Sabtu, 16 Februari 2019


Rabu, 05 September 2018 07:20 WIB

SAD di Jalan Lintas Tengah Sumatera Butuh Lahan

Reporter :
Kategori : Sudut

Tari Bedeti: seni tradisi SAD Pelepat, Kabupaten Bungo. Tari menyambut tetamu. (Dok. Jon Afrizal)

Oleh: Jon Afrizal*

Persoalan lahan hingga kini masih jadi hal yang utama bagi warga Suku Anak Dalam (SAD) yang berada di Jalan Lintas Tengah Sumatera. Sebab mereka tidak memiliki sumber daya ekonomi lainnya.



Temenggung Ngalo (20) pemimpin kelompok SAD Desa Pelekar Jaya Kecamatan Pemenang Kabupaten Merangin Provinsi Jambi mengatakan 24 Kepala Keluarga (KK) yang dipimpinnya telah dirumahkan sejak Maret 2018 lalu.

Ia pun telah menganut agama Kristen Protestan sejak tiga tahun lalu. Dua dari tiga orang anaknya telah bersekolah di SD Pelekar Jaya.

"Tapi persoalannya kami tidak memiliki sumber penghidupan," katanya, Kamis pekan lalu.

Ia mengatakan, setiap hari ia dan dua KK lainnya harus makan sebanyak 1 kilogram beras saja. Itu tentu jauh dari standar kesehatan.

"Jika kami boleh memilih, sebaiknya kami diberi lahan, ketimbang rumah," katanya.

Sebab dengan adanya lahan, mereka bisa bertanam padi, umbi-umbian dan pisang. Ketiganya adalah makanan pokok mereka.

"Berburu sekarang sulit. Kami harus berburu hingga jauh dari kampung. Butuh banyak hari untuk sampai ke sana dengan berjalan kaki," katanya.

Data Pundi Sumatera, NGO yang mendampingi SAD di Jalan Lintas Tengah Sumatera sejak 2012 menyebutkan, SAD ini berada di Kabupaten Sarolangun, Merangin dan Bungo di Provinsi Jambi, dan Kabupaten Dharmasraya di Provinsi Sumatera Barat. Total dampingannya sebanyak 403 jiwa atau 145 KK.

"Sedangkan untuk Kabupaten Dharmasraya sebanyak 19 KK atau 77 jiwa," kata fasilitator SAD wilayah Dharmasraya dari Pundi Sumatera, Syamri.

Umumnya mereka hidup di dua kecamatan, Kecamatan Koto Besar dan Nagari Banai. Terutama di hutan Batang Bakur Nagari Banai dan hutan Bulangan.

Jika ditotalkan, 13 KK di kedua hutan ini telah berkebun karet. Luasannya 20 hektare.

"Tapi mereka masih hidup semi nomaden," katanya.

Warga SAD masih "melangun", jika ada anggota keluarganya yang meninggal. Mereka pun masih berburu dan meramu, dan hanya mencari penghidupan hanya untuk satu hari saja.

" Yang mereka butuhkan adalah KTP, agar mereka bisa mendapatkan fasilitas pelayanan publik. Inilah yang sedang kami dorong," katanya.

Asisten Deputi bidang pemberdayaan masyarakat Kemenko Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (PMK), Magdadan mengatakan harus ada kesepahaman masyarakat luas terkait SAD. Masyarakat harus menyadari bahwa SAD masih berpola pikir terbelakang.

"Ini yang harus kita sadari bersama," katanya.

Sehingga diharap akan terbentuk pola pikir yang baik terhadap SAD yang menembus batas administratif ini. Sebab, perubahan ke arah yang lebih baik harus diberikan secara perlahan, dan tidak tergesa-gesa.

"Dengan demikian diharap masyarakat SAD dapat menerima pemikiran maju dari pemerintah dany masyarakat di luar mereka," katanya. 

 

* Anggota Aliansi Jurnalis Independen (AJI) Kota Jambi.


Tag : #Suku Anak Dalam #SAD #Jambi



Berita Terbaru

 

Sabtu, 16 Februari 2019 08:35 WIB

Sedang BAB, Duda Ini Batuk Lalu Keluar Segumpal Daging dari Lubang Anusnya


Kajanglako.com, Merangin - Penyakit aneh dialami Lusihadi, 42 tahun, tiba-tiba saja keluar segumpal daging dari lubang anusnya.   Awalnya, Lusihadi

 

Ekspedisi Belanda ke Djambi
Sabtu, 16 Februari 2019 06:32 WIB

Peralatan yang Rusak dan Awak yang Dipulangkan


Oleh: Frieda Amran (Antropolog. Mukim di Belanda) Pada tanggal 25 Juli, Nakhoda Makkink tiba. Ia menumpang kapal pos dari Batavia. Ia membawa peti-peti

 

Jumat, 15 Februari 2019 22:58 WIB

Sekda Bahtiar Hadiri Millenial Road Safety Festival


Kajanglako.com, Batanghari - Bupati Batanghari Syahirsah yang diwakili oleh Sekretaris Daerah Batanghari Bakhtiar, Jumat (15/2), menghadiri Millenial Road

 

Jalan Rusak
Jumat, 15 Februari 2019 16:04 WIB

Aspal Ambruk, Hati-hati Lintasi Jalan di Bungo Ini


Kajanglako.com, Bungo - Para pengendara yang melintas di jalan penurunan Sungai Buluh arah jalan lingkar, tepatnya jika hendak ke Bandara Muara Bungo diminta

 

Unjuk Rasa Mahasiswa
Jumat, 15 Februari 2019 15:56 WIB

Mahasiswa Unja ke Gubernur: Jangan Gunakan Uang Negara untuk Kepuasan Keluarga


Kajanglako.com, Jambi - Puluhan Mahasiswa Unja melakukan aksi unjuk rasa, sebagai bentuk kepedulian kepada Provinsi Jambi karena saat ini dinilai Jambi