Senin, 23 April 2018


Rabu, 11 Oktober 2017 16:34 WIB

Bintang Penghargaan: Hubungan Kesultanan Turki dan Jambi

Reporter :
Kategori : Ensklopedia

Bintang Penghargaan Kesultanan Tukri untuk Kesultanan Jambi

Oleh: Budi Prihatna*

Berbeda halnya dengan Keris Si Ginjei, Bintang Penghargaan Kesultanan Turki sebagai regalia Kesultanan Jambi berada di Jambi, tepatnya di Museum Negeri Jambi sejak 31 Mei 2002. Sebelumnya regalia kesultanan itu berada di Kemaman, Terengganu, Malaysia, disimpan di kediaman Engku Zubir Bin Engku Ja'far.



Seperti diketahui, pada  Oktober 1857 Sultan Thaha melakukan misi diplomatik dengan mengutus Pangeran Ratu ke Singapura untuk diteruskan kepada Sultan Turki. Sultan Thaha mengirimkan permintaan tertulis kepada Sultan Turki agar diperoleh pengakuan yang menyatakan bahwa Jambi adalah wilayah Turki dan pihak luar tidak punya hak.

Surat tersebut dititipkan pada seorang pembesar Singapura dengan memberi imbalan 30 ribu dollar Spanyol untuk menyampaikannya ke Istambul. Dipilihnya Turki karena imperium Utsmani dianggap memiliki kekuatan yang harus diperhitungkan oleh negara-negara "kafir" (penjajah).

Pengiriman surat pada pemimpin Imperium Utsmani tersebut memberikan dampak dengan dikeluarkannya ultimatum oleh Belanda berupa: 1) diberi kesempatan kepada Sultan Thaha dalam tempo 2 x 24 jam untuk membuat perjanjian baru pada Belanda; 2) apabila Sultan Thaha tetap membangkang Belanda akan menurunkan Sultan dari tahta kerajaan dan akan menunjuk sultan baru yang menyetujui perjanjian baru; 3) Sultan diwajibkan segera mengirim utusan kerajaan ke Batavia untuk memberi tanda kehormatan kepada Gubernur Jenderal Hindia Belanda; 4) jika semuanya ditolak, Belanda akan mengirimkan pasukan perang untuk menaklukan Jambi.

Utimatum dari Pemerintah Hindia Belanda itu dijawab oleh Sultan Thaha "Kerajaan Jambi adalah hak milik rakyat Jambi dan akan kami pertahankan dari penjajahan oleh siapapun juga dengan tetesan dari penghabisan".

Walaupun surat dari Sultan Thaha sampai di Turki, Kesultanan Turki hanya memberikan jawaban berupa pemberian penghargaan Kesultanan Turki tanpa memberikan bantuan lainnya. Saat itu Bintang Penghargaan Kesultanan Turki tidak dapat diterima Sultan Thaha karena adanya blokade laut yang dilakukan pasukan Pemerintah Hindia Belanda.

*penulis merupakan museolog. Kini bekerja di Museum Perjuangan Rakyat Jambi.

Sumber pustaka: Elsbeth Locher-Scholten, 2008. Kesultanan Sumatra dan Negara Kolonial. Hubungan Jambi-Batavia (1830-1907) dan Bangkitnya Imperialisme Belanda. Jakarta: Banana & KITLV; dan A. Mukti Nasruddin, tt. Jambi Dalam Sejarah Nusantara (Tidak dipublikasikan). 


Tag : #Turki #Jambi #Bintang Penghargaan #Belanda #Sumatra



Berita Terbaru

 

Pilkada Merangin 2018
Minggu, 22 April 2018 17:34 WIB

Sudah Lantik 23 Ribu Tim Pemenangan, Hamas Targetkan Menang Telak


Kajanglako.com, Merangin - Pasangan nomor urut 2, Al Haris - Mashuri (Hamas) terus memantapkan tim pemenangangannya hingga seluruh kecamatan di Kabupaten

 

Pilpres 2019
Minggu, 22 April 2018 16:03 WIB

Relawan Anis Matta: Diperlukan Sosok untuk Perubahan Bangsa


Kajanglako.com, Jambi - Relawan Anis Matta makin bergerilya ke berbagai daerah untuk makin mengenalkan jagoannya tersebut sebagai modal sebagai di Pilpres

 

Minggu, 22 April 2018 15:41 WIB

Illegal Drailing di Pompa Air Kian Menggila, Anak Sekolah Bahkan Terlibat


Kajanglako.com, Batanghari - Sudah berulang kali aktifitas Illegal Drailing yang berlokasi di Desa Pompa Air Kecamatan Bajubang ditutup.  Namun sepertinya

 

Pilkada Kerinci 2018
Minggu, 22 April 2018 15:09 WIB

Buktikan Dukungan, Warga Kayu Aro Coblos Zainal-Arsal


Kajanglako.com, Kerinci - Warga Desa Mekar Jaya, Kecamatan Kayu Aro sepakat mencoblos pasangan calon Bupati dan Wakil Bupati Kerinci nomor urut 3 Zainal

 

Minggu, 22 April 2018 11:06 WIB

Ini 6 Besar Calon Komisioner KPU 7 Kabupaten di Jambi


Kajanglako.com, Jambi - Tes wawancara bagi calon Anggota KPU 7 Kabupaten rampung dilaksanakan Tim Seleksi.    Berdasarkan pengumuman hasil rapat