Rabu, 14 November 2018


Selasa, 21 Agustus 2018 12:47 WIB

Apresiasi Penyaluran KUR Bank BUMN, Ihsan: Perekenomian Kita Ditopang UMKM

Reporter : Redaksi
Kategori : Bisnis Perbankan Berita Nasional

Ihsan Yunus saat rapat dengar pendapat dengan Bank Himbara/ foto: istimewa

Kajanglako.com, Jakarta - Komisi VI DPR RI melakukan Rapat Dengar Pendapat (RDP) dengan beberapa Badan Usaha Milik Negara (BUMN) sektor perbankan. Dalam rapat yang dilakukan pada Senin 20 Agustus 2018 tersebut. Hadir para direktur utama dari empat bank plat merah yang kerap disebut Himbara (Himpunan Bank Milik Negara) yaitu PT BTN (Persero) Tbk, PT Bank Mandiri (Persero) Tbk, PT BNI (Persero) Tbk dan PT BRI (Persero) Tbk.

Keempat bank tersebut melaporkan pendapatan usaha semester pertama tahun 2018 sebesar Rp 135,8 miliar, di mana angka tersebut lebih tinggi daripada periode sama di tahun sebelumnya yaitu sebesar Rp 125,6 miliar.



Laba bersih juga menunjukkan perbaikan, di mana di semester pertama tahun lalu keempat Himbara tersebut memperoleh laba Rp 30,6 miliar, sedangkan tahun ini di periode yang sama memperoleh laba Rp 34,9 miliar.

Di sisi sumbangan terhadap perpajakan, terjadi kenaikan sedikit di mana dalam semester pertama tahun lalu sumbangan pajak sebesar Rp 18,4 miliar dan saat ini di angka Rp 18,6 miliar. Dari catatan-catatan positif tersebut, hal yang sedikit menjadi kendala adalah turunnya valuasi saham bank-bank Himbara akibat adanya kelesuan aktivitas ekonomi global.

Ihsan Yunus, Anggota Komisi VI DPR RI, Fraksi PDI P, mengapresiasi catatan kinerja bank-bank Himbara.

“Saya mengapresiasi dan cukup puas dengan kinerja keuangan bank-bank Himbara. Saya mengapresiasi penyaluran Kredit Usaha Rakyat (KUR) bank-bank Himbara tahun ini dengan total Rp 96,7 triliun, di mana penyaluran terbesar diberikan kepada KUR usaha mikro sebesar Rp 41 triliun dan KUR ritel sebesar Rp 23,4 triliun. Ini tentu angin segar bagi perekonomian rakyat yang ingin melakukan usaha di level menengah ke bawah, wong cilik. Kita harus berkaca pada situasi krisis moneter tahun 1997-1998 di mana 70% luaran perekonomian kita ditopang oleh keberadaan UMKM, kita harus terus memberikan prioritas pada UMKM,” kata Ihsan.

Dalam kesempatan yang sama, Ihsan juga mengingatkan para direksi bank-bank Himbara untuk menjaga kinerja keuangan dan perusahaan agar tetap sehat.

“Saya anjurkan agar Non Performing Loan (NPL) selalu dipantau terus, harga saham harus diusahakan naik. Piutang-piutang yang sudah lama tertangguh dengan angka kolektibilitas (kol) 4 dan 5 berdasarkan BI checking, kredit macet, harus dicari solusi yang tepat,” kata Ihsan. (*)


Tag : #Ihsan Yunus #Kredit Usaha Rakyat #BUMN #Perbankan #DPR RI



Berita Terbaru

 

Pesona Jambi
Rabu, 14 November 2018 13:13 WIB

Kesabaran Memotret Burung Migran di Pantai Cemara


Oleh : Wenny Ira R Senin pagi 5 November 2018, di kantor Taman Nasional Berbak dan Sembilang (TNBS) yang berlokasi di Sijenjang Kota Jambi telah riuh dan

 

Rabu, 14 November 2018 00:18 WIB

Politik Identitas Jelang Pemilu, Al Makin: Menghilangkan Substansi Masalah Sebenarnya


Kajanglako.com, Kota Jambi - Semakin mendekati Pemilu 2019, isu politik identitas semakin kentara disebarluaskan ke tengah masyarakat. Medium utamanya,

 

Operasi Zebra 2018
Selasa, 13 November 2018 20:25 WIB

Satlantas Sarolangun Keluarkan 1.318 Surat Tilang Selama Operasi Zebra


Kajanglako.com, Sarolangun - Selama 14 hari pelaksanaan Operasi Zebra 2018, Satlantas Polres Sarolangun sedikitnya mengeluarkan 1.318 surat tilang, baik

 

Selasa, 13 November 2018 20:13 WIB

Percobaan Penculikan Anak, Dewan Sarolangun Minta TNI/Polri Bersinergi


Kajanglako.com, Sarolangun – Kabar dugaan  percobaan penculikan  anak  di  RT 11 Desa Bernai, Sabtu malam lalu, membuat Anggota

 

Selasa, 13 November 2018 19:56 WIB

Kejari Tanjabbar Musnahkan Narkoba Bernilai Miliaran Rupiah


Kajanglako.com, Tanjung Jabung Barat – Barang bukti hasil tangkapan kasus Narkoba dan tindak pidana umum dimusnahkan yang di Halaman Kantor Kejaksaan