Jumat, 16 November 2018


Kamis, 08 November 2018 23:39 WIB

Ketua PPK Jelutung Mengaku Diintervensi Komisioner KPU dan Bawaslu Kota Jambi

Reporter : Redaksi
Kategori : Berita Politik

Sidang DKPP di Bawaslu Jambi yang menyeret Ketua PPK dan Ketua Panwascam Jelutung. foto: istimewa

Kajanglako.com, Jambi – Pengakuan Ketua PPK Jelutung, Misgianto, dalam sidang kasus rekayasa dukungan e-KTP Calon Anggota DPD RI atas nama Kemuning Gilang Pertiwi, yang digelar oleh DKPP, cukup mengejutkan.

Misgianto dihadapan Majelis Hakim DKPP mengakui jika ia melakukan rekayasa dukungan untuk Kemuning tersebut karena mendapat tekanan dari Komisioner KPU dan Bawaslu Kota Jambi.



Misgianto mengatakan jika intervensi itu berasal dua Komisioner KPU Kota Jambi yakni Yatno dan Arif Lesmana Yoga, serta dari Ketua Bawaslu Kota Jambi, Ari Juniarman. Intervensi itu ia dapatkan melalui Ketua Panwascam Jelutung, Arif Rahmanudin.

"Saya diminta sama Arif (Ketua Panwascam Jelutung) untuk menyatakan Memenuhi Syarat (MS) atas nama Kemuning Gilang Pertiwi," kata Misgianto.

Pernyataan Misgianto ini diperkuat dengan bukti adanya percakapan antara dirinya dengan Arif Rahmanudin melalui aplikasi whatsapp, dalam pesan itu adanya kerjasama antara keduanya.

Selain itu, terungkap juga dalam sidang jika ada pertemuan di Pujasera dan Tugu Keris antara Misgianto dan Komisioner KPU Kota Jambi. Arif Rahmanudin yang mempertanyakan pertemuan tersebut ke Misgianto, Arif menduga Misgianto bertemu dengan Komisioner KPU Kota Jambi yakni Hazairin dan Rahim.

“Karena setelah itu muncullah membawa Ari Juniarman, Yatno dan Arif Lesmana Yoga,” kata Arif Ramahnuddin di muka sidang.

Akan tetapi Ini langsung dibantah Misgianto. Termasuk Rahim dan Hazairin. Menurutnya tidak ada pertemuan di Tugu Keris dan itu konteksnya berbeda dengan pertemuan Pujasera.

Rahim mengakui ada pertemuan dengan Misgianto di Pujasera. Namun pertemuan ini untuk menguatkan psikologis Misgianto setelah proses klarifikasi.

“Saya hanya meringankan psikologis beliau, jangan disebut konspirasi,” kata Rahim.

Karena saat melakukan klarifikasi dengan seluruh PPS, ternyata ada PPS yang menyebutkan jangan biarkan Pak Misgianto menanggung sendiri.

“Pecahkan bisulnya sekalian,” kata Rahim.

Sinyal dari PPS inilah yang membuatnya kembali meminta Misgianto untuk menyampaikan hal yang sebenarnya. (kjcom/*)


Tag : #Bawaslu #DKPP #Penyelenggara Pemilu



Berita Terbaru

 

Festival Budaya Bioskop
Jumat, 16 November 2018 06:20 WIB

Bentuk Museum Bioskop, Tempoa Art Digandeng Institut Kesenian Jakarta


Kajanglako, Jambi-hanya tinggal menghitung hari, Festival Budaya Bioskop Jambi segera dibuka untuk publik. Festival untuk pertama kali di Jambi ini merupakan

 

Kamis, 15 November 2018 22:10 WIB

Dugaan Percobaan Penculikan Anak, CE: Jangan Buat Gaduh Sebelum Jelas Motifnya


Kajanglako.com, Sarolangun - Kabar dugaan percobaan penculikan anak di Desa Bernai Luar, Kabupaten Sarolangun, Sabtu (10/11) lalu sempat membuat gempar

 

Kamis, 15 November 2018 18:00 WIB

Tahun Depan, Jembatan Timbang Tembesi Kembali Diaktifkan


Kajanglako.com, Batanghari - Saat ini, tonase truk batubara maupun angkutan lainnya sudah melebihi batas kemampuan kualitas jalan.    Untuk menertibkan

 

Surat-surat Pribadi Pendiri Bangsa
Kamis, 15 November 2018 16:55 WIB

10 Fakta Menarik Seputar Pameran Surat-surat Pendiri Bangsa


Kajanglako.com, Jakarta- Memasuki hari ke-5, pameran Surat-surat Pendiri Bangsa yang bertempat di Museum Nasional, Jakarta, telah dikunjungi lebih dari

 

Surat-surat Pendiri Bangsa
Kamis, 15 November 2018 15:36 WIB

5000 Orang Kunjungi Pameran Surat-surat Pendiri Bangsa


Kajanglako.com, Jakarta- Selain beberapa remaja dan turis manca negara, siswa sekolah dasar berduyun-duyun ke area pameran Surat-surat Pendiri Bangsa yang