Selasa, 25 September 2018


Rabu, 05 September 2018 21:29 WIB

Perhatikan MCK Masyarakat, Masnah: Saya Akan Edukasi, Tinggalkan Pola Lama

Reporter : Redaksi
Kategori : Inforial Ragam

Bupati Muaro Jambi Masnah Busro (Foto:Kajanglako/Vov)

Kajanglako.com, Muaro Jambi – Prilaku masyarakat Kabupaten Muaro Jambi terkait dengan gaya Mandi Cuci Kakus atau MCK di tepian sungai, mendapat perhatian serius oleh Bupati Muaro Jambi Masnah Busro.

Menurut Masnah, saat ini masih banyak masyarakat terutama yang bermukim di Daerah Aliran Sungai (DAS) Batanghari, masih melakukan kebiasaan lama yakni menggunakan Jamban.



Menurut Masnah, jika dilihat dari sisi kesehatannya, kebiasaan lama tersebut sudah tidak dapat dikatakan baik. Namun ia sadar, persoalan jamban memang telah menjadi kebiasaan masyarakat sejak lama. Bahkan beberapa masyarakat menjelaskan masih memilih untuk menggunakan jamban dibandingkan WC. Untuk dirinya komitmen akan memperhatikan hal tersebut dan mencoba merubah kebiasaan lama itu.

"Iya, saya lihat masih banyak masyarakat menggunakan Jamban, itu sudah kebiasaan masyarakat, jadi ini harus bekerja sama dengan Pak Kades dengan Dinas Kesehatan. Itu harus kita sosialisasikan bagaimana agar pola kebiasaan ini tidak lagi dilakukan,” kata Masnah.

Tidak itu saja, sembari memberikan edukasi, Masnah mengatakan saat ini telah dibangun WC umum di desa-desa, yang dapat digunakan oleh masyarakat.

Sebelumnya diberitakan, bahwa meskipun telah ada WC umum yang dibuat oleh pihak desa, masyarakat masih menggunakan Jamban dengan alasan lebih praktis. Ini dikatakan oleh, Siswa warga Sungai Aur, Kecamatan Kumpeh Ilir. Ia mengatakan bahwa di rumahnya memang tidak memiliki WC dan mengandalkan Jamban yang ada di pinggir sungai.

"Iya emang dari dulu kita di sini kek gini. Sebagian adalah yang buat WC di rumah, sebagian masih lah di sungai. Ya mandi, nyuci dan buang air di sini," kata Siswa.

Untuk itu, Bupati Masnah mengatakan bahwa Ia akan mengintruksikan pada pihak-pihak yang terlibat termasuk Dinas Kesehatan, Camat, Kepala Desa agar nantinya mensosialisasikan kepada masyarakat. Agar mulai merubah kebiasaan yang belum bisa mereka tinggalkan, supaya masyarakat mengerti.

"Berangsur-angsur kita terus lakukan sosialisasi, nanti akan kita panggil pihak-pihak terkait. Kita akan mengambil pola dengan mengedukasi pada masyarakat," kata Bupati Masnah.

"Karena memang dampak tidak hanya pada masyarakat yang menggunakan air tersebut, terkadang air itu buat mereka untuk mandi. Selain itu, dampak lingkungan juga ada dari kebiasaan tersebut, ini yang perlu kita kasih tahu kepada masyarakat," katanya. (kjcom)


Tag : #Muaro Jambi #MCK #jamban #Daerah Aliran Sungai #Sungai Batanghari #Jambi #Masnah Busro



Berita Terbaru

 

Selasa, 25 September 2018 18:04 WIB

Sosialisasi Pemilu Damai di Bungo, Kapolda: Berbeda Pilihan, Jangan Merusak Persaudaraan


Kajanglako.com, Bungo - Kapolda Jambi, Irjen Pol Muchlis. Mensosialisasikan bahaya Radikalisme, Terorisme dan Pemilu Damai ke Kabupaten Bungo.    Kedatangan

 

Kekerasan Terhadap Jurnalis
Selasa, 25 September 2018 15:05 WIB

Penyidikan Kasus Ancaman Pembunuhan Wartawan, Camat Marosebo Ulu Berhalangan Hadir


Kajanglako.com, Batanghari - Polres Batanghari terus melakukan penyelidikan terhadap kasus ancaman pembunuhan wartawan yang dilakukan oknum ASN Kantor

 

Selasa, 25 September 2018 13:43 WIB

Penjual Emas PETI Diamankan saat Tunggu Pembeli di Pinggir Jalan


Kajanglako.com, Merangin - Polisi Resor Merangin mengamankan dua orang penjual emas hasil pertambangan ilegal. Pelaku diamankan di wilayah Kelurahan Pasar

 

Lelang Jebatan
Selasa, 25 September 2018 13:26 WIB

Tiga Besar Lelang Jabatan Pemprov Diumumkan, Ini Daftarnya


Kajanglako.com, Jambi - Panitia Pelaksana Lelang Jabatan Pemprov Jambi, telah mengumumkan tiga besar terbaik hasil uji kompetensi lelang jabatan Eselon

 

Unjuk Rasa
Selasa, 25 September 2018 12:57 WIB

Pilrio Ditunda, Warga Ujung Tanjung Unjuk Rasa ke DPRD Bungo


Kajanglako.com, Bungo - Ratusan masyarakat Dusun Ujung Tanjung, Kecamatan Jujuhan menggeruduk Kantor DPRD Bungo, Selasa (25/9).   Dalam aksinya warga