Jumat, 16 November 2018


Minggu, 14 Oktober 2018 08:14 WIB

Kajanglako Selenggarakan Diskusi Jurnalisme dan Politik Identitas, Ayo Gabung!

Reporter : Redaksi
Kategori : Zona

Diskusi Publik Jurnalisme dan Politik Identitas, Selasa, 16 Oktober 2018. (Desain Gambar : kajanglako/ mandaloni)

Kajanglako-Jambi: Meski Pemilihan Presiden baru akan dilaksanakan April 2019, tensi ritus politik lima tahunan ini terus memanas. Di media sosial tampak jelas, publik (nitizen) seolah terbelah menjadi dua kelompok mainstream, yakni antara Pro Jokowi-Maruf Amin dan Prabowo-Sandigo Uno (untuk menyebut kelompok Kecebong vs Kampret).

Dalam proses itu, wacana keseharian yang menguat adalah isu politik identitas yang dikemas berdasarkan kesamaan latar belakang daerah, ras, etnis, maupun agama.



Meski dengan frekuensi yang berbeda, tetapi benang merahnya sama, wacana politik identitas juga menggejala dalam proses pemilihan kepala daerah serentak 2018, bahkan yang amat mencolok ketika pemilihan Gubernur Jakarta 2017.

Pertanyaannya kemudian, “Apakah menentukan pilihan politik berdasarkan kesamaan agama, ras, atau jenis kelamin, itu salah?”

Tentu tidak salah bila disertai cara yang menjunjung tinggi rasionalitas, data dan argumentasi, serta kesadaran kultural yang menjadikan Pilpres/Pilkada sebagai ruang publik yang mencerahkan dan mendewasakan. Bukan sebaliknya, menyebarluaskan berita bohong (hoax), memperluas episentrum kebencian dan bahkan membangun ketidapercayaan antar sesama warga, yang ujungnya bisa memicu konflik horizontal.

Konflik di atas menjadi mungkin, bila kebencian dilibatkan dalam pembentukan identitas yang pada gilirannya dimobilisasi dalam panggung politik oleh kalangan elit dan partisan serta direproduksi melalui media dan karya jurnalistikya.

Bersamaan hal itu, perkembangan sains dan teknologi membuat penyebaran “racun” kebencian tersebut makin menjadi. Fatalnya, teknologi ini seringkali memperbesar kemampuan indera kita, tetapi tidak memperbesar kemampuan emosi dan nalar kita. Suatu keadaan yang perlu kita refleksikan di era air bah informasi dewasa ini.

Dalam situasi demikian, peran media massa (media cetak dan online) diharapkan memberikan kesempatan kepada masyarakat untuk lebih cermat membaca dan memaknai dinamika kontestasi pilpres, utamanya berkaitan politik identitas, melalui serangkaian kerja-kerja jurnalistik yang mensyaratkan independensi serta menjunjung tinggi prinsip dan etika jurnalistik. Nilai independensi dalam hal ini bukan hanya berguna sebagai 'code of conduct' bagi jurnalis, melainkan juga prinsip utama yang membuat profesi ini dipercaya oleh publik.

Bertolak dari hal demikian, portal berita dan pemikiran, kajanglako.com menginisiasi diskusi publik dengan tema Jurnalisme dan Politik Identitas. Sebuah diskusi kecil yang memberikan ruang sepenuhnya bagi sikap kritis terhadap beberapa hal utama, yaitu bagaimana isu politik identitas diartikulasikan oleh media dan jurnalis (dalam hal ini karya jurnalistik) ? Bagaimana efek politik identitas terhadap perspesi publik tentang demokrasi? Bagaimana pula wacana politik identitas (spesifik dalam kasus/peristiwa di Jambi) berlangsung, baik dalam mementum periodik, seperti Pileg, Pilkada maupun pemilihan pucuk pimpinan kelembagaan lainnya? Dan terakhir, apa yang mesti dilakukan oleh media, jurnalis, dan warga agar menempatkan politik identitas pada ‘ruangnya’ secara tepat, bukan sebaliknya, justru terseret turut menguatkan polarisasi politik sebagaimana sekarang kita saksikan. [TOR Diskusi Kajanglako]

***

Kami mengundang Tuan dan Puan untuk datang dan bertukar pikiran. Di era air bah informasi sekarang ini, mari sama-sama memuliakan kedalaman. Menolak kedangkalan.

Mari bergabung bersama diskusi publik Kajanglako.com dengan tema: Jurnalisme dan Politik Identitas pada Hari Selasa, 16 Oktober 2018. Pukul 14.00 WIB-selesai. Bertempat di Ruang 12, lantai II, Kampus STISIP NH Jambi. Kegiatan ini dihadiri oleh akademisi, insan pers, seniman, budayawan, mahasiswa dan organisasi kelompok pemuda.

Narasumber diskusi:

Hariqo Wibawa Satria (Direktur Eksekutif Komunikonten.com; Runner Up Program The Next Leader di Metro TV, yang digagas oleh Universitas Paramadina Jakarta. Pernah juga di Charta Politika dan aktif mengamati media sosial). 

MH. Abid (Akademisi UIN STS Jambi). Menulis tesis mengenai Perkembangan Industri Koran Lokal di Jambi Pasca Orde Baru.

Irma Tambunan (Jurnalis Harian Kompas). Memenangi beberapa penghargaan karya liputan jurnalistik.  

M Ramond EPU, Ketua AJI Jambi, Pemred Jambipro.com dan Penulis di beritagar.id.

Kegiatan ini merupakan kerjasama antara Kajanglako.com bersama Himpunan Mahasiswa Ilmu Pemerintahan (HIMIP) dan Himpunan Mahasiswa Ilmu Komunikasi (HIMAKOM) STISIP NH Jambi, dan didukung oleh Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Baiturrahim (STIKBA) Jambi, Dinas Perpustakaan dan Arsip Provinsi Jamb, Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Provinsi Jambi, Dinas Perindag Provinsi Jambi, Seloko Institute, LAPMI Cabang Jambi dan Perpus Rakyat. 


Tag : #1 tahun kajanglako.com #diskusi jurnalisme dan politik identitas #penting dan mencerahkan #politik dan kebencian



Berita Terbaru

 

Penerimaan CPNS 2018
Jumat, 16 November 2018 08:48 WIB

Tingkat Kelulusan CASN Rendah, Ini Kata Ihsan Yunus


Kajanglako.com - Rekrutmen Calon Aparatur Sipil Negara (CASN) tahun ini meninggalkan cerita pelik. Di satu sisi Negara tengah membutuhkan banyak tambahan

 

Festival Budaya Bioskop
Jumat, 16 November 2018 06:20 WIB

Bentuk Museum Bioskop, Tempoa Art Digandeng Institut Kesenian Jakarta


Kajanglako, Jambi-hanya tinggal menghitung hari, Festival Budaya Bioskop Jambi segera dibuka untuk publik. Festival untuk pertama kali di Jambi ini merupakan

 

Kamis, 15 November 2018 22:10 WIB

Dugaan Percobaan Penculikan Anak, CE: Jangan Buat Gaduh Sebelum Jelas Motifnya


Kajanglako.com, Sarolangun - Kabar dugaan percobaan penculikan anak di Desa Bernai Luar, Kabupaten Sarolangun, Sabtu (10/11) lalu sempat membuat gempar

 

Kamis, 15 November 2018 18:00 WIB

Tahun Depan, Jembatan Timbang Tembesi Kembali Diaktifkan


Kajanglako.com, Batanghari - Saat ini, tonase truk batubara maupun angkutan lainnya sudah melebihi batas kemampuan kualitas jalan.    Untuk menertibkan

 

Surat-surat Pribadi Pendiri Bangsa
Kamis, 15 November 2018 16:55 WIB

10 Fakta Menarik Seputar Pameran Surat-surat Pendiri Bangsa


Kajanglako.com, Jakarta- Memasuki hari ke-5, pameran Surat-surat Pendiri Bangsa yang bertempat di Museum Nasional, Jakarta, telah dikunjungi lebih dari