Sabtu, 16 Februari 2019


Rabu, 10 Oktober 2018 08:45 WIB

Warga Gugat PT Batubara, Kuasa Hukum: Perusahaan Bisa Dipidana

Reporter : Redaksi
Kategori : Berita Hukrim

Sidang kedua gugatan class action warga Gunung Kembang di PN Sarolangun terhadap dua perusahaan batu bara yang menyebabkan lingkungan mereka menjadi rusak

Kajanglako.com, Sarolangun - Sidang kedua gugatan warga Desa Tanjung Rambai atau yang lebih dikenal Gunung Kembang, terhadap rusaknya lingkungan warga. Akibat aktivitas tambang batu bara PT Charitas Energi Indonesia dan PT Karya Budi Pratama (KBB) di Kabupaten Sarolangun, diiringi dengan aksi damai warga di Pengadilan Negeri Sarolangun, Selasa (9/10).

Dalam kasus ini, warga Gunung Kembang bukan hanya menggugat dua perusahaan tersebut, tetapi juga menggugat Pemerintah Kabupaten, Pemerintah Provinsi hingga Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (LHK) serta Kementerian ESDM.



Dalam sidang class action warga Gunung Kembang dihadirkan beberapa tergugat. Yakni  pihak Kementerian ESDM, Dinas Lingkungan Hidup Provinsi Jambi, Pemkab Sarolangun dan dua perusahaan tambang batu bara PT Charitas Energi Indonesia dan PT KBB. Sayangnya, dalam sidang kedua ini tidak dihadiri pihak dari Kementerian LHK.

Doni Martin, Kuasa Hukum Penggugat (Warga Gunung Kembang) mengatakan sidang kedua ini masih tahapan mediasi dan materi gugatan akan dilaksanakan kembali Selasa 16 Oktober nanti.

“Kita tentu menuntut agar penegak hukum untuk memberikan sanksi sesuai dengan undang-undang yang berlaku, karena merusak lingkungan bisa pidana dan bisa juga perdata. Bahkan bisa juga dikenakan sanksi administrasi,” kata Doni.

Ia juga meminta agar perusahaan bisa membuat sebuah pengumuman mediasi kepada warga  yang terdampak dengan kerusakan lingkungan, yang berada di sekitar aktivitas perusahaan  tambang batu bara. (kjcom)


Tag : #Batu Bara #Sarolangun #Gunung Kembang



Berita Terbaru

 

Sabtu, 16 Februari 2019 08:35 WIB

Sedang BAB, Duda Ini Batuk Lalu Keluar Segumpal Daging dari Lubang Anusnya


Kajanglako.com, Merangin - Penyakit aneh dialami Lusihadi, 42 tahun, tiba-tiba saja keluar segumpal daging dari lubang anusnya.   Awalnya, Lusihadi

 

Ekspedisi Belanda ke Djambi
Sabtu, 16 Februari 2019 06:32 WIB

Peralatan yang Rusak dan Awak yang Dipulangkan


Oleh: Frieda Amran (Antropolog. Mukim di Belanda) Pada tanggal 25 Juli, Nakhoda Makkink tiba. Ia menumpang kapal pos dari Batavia. Ia membawa peti-peti

 

Jumat, 15 Februari 2019 22:58 WIB

Sekda Bahtiar Hadiri Millenial Road Safety Festival


Kajanglako.com, Batanghari - Bupati Batanghari Syahirsah yang diwakili oleh Sekretaris Daerah Batanghari Bakhtiar, Jumat (15/2), menghadiri Millenial Road

 

Jalan Rusak
Jumat, 15 Februari 2019 16:04 WIB

Aspal Ambruk, Hati-hati Lintasi Jalan di Bungo Ini


Kajanglako.com, Bungo - Para pengendara yang melintas di jalan penurunan Sungai Buluh arah jalan lingkar, tepatnya jika hendak ke Bandara Muara Bungo diminta

 

Unjuk Rasa Mahasiswa
Jumat, 15 Februari 2019 15:56 WIB

Mahasiswa Unja ke Gubernur: Jangan Gunakan Uang Negara untuk Kepuasan Keluarga


Kajanglako.com, Jambi - Puluhan Mahasiswa Unja melakukan aksi unjuk rasa, sebagai bentuk kepedulian kepada Provinsi Jambi karena saat ini dinilai Jambi