Sabtu, 19 Januari 2019


Selasa, 21 Agustus 2018 12:47 WIB

Apresiasi Penyaluran KUR Bank BUMN, Ihsan: Perekenomian Kita Ditopang UMKM

Reporter : Redaksi
Kategori : Bisnis Perbankan Berita Nasional

Ihsan Yunus saat rapat dengar pendapat dengan Bank Himbara/ foto: istimewa

Kajanglako.com, Jakarta - Komisi VI DPR RI melakukan Rapat Dengar Pendapat (RDP) dengan beberapa Badan Usaha Milik Negara (BUMN) sektor perbankan. Dalam rapat yang dilakukan pada Senin 20 Agustus 2018 tersebut. Hadir para direktur utama dari empat bank plat merah yang kerap disebut Himbara (Himpunan Bank Milik Negara) yaitu PT BTN (Persero) Tbk, PT Bank Mandiri (Persero) Tbk, PT BNI (Persero) Tbk dan PT BRI (Persero) Tbk.

Keempat bank tersebut melaporkan pendapatan usaha semester pertama tahun 2018 sebesar Rp 135,8 miliar, di mana angka tersebut lebih tinggi daripada periode sama di tahun sebelumnya yaitu sebesar Rp 125,6 miliar.



Laba bersih juga menunjukkan perbaikan, di mana di semester pertama tahun lalu keempat Himbara tersebut memperoleh laba Rp 30,6 miliar, sedangkan tahun ini di periode yang sama memperoleh laba Rp 34,9 miliar.

Di sisi sumbangan terhadap perpajakan, terjadi kenaikan sedikit di mana dalam semester pertama tahun lalu sumbangan pajak sebesar Rp 18,4 miliar dan saat ini di angka Rp 18,6 miliar. Dari catatan-catatan positif tersebut, hal yang sedikit menjadi kendala adalah turunnya valuasi saham bank-bank Himbara akibat adanya kelesuan aktivitas ekonomi global.

Ihsan Yunus, Anggota Komisi VI DPR RI, Fraksi PDI P, mengapresiasi catatan kinerja bank-bank Himbara.

“Saya mengapresiasi dan cukup puas dengan kinerja keuangan bank-bank Himbara. Saya mengapresiasi penyaluran Kredit Usaha Rakyat (KUR) bank-bank Himbara tahun ini dengan total Rp 96,7 triliun, di mana penyaluran terbesar diberikan kepada KUR usaha mikro sebesar Rp 41 triliun dan KUR ritel sebesar Rp 23,4 triliun. Ini tentu angin segar bagi perekonomian rakyat yang ingin melakukan usaha di level menengah ke bawah, wong cilik. Kita harus berkaca pada situasi krisis moneter tahun 1997-1998 di mana 70% luaran perekonomian kita ditopang oleh keberadaan UMKM, kita harus terus memberikan prioritas pada UMKM,” kata Ihsan.

Dalam kesempatan yang sama, Ihsan juga mengingatkan para direksi bank-bank Himbara untuk menjaga kinerja keuangan dan perusahaan agar tetap sehat.

“Saya anjurkan agar Non Performing Loan (NPL) selalu dipantau terus, harga saham harus diusahakan naik. Piutang-piutang yang sudah lama tertangguh dengan angka kolektibilitas (kol) 4 dan 5 berdasarkan BI checking, kredit macet, harus dicari solusi yang tepat,” kata Ihsan. (*)


Tag : #Ihsan Yunus #Kredit Usaha Rakyat #BUMN #Perbankan #DPR RI



Berita Terbaru

 

Sabtu, 19 Januari 2019 12:25 WIB

Bupati Syahirsah Hadiri Sosialisasi BPOM Bersama Anggota DPR RI


Kajanglako.com, Batanghari - Bupati Batanghari, Syahirsah Sy, Kamis (17/01) lalu, membuka Sosialisasi Pemberdayaan Masyarakat Melalui Komunikasi Informasi

 

Ekspedisi Belanda ke Djambi
Sabtu, 19 Januari 2019 07:12 WIB

Raden Hassan, Danau Sipin dan Tanah Pileh


Oleh: Frieda Amran (Antropolog. Mukim di Belanda) Raden Hassan menunjukkan beberapa contoh batu bara yang dapat ditemukan di daerah Sekamis, di tepian

 

Jumat, 18 Januari 2019 20:15 WIB

Kunker ke Kerinci, Fachrori Bicara Pentingnya Pendidikan dan Kesehatan


Kajanglako.com, Jambi - Plt Gubernur Jambi, Fachrori Umar, menyampaikan pesan pentingnya pendidikan dan kesehatan menjelang pelaksanaan ibadah Salat Jumat

 

Jumat, 18 Januari 2019 19:55 WIB

Penuhi Panggilan Bawaslu, Sutan Adil Menolak Disebut Diperiksa


Kajanglako.com, Jambi – Kasus pembagian Beasiswa Program Indonesia Pintar (PIP) yang diduga dijadikan jualan politik oleh lima Caleg Gerindra, termasuk

 

Warga Tenggelam
Jumat, 18 Januari 2019 17:52 WIB

Petani yang Terseret Arus di Sungai Tembesi Ditemukan Tewas


Kajanglako.com, Merangin - Sarmidi (35), warga Desa Rantau Panjang, Kecamatan Muara Siau yang terseret arus sungai Tembesi pada Rabu (16/1) lalu, berhasil