Sabtu, 19 Oktober 2019


Rabu, 14 November 2018 00:18 WIB

Politik Identitas Jelang Pemilu, Al Makin: Menghilangkan Substansi Masalah Sebenarnya

Reporter : Jhoni Imron
Kategori : Sosok

Prof. Dr. Phil. Al Makin, S.Ag., M.A. Sumber Foto : https://icseas.ugm.ac.id

Kajanglako.com, Kota Jambi - Semakin mendekati Pemilu 2019, isu politik identitas semakin kentara disebarluaskan ke tengah masyarakat. Medium utamanya melalui media sosial.

Yang disasar dari penyebarluasan isu-isu politik identitas ini bukan hanya golongan tua yang kadar keberagamaannya semakin kental, namun utamanya para milenial yang dianggap paling banyak menyumbang suara pada Pemilu mendatang.



Politik identitas, terutama terkait agama, ini bukan hanya terjadi saat ini. Prof Al Makin, Guru Besar pada UIN Sunan Kali Jaga Jogjakarta menduga isu politik identitas awalnya muncul pada kasus Ahok.

“Awalnya itu muncul pada kasus Ahok, 212 itu, akhirnya kan dibalas oleh politik identitas juga. Jadi sama-sama memakai,” ujar Al Makin, saat diwawancarai di sela kegiatan The Eleventh Al-Jami’ah Forum & Conference,  Selasa (13/11) malam, di Mayang, Kota Jambi.

Prof Al Makin, Guru Besar Filsafat UIN Sunan Kali Jaga Jogjakarta, banyak meneliti dan menulis buku tentang keberagaman dan keberagamaan. Selain itu, Al Makin juga masih aktif mengajar di UIN Sunan Kali Jaga Yogyakarta. Mengampu mata kuliah Agama dan Perubahan Sosial, Agama dan Masyarakat Minoritas di Indonesia, Komunikasi Sosial.  

Diakuinya, dua kontestan dan pendukung calon pada Pilpres 2019, saat ini sama-sama memakai politik identitas, dan ini sangat disayangkan.”Karena tidak mendidik masyarakat agar berfikir rasional,” kata Al Makin.

Di media sosial, lanjutnya, kita bisa lihat semua pendukung Capres memakai politik identitas. Baik kelompok oposisi maupun kelompok pemerintah, banyak memakai identitas. Bahkan parahnya lagi, yang dilakukan justru menghilangkan dari substansi permasalahan yang sebenarnya.

“Tidak ada lagi. Misalnya, program-program pemerintah yang saat ini harusnya bisa dikritisi oleh pihak oposisi, ternyata tidak juga ada. Oposisi ini tidak fokus ke program, jadi, balik lagi kan, apa, isu, dulu di zaman Gusdur isu sektarian. Kepura-puraan. Berkunjung, ke mana itu, ke kuburan. Masalah bendera. Jadi ndak, ndak persoalan yang sebenarnya,” sebutnya.

Padahal menurutnya, kita mengalami banyak sekali persoalan. Masalah pendidikan, masalah ekonomi. “Masalah kebijakan-kebijakan desentralisasi yang belum full. Masalah desa. Masalah Debikroratisasi. Banyak sekali persoalan. Dan itu semua tidak dibicarakan,” kata Al Makin.

Saat ini antara oposisi dan pemerintah membicarakan banyak hal yang tidak penting. “Bendera misalnya, ngapain, ga ada hubungannya dengan berapa inflasi, berapa nilai tukar rupiah,” ujarnya.

Menurutnya, saat ini kita (negara kita-red) berada pada fase yang sulit. Dalam istilah sosiologinya disebut konstruk, di mana kebenaran yang sejatinya, itu dihilangkan oleh suara-suara bising.

“Jadi hilang. Di era ini gak ada,” kata Al Makin.

Untuk saat ini, kata Makin, menjaga agar logika dan pikiran jalan, itu hampir tidak mungkin. “Makanya kegiatan konferensi (Islam Studies Updatered) seperti ini, menjadi sangat penting,” sebutnya.   

Hal itu agar bisa mengimbangi atau bahkan menghentikan penyebaran wacana politik identitas. “Yang penting dilakukan adalah membuat wacana lain, supaya politik identitas tidak semakin menyebar,” ujar Al Makin. (Kjcom)


Tag : #Pipres #Politik Identitas #Al Jamiah conference #Pemilu 2019



Berita Terbaru

 

Sabtu, 19 Oktober 2019 11:24 WIB

Al Haris Lepas Ribuan Peserta Kirab Hari Santri Nasional 2019


Al Haris Lepas Ribuan Peserta Kirab Hari Santri Nasional 2019 Kajanglako.com, Merangin - Ribuan santri dari berbagai Pondok Pesantren (Ponpes) di Kabupaten

 

Sabtu, 19 Oktober 2019 09:49 WIB

Merangin Akan Miliki Desa Sadar Kerukunan Umat Beragama


Merangin Akan Miliki Desa Sadar Kerukunan Umat Beragama Kajanglako.com, Merangin - Kabupaten Merangin akan memiliki desa sadar kerukunan umat beragama.

 

Perspektif
Sabtu, 19 Oktober 2019 05:15 WIB

Sakti Alam Kerinci, dari Catatan Menuju Aksi Pemajuan Kebudayaan


Oleh: Asyhadi Mufsi Sadzali* “Sakti Alam Kerinci”, selain alamnya bertuah, bentang lahannya diibaratkan bak sepenggal tanah surga yang jatuh

 

Ekspedisi Belanda ke Djambi
Sabtu, 19 Oktober 2019 03:58 WIB

Pemburu Burung Dara


Oleh: Frieda Amran (Antropolog. Mukim di Belanda) Van Hasselt dan timnya berjalan-jalan berkeliling dusun atau kota itu, bersama Toeankoe dan pamannya,

 

Jumat, 18 Oktober 2019 18:40 WIB

Sidak Proyek Irigasi Dam Betuk, Dewan Temui Banyak Kejanggalan


Sidak Proyek Irigasi Dam Betuk, Dewan Temui Banyak Kejanggalan Kajanglako.com, Merangin- Ketua DPRD Merangin, Herman Efendi berasama Ketua Komisi III Mulyadi