Jumat, 05 Juni 2020


Senin, 08 Oktober 2018 23:28 WIB

Akses Jembatan Warga Tanah Bekali ke Sawah dan Kebun Terputus

Reporter : Sonny Zuhyoen
Kategori : Berita Daerah

Jembatan beton akses penghubung warga Dusun Tanah Bekali ke areal perkebunan dan sawah yang ambruk/ foto: Sonny Z

Kajanglako.com, Bungo - Sudah tahun ketiga jembatan yang dibangun pada tahun 2016 dengan anggaran sekitar Rp82 juta di Dusun Tanah Bekali, Kecamatan Tanah Sepenggal, ambruk dan bahkan terkesan dibiarkan.
 
Padahal, jembatan tersebut merupakan akses masyarakat Dusun Tanah Bekali ke area persawahan dan perkebunan warga. Akibatnya, masyarakat yang hendak melakukan aktivitas berkebun atau bersawah terpaksa menitipkan kendaraannya dan berjalan kaki dengan jarak yang cukup jauh.
 
Mansur, salah satu warga menyebutkan jembatan yang dibangun tersebut hanya mampu bertahan selama kurang lebih satu bulan. Bahkan, tanpa sepengetahuan masyarakat, pembangunan jembatan itu dipindahkan dari posisi perencanaan awal.
 
Tak hanya jembatan, Mansur juga mengatakan kondisi jalan rabat beton menuju jembatan juga tak bisa dimanfaatkan, karena sudah rusak berat.
 
"Pada awal perencanaan, saya menjabat sebagai Ketua Tim Pelaksana Kegiatan (TPK). Namun setelah dananya cair saya digantikan secara sepihak oleh pihak Dusun. Saya juga sudah pernah melaporkan hal ini ke Kejaksaan namun hingga saat ini belum ada respon, kami harap Kejaksaan usut tuntas masalah ini, jika benar katakan benar, jika salah ya katakan salah," kata Mansur, yang saat ini menjabat Kepala Kampung Alang Panjang, Dusun Tanah Bekali.
 
Akibat ambruknya jembatan tersebut, membuat masyarakat yang ingin ke area perkebunan dan persawahan harus menempuh jalan memutar tiga hingga empat kilo meter. 
 
"Kalo jembatan ini bagus, palingan jarak perkebunan dan persawahan dari jembatan hanya berkisar 500 meter," kata Mansur. 
 
Zikri, salah satu warga setempat mengatakan sangat kecewa atas ambruknya jembatan tersebut, 
 
"Kami sebagai masyarakat berharap jembatan secepatnya diperbaiki, jangan dibiarkan begini saja," kata Zikri. 
 
Usman, Rio Dusun Tanah Bekali mengatakan bahwa kondisi jembatan yang dibangun dari Dana Desa (DD) tersebut ambruk akibat hantaman air ketika hujan besar. 
 
Dikatakannya, pemasalahan jembatan ini memang sudah ditangani pihak Kejaksaan.  
 
"Ya sekarang sudah di Kejaksaan masalahnya, kita serahkan ke Kejaksaan untuk menangani masalah ini," kata Usman. 
 
Dirinya juga mengatakan hingga kini belum ada usulan perbaikan jembatan tersebut dari masyarakat secara langsung maupun tertulis kepada pihak desa. 
 
"Belum ada usulan dari masyarakat, mungkin waktu Musrenbang Dusun kalau ada yang ngusul, Insya Allah dalam minggu ini kita kita akan laksanakan Musrenbang," katanya. (kjcom)




Berita Terbaru

 

Hari Lingkungan Hidup Sedunia
Jumat, 05 Juni 2020 06:59 WIB

Merawat Keragaman Budaya, Melindungi Keanekaragaman Hayati


Oleh: Ali Yansyah Abdurrahim* Setiap 5 Juni, segenap warga dunia merayakan Hari Lingkungan Hidup [1]. Peringatan ini dilakukan sejak tahun 1974 sebagai

 

Kamis, 04 Juni 2020 21:07 WIB

Ruas Jalan di Tebo Lonsor, Fachrori: Segera Kita Perbaiki


Kajanglako.com, Tebo - Usai menyalurkan bantuan Jaring Pengaman Sosial (JPS) Covid-19 kepada masyarakat Kabupaten Bungo dan Kabupaten Tebo, Gubernur Jambi,

 

Kamis, 04 Juni 2020 20:53 WIB

Lagi, Gubernur salurkan Bantuan JPS Covid-19 di Tebo


Kajanglako.com, Jambi - Gubernur Jambi H Fachrori Umar menyampaikan, bantuan Jaring Pengaman Sosial (JPS) merupakan kebijakan dari Pemerintah Provinsi

 

Kamis, 04 Juni 2020 19:50 WIB

Fachrori Salurkan JPS Covid-19 di Bungo


Kajanglako.com, Bungo - Gubernur Jambi H Fachrori Umar menyampaikan, Jaring Pengaman Sosial (JPS) merupakan salah Satu upaya dan bentuk kontribusi nyata

 

Kamis, 04 Juni 2020 15:53 WIB

Gubernur Salurkan Bantuan JPS Covid-19 di Sungai Penuh


Kajanglako.com, Jambi - Gubernur Jambi Dr H Fachrori Umar, selaku Ketua Gugus Tugas Covid-19 Provinsi Jambi menyalurkan Jaring Pengaman Sosial Covid-19