Rabu, 12 Desember 2018


Sabtu, 08 September 2018 13:09 WIB

Bungo Kekurangan 1.029 Guru, Disdik Andalkan Honorer Bantu Mengajar

Reporter : Sonny Zuhyoen
Kategori : Berita Daerah Pendidikan

Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Bungo

Kajanglako.com, Bungo - Kekurangan tenaga pengajar berstatus PNS masih menjadi PR Pemkab Bungo, bahkan jumlah kekurangan guru mencapai ribuan. 

Upaya-upaya yang dilakukan Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Bungo untuk meminimalisir kekurangan itu, dengan melakukan pemerataan guru secara bertahap. 



Triyono, Kabid Pembinaan Guru Dinas Pendidikan Bungo mengatakan kebutuhan guru semua mata pelajaran pada jenjang SMP saat ini sebanyak 353 orang. Sedangkan untuk tingkat Sekolah Dasar membutuhkan sebanyak 676 orang termasuk guru kelas, guru agama, dan guru pendidikan jasmani.

"Jika diakumulasi secara keseluruhan kekurangannya sebanyak 1.029 orang guru," kata Triyono.

Solusi lainnya untuk menutupi kekurangan tenaga pendidik dengan memaksimalkan tenaga guru honor yang dibiayai oleh pemerintah Kabupaten Bungo. 

"Kemudian di samping itu ada guru honor dibiayai oleh dana BOS dan guru honor dibiayai komite sekolah untuk memenuhi kebutuhan guru yang ada di Kabupaten,” katanya.

Untuk data kebutuhan guru, merupakan laporan yang setiap bulan harus dilaporkan Dinas Pendidikan melalui Dapodik ke pusat mengenai keadaan guru yang ada di masing-masing sekolah.

Berikutnya, pihak Dinas juga melakukan mutasi guru guna memeratakan pendidikan di Kabupaten Bungo.

“Jika ada sekolah yang kelebihan guru, akan kita geser atau pindahkan ke sekolah yang membutuhkan sehingga tidak ada penumpukan guru di suatu sekolah,” katanya.

Hanya saja untuk melakukan pemerataan kata Triyono tidak bisa secara instan. Hal ini harus dilakukan secara bertahap, tidak mungkin sekaligus.

“Ada guru yang dengan sendirinya mengusulkan pindah dan masuk ke data pokok kita. Tentu mutasi ini lsilakukan ke sekolah yang terjangkau oleh guru,” katanya.

Pihaknya juga memberikan pengembangan profesi pada guru, supaya guru yang honor memiliki kompetensi yang sejajar dengan PNS. Agar nantinya tidak terjadi perbedaan antara guru honor dan PNS.

“Solusi lainnya dengan membuka formasi baru untuk CPNS. Jadi sekolah yang kekurangan guru bisa dipenuhi. Diharapkan juga yang honor dan sudah mengabdi lama bisa diangkat, tentu saja yang sesuai dan memenuhi persyaratan,” katanya. (kjcom)


Tag : #Bungo #Guru #Pendidikan



Berita Terbaru

 

Selasa, 11 Desember 2018 21:05 WIB

Nelayan Ini Ditemukan Luka-luka di Kapal Pompongnya


Kajanglako.com, Tanjung Jabung Barat – Diduga mengalami kecelakaan kerja saat melaut, seorang nelayan di Tanjab Barat ditemukan luka-luka dan terbaring

 

Program Sosial Bank Indonesia
Selasa, 11 Desember 2018 20:19 WIB

Cabai hingga Trigona, Potensi Mahad Aljamiah jadi Kawasan Ekowisata


Kajanglako.com, Jambi – Tak usah diragukan lagi, Kantor Perwakilan Bank Indonesia (BI) Provinsi Jambi begitu menaruh perhatian besar terhadap pengembangan

 

Selasa, 11 Desember 2018 18:31 WIB

Dirikan Tenda, Warga Mandiangin dari 12 Desa Duduki Kantor Bupati


Kajanglako.com, Sarolangun – Buntut dari kisruh antara warga 12 Desa di Kecamatan Mandiangin dengan PT AAS, ratusan warga mendatangi Kantor Bupati

 

Selasa, 11 Desember 2018 17:54 WIB

BP2KBP3A Layangkan Surat ke PLN, Saryoto: jika Tak Digubris Kita Tempuh Jalur Hukum


Kajanglako.com, Batanghari - Hingga saat ini, KWH arus listrik di Kantor Badan Pengendalian Penduduk Keluarga Berencana Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan

 

Selasa, 11 Desember 2018 17:33 WIB

Pol PP Punya Catatan Buruk saat Jaga Kantor Gubernur, Edi: Kami Siap jika Diminta Kembali


Kajanglako.com, Jambi - Pelaksana Tugas (Plt) Gubernur Jambi, Fachrori Umar, meminta Pengamanan Dalam (Pamdal) Kantor Gubernur Jambi pada tahun 2019 ditiadakan. Kebijakannya