Sabtu, 17 November 2018


Jumat, 07 September 2018 20:01 WIB

Panen Ikan Lubuk Larangan di Bungo, Ini Pesan Fachrori

Reporter : Redaksi
Kategori : Inforial Ragam

Plt Gubernur Jambi Fachrori Umar saat memimpin gelaran panen ikan lubuk larangan di Bungo (Foto: kajanglako/Ady/Humas)

Kajanglako.com, Bungo - Pelaksana Tugas (Plt) Gubernur Jambi, Fachrori Umar membuka gelaran panen ikan lubuk larangan di desa Tanah Tumbuh, Kecamatan Tepian Napal Kabupaten Bungo, Jumat (7/9).

Hadir pada kesempatan ini Forkopimda Kabupaten Bungo, Sekda Provinsi Jambi, M Dianto,Wakil Ketua I TP PKK Provinsi Jambi Rahima Fachrori, Ketua Dharma Wanita Persatuan (DWP) Provinsi Jambi, Neta Aryani Dianto, Bupati dan Wakil Bupati Bungo, perangkat Pemerintah Desa Tanah Tumbuh dan Kecamatan Tepian Napal.



Dalam sambutannya, Fachrori menyampaikan bahwa  manusia tidak pernah dipisahkan dari alam, adanya lubuk larangan baik disadari atau tidak disadari, merupakan wujud kearifan budaya yang bertujuan untuk melestarikan alam serta menjaga kelangsungan makhluk hidup di dalamnya.

"Secara ekologi dan kearifan budaya, lubuk larangan mencegah kerusakan lingkungan sungai, menjaga alam agar tidak terjadi pencemaran lingkungan lubuk larangan, mengurangi kerusakan sungai sehingga kerusakan lingkungan dan air serta ekosistem air beserta ikan-ikan yang ada di lubuk larangan juga akan terus terjaga," kata Fachrori. 

Fachrori menjelaskan, lubuk larangan juga menumbuhkan semangat kekeluargaan, kekuatan gotong-royong yang menciptakan kekompakan masyarakat, menumbuhkan rasa peduli terhadap lingkungan, dan bergerak pada pelestarian sungai dan hutan di sekelilingnya.

"Budaya ini menjadi bukti nyata bahwa jika manusia benar-benar menjaga alam, maka alam menjadi sahabat terbaik bagi manusia. Saya sangat berharap budaya ini akan terus didukung oleh berbagai pihak, sehingga dapat terjaga sampai ke generasi mendatang," kata Fachrori.

Sementara itu, Bupati Bungo Mashuri dalam sambutanya menyatakan bahwa Kabupaten Bungo memiliki 139 Lubuk larangan.

"Di Provinsi Jambi Lubuk larangan di Bungo paling banyak dan ada 6 lubuk larangan yang digunakan untuk pelestarian, di Kabupaten Bungo ada perbedaan lubuk larangan dengan restorasi lubuk larangan dalam waktu jangka tertentu boleh dipanen masyarakat. Tetapi kalau lubuk larangan untuk pelestarian tidak boleh diambil sepanjang hayat itu dijadikan tempat penyangga ikan, budidaya ikan dan tempat pelestarian hayati ikan," kata Bupati Mashuri.

Sebelumnya, Datuk Rio (Kepala Desa) Tanah Tumbuh Jahari mengatakan bahwa pelaksanaan dari awal penaburan benih yang pertama desa ini dibantu oleh Dinas Perikanan Kabupaten Bungo, kemudian Dinas Perikanan Provinsi sebanyak 10.000 ekor bibit.

"Tujuan pembuatan lubuk larangan ini yaitu menjadi pendapatan dusun kami, untuk kemudian tujuan yang kedua yaitu apabila sudah selesai pada panen raya. Hasilnya nanti akan dimusyawarahkan di desa, keputusan desa tersebut kemana arah uangnya. Sebagai pemerintah dusun hanya menerima keputusan musyawarah desa," kata Rio Jahari.

Sebelum melaksanakan panen di lubuk larangan, Pl Gubernur melaksanakan Salat Jumat di Masjid Raya Desa Tanah Tumbuh serta menjadi Imam dan Khatib. Di Desa Rambah, Plt Gubernur Jambi memberikan bantuan berupa bola kaki dan peralatan olahraga kepada anak-anak di desa tersebut. (kjcom/humas pemprov jambi)


Tag : #Fachrori Umar #Bungo #Jambi #Lubukk Larangan



Berita Terbaru

 

Ekspedisi Belanda ke Djambi
Sabtu, 17 November 2018 09:17 WIB

Toeankoe Radja Loeboe Oelang-aling


Oleh: Frieda Amran (Antropolog. Mukim di Belanda) Seorang pegawai pemerintahan Hindia-Belanda—seorang lelaki yang pandai bergaul dengan dan dipercayai

 

Jumat, 16 November 2018 12:55 WIB

Pemprov Jambi MoU Program e-Samsat Nasional


Kajanglako.com, Jambi - Plt Gubernur Jambi, Fachrori Umar, menandatangani Nota Kesepahaman (MoU) dan Perjanjian Kerjasama Samsat (PKS) Online Nasional.   MoU

 

Penerimaan CPNS 2018
Jumat, 16 November 2018 08:48 WIB

Tingkat Kelulusan CASN Rendah, Ini Kata Ihsan Yunus


Kajanglako.com - Rekrutmen Calon Aparatur Sipil Negara (CASN) tahun ini meninggalkan cerita pelik. Di satu sisi Negara tengah membutuhkan banyak tambahan

 

Festival Budaya Bioskop
Jumat, 16 November 2018 06:20 WIB

Bentuk Museum Bioskop, Tempoa Art Digandeng Institut Kesenian Jakarta


Kajanglako, Jambi-hanya tinggal menghitung hari, Festival Budaya Bioskop Jambi segera dibuka untuk publik. Festival untuk pertama kali di Jambi ini merupakan

 

Kamis, 15 November 2018 22:10 WIB

Dugaan Percobaan Penculikan Anak, CE: Jangan Buat Gaduh Sebelum Jelas Motifnya


Kajanglako.com, Sarolangun - Kabar dugaan percobaan penculikan anak di Desa Bernai Luar, Kabupaten Sarolangun, Sabtu (10/11) lalu sempat membuat gempar