Sabtu, 19 Januari 2019


Minggu, 09 September 2018 17:26 WIB

Lontong Sayur Penyumbang Utama Inflasi Jambi

Reporter : Redaksi
Kategori : Bisnis

Ilustrasi (Istimewa)

Kajanglako.com, Jambi - Provinsi Jambi tercatat mengalami inflasi 0,07% (mtm) atau inflasi 3,48% (yoy) pada Agustus 2018.

Perkembangan inflasi tersebut lebih tinggi dibandingkan inflasi nasional yang mengalami deflasi 0,05% (mtm) atau 3,20% (yoy). Inflasi Provinsi Jambi disumbangkan oleh Kota Jambi yang tercatat mengalami inflasi  0,08% (mtm) dengan inflasi tahunan sebesar 3,62% (yoy), dan Kabupaten Bungo dengan inflasi sebesar 0,03% (mtm) atau secara tahunan mengalami inflasi 2,26% (yoy).

Inflasi Kota Jambi pada Agustus 2018 terutama disebabkan oleh peningkatan harga komoditas inti dan administered price. Komoditas inti  yang menjadi penyumbang utama inflasi adalah bimbingan belajar, tarip rumah sakit, nasi dengan lauk, mie, ketupat/lontong sayur, dan shampo.

Sementara komoditas administered price yang menjadi penyumbang utama inflasi adalah angkutan udara dan bensin.

Senada dengan Kota Jambi, pada Agustus 2018 Kabupaten Bungo mengalami inflasi. Inflasi di Kabupaten Bungo utamanya didorong oleh kelompok komoditas inti. Kelompok inti yang menjadi penyumbang utama inflasi diantaranya adalah nasi dengan lauk, makanan ringan/snack, dan Sekolah Menengah Atas.

Mempertimbangkan perkembangan harga terkini serta proyeksi kebijakan penetapan harga oleh pemerintah maupun pelaku usaha, inflasi Provinsi Jambi pada September 2018 diperkirakan berada pada kisaran -0,37 – 0,03% (mtm) dengan inflasi tahunan pada kisaran 3,45 – 3,85% (yoy), masih berada dalam sasaran inflasi nasional 3,5±1%.

Deflasi utamanya akan didorong oleh penurunan harga komoditas administered price seiring turunnya permintaan jasa angkutan udara pasca periode Idul Adha 1439 H. Beberapa kelompok bahan pangan bergejolak diperkirakan juga akan mengalami penurunan pada bulan September seiring meningkatnya pasokan tanaman hortikultura dan bumbu-bumbuan serta penyesuaian permintaan yang tidak setinggi pada periode Idul Adha yang jatuh pada bulan lalu.

Ke depan, risiko yang dapat menyebabkan tekanan inflasi lebih tinggi dari perkiraan (upside risk) antara lain adalah periode tahun ajaran baru perguruan tinggi yang jatuh pada akhir Agustus sampai dengan awal September diperkirakan akan berdampak pada meningkatnya kebutuhan dan konsumsi masyarakat pada kelompok inti, utamanya pada komoditas biaya akademi/perguruan tinggi. Selain itu, kenaikan harga bahan bakar non subsidi sejak tanggal 1 Juli dapat menyebabkan meningkatnya pengeluaran masyarakat akibat naiknya harga komoditas bensin.

Meningkatnya harga bensin juga disebabkan oleh kenaikan harga BBM non subsidi yang bertahap serta berkurangnya pasokan BBM subsidi di daerah Jambi.       

Inflasi pada Triwulan III-2018 mendatang diperkirakan pada kisaran 3,45 – 3,85% (yoy). Inflasi diperkirakan disebabkan oleh meningkatnya permintaan masyarakat pada beberapa komoditas inti biaya pendidikan, diantaranya potensi kenaikan biaya pendidikan akademi/perguruan tinggi seiring memasuki tahun ajaran baru 2018 serta persistennya harga beberapa komoditas bahan pangan pasca kenaikan harga pada Idul Adhai lalu.

Selain itu, kenaikan harga BBM non subsidi diperkirakan akan memberikan tekanan terhadap inflasi menyusul second round effect yang ditimbulkan terhadap tarif angkutan serta beberapa komoditas akibat meningkatnya biaya distribusi.

Mencermati tantangan dan potensi risiko inflasi tahun 2018, Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID) Provinsi Jambi telah melakukan berbagai upaya melalui rapat koordinasi bersama instansi terkait dalam rangka mengontrol stabilitas harga dan ketersedian pasokan. Selain itu, TPID juga melakukan tinjauan lapangan bersama Satgas Pangan, BULOG, Dinas Perindustrian dan Perdagangan di Provinsi Jambi dalam rangka memastikan kecukupan stok bahan pokok utamanya pada periode Hari Raya Idul Adha 1439 H.

Koordinasi tersebut dilakukan sebagai upaya untuk stabilisasi harga di periode bulan Agustus tahun 2018. TPID se-Provinsi Jambi juga akan melaksanakan capacity building di akhir bulan September untuk memperkuat kelembagaan serta kompetensi SDM anggota TPID dengan mengunjungi TPID berprestasi tahun 2017. (*)

Sumber: KPw Bank Indonesia Provinsi Jambi


Tag : #Inflasi #Bank Indonesia #Deflasi #Jambi



Berita Terbaru

 

Sabtu, 19 Januari 2019 12:25 WIB

Bupati Syahirsah Hadiri Sosialisasi BPOM Bersama Anggota DPR RI


Kajanglako.com, Batanghari - Bupati Batanghari, Syahirsah Sy, Kamis (17/01) lalu, membuka Sosialisasi Pemberdayaan Masyarakat Melalui Komunikasi Informasi

 

Ekspedisi Belanda ke Djambi
Sabtu, 19 Januari 2019 07:12 WIB

Raden Hassan, Danau Sipin dan Tanah Pileh


Oleh: Frieda Amran (Antropolog. Mukim di Belanda) Raden Hassan menunjukkan beberapa contoh batu bara yang dapat ditemukan di daerah Sekamis, di tepian

 

Jumat, 18 Januari 2019 20:15 WIB

Kunker ke Kerinci, Fachrori Bicara Pentingnya Pendidikan dan Kesehatan


Kajanglako.com, Jambi - Plt Gubernur Jambi, Fachrori Umar, menyampaikan pesan pentingnya pendidikan dan kesehatan menjelang pelaksanaan ibadah Salat Jumat

 

Jumat, 18 Januari 2019 19:55 WIB

Penuhi Panggilan Bawaslu, Sutan Adil Menolak Disebut Diperiksa


Kajanglako.com, Jambi – Kasus pembagian Beasiswa Program Indonesia Pintar (PIP) yang diduga dijadikan jualan politik oleh lima Caleg Gerindra, termasuk

 

Warga Tenggelam
Jumat, 18 Januari 2019 17:52 WIB

Petani yang Terseret Arus di Sungai Tembesi Ditemukan Tewas


Kajanglako.com, Merangin - Sarmidi (35), warga Desa Rantau Panjang, Kecamatan Muara Siau yang terseret arus sungai Tembesi pada Rabu (16/1) lalu, berhasil