Sabtu, 19 Januari 2019


Senin, 29 Oktober 2018 12:19 WIB

Pramuka Santri Harus Berjiwa Nasionalisme, Patriotisme dan Anti Radikalisme

Reporter : Arman Mandaloni
Kategori : Ragam Berita Pendidikan

Kegiatan Pramuka Santri di Bumi Perkemahan Sungai Gelam Muaro Jambi/ foto: Arman

Kajanglako.com, Jambi - Para Pramuka Santri harus memiliki sifat Nasioanalisme, Patriotisme dan Anti Radikalisme. Ketiga hal itu harus tertanam dalam diri dan diaktualisasikan dalam prilaku.

Hal itu diungkapkan langsung oleh Basnang Said, Kepala Sub Direktorat Pendidikan Pesantren Kementrian Agama Republik Indonesia, dalan kegiatan Perkemahan Pramuka Santri Nusantara (PPSN) V tahun 2018 di Provinsi Jambi, Senin (29/10).



Menurut Basnang yang memberikan langsung ketiga materi tersebut dalam kegiatan PPSN V ini, seorang Pramuka Santri sejatinya mempunyai bekal agama yang mumpuni. Di mana bekal tersebut diperoleh di pesantren. Namun kata Basnang, selain ilmu agama para santri juga harus memiliki jiwa nasionalis dan patriotisme yang baik, dan itu ada di Pramuka.

“Iya mereka (santri) selain ilmu agama harus juga memiliki jiwa nasionalisme, patriotisme yang baik. Selain itu santri juga harus memahami terkait dengan radikalisme dan cara menyikapinya", kata Basnang.

Dalam konteks nasionalisme, para Pramuka Santri dijelaskan tentang sejarah serta peran ulama dan santri dalam mendirikan bangsa Indonesia. Selain itu konsep kebangsaan yang diniatkan para ulama dalam mendirikan bangsa, juga menjadi wajib diketahui secara baik oleh Pramuka Santri.

“Santri harus tau konsep bangsa ini saat didirikan. Konsep bangsa ini adalah Darusalam yakni penuh kedamaian bukan Darul Islam," katanya.

Selain itu para Pramuka Santri juga memiliki jiwa patriotisme yang mumpuni. Basnang mengatakan didasari atas perjuangan para ulama terdahulu, para santri juga wajib tahu bagaimana memperjuangkan dan mempertahankan bangsa ini. Dalam materi para santri dijelaskan tentang resolusi jihad dan menggelorakan semangat tersebut.

Sementara, tak kalah penting para Pramuka Santri juga dijelaskan perannya dalam memerangi radikalisme. Menurut Basnang, santri harus memiliki semangat anti radikalisme dan selalu memposisikan keberadaannya sebagai penengah.

“Santri harus menjadi penengah dalam.memerangi radikalisme. Tidak boleh di kiri dan atau di kanan," kata Basnang.

Ia berharap ke depan para Pramuka Santri benar-benar dapat menjadi garda terdepan dalam menggelorakan ketiga semangat tersebut. Perpaduan Pesantren dan Pramuka, merupakan satu paket yang lengkap untuk mewujudkan hal tersebut.

Basnang mengatakan sejatinya Pramuka Santri merupakan suatu paket lengkap, yakni menggabungkan antara agama dan ilmu umum yang itu tersalurkan melalui gerakan Pramuka. (kjcom)


Tag : #PPSN ke-V #Pramuka Santri #Pramuka #Santri #Nasionalisme #Radikalisme #Patriotisme



Berita Terbaru

 

Jumat, 18 Januari 2019 20:15 WIB

Kunker ke Kerinci, Fachrori Bicara Pentingnya Pendidikan dan Kesehatan


Kajanglako.com, Jambi - Plt Gubernur Jambi, Fachrori Umar, menyampaikan pesan pentingnya pendidikan dan kesehatan menjelang pelaksanaan ibadah Salat Jumat

 

Jumat, 18 Januari 2019 19:55 WIB

Penuhi Panggilan Bawaslu, Sutan Adil Menolak Disebut Diperiksa


Kajanglako.com, Jambi – Kasus pembagian Beasiswa Program Indonesia Pintar (PIP) yang diduga dijadikan jualan politik oleh lima Caleg Gerindra, termasuk

 

Warga Tenggelam
Jumat, 18 Januari 2019 17:52 WIB

Petani yang Terseret Arus di Sungai Tembesi Ditemukan Tewas


Kajanglako.com, Merangin - Sarmidi (35), warga Desa Rantau Panjang, Kecamatan Muara Siau yang terseret arus sungai Tembesi pada Rabu (16/1) lalu, berhasil

 

Jumat, 18 Januari 2019 13:30 WIB

SK Pemberhentian Zola sebagai Gubernur Sudah Diteken Presiden


Kajangalako,com. Jambi - SK pemberhentian Zumi Zola sebagai Gubernur Jambi periode 2016-2021 akhirnya ditandatangani Presiden RI, Joko Widodo. Kabar ini

 

Jumat, 18 Januari 2019 11:33 WIB

Jualan Sabu, Pegawai Honorer Ditangkap saat Menunggu Pembeli


Kajanglako.com, Merangin - Satresnarkoba Polres Merangin kembali berhasil mengamankan seorang pelaku penyalahgunaan Narkotika. Kali ini seorang pegawai