Kamis, 21 Maret 2019

Senin, 29 Oktober 2018 12:19 WIB

Pramuka Santri Harus Berjiwa Nasionalisme, Patriotisme dan Anti Radikalisme

Reporter : Arman Mandaloni
Kategori : Ragam Berita Pendidikan

Kegiatan Pramuka Santri di Bumi Perkemahan Sungai Gelam Muaro Jambi/ foto: Arman

Kajanglako.com, Jambi - Para Pramuka Santri harus memiliki sifat Nasioanalisme, Patriotisme dan Anti Radikalisme. Ketiga hal itu harus tertanam dalam diri dan diaktualisasikan dalam prilaku.

Hal itu diungkapkan langsung oleh Basnang Said, Kepala Sub Direktorat Pendidikan Pesantren Kementrian Agama Republik Indonesia, dalan kegiatan Perkemahan Pramuka Santri Nusantara (PPSN) V tahun 2018 di Provinsi Jambi, Senin (29/10).



Menurut Basnang yang memberikan langsung ketiga materi tersebut dalam kegiatan PPSN V ini, seorang Pramuka Santri sejatinya mempunyai bekal agama yang mumpuni. Di mana bekal tersebut diperoleh di pesantren. Namun kata Basnang, selain ilmu agama para santri juga harus memiliki jiwa nasionalis dan patriotisme yang baik, dan itu ada di Pramuka.

“Iya mereka (santri) selain ilmu agama harus juga memiliki jiwa nasionalisme, patriotisme yang baik. Selain itu santri juga harus memahami terkait dengan radikalisme dan cara menyikapinya", kata Basnang.

Dalam konteks nasionalisme, para Pramuka Santri dijelaskan tentang sejarah serta peran ulama dan santri dalam mendirikan bangsa Indonesia. Selain itu konsep kebangsaan yang diniatkan para ulama dalam mendirikan bangsa, juga menjadi wajib diketahui secara baik oleh Pramuka Santri.

“Santri harus tau konsep bangsa ini saat didirikan. Konsep bangsa ini adalah Darusalam yakni penuh kedamaian bukan Darul Islam," katanya.

Selain itu para Pramuka Santri juga memiliki jiwa patriotisme yang mumpuni. Basnang mengatakan didasari atas perjuangan para ulama terdahulu, para santri juga wajib tahu bagaimana memperjuangkan dan mempertahankan bangsa ini. Dalam materi para santri dijelaskan tentang resolusi jihad dan menggelorakan semangat tersebut.

Sementara, tak kalah penting para Pramuka Santri juga dijelaskan perannya dalam memerangi radikalisme. Menurut Basnang, santri harus memiliki semangat anti radikalisme dan selalu memposisikan keberadaannya sebagai penengah.

“Santri harus menjadi penengah dalam.memerangi radikalisme. Tidak boleh di kiri dan atau di kanan," kata Basnang.

Ia berharap ke depan para Pramuka Santri benar-benar dapat menjadi garda terdepan dalam menggelorakan ketiga semangat tersebut. Perpaduan Pesantren dan Pramuka, merupakan satu paket yang lengkap untuk mewujudkan hal tersebut.

Basnang mengatakan sejatinya Pramuka Santri merupakan suatu paket lengkap, yakni menggabungkan antara agama dan ilmu umum yang itu tersalurkan melalui gerakan Pramuka. (kjcom)


Tag : #PPSN ke-V #Pramuka Santri #Pramuka #Santri #Nasionalisme #Radikalisme #Patriotisme



Berita Terbaru

 

Kamis, 21 Maret 2019 14:05 WIB

20 Desa di Sarolangun Realisasi PBB-P2 Nol Persen, Berikut Daftarnya


Kajanglako.com, Sarolangun - Tercatat 20 desa di Sarolangun pada tahun 2018 realisasi setoran PBB-P2 nya tidak ada sama sekali alias nol persen. Jupri,

 

Kamis, 21 Maret 2019 13:51 WIB

Api Hanguskan Satu Unit Rumah Pegawai Puskesmas Muara Madras Jangkat


Kajanglako.com, Merangin - Kebakaran terjadi di Desa Muara Madras, Kecamatan Jangkat, Kamis (21/3) pagi. Tidak ada korban jiwa dalam peristiwa ini, namun

 

Kamis, 21 Maret 2019 13:50 WIB

Kondisi Memprihatinkan SMPN 10 Tanjabtim, Dinding Jebol dan Atap Seng Bocor


Kajanglako.com, Tanjung Jabung Timur - Gedung SMPN 10 Tanjung Jabung Timur yang terletak di Kecamatan Nipah Panjang, tepatnya di Kelurahan Nipah Panjang

 

Pemilu 2019
Kamis, 21 Maret 2019 13:48 WIB

3.858 Surat Suara di Tanjabtim Rusak


Kajanglako.com, Tanjung Jabung Timur - Sebanyak 3.858 lembar surat suara untuk Kabupaten Tanjab Timur tidak bisa digunakan alias rusak, kerusakan surat

 

Kamis, 21 Maret 2019 11:10 WIB

Hari Ini Giliran BBS dan Hilallatil Badri Diperiksa KPK


Kajanglako.com, Jambi - Setelah 2 hari sebelumnya, KPK lakukan pemeriksaan terhadap 22 orang Anggota DPRD Provinsi Jambi sebagai saksi. Hari ini Kamis