Rabu, 14 November 2018


Jumat, 17 Agustus 2018 19:01 WIB

Ancam dengan Senpi, Pria Paruh Baya Setubuhi Anak Tiri Hingga 10 Kali

Reporter : Redaksi
Kategori : Berita Hukrim

Pelaku BL ditangkap Satreskrim Polres Sarolangun, pelaku melakukan pencabulan terhadap anak tirinya dan memiliki senjata api rakitan

Kajanglako.com, Sarolangun - Sat Reskrim Polres Sarolangun berhasil mengungkap kasus pencabulan anak di bawah umur, pelaku yang diketahui ayah tiri korban melakukan aksi bejatnya itu hampir tiap pekan.

Penangkapan pelaku dipimpin Kanit Krimum Ipda Kurniadi, Kamis (16/8), pelaku yang diamankan berinisial BL (50) warga Desa Sepintun Kecamatan Pauh. Sedangkan korban yang masih berusia 14 tahun juga berasal dari desa yang sama.



Pelaku melakukan aksinya di rumah korban, dalam melancarkan aksinya, pelaku mengancam anak tirinya dengan sepucuk senjata api rakitan.

Dari keterangan pihak kepolisian, kejadian pertama kali dilakukan pelaku pada bulan April 2018, korban mengaku sering disetubuhi oleh pelaku (ayah tiri korban) hampir setiap pekan, yang disertai dengan ancaman terhadap korban.

“Korban terakhir disetubuhi pelaku sekitar bulan Juli tahun 2018, korban saat ini hamil 3 bulan,” kata Kapolres Sarolangun, AKBP Dadan Wira Laksana melalui Kasubag Humas Iptu Ardiansyah.

Berdasarkan hasil laporan dan penyelidikan, diperoleh bukti permulaan cukup yang mengarah kepada pelaku, selanjutnya dilakukan pelacakan keberadaan pelaku dan pada hari Kamis tanggal 16 Agustus 2018 sekira pukul 23.00 WIB, pelaku ditangkap di Desa Sepintun Kecamatan Pauh tanpa perlawanan.

Kemudian dilakukan penggeledahan di rumah pelaku dan didapati dua buah pucuk senjata api laras panjang rakitan jenis kecepek dan satu bilah senjata tajam yang diduga digunakan pelaku untuk mengancam korban, selanjutnya pelaku dan barang bukti dibawa ke Polres Sarolangun untuk dilakukan pemeriksaan.

“Setelah diinterogasi pelaku mengakui perbuatannya menyetubuhi korban kurang lebih 10 kali, senjata api rakitan yang diamankan tersebut diakui dibuat sendiri oleh pelaku,” kata Iptu Ardiansyah.

Untuk mempertanggung jawabkan perbuatannya, pelaku diancam pasal berlapis yakni Pasal 81 Ayat (1) UU RI No 35 tahun 2014 tentang perubahan atas UU RI No 23 tahun 2002 tentang Perlindungan Anak, Ancaman pidana minimal 5 tahun dan maksimal 15 tahun penjara. Dan Pasal 1 ayat (1) UU Darurat No 12 tahun 1951 dengan hukuman mati atau hukuman penjara seumur hidup atau hukuman penjara setinggi-tingginya 20 tahun. (kjcom)


Tag : #Pencabulan #Senjata Api #Polres Sarolangun #Pauh



Berita Terbaru

 

Rabu, 14 November 2018 00:18 WIB

Politik Identitas Jelang Pemilu, Al Makin: Menghilangkan Substansi Masalah Sebenarnya


Kajanglako.com, Kota Jambi - Semakin mendekati Pemilu 2019, isu politik identitas semakin kentara disebarluaskan ke tengah masyarakat. Medium utamanya,

 

Operasi Zebra 2018
Selasa, 13 November 2018 20:25 WIB

Satlantas Sarolangun Keluarkan 1.318 Surat Tilang Selama Operasi Zebra


Kajanglako.com, Sarolangun - Selama 14 hari pelaksanaan Operasi Zebra 2018, Satlantas Polres Sarolangun sedikitnya mengeluarkan 1.318 surat tilang, baik

 

Selasa, 13 November 2018 20:13 WIB

Percobaan Penculikan Anak, Dewan Sarolangun Minta TNI/Polri Bersinergi


Kajanglako.com, Sarolangun – Kabar dugaan  percobaan penculikan  anak  di  RT 11 Desa Bernai, Sabtu malam lalu, membuat Anggota

 

Selasa, 13 November 2018 19:56 WIB

Kejari Tanjabbar Musnahkan Narkoba Bernilai Miliaran Rupiah


Kajanglako.com, Tanjung Jabung Barat – Barang bukti hasil tangkapan kasus Narkoba dan tindak pidana umum dimusnahkan yang di Halaman Kantor Kejaksaan

 

Selasa, 13 November 2018 19:36 WIB

Mau Damai, Kepala MTS Simpang Babeko yang 'Pecut' Siswanya Harus Setor Rp200 Juta


Kajanglako.com, Bungo - Kasus pemukulan yang dilakukan oleh Kepala MTS Negeri Simpang Babeko, Kabupaten Bungo, terhadap siswanya atas nama M Fiqri Ardiansyah