Jumat, 14 Desember 2018


Selasa, 13 November 2018 19:36 WIB

Mau Damai, Kepala MTS Simpang Babeko yang 'Pecut' Siswanya Harus Setor Rp200 Juta

Reporter : Sonny Zuhyoen
Kategori : Berita Hukrim

Kepala MTS Negeri Simpang Babeko saat memberikan klarifikasi ke awak media soal kasus pemukulan yang dilakukan terhadap siswanya/ foto: Sonny Z

Kajanglako.com, Bungo - Kasus pemukulan yang dilakukan oleh Kepala MTS Negeri Simpang Babeko, Kabupaten Bungo, terhadap siswanya atas nama M Fiqri Ardiansyah beserta tiga siswa lainnya berbuntut panjang.

Mahyudin, Kepala MTS Simpang Babeko dipinta harus membayar Rp200 juta jika ingin berdamai.



“Permintaan uang itu disampaikan perwakilan orang tua korban Sopyan, saya diminta Rp200 juta jika ingin berdamai dan masalahnya selesai” kata Mahyudin, kepada sejumlah awak media, Senin (12/11) malam.

Permintaan uang ratusan juta itu tentu saja memberatkan Mahyudin, menurutnya uang Rp200 juta bukanlah perkara kecil, melainkan dugaan pemerasan dengan sengaja.

Masih menurut Mahyudin, persoalan pemukulan itu sengaja dibesar-besarkan pihak korban, karena baginya pemukulan itu bukan penganiyaan melainkan teguran disiplin.

"Saya tidak ada memukul tangan Fiqri pakai kayu, saya hanya memecut telapak tangannya menggunakan penggaris yang lebarnya 35 cm, hal itu saya lakukan karena menegur Fiqri sudah melakukan kesalahan," kata Mahyudin membela diri.

Apalagi, hukuman disiplin itu dilakukannya dikarenkan Fiqri sudah mengumpat dengan kata-kata kasar terhadap seorang guru di MTS Negeri Simpang Babeko.

"Fikri sudah mengeluarkan kata-kata kotor," katanya.

Menyikapi informasi yang banyak beredar akhir-akhir ini di media cetak, online, maupun di tv lokal tentang tuduhan penganiayaan terhadap korban. Hal itu sudah merusak nama baiknya.

"Maka dari itu biar beritanya berimbang saya ingin klarifikasi krnologis yang sebenarnya terjadi di lapangan," kata Mahyudin.

Kasus dugaan penganiayaan terhadap siswa yang dilakukan Mahyudin sendiri sudah dilaporkan ke pihak kepolisian.

Mahyudin pun kepada awak media memperlihatkan poin-poin yang dilaporkan korban ke kepolisian yang bertolak belakang dengan pengakuan Mahyudin.

- M Fiqri dan pihak keluarga melaporkan bahwa terjadi penganiayaan pemukulan pada bagian lengan siswa dengan kayu, faktanya hukuman yang diberikan kepada M Fiqri dan tiga orang temannya tersebut adalah pecutan ringan pada bagian telapak tangan sebanyak satu kali menggunakan penggaris ukuran 30cm yang terbuat dari kayu.

- M Fiqri mengaku akibat penganiayaan lengannya menjadi lebam, bengkak, sakit dan sulit digerakkan, Faktanya M Fiqri telah mengendarai sepeda motor pada siang harinya ke rumah, telah bermain secara normal dan terlihat mendorong sepeda motor karena kehabisan bensin, luka bekas terkilir pada bagian lengan adalah luka lama bukan akibat pecutan satu kali pada telapak tangan.

- Bahwa M Fiqri dan pihak keluarganya telah mendramatisir dan membesar-besarkan suatu kejadian, memberikan kesaksian bohong, melakukan pengaduan kepada pihak kepolisian, serta dengan sangat cepat telah mempublikasikan kepada berbagai media tanpa ada klarifikasi.

- Tindakan tersebut telah mencemarkan nama baik saya, sekolah dan terjadi penyebaran berita bohong (hoax) di berbagai media. (kjcom)


Tag : #Penganiayaan #Bungo #MTS Negeri Simpang Babeko



Berita Terbaru

 

Kamis, 13 Desember 2018 21:55 WIB

Razia Gabungan, Kendaraan Mati Pajak Ditindak


Kajanglako.com, Muaro Jambi - Satuan Lantas (Satlantas) Polres Muaro Jambi bersama dengan Samsat, Dispenda dan Jasa Raharja menggelar razia gabungan, Kamis

 

Festival Kampung Senaung
Kamis, 13 Desember 2018 21:50 WIB

Peluncuran dan Bedah Kamus Bahasa Senaung, Tingkatkan Pelestarian Budaya


Kajanglako.com, Muaro Jambi - Upaya meningkatkan pelestarian budaya lokal, Pemerintah Desa Senaung Kabupaten, Muaro Jambi, melakukan peluncuran kamus Bahasa

 

Pungli
Kamis, 13 Desember 2018 21:16 WIB

Diduga Marak Pungli, Siswa SMAN 3 Sarolangun Tuntut Kepsek Mundur dari Jabatannya


Kajanglako.com, Sarolangun - Siswa  SMA Negeri  3 Sarolangun di Kecamatan  Pauh  berunjuk rasa di sekolah, mereka menuntut agar Kepala

 

Ngopi Bareng Antashari
Kamis, 13 Desember 2018 20:09 WIB

Ngopi Bareng di Hellosapa, Mantan Ketua KPK ini Bicara Harusnya Hukuman Seorang Koruptor


Kajanglako.com, Jambi – Mantan Ketua Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Antashari Azhar, Kamis siang (13/12) menyambangi Coffe Shop Hellosapa di

 

Curanmor
Kamis, 13 Desember 2018 18:08 WIB

Polisi Ringkus Pelaku Curanmor Asal Muratara yang Beraksi di Sarolangun


Kajanglako.com, Sarolangun - Unit Reskrim Polsek Sarolangun berhasil mengungkap kasus pencurian kendaraan bermotor (curanmor), pelaku yang ditangkap merupakan