Selasa, 17 Juli 2018


Selasa, 10 Oktober 2017 18:29 WIB

Ketika Iklan Rokok di Media Luar Ruang Kangkangi PP 109

Reporter : Ahmad Riki S
Kategori : Berita

Iklan produk rokok yang terpampang di sejumlah jalan protokol Kota Jambi

Kajanglako.com, Jambi – Keuntungan, laba, profit atau entah apalah namanya dari iklan produk rokok memang menggiurkan. Bukan hanya bagi pengusaha periklanan dan pengusaha reklame, tetapi juga bagi Pemerintah Daerah tentunya dari sektor pajak, khusus untuk iklan rokok di media luar ruang.

Dari cerita warung kopi dengan salah satu pengusaha jasa penyedia iklan di media luar ruang di Kota Jambi, keuntungan yang mereka terima dari produsen rokok bisa bernilai ratusan juta rupiah pertahun untuk satu titik papan reklame. Selain itu, proses pencairan ‘duit iklan’ dari produsen rokok lebih mudah ketimbang produk lain di luar rokok, seperti produk smartphone ataupun produk elektronik.



Tapi baik pengusaha periklanan dan Pemerintah Daerah lupa, atau tepatnya pura-pura lupa. Jika pemasangan iklan produk rokok di media luar ruang banyak yang melanggar Peraturan Pemerintah (PP) Nomor 109 Tahun 2012 tentang Pengamanan Bahan yang Mengandung Zat Adiktif Berupa Produk Tembakau Bagi Kesehatan.

Pemerintah dalam PP Nomor 109/2012 Pasal 24 ayat 1 dan ayat 2  dengan tegas melarang pencantuman keterangan atau tanda apapun yang menyesatkan atau kata-kata yang bersifat promotif, seperti mencantumkan kata “Light”, “Ultra Light”, “Mild”, “Extra Mild”, “low Tar”, “Slim”, “Spesial”, “Full Flavour”, “Premium” atau kata lain yang menggambarkan atau menunjukan kualitas, superioritas, rasa aman, pencitraan, kepribadian, ataupun kata-kata lain dengan arti yang sama dalam produk rokok.

Namun nyatanya, di Kota Jambi saja, di beberapa titik terpampang papan reklame atau billboard yang memajang iklan produk rokok seperti yang dilarang dalam Pasal 24 ayat 1 dan 2 tersebut.

Pelanggaran yang dilakukan bukan itu saja, pelanggaran lainnya untuk iklan rokok di media luar ruang, diatur dalam Pasal 31 PP No.109/2012. Aturan ini jelas mengatakan tentang peletakan dan ketentuannya. Bahwa iklan produk tembakau di media luar ruang harus memenuhi ketentuan: a. Tidak diletakkan di Kawasan Tanpa Rokok; b. Tidak diletakkan jalan utama atau protokol; c. Harus diletakkan sejajar dengan bahu jalan dan tidak boleh memotong jalan atau melintang; dan d. Tidak boleh melebihi ukuran 72 m2.

Lagi-lagi kenyataanya di lapangan, masih banyak papan iklan produk rokok yang tegap berdiri dengan ukuran raksasa di jalan protokol maupun jalan utama di Kota Jambi. Dari penelusuran kami, sejumlah titik di jalan vital dan strategis di Kota Jambi, deretan iklan produk rokok menghiasi kanan kiri jalan. Seperti yang terlihat di kawasan jalan Kolonel Abunjani Sipin, bahkan beberapa diantaranya terpampang tepat di samping rumah ibadah di kawasan Simpang Kawat dan Fakultas Kedokteran Unja di Telanaipura.

Pelanggaran ini ditambah minimnya Pemerintah Daerah akan memberikan iklan layanan masyarakat tentang bahaya merokok bagi kesehatan, atau bahaya mengenai penggunaan produk tembakau, sesuai yang tercantum dalam Pasal 32.

Disini terlihat lemahnya pengawasan Pemerintah Daerah terkait leluasanya iklan produk rokok di media luar ruang yang melanggar PP 109, padahal dalam regulasinya di Pasal 26

(1) Pemerintah melakukan pengendalian Iklan Produk Tembakau.

(2) Pengendalian Iklan Produk Tembakau sebagaimana dimaksud pada ayat (1) dilakukan pada media cetak, media penyiaran, media teknologi informasi, dan/atau media luar ruang.

Dalam PP 109 Tahun 2012 ini juga diatur sanksi terkait dengan iklan/promosi rokok yang tertuang dalam Pasal 40:

Setiap orang yang mengiklankan dan/atau mempromosikan Produk Tembakau tidak sesuai dengan ketentuan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 27, Pasal 28, Pasal 29, Pasal 30, Pasal 31, Pasal 35, Pasal 36, Pasal 37, dan Pasal 39, dikenakan sanksi administratif oleh Menteri dan/atau menteri terkait berupa:

a. penarikan dan/atau perbaikan iklan;

b. peringatan tertulis; dan/atau

c. pelarangan sementara mengiklankan Produk Tembakau yang bersangkutan pada pelanggaran berulang atau pelanggaran berat.

 


Tag : #Rokok #Kota Jambi #Larangan Iklan Rokok #Reklame #Periklanan



Berita Terbaru

 

Senin, 16 Juli 2018 21:34 WIB

PAW Hasan Ibrahim Sebagai Anggota DPRD Provinsi Telah Diusulkan ke KPU


Kajanglako.com, Jambi - DPW PPP Provinsi Jambi telah mengusulkan Pergantian Antar Waktu (PAW) Hasan Ibrahim sebagai Anggota DPRD Provinsi Jambi.   Dari

 

Pemilu 2019
Senin, 16 Juli 2018 21:00 WIB

Daftarkan 34 Bacaleg ke KPU Sarolangun, PPP Targetkan Kursi Ketua DPRD


Kajanglako.com, Sarolangun - Memasuki H-2 penutupan pendaftaran Bakal Calon Legislatif, PPP merupakan partai perdana yang melakukan penyalinan softcopy

 

Senin, 16 Juli 2018 20:26 WIB

Ihsan Yunus Soroti Urgensitas Penyelamatan BUMN 'Sakit'


Kajanglako.com, Jakarta - Senin, 16 Juli 2018, Komisi VI DPR-RI melakukan Rapat Dengar Pendapat (RDP) dengan PT Perusahaan Pengelola Aset (Persero) selaku

 

Senin, 16 Juli 2018 19:20 WIB

Nekat, Oknum Staf Kesbagpol Palsukan Tandatangan Bupati CE untuk Cairkan Dana LSM dan OKP


Kajanglako.com, Sarolangun - Akibat tak kunjung cair dana LSM dan OKP, oknum Staf Kantor Kesbangpol Kabupaten Sarolangun nekat memalsukan tandatangan Bupati

 

Perampokan Bersenpi
Senin, 16 Juli 2018 14:11 WIB

Breaking News! Siang Bolong Perampok Gasak Tokoh Emas di Tabir Selatan


Kajanglako.com, Merangin - Perampokan toko emas terjadi di pasar SPC, Kecamatan Tabir Selatan, Senin (16/7) siang ini. Kawanan perampok yang informasinya