Kamis, 21 Februari 2019


Selasa, 13 November 2018 19:36 WIB

Mau Damai, Kepala MTS Simpang Babeko yang 'Pecut' Siswanya Harus Setor Rp200 Juta

Reporter : Sonny Zuhyoen
Kategori : Berita Hukrim

Kepala MTS Negeri Simpang Babeko saat memberikan klarifikasi ke awak media soal kasus pemukulan yang dilakukan terhadap siswanya/ foto: Sonny Z

Kajanglako.com, Bungo - Kasus pemukulan yang dilakukan oleh Kepala MTS Negeri Simpang Babeko, Kabupaten Bungo, terhadap siswanya atas nama M Fiqri Ardiansyah beserta tiga siswa lainnya berbuntut panjang.

Mahyudin, Kepala MTS Simpang Babeko dipinta harus membayar Rp200 juta jika ingin berdamai.



“Permintaan uang itu disampaikan perwakilan orang tua korban Sopyan, saya diminta Rp200 juta jika ingin berdamai dan masalahnya selesai” kata Mahyudin, kepada sejumlah awak media, Senin (12/11) malam.

Permintaan uang ratusan juta itu tentu saja memberatkan Mahyudin, menurutnya uang Rp200 juta bukanlah perkara kecil, melainkan dugaan pemerasan dengan sengaja.

Masih menurut Mahyudin, persoalan pemukulan itu sengaja dibesar-besarkan pihak korban, karena baginya pemukulan itu bukan penganiyaan melainkan teguran disiplin.

"Saya tidak ada memukul tangan Fiqri pakai kayu, saya hanya memecut telapak tangannya menggunakan penggaris yang lebarnya 35 cm, hal itu saya lakukan karena menegur Fiqri sudah melakukan kesalahan," kata Mahyudin membela diri.

Apalagi, hukuman disiplin itu dilakukannya dikarenkan Fiqri sudah mengumpat dengan kata-kata kasar terhadap seorang guru di MTS Negeri Simpang Babeko.

"Fikri sudah mengeluarkan kata-kata kotor," katanya.

Menyikapi informasi yang banyak beredar akhir-akhir ini di media cetak, online, maupun di tv lokal tentang tuduhan penganiayaan terhadap korban. Hal itu sudah merusak nama baiknya.

"Maka dari itu biar beritanya berimbang saya ingin klarifikasi krnologis yang sebenarnya terjadi di lapangan," kata Mahyudin.

Kasus dugaan penganiayaan terhadap siswa yang dilakukan Mahyudin sendiri sudah dilaporkan ke pihak kepolisian.

Mahyudin pun kepada awak media memperlihatkan poin-poin yang dilaporkan korban ke kepolisian yang bertolak belakang dengan pengakuan Mahyudin.

- M Fiqri dan pihak keluarga melaporkan bahwa terjadi penganiayaan pemukulan pada bagian lengan siswa dengan kayu, faktanya hukuman yang diberikan kepada M Fiqri dan tiga orang temannya tersebut adalah pecutan ringan pada bagian telapak tangan sebanyak satu kali menggunakan penggaris ukuran 30cm yang terbuat dari kayu.

- M Fiqri mengaku akibat penganiayaan lengannya menjadi lebam, bengkak, sakit dan sulit digerakkan, Faktanya M Fiqri telah mengendarai sepeda motor pada siang harinya ke rumah, telah bermain secara normal dan terlihat mendorong sepeda motor karena kehabisan bensin, luka bekas terkilir pada bagian lengan adalah luka lama bukan akibat pecutan satu kali pada telapak tangan.

- Bahwa M Fiqri dan pihak keluarganya telah mendramatisir dan membesar-besarkan suatu kejadian, memberikan kesaksian bohong, melakukan pengaduan kepada pihak kepolisian, serta dengan sangat cepat telah mempublikasikan kepada berbagai media tanpa ada klarifikasi.

- Tindakan tersebut telah mencemarkan nama baik saya, sekolah dan terjadi penyebaran berita bohong (hoax) di berbagai media. (kjcom)


Tag : #Penganiayaan #Bungo #MTS Negeri Simpang Babeko



Berita Terbaru

 

Rabu, 20 Februari 2019 20:17 WIB

Bikin Merinding!! Mawardi Cerita Terdengar Suara Misterius di Pohon Pisang Miliknya


Kajanglako.com, Sarolangun - Kejadian misterius dan bikin bulu kuduk merinding dialami Mawardi, dari arah pohon pisang yang tumbuh tepat di perkarangan

 

Rabu, 20 Februari 2019 20:15 WIB

Pemkab Sarolangun Akan Lelang Terbuka 26 Kendaraan Dinas


Kajanglako.com, Sarolangun - Pemkab Sarolangun melalui Badan Pengelolaan Keuangan dan Aset Daerah (BPKAD) akan melakukan pelelangan 26 kendaraan dinas,

 

Rabu, 20 Februari 2019 19:40 WIB

4 Mantan Pimpinan DPRD Sarolangun Belum Kembalikan Mobil Dinas


Kajanglako.com, Sarolangun - Empat mantan unsur Pimpinan DPRD Kabupaten Sarolangun membandel, mereka belum mengembalikan aset milik daerah berupa mobil

 

Pemilu 2019
Rabu, 20 Februari 2019 19:11 WIB

30 Kotak Suara Rusak Tak Layak Pakai Belum Diganti


Kajanglako.com, Batanghari - Pesta demokrasi akan digelar pada 17 April 2019 mendatang. Untuk menghadapi perhelatan akbar tersebut, KPU RI hingga KPUD

 

Rabu, 20 Februari 2019 19:10 WIB

Ragam Kisruh Rio di Bungo, Warga Segel hingga Bakar Kantor Desa


Kajanglako.com, Bungo - Berbagai kisruh di tingkat dusun di Kabupaten Bungo menjadi sejarah hitam dalam dua tahun terakhir, banyak terjadi konflik di tengah