Rabu, 14 November 2018


Minggu, 09 September 2018 17:26 WIB

Lontong Sayur Penyumbang Utama Inflasi Jambi

Reporter : Redaksi
Kategori : Bisnis

Ilustrasi (Istimewa)

Kajanglako.com, Jambi - Provinsi Jambi tercatat mengalami inflasi 0,07% (mtm) atau inflasi 3,48% (yoy) pada Agustus 2018.

Perkembangan inflasi tersebut lebih tinggi dibandingkan inflasi nasional yang mengalami deflasi 0,05% (mtm) atau 3,20% (yoy). Inflasi Provinsi Jambi disumbangkan oleh Kota Jambi yang tercatat mengalami inflasi  0,08% (mtm) dengan inflasi tahunan sebesar 3,62% (yoy), dan Kabupaten Bungo dengan inflasi sebesar 0,03% (mtm) atau secara tahunan mengalami inflasi 2,26% (yoy).

Inflasi Kota Jambi pada Agustus 2018 terutama disebabkan oleh peningkatan harga komoditas inti dan administered price. Komoditas inti  yang menjadi penyumbang utama inflasi adalah bimbingan belajar, tarip rumah sakit, nasi dengan lauk, mie, ketupat/lontong sayur, dan shampo.

Sementara komoditas administered price yang menjadi penyumbang utama inflasi adalah angkutan udara dan bensin.

Senada dengan Kota Jambi, pada Agustus 2018 Kabupaten Bungo mengalami inflasi. Inflasi di Kabupaten Bungo utamanya didorong oleh kelompok komoditas inti. Kelompok inti yang menjadi penyumbang utama inflasi diantaranya adalah nasi dengan lauk, makanan ringan/snack, dan Sekolah Menengah Atas.

Mempertimbangkan perkembangan harga terkini serta proyeksi kebijakan penetapan harga oleh pemerintah maupun pelaku usaha, inflasi Provinsi Jambi pada September 2018 diperkirakan berada pada kisaran -0,37 – 0,03% (mtm) dengan inflasi tahunan pada kisaran 3,45 – 3,85% (yoy), masih berada dalam sasaran inflasi nasional 3,5±1%.

Deflasi utamanya akan didorong oleh penurunan harga komoditas administered price seiring turunnya permintaan jasa angkutan udara pasca periode Idul Adha 1439 H. Beberapa kelompok bahan pangan bergejolak diperkirakan juga akan mengalami penurunan pada bulan September seiring meningkatnya pasokan tanaman hortikultura dan bumbu-bumbuan serta penyesuaian permintaan yang tidak setinggi pada periode Idul Adha yang jatuh pada bulan lalu.

Ke depan, risiko yang dapat menyebabkan tekanan inflasi lebih tinggi dari perkiraan (upside risk) antara lain adalah periode tahun ajaran baru perguruan tinggi yang jatuh pada akhir Agustus sampai dengan awal September diperkirakan akan berdampak pada meningkatnya kebutuhan dan konsumsi masyarakat pada kelompok inti, utamanya pada komoditas biaya akademi/perguruan tinggi. Selain itu, kenaikan harga bahan bakar non subsidi sejak tanggal 1 Juli dapat menyebabkan meningkatnya pengeluaran masyarakat akibat naiknya harga komoditas bensin.

Meningkatnya harga bensin juga disebabkan oleh kenaikan harga BBM non subsidi yang bertahap serta berkurangnya pasokan BBM subsidi di daerah Jambi.       

Inflasi pada Triwulan III-2018 mendatang diperkirakan pada kisaran 3,45 – 3,85% (yoy). Inflasi diperkirakan disebabkan oleh meningkatnya permintaan masyarakat pada beberapa komoditas inti biaya pendidikan, diantaranya potensi kenaikan biaya pendidikan akademi/perguruan tinggi seiring memasuki tahun ajaran baru 2018 serta persistennya harga beberapa komoditas bahan pangan pasca kenaikan harga pada Idul Adhai lalu.

Selain itu, kenaikan harga BBM non subsidi diperkirakan akan memberikan tekanan terhadap inflasi menyusul second round effect yang ditimbulkan terhadap tarif angkutan serta beberapa komoditas akibat meningkatnya biaya distribusi.

Mencermati tantangan dan potensi risiko inflasi tahun 2018, Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID) Provinsi Jambi telah melakukan berbagai upaya melalui rapat koordinasi bersama instansi terkait dalam rangka mengontrol stabilitas harga dan ketersedian pasokan. Selain itu, TPID juga melakukan tinjauan lapangan bersama Satgas Pangan, BULOG, Dinas Perindustrian dan Perdagangan di Provinsi Jambi dalam rangka memastikan kecukupan stok bahan pokok utamanya pada periode Hari Raya Idul Adha 1439 H.

Koordinasi tersebut dilakukan sebagai upaya untuk stabilisasi harga di periode bulan Agustus tahun 2018. TPID se-Provinsi Jambi juga akan melaksanakan capacity building di akhir bulan September untuk memperkuat kelembagaan serta kompetensi SDM anggota TPID dengan mengunjungi TPID berprestasi tahun 2017. (*)

Sumber: KPw Bank Indonesia Provinsi Jambi


Tag : #Inflasi #Bank Indonesia #Deflasi #Jambi



Berita Terbaru

 

Rabu, 14 November 2018 00:18 WIB

Politik Identitas Jelang Pemilu, Al Makin: Menghilangkan Substansi Masalah Sebenarnya


Kajanglako.com, Kota Jambi - Semakin mendekati Pemilu 2019, isu politik identitas semakin kentara disebarluaskan ke tengah masyarakat. Medium utamanya,

 

Operasi Zebra 2018
Selasa, 13 November 2018 20:25 WIB

Satlantas Sarolangun Keluarkan 1.318 Surat Tilang Selama Operasi Zebra


Kajanglako.com, Sarolangun - Selama 14 hari pelaksanaan Operasi Zebra 2018, Satlantas Polres Sarolangun sedikitnya mengeluarkan 1.318 surat tilang, baik

 

Selasa, 13 November 2018 20:13 WIB

Percobaan Penculikan Anak, Dewan Sarolangun Minta TNI/Polri Bersinergi


Kajanglako.com, Sarolangun – Kabar dugaan  percobaan penculikan  anak  di  RT 11 Desa Bernai, Sabtu malam lalu, membuat Anggota

 

Selasa, 13 November 2018 19:56 WIB

Kejari Tanjabbar Musnahkan Narkoba Bernilai Miliaran Rupiah


Kajanglako.com, Tanjung Jabung Barat – Barang bukti hasil tangkapan kasus Narkoba dan tindak pidana umum dimusnahkan yang di Halaman Kantor Kejaksaan

 

Selasa, 13 November 2018 19:36 WIB

Mau Damai, Kepala MTS Simpang Babeko yang 'Pecut' Siswanya Harus Setor Rp200 Juta


Kajanglako.com, Bungo - Kasus pemukulan yang dilakukan oleh Kepala MTS Negeri Simpang Babeko, Kabupaten Bungo, terhadap siswanya atas nama M Fiqri Ardiansyah