Kamis, 21 Maret 2019

Selasa, 21 Agustus 2018 12:47 WIB

Apresiasi Penyaluran KUR Bank BUMN, Ihsan: Perekenomian Kita Ditopang UMKM

Reporter : Redaksi
Kategori : Bisnis Perbankan Berita Nasional

Ihsan Yunus saat rapat dengar pendapat dengan Bank Himbara/ foto: istimewa

Kajanglako.com, Jakarta - Komisi VI DPR RI melakukan Rapat Dengar Pendapat (RDP) dengan beberapa Badan Usaha Milik Negara (BUMN) sektor perbankan. Dalam rapat yang dilakukan pada Senin 20 Agustus 2018 tersebut. Hadir para direktur utama dari empat bank plat merah yang kerap disebut Himbara (Himpunan Bank Milik Negara) yaitu PT BTN (Persero) Tbk, PT Bank Mandiri (Persero) Tbk, PT BNI (Persero) Tbk dan PT BRI (Persero) Tbk.

Keempat bank tersebut melaporkan pendapatan usaha semester pertama tahun 2018 sebesar Rp 135,8 miliar, di mana angka tersebut lebih tinggi daripada periode sama di tahun sebelumnya yaitu sebesar Rp 125,6 miliar.



Laba bersih juga menunjukkan perbaikan, di mana di semester pertama tahun lalu keempat Himbara tersebut memperoleh laba Rp 30,6 miliar, sedangkan tahun ini di periode yang sama memperoleh laba Rp 34,9 miliar.

Di sisi sumbangan terhadap perpajakan, terjadi kenaikan sedikit di mana dalam semester pertama tahun lalu sumbangan pajak sebesar Rp 18,4 miliar dan saat ini di angka Rp 18,6 miliar. Dari catatan-catatan positif tersebut, hal yang sedikit menjadi kendala adalah turunnya valuasi saham bank-bank Himbara akibat adanya kelesuan aktivitas ekonomi global.

Ihsan Yunus, Anggota Komisi VI DPR RI, Fraksi PDI P, mengapresiasi catatan kinerja bank-bank Himbara.

“Saya mengapresiasi dan cukup puas dengan kinerja keuangan bank-bank Himbara. Saya mengapresiasi penyaluran Kredit Usaha Rakyat (KUR) bank-bank Himbara tahun ini dengan total Rp 96,7 triliun, di mana penyaluran terbesar diberikan kepada KUR usaha mikro sebesar Rp 41 triliun dan KUR ritel sebesar Rp 23,4 triliun. Ini tentu angin segar bagi perekonomian rakyat yang ingin melakukan usaha di level menengah ke bawah, wong cilik. Kita harus berkaca pada situasi krisis moneter tahun 1997-1998 di mana 70% luaran perekonomian kita ditopang oleh keberadaan UMKM, kita harus terus memberikan prioritas pada UMKM,” kata Ihsan.

Dalam kesempatan yang sama, Ihsan juga mengingatkan para direksi bank-bank Himbara untuk menjaga kinerja keuangan dan perusahaan agar tetap sehat.

“Saya anjurkan agar Non Performing Loan (NPL) selalu dipantau terus, harga saham harus diusahakan naik. Piutang-piutang yang sudah lama tertangguh dengan angka kolektibilitas (kol) 4 dan 5 berdasarkan BI checking, kredit macet, harus dicari solusi yang tepat,” kata Ihsan. (*)


Tag : #Ihsan Yunus #Kredit Usaha Rakyat #BUMN #Perbankan #DPR RI



Berita Terbaru

 

Kamis, 21 Maret 2019 14:05 WIB

20 Desa di Sarolangun Realisasi PBB-P2 Nol Persen, Berikut Daftarnya


Kajanglako.com, Sarolangun - Tercatat 20 desa di Sarolangun pada tahun 2018 realisasi setoran PBB-P2 nya tidak ada sama sekali alias nol persen. Jupri,

 

Kamis, 21 Maret 2019 13:51 WIB

Api Hanguskan Satu Unit Rumah Pegawai Puskesmas Muara Madras Jangkat


Kajanglako.com, Merangin - Kebakaran terjadi di Desa Muara Madras, Kecamatan Jangkat, Kamis (21/3) pagi. Tidak ada korban jiwa dalam peristiwa ini, namun

 

Kamis, 21 Maret 2019 13:50 WIB

Kondisi Memprihatinkan SMPN 10 Tanjabtim, Dinding Jebol dan Atap Seng Bocor


Kajanglako.com, Tanjung Jabung Timur - Gedung SMPN 10 Tanjung Jabung Timur yang terletak di Kecamatan Nipah Panjang, tepatnya di Kelurahan Nipah Panjang

 

Pemilu 2019
Kamis, 21 Maret 2019 13:48 WIB

3.858 Surat Suara di Tanjabtim Rusak


Kajanglako.com, Tanjung Jabung Timur - Sebanyak 3.858 lembar surat suara untuk Kabupaten Tanjab Timur tidak bisa digunakan alias rusak, kerusakan surat

 

Kamis, 21 Maret 2019 11:10 WIB

Hari Ini Giliran BBS dan Hilallatil Badri Diperiksa KPK


Kajanglako.com, Jambi - Setelah 2 hari sebelumnya, KPK lakukan pemeriksaan terhadap 22 orang Anggota DPRD Provinsi Jambi sebagai saksi. Hari ini Kamis