Senin, 17 Februari 2020


Senin, 29 Oktober 2018 12:19 WIB

Pramuka Santri Harus Berjiwa Nasionalisme, Patriotisme dan Anti Radikalisme

Reporter : Arman Mandaloni
Kategori : Ragam Berita Pendidikan

Kegiatan Pramuka Santri di Bumi Perkemahan Sungai Gelam Muaro Jambi/ foto: Arman

Kajanglako.com, Jambi - Para Pramuka Santri harus memiliki sifat Nasioanalisme, Patriotisme dan Anti Radikalisme. Ketiga hal itu harus tertanam dalam diri dan diaktualisasikan dalam prilaku.

Hal itu diungkapkan langsung oleh Basnang Said, Kepala Sub Direktorat Pendidikan Pesantren Kementrian Agama Republik Indonesia, dalan kegiatan Perkemahan Pramuka Santri Nusantara (PPSN) V tahun 2018 di Provinsi Jambi, Senin (29/10).



Menurut Basnang yang memberikan langsung ketiga materi tersebut dalam kegiatan PPSN V ini, seorang Pramuka Santri sejatinya mempunyai bekal agama yang mumpuni. Di mana bekal tersebut diperoleh di pesantren. Namun kata Basnang, selain ilmu agama para santri juga harus memiliki jiwa nasionalis dan patriotisme yang baik, dan itu ada di Pramuka.

“Iya mereka (santri) selain ilmu agama harus juga memiliki jiwa nasionalisme, patriotisme yang baik. Selain itu santri juga harus memahami terkait dengan radikalisme dan cara menyikapinya", kata Basnang.

Dalam konteks nasionalisme, para Pramuka Santri dijelaskan tentang sejarah serta peran ulama dan santri dalam mendirikan bangsa Indonesia. Selain itu konsep kebangsaan yang diniatkan para ulama dalam mendirikan bangsa, juga menjadi wajib diketahui secara baik oleh Pramuka Santri.

“Santri harus tau konsep bangsa ini saat didirikan. Konsep bangsa ini adalah Darusalam yakni penuh kedamaian bukan Darul Islam," katanya.

Selain itu para Pramuka Santri juga memiliki jiwa patriotisme yang mumpuni. Basnang mengatakan didasari atas perjuangan para ulama terdahulu, para santri juga wajib tahu bagaimana memperjuangkan dan mempertahankan bangsa ini. Dalam materi para santri dijelaskan tentang resolusi jihad dan menggelorakan semangat tersebut.

Sementara, tak kalah penting para Pramuka Santri juga dijelaskan perannya dalam memerangi radikalisme. Menurut Basnang, santri harus memiliki semangat anti radikalisme dan selalu memposisikan keberadaannya sebagai penengah.

“Santri harus menjadi penengah dalam.memerangi radikalisme. Tidak boleh di kiri dan atau di kanan," kata Basnang.

Ia berharap ke depan para Pramuka Santri benar-benar dapat menjadi garda terdepan dalam menggelorakan ketiga semangat tersebut. Perpaduan Pesantren dan Pramuka, merupakan satu paket yang lengkap untuk mewujudkan hal tersebut.

Basnang mengatakan sejatinya Pramuka Santri merupakan suatu paket lengkap, yakni menggabungkan antara agama dan ilmu umum yang itu tersalurkan melalui gerakan Pramuka. (kjcom)


Tag : #PPSN ke-V #Pramuka Santri #Pramuka #Santri #Nasionalisme #Radikalisme #Patriotisme



Berita Terbaru

 

Minggu, 16 Februari 2020 21:00 WIB

Dishanpan Provinsi Jambi Launching 3,3 Ton Bawang Putih Murah


Kajanglako.com, Jambi - Minggu (16/2/20) pagi, di Area Car Free Day depan Kantor Gubernur Jambi, Dinas Ketahanan Pangan (Dishanpan) Provinsi Jambi melaunching

 

Minggu, 16 Februari 2020 12:50 WIB

Grand BSC Jambi, Hidup Sehat Ala HNI Produk Herbal Halal


Kajanglako.com, Jambi - Hallal Network Indonesia (HNI), menggelar Business Skill Course (BSC) dalam rangka Sosialiasi Success Plan Rev 3.0, Training For

 

Sabtu, 15 Februari 2020 20:14 WIB

Lilik Gunawan "Rider For Mom" Indonesia Mekkah Saksi Peluncuran All New NMAX 155 Terbaru 2020 di Jambi


Kajanglako.com, Jambi – Kabar gembira datang bagi para pecinta Maxi Yamaha di wilayah Jambi dan sekitarnya dengan telah diluncurkannya skuter matik

 

Sabtu, 15 Februari 2020 18:59 WIB

Bawaslu Provinsi Jambi Lounching Pengawasan Pemilu Gubernur, Bupati/Walikota 2020, Waspadai Racun Demokrasi


Kajanglako.com, Jambi - Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) Provinsi Jambi, melounching Pengawasan Pemilihan Umum (Pemilu) Serentak Kepala Daerah tahun 2020,

 

Ekspedisi Sumatra Tengah 1877
Sabtu, 15 Februari 2020 03:58 WIB

Puncak Gunung: Dekat, tapi Jauh


Oleh: Frieda Amran (Antropolog. Mukim di Belanda) Di sebelah tenggara, ada danau besar. Danau itu terletak di Goenoeng Toedjoeh, dikelilingi oleh dinding-dinding