripurna Ranperda Pertanggungjawaban APBD 2018


DPRD Muaro Jambi Gelar Paripurna Ranperda Pertanggungjawaban APBD 2018 Kajanglako.com, Muaro Jambi - Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Muaro

 

Gema Ramadhan
Senin, 20 Mei 2019 15:28 WIB

Bunda PAUD Merangin Hesty Haris Apresiasi Ramadhan Festival 1440 H


Bunda Paud Merangin Hesti Haris Apresiasi Ramadhan Festival 1440 H Kajanglako.com, Merangin - Bunda PAUD Merangin, Hesti Haris mengapresiasi kegiatan Ramadhan

 

Pajak Kendaraan Dinas
Senin, 20 Mei 2019 15:09 WIB

Kaget Mobnasnya Nunggak Pajak, Kepala Inspektorat : Saya Sudah Perintahkan Bendahara untuk Bayar


Kaget Mobnasnya Nunggak Pajak, Kepala Inspektorat : Saya Sudah Perintahkan Bendahara untuk Bayar Kajanglako.com, Merangin - Mobil Dinas (Mobnas) jabatan

 

Pajak Kendaraan Dinas
Senin, 20 Mei 2019 15:01 WIB

Banyak Mobil Dinas Milik Pejabat Eselon II di Merangin Nunggak Pajak


Banyak Mobil Dinas Milik Pejabat Eselon II di Merangin Nunggak Pajak Kajanglako.com, Merangin - Tercatat sedikitnya 55 kendaran dinas roda empat atau Mobil

 

Harkitnas 111
Senin, 20 Mei 2019 14:57 WIB

Al Haris Ziarah ke Makam Pahlawan : Tugas Kita Lanjutkan Perjuangan Mereka


Al Haris Ziarah ke Makam Pahlawan : Tugas Kita Lanjutkan Perjuangan Mereka Kajanglako.com, Merangin - Usai upacara peringatan Hari Kebangkitan Nasional