Kamis, 21 Maret 2019

Kamis, 08 November 2018 23:39 WIB

Ketua PPK Jelutung Mengaku Diintervensi Komisioner KPU dan Bawaslu Kota Jambi

Reporter : Redaksi
Kategori : Berita Politik

Sidang DKPP di Bawaslu Jambi yang menyeret Ketua PPK dan Ketua Panwascam Jelutung. foto: istimewa

Kajanglako.com, Jambi – Pengakuan Ketua PPK Jelutung, Misgianto, dalam sidang kasus rekayasa dukungan e-KTP Calon Anggota DPD RI atas nama Kemuning Gilang Pertiwi, yang digelar oleh DKPP, cukup mengejutkan.

Misgianto dihadapan Majelis Hakim DKPP mengakui jika ia melakukan rekayasa dukungan untuk Kemuning tersebut karena mendapat tekanan dari Komisioner KPU dan Bawaslu Kota Jambi.



Misgianto mengatakan jika intervensi itu berasal dua Komisioner KPU Kota Jambi yakni Yatno dan Arif Lesmana Yoga, serta dari Ketua Bawaslu Kota Jambi, Ari Juniarman. Intervensi itu ia dapatkan melalui Ketua Panwascam Jelutung, Arif Rahmanudin.

"Saya diminta sama Arif (Ketua Panwascam Jelutung) untuk menyatakan Memenuhi Syarat (MS) atas nama Kemuning Gilang Pertiwi," kata Misgianto.

Pernyataan Misgianto ini diperkuat dengan bukti adanya percakapan antara dirinya dengan Arif Rahmanudin melalui aplikasi whatsapp, dalam pesan itu adanya kerjasama antara keduanya.

Selain itu, terungkap juga dalam sidang jika ada pertemuan di Pujasera dan Tugu Keris antara Misgianto dan Komisioner KPU Kota Jambi. Arif Rahmanudin yang mempertanyakan pertemuan tersebut ke Misgianto, Arif menduga Misgianto bertemu dengan Komisioner KPU Kota Jambi yakni Hazairin dan Rahim.

“Karena setelah itu muncullah membawa Ari Juniarman, Yatno dan Arif Lesmana Yoga,” kata Arif Ramahnuddin di muka sidang.

Akan tetapi Ini langsung dibantah Misgianto. Termasuk Rahim dan Hazairin. Menurutnya tidak ada pertemuan di Tugu Keris dan itu konteksnya berbeda dengan pertemuan Pujasera.

Rahim mengakui ada pertemuan dengan Misgianto di Pujasera. Namun pertemuan ini untuk menguatkan psikologis Misgianto setelah proses klarifikasi.

“Saya hanya meringankan psikologis beliau, jangan disebut konspirasi,” kata Rahim.

Karena saat melakukan klarifikasi dengan seluruh PPS, ternyata ada PPS yang menyebutkan jangan biarkan Pak Misgianto menanggung sendiri.

“Pecahkan bisulnya sekalian,” kata Rahim.

Sinyal dari PPS inilah yang membuatnya kembali meminta Misgianto untuk menyampaikan hal yang sebenarnya. (kjcom/*)


Tag : #Bawaslu #DKPP #Penyelenggara Pemilu



Berita Terbaru

 

Rabu, 20 Maret 2019 21:38 WIB

Gubernur Fachrori dan Bupati Romi Panen Benih Padi di Simpang Datuk


Kajanglako.com, Tanjung Jabung Timur - Dalam mewujudkan kemandirian benih di Kabupaten Tanjung Jabung Timur (Tanjabtim), penangkaran padi kegiatan pembenihan

 

Rabu, 20 Maret 2019 21:37 WIB

Di Pra Musrenbang, Sekda Dianto Marah-marah dan Luapkan Kekecewaan


Kajanglako.com, Jambi - Sekda Provinsi Jambi, M Dianto, meluapkan kekecewaannya saat membuka Rakor Pra Musrenbang yang digelar Bappeda Provinsi Jambi,

 

Rabu, 20 Maret 2019 21:20 WIB

Ciptakan Pemilu Damai, Bupati Safrial: Tanggung Jawab Semua Lintas Sektor


Kajanglako.com, Tanjung Jabung Barat - Guna menciptakan Pemilihan Umum (Pemilu) Serentak Tahun 2019 yang sejuk, aman dan damai. Pemerintah Tanjung Jabung

 

Rabu, 20 Maret 2019 21:19 WIB

Sekda Dianto Beberkan Kendala Penyaluran Alokasi DAK Fisik dan Dana Desa


Kajanglako.com, Jambi – Sekretaris Daerah (Sekda) Provinsi Jambi, M Dianto berharap agar Dana Alokasi Khusus (DAK) Fisik dan Dana Desa disalurkan

 

Rabu, 20 Maret 2019 19:08 WIB

Parah!! Staf Perempuan Minta Tandatangan Surat Pindah, Kabiro AUPK UIN Minta Pesan Kamar Hotel Dahulu


Kajanglako.com. Jambi - Dugaan pelecehan seksual yang dilakukan oleh J, Kabiro Administrasi Umum Perencanaan dan Keuangan (AUPK) UIN STS Jambi, kepada