Rabu, 12 Desember 2018


Senin, 08 Oktober 2018 23:28 WIB

Akses Jembatan Warga Tanah Bekali ke Sawah dan Kebun Terputus

Reporter : Sonny Zuhyoen
Kategori : Berita Daerah

Jembatan beton akses penghubung warga Dusun Tanah Bekali ke areal perkebunan dan sawah yang ambruk/ foto: Sonny Z

Kajanglako.com, Bungo - Sudah tahun ketiga jembatan yang dibangun pada tahun 2016 dengan anggaran sekitar Rp82 juta di Dusun Tanah Bekali, Kecamatan Tanah Sepenggal, ambruk dan bahkan terkesan dibiarkan.
 
Padahal, jembatan tersebut merupakan akses masyarakat Dusun Tanah Bekali ke area persawahan dan perkebunan warga. Akibatnya, masyarakat yang hendak melakukan aktivitas berkebun atau bersawah terpaksa menitipkan kendaraannya dan berjalan kaki dengan jarak yang cukup jauh.
 
Mansur, salah satu warga menyebutkan jembatan yang dibangun tersebut hanya mampu bertahan selama kurang lebih satu bulan. Bahkan, tanpa sepengetahuan masyarakat, pembangunan jembatan itu dipindahkan dari posisi perencanaan awal.
 
Tak hanya jembatan, Mansur juga mengatakan kondisi jalan rabat beton menuju jembatan juga tak bisa dimanfaatkan, karena sudah rusak berat.
 
"Pada awal perencanaan, saya menjabat sebagai Ketua Tim Pelaksana Kegiatan (TPK). Namun setelah dananya cair saya digantikan secara sepihak oleh pihak Dusun. Saya juga sudah pernah melaporkan hal ini ke Kejaksaan namun hingga saat ini belum ada respon, kami harap Kejaksaan usut tuntas masalah ini, jika benar katakan benar, jika salah ya katakan salah," kata Mansur, yang saat ini menjabat Kepala Kampung Alang Panjang, Dusun Tanah Bekali.
 
Akibat ambruknya jembatan tersebut, membuat masyarakat yang ingin ke area perkebunan dan persawahan harus menempuh jalan memutar tiga hingga empat kilo meter. 
 
"Kalo jembatan ini bagus, palingan jarak perkebunan dan persawahan dari jembatan hanya berkisar 500 meter," kata Mansur. 
 
Zikri, salah satu warga setempat mengatakan sangat kecewa atas ambruknya jembatan tersebut, 
 
"Kami sebagai masyarakat berharap jembatan secepatnya diperbaiki, jangan dibiarkan begini saja," kata Zikri. 
 
Usman, Rio Dusun Tanah Bekali mengatakan bahwa kondisi jembatan yang dibangun dari Dana Desa (DD) tersebut ambruk akibat hantaman air ketika hujan besar. 
 
Dikatakannya, pemasalahan jembatan ini memang sudah ditangani pihak Kejaksaan.  
 
"Ya sekarang sudah di Kejaksaan masalahnya, kita serahkan ke Kejaksaan untuk menangani masalah ini," kata Usman. 
 
Dirinya juga mengatakan hingga kini belum ada usulan perbaikan jembatan tersebut dari masyarakat secara langsung maupun tertulis kepada pihak desa. 
 
"Belum ada usulan dari masyarakat, mungkin waktu Musrenbang Dusun kalau ada yang ngusul, Insya Allah dalam minggu ini kita kita akan laksanakan Musrenbang," katanya. (kjcom)




Berita Terbaru

 

Selasa, 11 Desember 2018 21:05 WIB

Nelayan Ini Ditemukan Luka-luka di Kapal Pompongnya


Kajanglako.com, Tanjung Jabung Barat – Diduga mengalami kecelakaan kerja saat melaut, seorang nelayan di Tanjab Barat ditemukan luka-luka dan terbaring

 

Program Sosial Bank Indonesia
Selasa, 11 Desember 2018 20:19 WIB

Cabai hingga Trigona, Potensi Mahad Aljamiah jadi Kawasan Ekowisata


Kajanglako.com, Jambi – Tak usah diragukan lagi, Kantor Perwakilan Bank Indonesia (BI) Provinsi Jambi begitu menaruh perhatian besar terhadap pengembangan

 

Selasa, 11 Desember 2018 18:31 WIB

Dirikan Tenda, Warga Mandiangin dari 12 Desa Duduki Kantor Bupati


Kajanglako.com, Sarolangun – Buntut dari kisruh antara warga 12 Desa di Kecamatan Mandiangin dengan PT AAS, ratusan warga mendatangi Kantor Bupati

 

Selasa, 11 Desember 2018 17:54 WIB

BP2KBP3A Layangkan Surat ke PLN, Saryoto: jika Tak Digubris Kita Tempuh Jalur Hukum


Kajanglako.com, Batanghari - Hingga saat ini, KWH arus listrik di Kantor Badan Pengendalian Penduduk Keluarga Berencana Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan

 

Selasa, 11 Desember 2018 17:33 WIB

Pol PP Punya Catatan Buruk saat Jaga Kantor Gubernur, Edi: Kami Siap jika Diminta Kembali


Kajanglako.com, Jambi - Pelaksana Tugas (Plt) Gubernur Jambi, Fachrori Umar, meminta Pengamanan Dalam (Pamdal) Kantor Gubernur Jambi pada tahun 2019 ditiadakan. Kebijakannya