Jumat, 16 November 2018


Senin, 29 Oktober 2018 12:19 WIB

Pramuka Santri Harus Berjiwa Nasionalisme, Patriotisme dan Anti Radikalisme

Reporter : Arman Mandaloni
Kategori : Ragam Berita Pendidikan

Kegiatan Pramuka Santri di Bumi Perkemahan Sungai Gelam Muaro Jambi/ foto: Arman

Kajanglako.com, Jambi - Para Pramuka Santri harus memiliki sifat Nasioanalisme, Patriotisme dan Anti Radikalisme. Ketiga hal itu harus tertanam dalam diri dan diaktualisasikan dalam prilaku.

Hal itu diungkapkan langsung oleh Basnang Said, Kepala Sub Direktorat Pendidikan Pesantren Kementrian Agama Republik Indonesia, dalan kegiatan Perkemahan Pramuka Santri Nusantara (PPSN) V tahun 2018 di Provinsi Jambi, Senin (29/10).



Menurut Basnang yang memberikan langsung ketiga materi tersebut dalam kegiatan PPSN V ini, seorang Pramuka Santri sejatinya mempunyai bekal agama yang mumpuni. Di mana bekal tersebut diperoleh di pesantren. Namun kata Basnang, selain ilmu agama para santri juga harus memiliki jiwa nasionalis dan patriotisme yang baik, dan itu ada di Pramuka.

“Iya mereka (santri) selain ilmu agama harus juga memiliki jiwa nasionalisme, patriotisme yang baik. Selain itu santri juga harus memahami terkait dengan radikalisme dan cara menyikapinya", kata Basnang.

Dalam konteks nasionalisme, para Pramuka Santri dijelaskan tentang sejarah serta peran ulama dan santri dalam mendirikan bangsa Indonesia. Selain itu konsep kebangsaan yang diniatkan para ulama dalam mendirikan bangsa, juga menjadi wajib diketahui secara baik oleh Pramuka Santri.

“Santri harus tau konsep bangsa ini saat didirikan. Konsep bangsa ini adalah Darusalam yakni penuh kedamaian bukan Darul Islam," katanya.

Selain itu para Pramuka Santri juga memiliki jiwa patriotisme yang mumpuni. Basnang mengatakan didasari atas perjuangan para ulama terdahulu, para santri juga wajib tahu bagaimana memperjuangkan dan mempertahankan bangsa ini. Dalam materi para santri dijelaskan tentang resolusi jihad dan menggelorakan semangat tersebut.

Sementara, tak kalah penting para Pramuka Santri juga dijelaskan perannya dalam memerangi radikalisme. Menurut Basnang, santri harus memiliki semangat anti radikalisme dan selalu memposisikan keberadaannya sebagai penengah.

“Santri harus menjadi penengah dalam.memerangi radikalisme. Tidak boleh di kiri dan atau di kanan," kata Basnang.

Ia berharap ke depan para Pramuka Santri benar-benar dapat menjadi garda terdepan dalam menggelorakan ketiga semangat tersebut. Perpaduan Pesantren dan Pramuka, merupakan satu paket yang lengkap untuk mewujudkan hal tersebut.

Basnang mengatakan sejatinya Pramuka Santri merupakan suatu paket lengkap, yakni menggabungkan antara agama dan ilmu umum yang itu tersalurkan melalui gerakan Pramuka. (kjcom)


Tag : #PPSN ke-V #Pramuka Santri #Pramuka #Santri #Nasionalisme #Radikalisme #Patriotisme



Berita Terbaru

 

Festival Budaya Bioskop
Jumat, 16 November 2018 06:20 WIB

Bentuk Museum Bioskop, Tempoa Art Digandeng Institut Kesenian Jakarta


Kajanglako, Jambi-hanya tinggal menghitung hari, Festival Budaya Bioskop Jambi segera dibuka untuk publik. Festival untuk pertama kali di Jambi ini merupakan

 

Kamis, 15 November 2018 22:10 WIB

Dugaan Percobaan Penculikan Anak, CE: Jangan Buat Gaduh Sebelum Jelas Motifnya


Kajanglako.com, Sarolangun - Kabar dugaan percobaan penculikan anak di Desa Bernai Luar, Kabupaten Sarolangun, Sabtu (10/11) lalu sempat membuat gempar

 

Kamis, 15 November 2018 18:00 WIB

Tahun Depan, Jembatan Timbang Tembesi Kembali Diaktifkan


Kajanglako.com, Batanghari - Saat ini, tonase truk batubara maupun angkutan lainnya sudah melebihi batas kemampuan kualitas jalan.    Untuk menertibkan

 

Surat-surat Pribadi Pendiri Bangsa
Kamis, 15 November 2018 16:55 WIB

10 Fakta Menarik Seputar Pameran Surat-surat Pendiri Bangsa


Kajanglako.com, Jakarta- Memasuki hari ke-5, pameran Surat-surat Pendiri Bangsa yang bertempat di Museum Nasional, Jakarta, telah dikunjungi lebih dari

 

Surat-surat Pendiri Bangsa
Kamis, 15 November 2018 15:36 WIB

5000 Orang Kunjungi Pameran Surat-surat Pendiri Bangsa


Kajanglako.com, Jakarta- Selain beberapa remaja dan turis manca negara, siswa sekolah dasar berduyun-duyun ke area pameran Surat-surat Pendiri Bangsa yang