Rabu, 24 Januari 2018
Pencarian


Selasa, 10 Oktober 2017 18:29 WIB

Ketika Iklan Rokok di Media Luar Ruang Kangkangi PP 109

Reporter : Ahmad Riki S
Kategori : Berita

Iklan produk rokok yang terpampang di sejumlah jalan protokol Kota Jambi

Kajanglako.com, Jambi – Keuntungan, laba, profit atau entah apalah namanya dari iklan produk rokok memang menggiurkan. Bukan hanya bagi pengusaha periklanan dan pengusaha reklame, tetapi juga bagi Pemerintah Daerah tentunya dari sektor pajak, khusus untuk iklan rokok di media luar ruang.

Dari cerita warung kopi dengan salah satu pengusaha jasa penyedia iklan di media luar ruang di Kota Jambi, keuntungan yang mereka terima dari produsen rokok bisa bernilai ratusan juta rupiah pertahun untuk satu titik papan reklame. Selain itu, proses pencairan ‘duit iklan’ dari produsen rokok lebih mudah ketimbang produk lain di luar rokok, seperti produk smartphone ataupun produk elektronik.



Tapi baik pengusaha periklanan dan Pemerintah Daerah lupa, atau tepatnya pura-pura lupa. Jika pemasangan iklan produk rokok di media luar ruang banyak yang melanggar Peraturan Pemerintah (PP) Nomor 109 Tahun 2012 tentang Pengamanan Bahan yang Mengandung Zat Adiktif Berupa Produk Tembakau Bagi Kesehatan.

Pemerintah dalam PP Nomor 109/2012 Pasal 24 ayat 1 dan ayat 2  dengan tegas melarang pencantuman keterangan atau tanda apapun yang menyesatkan atau kata-kata yang bersifat promotif, seperti mencantumkan kata “Light”, “Ultra Light”, “Mild”, “Extra Mild”, “low Tar”, “Slim”, “Spesial”, “Full Flavour”, “Premium” atau kata lain yang menggambarkan atau menunjukan kualitas, superioritas, rasa aman, pencitraan, kepribadian, ataupun kata-kata lain dengan arti yang sama dalam produk rokok.

Namun nyatanya, di Kota Jambi saja, di beberapa titik terpampang papan reklame atau billboard yang memajang iklan produk rokok seperti yang dilarang dalam Pasal 24 ayat 1 dan 2 tersebut.

Pelanggaran yang dilakukan bukan itu saja, pelanggaran lainnya untuk iklan rokok di media luar ruang, diatur dalam Pasal 31 PP No.109/2012. Aturan ini jelas mengatakan tentang peletakan dan ketentuannya. Bahwa iklan produk tembakau di media luar ruang harus memenuhi ketentuan: a. Tidak diletakkan di Kawasan Tanpa Rokok; b. Tidak diletakkan jalan utama atau protokol; c. Harus diletakkan sejajar dengan bahu jalan dan tidak boleh memotong jalan atau melintang; dan d. Tidak boleh melebihi ukuran 72 m2.

Lagi-lagi kenyataanya di lapangan, masih banyak papan iklan produk rokok yang tegap berdiri dengan ukuran raksasa di jalan protokol maupun jalan utama di Kota Jambi. Dari penelusuran kami, sejumlah titik di jalan vital dan strategis di Kota Jambi, deretan iklan produk rokok menghiasi kanan kiri jalan. Seperti yang terlihat di kawasan jalan Kolonel Abunjani Sipin, bahkan beberapa diantaranya terpampang tepat di samping rumah ibadah di kawasan Simpang Kawat dan Fakultas Kedokteran Unja di Telanaipura.

Pelanggaran ini ditambah minimnya Pemerintah Daerah akan memberikan iklan layanan masyarakat tentang bahaya merokok bagi kesehatan, atau bahaya mengenai penggunaan produk tembakau, sesuai yang tercantum dalam Pasal 32.

Disini terlihat lemahnya pengawasan Pemerintah Daerah terkait leluasanya iklan produk rokok di media luar ruang yang melanggar PP 109, padahal dalam regulasinya di Pasal 26

(1) Pemerintah melakukan pengendalian Iklan Produk Tembakau.

(2) Pengendalian Iklan Produk Tembakau sebagaimana dimaksud pada ayat (1) dilakukan pada media cetak, media penyiaran, media teknologi informasi, dan/atau media luar ruang.

Dalam PP 109 Tahun 2012 ini juga diatur sanksi terkait dengan iklan/promosi rokok yang tertuang dalam Pasal 40:

Setiap orang yang mengiklankan dan/atau mempromosikan Produk Tembakau tidak sesuai dengan ketentuan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 27, Pasal 28, Pasal 29, Pasal 30, Pasal 31, Pasal 35, Pasal 36, Pasal 37, dan Pasal 39, dikenakan sanksi administratif oleh Menteri dan/atau menteri terkait berupa:

a. penarikan dan/atau perbaikan iklan;

b. peringatan tertulis; dan/atau

c. pelarangan sementara mengiklankan Produk Tembakau yang bersangkutan pada pelanggaran berulang atau pelanggaran berat.

 


Tag : #Rokok #Kota Jambi #Larangan Iklan Rokok #Reklame #Periklanan



Berita Terbaru

 

Selasa, 23 Januari 2018 23:50 WIB

Dugaan Kecurangan Toke Karet Terkuak, Warga Bandingkan Hasil Timbangan dengan Milik Sendiri


Kajanglako.com, Bungo – Petani Karet yang ada di Wilayah Kecamatan Muko-muko Bathin VII, Kabupaten Bungo, mulai resah dengan hasil timbangan yang

 

Penyelundupan Satwa Langka
Selasa, 23 Januari 2018 20:26 WIB

BKIPM Jambi Gagalkan Penyelundupan 7 Anak Buaya Via Bandara


Kajanglako.com, Jambi – Badan Karantina Ikan dan Pengendalian Mutu (BKIPM) Jambi bekerja sama dengan Avsec Bandara Sultan Thaha, berhasil menggagalkan

 

Selasa, 23 Januari 2018 20:14 WIB

Selain Diselingkuhi, Juanda Mengaku Juga Sering Dianiaya Istrinya


Kajanglako.com, Batanghari - Sebelum belang sang istri yang kedapatan selingkuh dengan Kades Padang Kelapo mencuat. Juanda akui sudah seringkali dianiaya

 

Selasa, 23 Januari 2018 20:03 WIB

Juanda Lapor ke Inspektorat, Kades Padang Kelapo Berdalih Hanya Ajak 'EN' Rapat


Kajanglako.com, Batanghari - Kasus perselingkuhan Kades Padang Kelapo akhirnya berlanjut. Juanda, beserta sejumlah saksi melaporkan kasus tersebut ke Inspektorat

 

Selasa, 23 Januari 2018 19:49 WIB

Heboh, Kades Padang Kelapo Dikabarkan 'Gituan' di Semak-semak


Kajanglako.com, Batanghari - Selaku pemimpin desa harusnya bisa membimbing warga desanya dengan baik. Namun, yang terjadi kali ini bertolak belakang. Jangankan