Sabtu, 19 Januari 2019


Kamis, 08 November 2018 23:39 WIB

Ketua PPK Jelutung Mengaku Diintervensi Komisioner KPU dan Bawaslu Kota Jambi

Reporter : Redaksi
Kategori : Berita Politik

Sidang DKPP di Bawaslu Jambi yang menyeret Ketua PPK dan Ketua Panwascam Jelutung. foto: istimewa

Kajanglako.com, Jambi – Pengakuan Ketua PPK Jelutung, Misgianto, dalam sidang kasus rekayasa dukungan e-KTP Calon Anggota DPD RI atas nama Kemuning Gilang Pertiwi, yang digelar oleh DKPP, cukup mengejutkan.

Misgianto dihadapan Majelis Hakim DKPP mengakui jika ia melakukan rekayasa dukungan untuk Kemuning tersebut karena mendapat tekanan dari Komisioner KPU dan Bawaslu Kota Jambi.



Misgianto mengatakan jika intervensi itu berasal dua Komisioner KPU Kota Jambi yakni Yatno dan Arif Lesmana Yoga, serta dari Ketua Bawaslu Kota Jambi, Ari Juniarman. Intervensi itu ia dapatkan melalui Ketua Panwascam Jelutung, Arif Rahmanudin.

"Saya diminta sama Arif (Ketua Panwascam Jelutung) untuk menyatakan Memenuhi Syarat (MS) atas nama Kemuning Gilang Pertiwi," kata Misgianto.

Pernyataan Misgianto ini diperkuat dengan bukti adanya percakapan antara dirinya dengan Arif Rahmanudin melalui aplikasi whatsapp, dalam pesan itu adanya kerjasama antara keduanya.

Selain itu, terungkap juga dalam sidang jika ada pertemuan di Pujasera dan Tugu Keris antara Misgianto dan Komisioner KPU Kota Jambi. Arif Rahmanudin yang mempertanyakan pertemuan tersebut ke Misgianto, Arif menduga Misgianto bertemu dengan Komisioner KPU Kota Jambi yakni Hazairin dan Rahim.

“Karena setelah itu muncullah membawa Ari Juniarman, Yatno dan Arif Lesmana Yoga,” kata Arif Ramahnuddin di muka sidang.

Akan tetapi Ini langsung dibantah Misgianto. Termasuk Rahim dan Hazairin. Menurutnya tidak ada pertemuan di Tugu Keris dan itu konteksnya berbeda dengan pertemuan Pujasera.

Rahim mengakui ada pertemuan dengan Misgianto di Pujasera. Namun pertemuan ini untuk menguatkan psikologis Misgianto setelah proses klarifikasi.

“Saya hanya meringankan psikologis beliau, jangan disebut konspirasi,” kata Rahim.

Karena saat melakukan klarifikasi dengan seluruh PPS, ternyata ada PPS yang menyebutkan jangan biarkan Pak Misgianto menanggung sendiri.

“Pecahkan bisulnya sekalian,” kata Rahim.

Sinyal dari PPS inilah yang membuatnya kembali meminta Misgianto untuk menyampaikan hal yang sebenarnya. (kjcom/*)


Tag : #Bawaslu #DKPP #Penyelenggara Pemilu



Berita Terbaru

 

Sabtu, 19 Januari 2019 12:25 WIB

Bupati Syahirsah Hadiri Sosialisasi BPOM Bersama Anggota DPR RI


Kajanglako.com, Batanghari - Bupati Batanghari, Syahirsah Sy, Kamis (17/01) lalu, membuka Sosialisasi Pemberdayaan Masyarakat Melalui Komunikasi Informasi

 

Ekspedisi Belanda ke Djambi
Sabtu, 19 Januari 2019 07:12 WIB

Raden Hassan, Danau Sipin dan Tanah Pileh


Oleh: Frieda Amran (Antropolog. Mukim di Belanda) Raden Hassan menunjukkan beberapa contoh batu bara yang dapat ditemukan di daerah Sekamis, di tepian

 

Jumat, 18 Januari 2019 20:15 WIB

Kunker ke Kerinci, Fachrori Bicara Pentingnya Pendidikan dan Kesehatan


Kajanglako.com, Jambi - Plt Gubernur Jambi, Fachrori Umar, menyampaikan pesan pentingnya pendidikan dan kesehatan menjelang pelaksanaan ibadah Salat Jumat

 

Jumat, 18 Januari 2019 19:55 WIB

Penuhi Panggilan Bawaslu, Sutan Adil Menolak Disebut Diperiksa


Kajanglako.com, Jambi – Kasus pembagian Beasiswa Program Indonesia Pintar (PIP) yang diduga dijadikan jualan politik oleh lima Caleg Gerindra, termasuk

 

Warga Tenggelam
Jumat, 18 Januari 2019 17:52 WIB

Petani yang Terseret Arus di Sungai Tembesi Ditemukan Tewas


Kajanglako.com, Merangin - Sarmidi (35), warga Desa Rantau Panjang, Kecamatan Muara Siau yang terseret arus sungai Tembesi pada Rabu (16/1) lalu, berhasil