Senin, 21 Januari 2019


Rabu, 05 September 2018 21:29 WIB

Perhatikan MCK Masyarakat, Masnah: Saya Akan Edukasi, Tinggalkan Pola Lama

Reporter : Redaksi
Kategori : Inforial Ragam

Bupati Muaro Jambi Masnah Busro (Foto:Kajanglako/Vov)

Kajanglako.com, Muaro Jambi – Prilaku masyarakat Kabupaten Muaro Jambi terkait dengan gaya Mandi Cuci Kakus atau MCK di tepian sungai, mendapat perhatian serius oleh Bupati Muaro Jambi Masnah Busro.

Menurut Masnah, saat ini masih banyak masyarakat terutama yang bermukim di Daerah Aliran Sungai (DAS) Batanghari, masih melakukan kebiasaan lama yakni menggunakan Jamban.



Menurut Masnah, jika dilihat dari sisi kesehatannya, kebiasaan lama tersebut sudah tidak dapat dikatakan baik. Namun ia sadar, persoalan jamban memang telah menjadi kebiasaan masyarakat sejak lama. Bahkan beberapa masyarakat menjelaskan masih memilih untuk menggunakan jamban dibandingkan WC. Untuk dirinya komitmen akan memperhatikan hal tersebut dan mencoba merubah kebiasaan lama itu.

"Iya, saya lihat masih banyak masyarakat menggunakan Jamban, itu sudah kebiasaan masyarakat, jadi ini harus bekerja sama dengan Pak Kades dengan Dinas Kesehatan. Itu harus kita sosialisasikan bagaimana agar pola kebiasaan ini tidak lagi dilakukan,” kata Masnah.

Tidak itu saja, sembari memberikan edukasi, Masnah mengatakan saat ini telah dibangun WC umum di desa-desa, yang dapat digunakan oleh masyarakat.

Sebelumnya diberitakan, bahwa meskipun telah ada WC umum yang dibuat oleh pihak desa, masyarakat masih menggunakan Jamban dengan alasan lebih praktis. Ini dikatakan oleh, Siswa warga Sungai Aur, Kecamatan Kumpeh Ilir. Ia mengatakan bahwa di rumahnya memang tidak memiliki WC dan mengandalkan Jamban yang ada di pinggir sungai.

"Iya emang dari dulu kita di sini kek gini. Sebagian adalah yang buat WC di rumah, sebagian masih lah di sungai. Ya mandi, nyuci dan buang air di sini," kata Siswa.

Untuk itu, Bupati Masnah mengatakan bahwa Ia akan mengintruksikan pada pihak-pihak yang terlibat termasuk Dinas Kesehatan, Camat, Kepala Desa agar nantinya mensosialisasikan kepada masyarakat. Agar mulai merubah kebiasaan yang belum bisa mereka tinggalkan, supaya masyarakat mengerti.

"Berangsur-angsur kita terus lakukan sosialisasi, nanti akan kita panggil pihak-pihak terkait. Kita akan mengambil pola dengan mengedukasi pada masyarakat," kata Bupati Masnah.

"Karena memang dampak tidak hanya pada masyarakat yang menggunakan air tersebut, terkadang air itu buat mereka untuk mandi. Selain itu, dampak lingkungan juga ada dari kebiasaan tersebut, ini yang perlu kita kasih tahu kepada masyarakat," katanya. (kjcom)


Tag : #Muaro Jambi #MCK #jamban #Daerah Aliran Sungai #Sungai Batanghari #Jambi #Masnah Busro



Berita Terbaru

 

Senin, 21 Januari 2019 13:51 WIB

Tinjau Jalan Setapak, Ihsan Yunus juga Silaturahmi dan Serap Aspirasi Warga Legok


Kajanglako.com, Jambi - Anggota DPR RI Dapil Jambi, Ihsan Yunus, Juma'at (18/1) lalu, meninjau bantuan jalan setapak yang pernah diberikan untuk masyarakat

 

Senin, 21 Januari 2019 12:27 WIB

Polemik Kenaikan Tarif PDAM, Maulana: Kebijakan Pak Wali, Tanya ke Beliau


Kajanglako.com, Jambi - Persoalan kenaikan tarif PDAM Tirta Mayang Kota Jambi yang mencapai 100 persen, kini telah disidangkan di Pengadilan Negeri Jambi.

 

Senin, 21 Januari 2019 12:14 WIB

3 Santri Kabur, Pengurus Ponpes Diniyah Baru Tahu saat Orangtua Menjenguk


Kajanglako.com, Bungo - Diduga akibat keteledoran Yayasan Pondok Pesantren Diniyah, Perumnas, Kabupaten Bungo. 3 orang santri kabur dan meninggalkan Ponpes

 

Senin, 21 Januari 2019 12:11 WIB

Nekat Langkahi Garis Polisi, Warga Tantang Bahaya Lihat Reruntuhan Ruko Ambruk dari Dekat


Kajanglako.com, Merangin - Meski sudah hampir sepekan ambruknya Ruko 10 pintu di sekitar Bukit Tiung, Bangko. Ternyata masih saja banyak warga yang penasaran

 

Senin, 21 Januari 2019 12:07 WIB

Besok Zola dan Fachrori Diberhentikan sebagai Gubernur dan Wakil Gubernur


Kajanglako.com, Jambi - Pemprov Jambi telah mengantongi SK pemberhentian Zumi Zola sebagai Gubernur Jambi periode 2016-2021 dari Mendagri, SK itu dijemput